mungkin sekilas posting ini seperti rangkuman setelah lama aku absen menulis di blog ini. tapi, ada begitu banyak cerita yang lebih dari sekedar rangkuman selama tiga bulan ini. sebenarnya udah lama aku mau menulis, tapi berhubung pikiran dan waktu terasa selalu penuh (hehehe) jadi baru sekaranglah aku bisa menulis.
hm, mulai dari mana dulu? oke, kita cerita mulai dari bulan Januari dulu :)
Januari 2013
aku lupa sejak tanggal berapa kita UAS semester ganjil, tapi aku ingat tanggal berapa sidang proposal. yaitu tanggal 10 Januari 2013.
hari itu, sebenarnya aku dijadwalkan sidang jam 9 pagi. tapiiiiii..... berhubung Bu Diah Arimbi, dosen tamu dari Sastra Inggris, masih ada rapat di kampus C, jadinya ditunda sampai siang.
sekitar jam 1 siang (kalau tidak salah), sidang proposal Kie diadakan. selama ini aku belum pernah menonton sidang, baik itu sidang proposal maupun sidang skripsi, jadi aku datang ke sidang skripsi, sekalian siap-siap juga (aku sidang setelah Kie). Kie diuji sama Bu Diah dan Syahrur-sensei.
setelah Kie mempresentasikan proposalnya, Bu Diah langsung mengajukan pertanyaan tentang surealisme itu apa, bagaimana reputasi Haruki Murakami dalam sastra surealisme, dan sebagainya. suara Bu Diah yang cetar membahana membakar kompleks sebelah itu benar-benar bikin aku keder. aku ngga tau gimana perasaan Kie menghadapi kedua dosen penguji itu. Kie keliatan gigih mempertahankan argumennya. sementara itu, aku udah dag dig dug tegang menonton sidang itu. aku duduk di belakang sama Eli-sensei. Eli-sensei cuma senyam-senyum, malah ketawa aja nonton sidang itu.
sidang Kie berjalan alot. melebihi batas waktu sidang malah. emang seru sih. Bu Diah dan Kie sama-sama berkutat di satu hal yang sama. aku ngga seberapa ingat itu apa, yang jelas serulah. setelah akhirnya selesai, barulah sidangku dimulai.
jujur, aku guguuuuup banget waktu mau sidang itu. apalagi aku kan memutuskan untuk pakai teorinya Barthes, yang notabene teori Barat. kalau soal teori Barat, aku yakin Bu Diah sudah paham bangetlah. berasa ciut di depan Bu Diah. gimana kalau aku salah kaprah tentang teori ini? bakal didamprat macam apa aku ini? dan berbagai pertanyaan lain muncul, membuat aku makin gelisah dan ngga pingin sidang. but show must go on. jadi aku banyak-banyakin menyebut nama Allah dalam hati.
saking gugupnya, aku sering keselip lidah waktu presentasi. yah, emang itu satu kebiasaan jelek yang belum bisa aku ubah. rasanya pingin aku lepas aja dulu lidahku biar ngga belepotan. tapi ngga bisa ya. hehehe...
setelah presentasi, aku makin gugup. aku udah takut bakal ditanyain kayak Kie juga. duuuh! tapi ternyata ngga juga sih. Bu Diah mengkonfirmasi antara yang aku tulis dengan yang aku presentasikan. ternyata aku goblok banget. aku lupa mengganti judul di sub-bab sekian. aku lupa halaman berapa, sub-bab apa, yang jelas seharusnya aku mengganti judul lama, yaitu "Representasi Ibu dalam Puisi Kaneko Misuzu - Hubungan antara Puisi dengan Riwayat Hidup Penulis-" dengan judul yang baru, yaitu "Representasi Ibu dalam Puisi 'Kokoro', 'Suzume no Kaa-san', dan 'Umi wo Aruku Kaa-sama' Karya Kaneko Misuzu". tolol banget lah aku itu. aku menjelaskan kalau aku salah tulis. terus aku diketawain sama Bu Diah ._.
ternyata, sidang berjalan tidak seseram yang aku bayangkan. aku ngga terlalu didamprat, tapi justru malah dikasih banyak masukan. aku legaaaa banget udah sidang.
dan hasilnya juga ngga sia-sia. sekian hari kemudian, di cybercampus muncul nilai mata kuliah Seminar. aku dapat nilai A untuk proposal :)
begitulah cerita tentang sidang proposalku. oh ya, aku tahun ini ikut ujian Japanese Studies Monbusho lagi. untuk menghadapi tes yang sulitnya minta amplop itu, aku dan beberapa anak yang lolos ujian saringan ikut benkyoukai di suatu kelas geno bernama Tokushin-kurasu (Tokushin class) di bawah bimbingan seorang sensei yang geno pula bernama Oonishi Satoshi. Satoshi ini sebenarnya sebaya sama aku. dia dan Sumitomo Kazuma, adalah volunteer dari Ashinaga Foundation tahun ini (Ashinaga Foundation tiap tahun selalu mengirim dua orang volunteer ke jurusan kita. biasanya mereka jadi semacam asisten dosen atau pembimbing untuk ujian semacam Nouryoku Shiken dan sebagainya). beda sama volunteer sebelum-sebelumnya, Satoshi ini gampang beradaptasi dan mudah bergaul dengan semua kalangan. bahkan hari kedua dia dateng ke FIB, dia udah bergaul sama Cak Mo, petugas parkir FIB. kita sampe melongo, ngga habis pikir gimana caranya (dengan bahasa apa) Satoshi dan Cak Mo berkomunikasi. bahkan sampai ada spekulasi jangan-jangan Cak Mo bisa bahasa Jepang -,-
by the way, Tokushin-kurasu tahun ini terbagi jadi 2 kelas, kelas A dan kelas B.
pembagiannya berdasarkan peringkat nilai yang diperoleh waktu ujian
saringan itu. berhubung namaku berada di peringkat pertama, masuklah aku
ke kelas A bersama teman sekelas yang disebut Satoshi sebagai "mendouna gakusei" alias
murid-murid yang menyusahkan. ya wajar sih kalau dia bilang begitu. soalnya, selain aku, masih ada 6 mahasiswa lain yang sangat menyusahkan. setelah
namaku, ada nama Vina Ardha, adik kelasku angkatan 2010 (oke, dia ngga mendou,
tapi ternyata cukup geno), disusul nama Ratu Addina alias bebeb Nene
yang kepintaran dan kepolosannya sangat abnormal itu. terus ada si "cantik" yang geno, Alfi Ardian Pratama. ditambah mbak kosku yang seksi manly, Mega Dian Putra, eh Pramita. adik kelasku yang multi-tasking
(bukan multi talent loh ya) Sukma Prayoga alias Unko. dan terakhir,
teman seangkatan mbak Mega, yang berhasil memacari Kazuma, mbak Nurul Indah Sumitomo, eh Susanti.
dibawah bimbingan Satoshi-sensei, jadilah kelas A sebagai kelas geno mendouna kurasu alias kelas geno yang sangat merepotkan.
beda
sama tahun lalu, kelas ini sangat menyenangkan. rasanya tiada hari
tanpa tawa bersama orang-orang sedeng ini. ada aja yang jadi bahan
guyonan. bahkan dalam keadaan sumpek dan buntu sekalipun, kita masih
bisa guyon. yah, kita emang orang-orang iseng yang kreatip dalam
menciptakan guyonan.
tapi, di samping sikapnya yang
suka bercanda itu, Satoshi serius membimbing kita. dia ngga segan-segan
kasih PR yang banyak (it was hell!!!), bahkan sampai ngadain bimbingan
dua kali sehari bagi mereka yang menginginkannya.
begitulah situasi dan kondisi bimbingan Tokushin Kurasu. sementara itu, sejak tanggal 16 Januari 2013, Papa opname di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. papa harus menjalani operasi pengangkatan kantung kemih. karena tumor yang Papa derita, dokter menyarankan supaya kantung kemih Papa diangkat dan diganti dengan kantung buatan. Papa pasrah menerima semua ini. aku menemani Papa selama liburan semester ganjil ini.
keadaan kelas A yang seperti itu, kondisi Papa, dan kesibukanku mengurus segala macam administrasi dan keperluan Papa di rumah sakit, membuatku semakin ingin berjuang untuk bisa lolos dalam ujian Monbusho tahun ini.
emang ada kalanya aku benar-benar sumpek, lelah... saat seperti itu, aku udah hampir nyerah. ngga sekali dua kali aku nangis di depan mbak Mega dan mbak Vita saat di kos. kadang rasanya sepi dan sendiri. kadang merasa marah, kepada mereka yang ninggalin aku begitu aja, di saat aku dalam keadaan susah seperti ini.
tapi toh Tuhan ngga pernah meninggalkanku. bahkan Ia mengirimkan teman-teman yang selalu mendukung. bahkan para dosen pun memberi perhatian juga. karena itu jugalah aku bisa bangkit dan berjuang lagi.
Februari 2013
4 Februari 2013, Papa operasi. saat operasi, aku ngga tau harus gimana. aku bolos kelas Tokushin hari itu dan menunggu sampai Papa selesai operasi. operasinya lama sekali, mulai dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore. aku minta Onyonk dateng buat menemaniku di saat dia lowong. aku cuma ngerasa takut. aku pingin ditemani seseorang. sempat kepikiran buat manggil dia, tapi akhirnya aku urung. sebagai gantinya aku minta tolong sama Onyonk. Onyonk dan mbak Mega dateng menemani sampai sore. aku benar-benar berterima kasih.
dan akhirnya operasi Papa berhasil. aku ikut lega rasanya.
selama Papa operasi dan masa pemulihan adalah masa-masa terberat. tubuh Papa jadi rentan sekali. sering sekali menggigil kedinginan, mual dan muntah kalau makan, dan sebagainya. aku bingung, hampir putus asa. di saat genting seperti itu, aku harus ikut ujian tanggal 21 Februari. aku jadi serba salah.
tapi karena aku ingin lolos, semangat yang diberikan orang-orang di sekitarku, dan Papa merestui, maka aku tetap pergi ujian.
21 Februari 2013
ujiannya sangat sulit. sasuga Monbusho shiken lah. tapi, biar bagaimanapun juga, aku dan teman-teman udah berjuang keras sampai bisa ikut ujian itu. dalam hatiku aku hanya bisa berdoa semoga bisa lolos.
ternyata Tuhan mengabulkan doaku.
27 Februari 2013, muncul pengumuman hasil ujian tulis Monbusho. dari 24 nama yang lolos, namaku dan nama Nene tertera di dalamnya. kami berdoa lolos dan bisa mengikuti tes tahap selanjutnya, yaitu wawancara di Kedubes Jepang Jakarta.
senang, terharu, ngga percaya, semua campur aduk jadi satu. akhirnya tahun ini mahasiswa Sastra Jepang UNAIR berhasil lolos ke ujian wawancara. dan mahasiswa itu adalah aku dan Nene. aku senang, luar biasa senang. aku bisa ke Jakarta, ikut tes wawancara, bersama sahabatku pula.
28 Februari 2013, ulang tahun mbah Ity. bertepatan dengan itu pula Papa diperbolehkan keluar dari rumah sakit. rasanya hari itu jadi hari yang bahagia.
Maret 2013
2 Maret 2013, aku dan Nene untuk ikut Kanji Cup 2013 level Chukyuu. sebenernya aku seneng juga, karena itu artinya udah 3 tahun berturut-turut aku mewakili UNAIR ikut Kanji Cup. apalagi akhirnyaaaaaaaa tahun ini bisa ikut level Chukyuu. tapi, di sisi lain aku khawatir, gimana kalau seandainya aku kalah lagi di awal pertandingan? masa 3 tahun kalau mulu tanpa pernah, setidaknya, masuk semi final? duh, malu banget lah kalau kayak gitu. aku kan juga pingin sekali-sekali nama UNAIR itu masuk ke semi final kek, atau kalau bisa ya ke final. tapi yah, siap ngga siap aku dan Nene tetap ikut pertandingan ini.
by the way, sebenernya pemilihan peserta ini benar-benar mendadak. sebelumnya, Eli-sensei udah melatih angkatannya Vina sejak H-sekian. tapi, H-7, tiba-tiba aku, Nene, dan mbak Nurul ditunjuk untuk ikut level Chukyuu. ternyata, Sensei (kayaknya sih lupa) baru tau kalau yang ikut level Chukyuu haruslah mereka yang sudah N3. di antara angkatan Vina, baru Ayu yang punya N3. selebihnya pada belum. akhirnya, kita bertiga diikutkan supaya genap 2 tim (tiap instansi minimal mengirimkan 2 tim yang masing-masing terdiri dari dua orang untuk ikut level Chukyuu). jadilah UNAIR kirim dua tim, yaitu aku dan Nene dalam tim UNAIR 1, terus Ayu sama Mbak Nurul dalam tim UNAIR 2. persiapan kita sama sekali ngga mateng. kecuali Ayu yang udah dilatih sejak liburan semester ganjil. kita menaruh harapan besar pada Ayu. sementara aku sendiri, menaruh harapan besar pada partnerku yang mengambil Nouryoku Shiken N1 tahun 2012 kemaren.
begitulah cerita di balik pertandingan ini. akhirnya pada hari H, aku berangkat pagi-pagi ke Gedung Gema, UNESA Ketintang, tempat diadakannya pertandingan ini. Nene dan anak-anak lainnya udah pada dateng. aku udah gugup ngga karuan, sementara Nene santai-santai makan coklat.
jam 9, para peserta diperbolehkan masuk ke dalam gedung. seperti biasa, pendukung Brawijaya dan UNESA mebludak dan heboh. iri deh. apalagi waktu Brawijaya naik ke atas panggung mengembalikan piala bergilir Kanji Cup. dobel iri! kapan ya UNAIR bisa kayak gitu?
setelah sambutan dan segala macam acara protokoler lainnya, akhirnya pertandingan dimulai. beda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini dimulai dari level Chukyuu dulu! mati mak! tapi untuk tim UNAIR 1 dapet blok kedua, sementara UNAIR 2 dapet blok keempat. jadi aku dan Nene masih punya waktu buat observasi dulu.
babak penyisihan blok pertama dimulai. aku dan Nene memperhatikan soal dan mencoba menjawab dari kursi penonton. seru, heboh, menyenangkan banget. di tengah keramaian itu, aku tanya pada partnerku itu, "kira-kira kita bisa jawab berapa soal ya, Beb?"
"10 kana~" katanya. entah itu ekspresi yakin atau ragu.
tapi, dengan kata-kata itu, entah kenapa ada satu keyakinan yang masuk ke dalam diriku.
"10 yah. oke deh. aku padamu, Beb. at least kita jangan sampai malu-maluin nama UNAIR lah."
Nene mengambil tanganku, lalu menjabatnya.
blok kedua dimulai. tim UNAIR 1 dapat whiteboard nomor 4. nomor 4 itu sebenarnya dijaga sama Kazuma (fyi, Satoshi jaga whiteboard nomor 2 lhoo). tapi supaya fair, dituker sama Izuka-sensei dari Brawijaya. jadi Kazuma jaga nomor 3, Izuka-sensei jaga nomor 4.
peraturan babak penyisihan level Chukyuu seperti ini:
satu babak ada 6 pertanyaan. tiap blok ada 4 tim. tiap babak penyisihan per blok, dipilih dua tim dengan nilai terbesar untuk maju ke babak semi final.
tiap pertanyaan muncul di layar. biasanya seputar cara baca, cara tulis Kanji, jukugo, puzzle, dan sebagainya. tiap tim menulis jawaban di papan tulis yang disediakan untuk masing-masing tim. tim yang menjawab dengan benar dapat 1 poin. biasanya sesekali muncul pertanyaan "Hayaoshi", yaitu menjawab cepat. kalau pertanyaan ini muncul, tiap tim harus berlomba untuk menjawab yang paling cepat. tiap tim harus menulis jawaban secepat mungkin, lalu memencet tombol di meja. tim yang paling cepat dan benar menjawab, akan mendapatkan poin.
seandainya setelah pertanyaan keenam nilai keempat tim masih seimbang, maka diadakan pertanyaan tambahan. tim yang paling cepat dan benar menjawab, akan mendapat poin tambahan.
pada babak ini, aku bertugas menulis jawaban di papan tulis, sementara Nene melihat soal dan memberi hint seandainya aku ngga tau jawabannya. dia juga bertugas memencet tombol kalau seandainya muncul "Hayaoshi". sebenernya aku kurang yakin sama kemampuanku. tapi aku cukup percaya kalau aku bisa menulis cepat. selain itu, aku percaya Nene bisa menuntunku di saat aku bingung. kalau seandainya Nene yang menulis, dan aku yang bertugas memberi petunjuk, pasti tambah kacau.
soal pertama, 「お湯が沸く」
"Bagaimana cara baca Kanji yang digarisbawahi?"
aku dan Nene sama-sama tahu artinya, yaitu "airnya mendidih". tapi, aku dan Nene pro-kontra mengenai jawabannya.
"apa nih, Beb? waku bukan sih?"
"masa sih? kayaknya bukan deh..."
tapi tetep aja aku tulis waku. di sebelahku, Nene udah geleng-geleng kepala sambil gigit jari.
ternyata jawabannya benar waku.
di bangku penonton, Eli-sensei, Adis-sensei, Santi-sensei, dan anak-anak UNAIR lain bersorak-sorak. aku udah lemes saking leganya.
soal demi soal muncul bergantian. di babak pertama, tim UNAIR 1 berhasil mengumpulkan 4 poin dari 7-8 soal. itu adalah nilai terbesar dalam blok kedua. kami berhasil masuk semi final.
aku bener-bener ngga percaya. aku dan Nene berhasil masuk semi final! saking ngga percayanya, aku sampai histeris dan mau nangis. gara-gara itu, orang-orang ngeliatin aku. aku sih udah ngga peduli. yang penting masuk semi final, mewakili UNAIR untuk pertama kalinya! yeeeey!
blok ketiga dan keempat dimulai. di blok keempat, tim UNAIR 2 gugur. aku dan Nene ngga percaya, karena kita bener-bener menaruh harapan besar pada Ayu. tapi menurutku, tim UNAIR 2 gugur bukan karena mereka benar-benar ngga mampu, tapi karena soalnya luar biasa sulit. aku dan Nene mencoba menjawab soal dari kursi penonton, tapi tetap aja banyak salah.
setelah babak penyisihan Chukyuu, babak penyisihan Shokyuu dimulai. aku ngga inget berapa persisnya peserta dari UNAIR, yang jelas ada anak-anak 1nen seperti Harun, Dayan, Lukman, Puteri, dkk dan anak 2nen seperti Sicha dkk, juga 3nen seperti Vina, Alifah, dkk. meskipun ngga ada satupun anak UNAIR yang masuk ke semi final, Lukman udah berjuang keras. dia bertahan sampai soal kesekian belas. biar gimanapun, aku tetap bangga sama mereka, mengingat 2 tahun yang lalu aku gugur di soal ke-6, dan tahun lalu aku gugur di soal ke-2 :p
setelah penyisihan dan semifinal Shokyuu, semi final Chukyuu dimulai. selama pertandingan Shokyuu, Nene keluar cari minuman dingin dan snack untuk kita berdua. dia dateng beberapa menit sebelum semi final Chukyuu dimulai. pas lagi enak-enaknya makan coklat dan minum teh dingin, nama tim kita dipanggil untuk maju ke babak semi final blok pertama. Nene yang masih sibuk dengan coklatnya, menyuruhku naik duluan ke atas panggung. setelah ketiga tim lainnya naik panggung, barulah dia menyusulku. sekali lagi, papan kami dijaga Izuka-sensei.
di babak semifinal, kami ngga bisa berbuat banyak. hanya berhasil menjawab 3 soal. tapi karena kecerobohan kami, hanya 1 jawaban yang benar-benar diakui juri. akhirnya kami hanya dapat 1 poin. dengan muka kecewa aku kembali ke bangku penonton.
yah, meskipun ngga bisa menang, tapi setidaknya aku dan Nene berhasil masuk ke semi final. kami berhasil memenuhi janji untuk ngga (terlalu) malu-maluin nama UNAIR :p
3 Maret, aku dan Nene berangkat ke Jakarta naik kereta Sembrani dari stasiun Pasar Turi. ini pertama kalinya aku pergi jauh tanpa dikawal orang tua. aku mengharapkan perjalanan yang menyenangkan, tapi ternyata ngga terlalu menyenangkan juga. soalnya kereta eksekutif ini dingin banget dan apa-apa bayar. pernah ada kejadian, petugas KAI membagi-bagikan kopi hangat. karena Nene bilang itu coklat panas, aku ambil satu. ternyata bukan. aku cuma minum sedikit, terus aku taruh di samping Nene. ngga lama setelah itu, kita ditagih uang 10.000 untuk segelas kecil kopi itu. aku merasa dibohongi. udah aku cuma minum sedikit, ikut bayar pula. kenapa sih mereka ngga bilang kalau kopi itu dijual? tapi ya udahlah. mau gimana lagi. buatku sih, yang penting bisa ke Jakarta lagi setelah sekian lama :')
4 Maret, aku sampai di Jakarta. aku menginap di rumah Tante Lilik. rasanya terharu banget, karena benar-benar udah lama aku ngga berkunjung ke rumah Tante Lilik. rumah itu ngga banyak berubah. Tante masih sama Bibik yang setia. keduanya welcome. aku senang, merasa diterima. di rumah itu aku mempersiapkan diri untuk wawancara tanggal 5 Maret. selama persiapan itu, Andi-sensei rela meluangkan waktu untuk membantuku memilih universitas Jepang via sms. bahkan sampai jam 12 malem loh. aku sampai ngga enak hati jadinya. tapi, berkat bantuan Sensei, akhirnya aku dapat gambaran kira-kira universitas seperti apa yang bisa aku pilih.
5 Maret, aku berangkat dari rumah Tante pagi-pagi sekali, sekitar jam 6.30. Bibik udah membekali roti bakar, air mineral, dan sebagainya. aku terharu banget. apalagi roti bakar buatan Bibik enak banget. aku diantar sama ojek langganan Bibik. begitu di jalan, aku agak shock juga ngeliat jalanan Jakarta yang luar biasa macet. "oh My God, ini baru jam berapaaa?" pikirku dalam hati. tapi ngga apa-apa. inilah suasana yang aku rindukan. suasana Jakarta yang luar biasa sibuk sampai sumpek. bikin kangen banget. tapi, karena kita sama-sama ngga tau Kedubes itu di mana, akhirnya kita kelewatan. terpaksa putar balik lagi. aku sampai kasihan sama Pak Ojeknya. soalnya putar baliknya jauh amat! -,-
aku sampai sekitar jam 7.15. aku pikir udah buka, eh ternyata kantor Kedubes belum buka :p ngga lama setelah itu, Nene dateng dari Kemang dianter saudaranya. hari itu Nene keliatan kawaii banget. dia pakai blazer yang sekilas mirip almamater, udah gitu pakai rok panjang sama wedges. wuih, nomor satu lah! satu pengalaman langka bisa liat Nene dalam penampilan seperti itu :D
jam 8.00, kami diperbolehkan masuk ke dalam kantor Kedubes. masih ada 30 menit lagi sebelum pembekalan dimulai. aku ke kamar mandi dulu, sementara Nene udah anteng nongkrong setia di samping steker buat isi baterai hp kesayangannya. di kamar mandi, aku ketemu Cattleya, mahasiswi dari Universitas Brawijaya. waktu kecil dia tinggal di Hakodate, Hokkaido. yah, ngga heran juga sih kalau dia bisa lolos ujian tulis Monbusho. sasuga yang udah pernah tinggal di Jepang lah ._.
tapi toh, selain Cattleya, masih banyak lagi saingan yang tangguh. ada yang udah lolos N1, ada yang menang Kanji Cup kemarin. banyak deh. aku emang sempet minder juga. tapi, biar gimana juga, aku tetap berjuang.
aku dan 5 orang lainnya, dipanggil untuk wawancara kloter pertama. Nene dapet kloter terakhir di sesi wawancara pagi itu. di kloterku, ada Ahmad dan Cattleya dan Brawijaya, Anggi dari Universitas Negeri Semarang, Daniel dari UNESA, dan Erwin dari BINUS. Erwin inilah yang udah lulus N1. sementara Ahmad yang kemaren juara Kanji Cup. duuuuh, kenapa harus satu kloter sama orang-orang hebat ini sih ._.
aku dapat giliran wawancara nomor 5. setelah peserta nomor 4, yaitu Daniel, keluar ruangan, aku langsung masuk ruang wawancara.
di ruangan itu ada empat orang Jepang. semuanya keliatan begitu berwibawa. aku tambah gugup. karena gugup, cara ngomongku jadi kayak cafe maid . itu tuh, yang kalau ngomong "desu", akhiran "-su" diucapkan dengan jelas. (fyi, orang Jepang kalau bilang "desu" atau "-masu" biasanya "-su" nya ngga jelas. jadi kedengerannya seperti "des" atau "mas". orang yang ngomongnya "desu" atau "masu" dengan jelas, dianggap imut atau sok imut) aku ngomong kayak gitu bukan supaya kedengeran imut, tapi karena aku terbiasa denger kayak gitu dan aku gugup. jadinya keceplosan ngomong kayak gitu. pasti aku dianggap sok imut sama para pewawancara ._.
sebenernya wawancaranya ngga setegang yang aku bayangkan. para pewawancara begitu ramah dan memberikan pertanyaan yang ngga terlalu sulit juga. tapi berhubung aku tegang, aku menjawab dengan konyol.
misalnya, waktu ditanya begini,
「どうして新潟大学に入りたいんですか。寒いですよ。」 ("Kenapa ingin ke Universitas Niigata?")
「ええ。。。あのう。。お米がおいしそうですから。。」 ("Eh... anu... soalnya nasinya enak...")
terus semuanya ketawa. dodol banget sih jawabanku.
terus ada juga pertanyaan seperti ini,
「もし日本へ行けば、勉強以外に何をしたいですか。」 ("Seandainya bisa pergi ke Jepang, selain belajar, apa lagi yang ingin kamu lakukan?")
「ええ。。。実は、私はたま駅長に会いたいんです。」 ("Eh... Sebenarnya saya ingin bertemu dengan Tama-ekichou")
「たま駅長?誰?」 ("Tama-ekicou? Siapa itu?")
「あのう。。猫の駅長ですが。」 ("Anu, kucing yang jadi kepala stasiun")
mungkin waktu itu pewawancara ngga begitu denger jawabanku karena suaraku kecil. terus akhirnya tanya lagi.
「あ、そうですか。どこの駅長ですか。」 ("Oh, begitu ya. Kepala stasiun di daerah mana?")
mati aku. aku lupa....
「確かに、山口県のほうが。。」 ("Kalau tidak salah, di Prefektur Yamaguchi")
aku tau jawaban itu salah. Yamaguchi itu kampung halamannya Kaneko Misuzu. memoriku ketuker-tuker. pokoknya yang aku inget ada -yama nya. tapi di mana ya?
pewawancara mencatat jawabanku. terus tanya lagi,
「で、その駅長に会いたいんですか」 ("Jadi, kamu ingin bertemu kepala stasiun itu?")
「はい。三毛猫の、すごくかわいくて。。」 ("Ya. Dia kucing belang tiga dan sangat lucu....")
aku belum selesai ngomong, salah seorang pewawancara langsung tersadar.
「あ、三毛猫?あれか?!」 ("Ha, kucing belang tiga? Ooooh, yang itu ya?!")
lalu semuanya langsung sadar kalau yang aku maksud adalah kucing maskot salah satu stasiun di Jepang. kucing itu belang tiga, betina, dan bernama Tama. dia dipercaya membawa keberuntungan. karena itu dia diangkat menjadi "kepala stasiun". bahkan ada topi, medali, dan plat khusus untuk dia. ada kereta khusus untuk dia segala. lucu bin unik deh pokoknya.
sekali lagi, semua pewawancara ketawa. pasti dipikir aku ini masih kekanak-kanakan banget (ya emang sih).
Salah seorang pewawancara tanya lagi.
「え?それって和歌山県の駅じゃありませんか」 ("Eh? Bukannya itu dari Prefektur Wakayama ya?")
aku diam. iya ya... Wakayama. aargh salah!
「あ、そうです。すみませんでした。」 ("Ah, ya.. Benar. Maaf tadi saya salah")
begitulah wawancaraku yang konyol dan sukses membuat pewawancara tertawa. haduuuh, berhasil lolos ngga yah ._.
pulang wawancara, aku cerita ke Andi-sensei dan Mbak Mega. aku ngerasa ngga tenang sama sekali. rasanya pingin ulang wawancara. tapi yah, yang udah terjadi ya udah terjadi. sekarang hanya bisa berdoa supaya bisa lolos dan berangkat ke Jepang. aamin...
itulah cerita tentang apa saja yang aku alami selama 3 bulan pertama di tahun 2013. ada kisah sedih, senang, sibuk, panik, heboh, lucu, dan sebagainya. apapun yang telah terjadi, semuanya menjadi kenangan yang berkesan buatku. terkadang ada perasaan sedih juga, mengingat sebentar lagi aku harus menghadapi skripsi, dan wisuda. eh, sekarang emang lagi skripsi sih hehehe :p
rasanya aku masih pingin kuliah, main sama teman-teman, melakukan banyak kegiatan kampus, dan sebagainya. tapi yaaaa.... waktu ngga bisa diulang. yang sekarang harus aku lakukan adalah menyusun skripsi dan menyelesaikannya dalam semester ini. udah banyak orang yang mengharapkan aku bisa segera selesai dan sidang dalam waktu 8 semester ini. aku emang kurang suka buru-buru begitu, tapi aku tau kalau orang-orang sebenarnya mengharapkan aku untuk segera mandiri. ya aku emang harus bisa segera mandiri sih. jadi aku juga berusaha untuk bisa segera menyelesaikan skripsi. toh kalaupun seandainya aku jadi berangkat ke Jepang (aamin...) aku jadi ngga punya beban lagi.
jalanku masih panjang. meskipun perjalanan kuliah S1-ku akan segera berakhir. tapi hidupku insya Allah masih terus berlanjut. aku harus segera mandiri dan melakukan banyak hal menyenangkan lainnya. insya Allah.
semoga bulan-bulan berikutnya juga banyak hal menyenangkan yang bisa aku alami. aamin :)
skip to main |
skip to sidebar
and at the dawn, armed with the schorching patience, we shall enter the cities of splendour... (Arthur Rimbaud)
Tampilkan postingan dengan label Kanji Cup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanji Cup. Tampilkan semua postingan
Tiga Bulan Awal 2013
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Sabtu, 23 Maret 2013
Label:
field of hope,
gubuk kecil yang hangat,
kafe es krim,
kamar tidur yang mungil,
Kanji Cup,
kuliah,
Monbukagakusho,
Niseikai Aidai,
Noryouku Shiken,
padang edelweiss,
unair
/
Comments: (0)
Hingga Hari Ini
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Rabu, 08 Agustus 2012
Label:
Benron-taikai,
drama,
Kanji Cup,
kuliah,
Monbukagakusho,
Niseikai Aidai,
Noryouku Shiken,
PKL,
ujian,
unair
/
Comments: (0)
久しぶり~!akhirnya punya kesempatan juga buat nulis T.T Ada banyak banget cerita yang ngga sempet aku post di sini. Entah kenapa kok susaaaah banget cari kesempatan buat posting. Kuliah makin sibuk, mau online juga belum tentu sempet ke warnetnya. Tapi sekarang alhamdulillah udah dibeliin modem sama Papa (o^_^o) Jadi insya Allah bisa lumayan sering posting, selama koneksi ga lemot tentunya. Hahaha :D
Tambah semester, makin tambah juga kegiatannya. Bulan November 2011 kemaren angkatan 2nen dan 3nen PKL ke Jogja. Aku jadi ketua panitia lho :D ditemenin Alfi sebagai wakil dan sahabat-sahabatku: Kome, Risa, Nene, Karu dkk yang jadi panitia. Ada juga adek-adek kelasku tersayang Nova, Vita, Vina, Nat, Desynta dkk yang jadi panitia juga. Persiapannya cukup baik, rada amburadul dikit, sempat ada cekcok sana-sini, tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Kita jalan-jalan sekalian ngunjungi Sastra Jepang UGM. Kahimanya asik, gokil. namanya mas Naufal. kita disuguhi video tentang Jogja yang gokil punya. suka deh ♥
Aku juga ketemu Joko a.k.a Kyu a.k.a Ryu, temenku sejak zaman Friendster. hohoho... dia nemenin aku keliling cari buku di pasar buku, beliin makan segala T.T udah gitu kita foto-foto. terus sama dia diupload ke grup Jayus Community Indonesia. walhasil, pada ngiri dah semua. hahaha... ya mudah-mudahan kita punya kesempatan lagi buat kopi darat lagi sama yang lainnya :D
Ngga puas sama PKL Jogja, kita PKL lagi ke Bali! Uyeeeey! Anak-anak mulai dari angkatan 2nen ke atas pada minggat semua ke Bali. Kali ini panitianya cuma Pipit dan Nova. PKL Bali ini rada serius, soalnya harus bikin laporan segala. Tapi overall lumayan asyik sih. Kita wawancara beberapa turis Jepang di sana. Sempet stress karena ga bisa menuhi target 5 turis (=_=) Tapi ngga apa-apa, soalnya kelompokku berhasil wawancara pasangan suami-istri Jepang yang lagi liburan di Kuta. Mereka itu pasangan serasi banget, yang cowok ganteng, yang cewek cantik banget. Mana ramah dan baik hati pula! Mau deh wawancara 20 orang yang kayak gini. Hahaha... Yang cowok namanya Miyazaki Katsuyoshi, yang cewek namanya siapa aku lupa. Ternyata yang cewek itu orang Cina. Tapi cantiknya kayak artis Jepang gitu. Udah gitu bahasa Jepangnya fasih pula. Katanya sih mereka ketemunya di Jepang, waktu si cewek lagi sekolah di Jepang. Denger cerita kayak gitu, langsung deh anak-anak berkhayal seandainya mereka bernasib sama. Haha.. selesai wawancara, kita foto-foto bareng, terus Katsuyoshi-san minta alamat e-mail kita. Pulang dari Bali, aku dapet e-mail dari dia. Katanya dia cari tau tentang kita dan menebak kalo kita mahasiswa Sastra Jepang UNAIR. Ya ampun sampe segitunyaaaa... terharu dah.
oh ya, waktu kita ke Bali, kita juga nyambangi Universitas Udayana. demi Tuhaaaaan.. arsitekturnya bagus bangeeeet. bener-bener nuansa Bali!
nah, itu cerita jalan-jalan berkedok studi banding plus PKL kita. hehehe... kegiatan lainnya yaaa.. soal belajar donk. aku lulus N3 loh! akhirnya T.T setelah tahun sebelumnya kemakan hasutan Nene buat ikut N3 yang di luar jangkauan diriku yang masih 2nen dulu dan akhirnya gagal hingga aku menyesal udah buang-buang duit sekian ratus ribu. tapi akhirnya taun 2011 ikut lagi N3 dan awal 2012 diumumin kalau aku lulus! dengan skor tinggi pula. alhamdulillah.. terus selama liburan semester 5 kemaren, aku ikut benkyoukai buat tes Monbukagakusho. itu tuh, yang beasiswa ke Jepang. tapi ujung-ujungnya ga lulus T.T yang lebih sakit lagi, ga ada satupun mahasiswa UNAIR yang lolos ujian itu. bahkan mbak Tasya dan Nene yang jadi ace pun ngga. kita kalah dari UNESA yang berhasil meloloskan satu mahasiswa dan UNIBRAW yang meloloskan 9 mahasiswa. gara-gara itu Syahrur-sensei ngomong di kelas Chujokyuu Sakubun kalau Sensei marah dan malu. oke, itu menohok banget. jadi patah hati dengernya. tapi ya udahlah, emang mungkin belum waktunya buat aku. nanti coba lagi yang buat S2. siapa tau lolos. ganbareee!
aku juga ikut beberapa lomba. pertama, Kanji Cup bulan Maret. aku sekali lagi ikut yang Shokyuu, karena waktu pendaftaran hasil NS-ku belum keluar. seandainya aku udah dinyatakan lolos N3, mungkin aku bisa ikut yang level menengah alias Chukyuu. waktu mau tampil, Angga dateng nonton lhoo... senangnya~ tapi yang menohok itu kata-katanya Syahrur-sensei: "Djayeng kok masih ikut Shokyuu?" oke, itu sakit. aku yang 3nensei seharusnya udah ikut Chukyuu T.T
lebih sakit lagi, aku gugur di pertanyaan nomor 2 babak Maru-Batsu. demi apaaa aku gugur begitu cepat di babak pertama?! pas lagi shock gitu, dari deretan penonton paling belakang, Angga neriakin: "CUPU!"
oke, mari kita lupakan Kanji Cup. kita tengok lomba berikutnya, Benron-taikai alias Lomba Pidato bulan Mei. ini dia nih lomba yang paling aku ngga pingin ikutin. seandainya ada daftar lomba yang paling aku hindari, pasti jawaban teratas itu lomba pidato dan fashion show. mending ikut stand up comedy dah daripada ikut begituan =_= tapi, atas titah Kajur, aku dan Nene diutus jadi perwakilan UNAIR. jatuh-bangun aku latian pidato. sempet minder juga sama Nene, secara pelafalan dia bagus banget. Nihonjin mitai dah. beda banget sama aku. apalagi aku gampang grogi, ngomongnya ga bisa santai, ga enak didenger. tapi setidaknya aku bisa menuhi target waktu minimal, yaitu 5 menit. aku malah hampir 6 menit. sementara Nene kalo ngomong kayak komuter, cepet banget dah. waktu latian dia selalu kurang dari 5 menit. kalo soal tema, punya Nene juga lebih bagus. dia ngomongin soal "Cyber Bullying". Pas banget dah momennya, soalnya ngga lama sebelum itu aku kena cyber bullying. meskipun ujung-ujungnya aku yang lebih galak daripada yang nge-bully aku. hahaha.... kalo pidatoku, itu curhatan waktu naik kereta api. yah, seputar ketidakdisiplinan penumpang gitulah. yang fatal, antara judul sama isi ngga berhubungan. lagian juga kurang menarik kalau menurutku. tapi ya cuma itulah kemampuanku. mau gimana lagi.
pas hari H, aku dapet giliran nomor 14 atau berapa, pokoknya nomor 2 dari bawah. Nene dapet nomor 3. waktu Nene tampil, aku ikut dag-dig-dug ngga keruan. pasalnya, kalau Nene ngga berhasil menuhi batas waktu minimal 5 menit, otomatis dia didiskualifikasi. mana waktu itu ada bagian yang kelompatan, lupa dia omongin. sumpah aku takut banget. tapi untung aja, waktu itu lampu indikator di podium nyala. artinya dia udah berhasil melewati 5 menit. aku lega banget. Nene juga keliatan lega banget. waktu jawab pertanyaan dari juri, Ito-san, dia juga lancar dan bagus. beda banget sama aku. aku ga bisa ngendaliin grogiku. bolak-balik salah ucap. yang parah, waktu diberi pertanyaan sama Ito-san, aku tanpa sadar jawab dengan nada membentak. aku, membentak juri! gara-gara itu aku diketawain penonton. sumpah malu banget. waktu udah selesai semua dan tinggal nunggu pengumuman, aku nangis. untung aja Angga ngga dateng. kalo dia ada, pasti aku tambah diolok-olok. zzzz....
setelah sekian puluh menit menunggu, akhirnya pengumuman pemenang keluar. Nene dapet juara 3. aku ngga dapet sama sekali. juara 1 dari mana gitu lupa, pokoknya dia masih 1nensei(!) juara 2, dari UNIBRAW seperti biasa. tapi kita termasuk lumayanlah bisa dapet juara 3. setiap peserta dapet sertifikat dan kenang-kenangan berupa tumbler yang imut banget. berasa sesuatu dah punya tumbler kembaran sama si Champion Nene. yakinlah satu jurusan ngga ada yang punya kayak kita. hahahaha....
pulangnya, salah seorang juri, kalau ngga salah namanya Taeko-san, ngobrol-ngobrol sama Tomokiyo-sensei. kata Tomokiyo-sensei sih, Taeko-san bilang kalau sebenernya beliau pingin aku yang jadi juara. katanya, isi pidatoku menyentuh hatinya. uuuuh, jadi mau nangis aku. terima kasih, Taeko-san. maaf aku ngga bisa memenuhi ekspetasi Anda u.u
but that was not the end of the world. aku dan Nene ditraktir Eli-sensei, Manda-sensei, dan Andi-sensei makan di Hachi-hachi! emang bener ya, abis tangis pasti ada tawa. hahahaa.... aku puas-puasin makan sashimi kesukaanku. mentah? biarin! kata Andi-sensei seleraku tinggi, kok :p
abis lomba-lomba, ada juga tugas lain yang menyenangkan. apa itu? main drama donk! jadi, tugas buat UAS Telaah Drama semester 6 kemaren, kita disuruh main drama. kelasku main drama yang judulnya "Kappa no Densetsu" (Legenda Kappa). ini parodi dari salah satu legenda tentang Kappa. ceritanya kocak, amburadul, gokil. kita juga ngajak duo native Satoshi-Kazuma buat main di drama kita. Satoshi jadi Kappa, Kazuma main peran dobel, jadi Power Ranger Red dan Harry Potter-sama. aku berperan sebagai Akai, anak pertama yang judes banget. Kie jadi anak kedua, Momo. Pika jadi anak ketiga sekaligus tokoh utama perempuan, Midori. Bune jadi ibu dari ketiga anak itu. Didin jadi Kitsune, sahabat Kappa. Yulia jadi nenek sihir dan Risda jadi anak kecil. keduanya jadi narator yang menjelaskan jalan cerita. kita juga dibantu Ghofur yang jadi Iron Man dan Pyok yang jadi dos-dos. itu tuh, kalo di acara tv Masquerade, orang yang berpakaian hitam-hitam, tugasnya menggerakkan properti. kalo di Kabuki, namanya kurogo. waktu pentas, penonton yang dateng sedikit. sempet ada beberapa dialog dan adegan yang kelompatan. tapi alhamdulillah semuanya sukses :D
terus, apa lagi ya? KKN dong! ini dia nih kuliah yang paling banyak menguras tenaga, pikiran, uang, dan emosi. hahaha... aku dan kelompokku dapet tujuan KKN di desa Ngeluh, kecamatan Margomulyo, kabupaten Bojonegoro. Bumi Angling Darma :D
aku mengajukan diri jadi koordinator desa alias ketua kelompok. padahal Angga udah ingetin, jangan mau jadi ketua. tapi entah kenapa kok aku pingin aja. tapi ya, Angga melarang juga bukan tanpa alasan. jadi ketua kelompok KKN itu susaaaah banget. kita harus bisa jadi penengah buat sekian orang dari berbagai macam jurusan yang tentunya punya ideologi masing-masing. waktu KKN inilah aku merasa, ternyata emang ga gampang jadi seorang pemimpin. kalau selama ini aku jadi ketua atau koordinator di acara-acara Sastra Jepang, itu masih belum seberapa dibanding yang ini. selama ini, meskipun ada masalah, tapi aku berhadapan sama teman-teman sejurusan yang sepaham denganku. tapi di KKN ini bener-bener beda. ngga gampang membuat 21 orang dari jurusan yang berbeda buat dengerin apa kata kita. tapi ya, alhamdulillah KKN kita berjalan dengan cukup lancar. sebagian besar proker kita terlaksana dengan baik. itu semua juga karena kelompokku punya inisiatif yang besar. aku sendiri dapet pelajaran yang berharga. terutama bagaimana kita bisa legowo dalam menghadapi orang lain, meskipun saling berbeda pandangan. juga bagaimana kita harus bersyukur atas apa yang kita miliki selama ini, karena ternyata masih banyak saudara kita yang hidup di bawah garis kelayakan, tetapi mereka selalu berjuang dan bersyukur.aku merasa ngga ada apa-apanya dibandingkan msyarakat desa Ngeluh. akhirnya kita bisa pulang dengan perasaan lega dan bersyukur.
itulah cerita-cerita tentang apa aja yang aku alami dan jalani sampai hari ini. gimana soal hubunganku dengan Angga? yang jelas, sejak KKN itu aku menjadi setingkat lebih berbesar hati dan dewasa. ngga lagi menuntut Angga untuk melakukan atau menuruti apa yang aku mau. tapi, di saat aku berkembang inilah, masalah besar datang menguji. apa itu? hmm, karena ini pribadi, aku ngga bisa nulis di sini. seperti biasa, aku tulis di blog pribadi. hehe...
dengan adanya masalah ini, aku ngga bisa tidur dengan nyenyak. tubuh dan hatiku sakit-sakitan. tapi semoga, aku bisa kuat dan tegar menghadapi ini semua. aku hanya berharap aku tegar dan masalah ini selesai dengan solusi yang aku harapkan. aminn....
udahan dulu deh ceritanya. kapan-kapan lagi aku posting, kalau ada mood. hehe :p
Sampai jumpa di kesempatan berikutnya! ♥
Tambah semester, makin tambah juga kegiatannya. Bulan November 2011 kemaren angkatan 2nen dan 3nen PKL ke Jogja. Aku jadi ketua panitia lho :D ditemenin Alfi sebagai wakil dan sahabat-sahabatku: Kome, Risa, Nene, Karu dkk yang jadi panitia. Ada juga adek-adek kelasku tersayang Nova, Vita, Vina, Nat, Desynta dkk yang jadi panitia juga. Persiapannya cukup baik, rada amburadul dikit, sempat ada cekcok sana-sini, tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Kita jalan-jalan sekalian ngunjungi Sastra Jepang UGM. Kahimanya asik, gokil. namanya mas Naufal. kita disuguhi video tentang Jogja yang gokil punya. suka deh ♥
Aku juga ketemu Joko a.k.a Kyu a.k.a Ryu, temenku sejak zaman Friendster. hohoho... dia nemenin aku keliling cari buku di pasar buku, beliin makan segala T.T udah gitu kita foto-foto. terus sama dia diupload ke grup Jayus Community Indonesia. walhasil, pada ngiri dah semua. hahaha... ya mudah-mudahan kita punya kesempatan lagi buat kopi darat lagi sama yang lainnya :D
| di depan Wijilan, tempat gudeg terkenal di Jogja |
| makan di warung lesehan dekat Titik 0 Kilometer |
![]() |
| email dari Miyazaki Katsuyoshi-san |
| Pintu masuk aula di FIB |
| Atap aula Widya Sabha Mandala, FIB, Udayana |
| Sastra Jepang UNAIR feat Sastra Jepang Udayana |
| Kuta sore hari. cantik kaaan |
| Foto bareng suami-istri yang kita wawancara di Tanjung Benoa |
| Kelompok PKL-ku: (Left to Right): Pika, Kie, Adi, Trya, Diajeng, Vita di Tanjung Benoa |
nah, itu cerita jalan-jalan berkedok studi banding plus PKL kita. hehehe... kegiatan lainnya yaaa.. soal belajar donk. aku lulus N3 loh! akhirnya T.T setelah tahun sebelumnya kemakan hasutan Nene buat ikut N3 yang di luar jangkauan diriku yang masih 2nen dulu dan akhirnya gagal hingga aku menyesal udah buang-buang duit sekian ratus ribu. tapi akhirnya taun 2011 ikut lagi N3 dan awal 2012 diumumin kalau aku lulus! dengan skor tinggi pula. alhamdulillah.. terus selama liburan semester 5 kemaren, aku ikut benkyoukai buat tes Monbukagakusho. itu tuh, yang beasiswa ke Jepang. tapi ujung-ujungnya ga lulus T.T yang lebih sakit lagi, ga ada satupun mahasiswa UNAIR yang lolos ujian itu. bahkan mbak Tasya dan Nene yang jadi ace pun ngga. kita kalah dari UNESA yang berhasil meloloskan satu mahasiswa dan UNIBRAW yang meloloskan 9 mahasiswa. gara-gara itu Syahrur-sensei ngomong di kelas Chujokyuu Sakubun kalau Sensei marah dan malu. oke, itu menohok banget. jadi patah hati dengernya. tapi ya udahlah, emang mungkin belum waktunya buat aku. nanti coba lagi yang buat S2. siapa tau lolos. ganbareee!
aku juga ikut beberapa lomba. pertama, Kanji Cup bulan Maret. aku sekali lagi ikut yang Shokyuu, karena waktu pendaftaran hasil NS-ku belum keluar. seandainya aku udah dinyatakan lolos N3, mungkin aku bisa ikut yang level menengah alias Chukyuu. waktu mau tampil, Angga dateng nonton lhoo... senangnya~ tapi yang menohok itu kata-katanya Syahrur-sensei: "Djayeng kok masih ikut Shokyuu?" oke, itu sakit. aku yang 3nensei seharusnya udah ikut Chukyuu T.T
lebih sakit lagi, aku gugur di pertanyaan nomor 2 babak Maru-Batsu. demi apaaa aku gugur begitu cepat di babak pertama?! pas lagi shock gitu, dari deretan penonton paling belakang, Angga neriakin: "CUPU!"
oke, mari kita lupakan Kanji Cup. kita tengok lomba berikutnya, Benron-taikai alias Lomba Pidato bulan Mei. ini dia nih lomba yang paling aku ngga pingin ikutin. seandainya ada daftar lomba yang paling aku hindari, pasti jawaban teratas itu lomba pidato dan fashion show. mending ikut stand up comedy dah daripada ikut begituan =_= tapi, atas titah Kajur, aku dan Nene diutus jadi perwakilan UNAIR. jatuh-bangun aku latian pidato. sempet minder juga sama Nene, secara pelafalan dia bagus banget. Nihonjin mitai dah. beda banget sama aku. apalagi aku gampang grogi, ngomongnya ga bisa santai, ga enak didenger. tapi setidaknya aku bisa menuhi target waktu minimal, yaitu 5 menit. aku malah hampir 6 menit. sementara Nene kalo ngomong kayak komuter, cepet banget dah. waktu latian dia selalu kurang dari 5 menit. kalo soal tema, punya Nene juga lebih bagus. dia ngomongin soal "Cyber Bullying". Pas banget dah momennya, soalnya ngga lama sebelum itu aku kena cyber bullying. meskipun ujung-ujungnya aku yang lebih galak daripada yang nge-bully aku. hahaha.... kalo pidatoku, itu curhatan waktu naik kereta api. yah, seputar ketidakdisiplinan penumpang gitulah. yang fatal, antara judul sama isi ngga berhubungan. lagian juga kurang menarik kalau menurutku. tapi ya cuma itulah kemampuanku. mau gimana lagi.
pas hari H, aku dapet giliran nomor 14 atau berapa, pokoknya nomor 2 dari bawah. Nene dapet nomor 3. waktu Nene tampil, aku ikut dag-dig-dug ngga keruan. pasalnya, kalau Nene ngga berhasil menuhi batas waktu minimal 5 menit, otomatis dia didiskualifikasi. mana waktu itu ada bagian yang kelompatan, lupa dia omongin. sumpah aku takut banget. tapi untung aja, waktu itu lampu indikator di podium nyala. artinya dia udah berhasil melewati 5 menit. aku lega banget. Nene juga keliatan lega banget. waktu jawab pertanyaan dari juri, Ito-san, dia juga lancar dan bagus. beda banget sama aku. aku ga bisa ngendaliin grogiku. bolak-balik salah ucap. yang parah, waktu diberi pertanyaan sama Ito-san, aku tanpa sadar jawab dengan nada membentak. aku, membentak juri! gara-gara itu aku diketawain penonton. sumpah malu banget. waktu udah selesai semua dan tinggal nunggu pengumuman, aku nangis. untung aja Angga ngga dateng. kalo dia ada, pasti aku tambah diolok-olok. zzzz....
![]() |
| foto bareng di kursi penonton |
setelah sekian puluh menit menunggu, akhirnya pengumuman pemenang keluar. Nene dapet juara 3. aku ngga dapet sama sekali. juara 1 dari mana gitu lupa, pokoknya dia masih 1nensei(!) juara 2, dari UNIBRAW seperti biasa. tapi kita termasuk lumayanlah bisa dapet juara 3. setiap peserta dapet sertifikat dan kenang-kenangan berupa tumbler yang imut banget. berasa sesuatu dah punya tumbler kembaran sama si Champion Nene. yakinlah satu jurusan ngga ada yang punya kayak kita. hahahaha....
pulangnya, salah seorang juri, kalau ngga salah namanya Taeko-san, ngobrol-ngobrol sama Tomokiyo-sensei. kata Tomokiyo-sensei sih, Taeko-san bilang kalau sebenernya beliau pingin aku yang jadi juara. katanya, isi pidatoku menyentuh hatinya. uuuuh, jadi mau nangis aku. terima kasih, Taeko-san. maaf aku ngga bisa memenuhi ekspetasi Anda u.u
but that was not the end of the world. aku dan Nene ditraktir Eli-sensei, Manda-sensei, dan Andi-sensei makan di Hachi-hachi! emang bener ya, abis tangis pasti ada tawa. hahahaa.... aku puas-puasin makan sashimi kesukaanku. mentah? biarin! kata Andi-sensei seleraku tinggi, kok :p
![]() |
| duo delegasi rakus :D |
terus, apa lagi ya? KKN dong! ini dia nih kuliah yang paling banyak menguras tenaga, pikiran, uang, dan emosi. hahaha... aku dan kelompokku dapet tujuan KKN di desa Ngeluh, kecamatan Margomulyo, kabupaten Bojonegoro. Bumi Angling Darma :D
aku mengajukan diri jadi koordinator desa alias ketua kelompok. padahal Angga udah ingetin, jangan mau jadi ketua. tapi entah kenapa kok aku pingin aja. tapi ya, Angga melarang juga bukan tanpa alasan. jadi ketua kelompok KKN itu susaaaah banget. kita harus bisa jadi penengah buat sekian orang dari berbagai macam jurusan yang tentunya punya ideologi masing-masing. waktu KKN inilah aku merasa, ternyata emang ga gampang jadi seorang pemimpin. kalau selama ini aku jadi ketua atau koordinator di acara-acara Sastra Jepang, itu masih belum seberapa dibanding yang ini. selama ini, meskipun ada masalah, tapi aku berhadapan sama teman-teman sejurusan yang sepaham denganku. tapi di KKN ini bener-bener beda. ngga gampang membuat 21 orang dari jurusan yang berbeda buat dengerin apa kata kita. tapi ya, alhamdulillah KKN kita berjalan dengan cukup lancar. sebagian besar proker kita terlaksana dengan baik. itu semua juga karena kelompokku punya inisiatif yang besar. aku sendiri dapet pelajaran yang berharga. terutama bagaimana kita bisa legowo dalam menghadapi orang lain, meskipun saling berbeda pandangan. juga bagaimana kita harus bersyukur atas apa yang kita miliki selama ini, karena ternyata masih banyak saudara kita yang hidup di bawah garis kelayakan, tetapi mereka selalu berjuang dan bersyukur.aku merasa ngga ada apa-apanya dibandingkan msyarakat desa Ngeluh. akhirnya kita bisa pulang dengan perasaan lega dan bersyukur.
itulah cerita-cerita tentang apa aja yang aku alami dan jalani sampai hari ini. gimana soal hubunganku dengan Angga? yang jelas, sejak KKN itu aku menjadi setingkat lebih berbesar hati dan dewasa. ngga lagi menuntut Angga untuk melakukan atau menuruti apa yang aku mau. tapi, di saat aku berkembang inilah, masalah besar datang menguji. apa itu? hmm, karena ini pribadi, aku ngga bisa nulis di sini. seperti biasa, aku tulis di blog pribadi. hehe...
dengan adanya masalah ini, aku ngga bisa tidur dengan nyenyak. tubuh dan hatiku sakit-sakitan. tapi semoga, aku bisa kuat dan tegar menghadapi ini semua. aku hanya berharap aku tegar dan masalah ini selesai dengan solusi yang aku harapkan. aminn....
udahan dulu deh ceritanya. kapan-kapan lagi aku posting, kalau ada mood. hehe :p
Sampai jumpa di kesempatan berikutnya! ♥
Labels
padang edelweiss
field of hope
kafe es krim
unair
kamar tidur yang mungil
gubuk kecil yang hangat
Niseikai Aidai
ujian
renungan
sekolah tua
kuliah
jujitsu
asrama
AIESEC
Monbukagakusho
ulang tahun
cerpen
job
ramadhan
resensi
Idul Fitri
Noryouku Shiken
les privat
ospek
skripsi
Kanji Cup
pondok ramadhan
puisi
Benron-taikai
MAWAPRES
MK
Nakayoshi Naito
PKL
dorama
drama
j-pop
kucing
opini



