Tampilkan postingan dengan label ulang tahun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ulang tahun. Tampilkan semua postingan

Ulang Tahun ke-22

sebenernya aku juga ngga tau sih mau posting apa soal ultah ke-22. hahahaha... cuma ya, karena ini ulang tahunku, jadi ya sedikit menulis kesan tentang hari spesial ini juga ngga apa-apa kan ya :D

aslinya sih, ulang tahun kali ini ngga ada yang terlalu fenomenal. hahaha apa sih. ngga ada surprise, ngga ada kado, ngga ada pesta. ya atari mae darou, udah tua juga masa mau ada pesta segala. engga mungkin juga kan hahaha...

tanggal 10 April 2013, aku nulis puisi. tapi menurutku puisinya agak fail. soalnya, bukannya nulis tentang kebahagiaan menyambut ulang tahun, eh malah nulis puisi yang suram. tau deh kenapa aku bisa mikir kayak gitu. aku sampai takut-takut sendiri. sampai sekarang pun aku masih ragu, apa puisi itu aku posting di blog puisiku, atau sebaliknya, aku hancurkan saja ya? entahlah. apapun, semoga itu bukan semacam kutukan buatku sendiri.

terus, tengah malem, aku dapet sms dari Rezar dan Alfi yang isinya ucapan selamat ulang tahun. malem itu aku lagi engga enak badan, jadi pikiran dan tindakan agak random gitu :p waktu aku dapet sms dari mereka, aku buka, baca (setengah sadar), dan berniat ngetik balesan. tapi berhubung tubuh dan pikiranku lagi random, jadi malah ngga kekirim hahahaha....

terus, aku ngerasa ada seseorang masuk kamarku. waktu itu aku ngerasa itu mimpi. Mbak Mega masuk kamarku, uyel-uyel pipiku dan memeluk bonekaku, Resnu. aku ngga ngerti bener-bener apa yang sedang terjadi. rasanya aku cuma capek dan ngga enak badan. mataku berat. rasanya pingin tidur terus engga bangun-bangun.

paginya, ada beberapa sms masuk. isinya ucapan selamat tahun dari Papa dan teman-teman. aku yang baru buka mata, senyum-senyum sendiri ngeliatnya. semacam orang tolol gitu lah. hahaha... puas baca-baca sms, aku bangun dari tempat tidur, ambil nafas dalam-dalam, lalu aku lepaskan sambil bergumam, "terima kasih ya Allah, aku masih diberi kesempatan hidup sampai detik ini" lalu aku beraktifitas seperti biasa.

di hari ulang tahunku, engga ada yang heboh. semuanya berjalan seperti biasa. yang ngga biasa sih timeline facebook ku. seharian itu penuh dengan ucapan selamat. beda kayak tahun-tahun lalu, kali ini aku baca bener-bener semua ucapan selamat itu. entah kenapa rasanya seneng gitu. dari situ aku ngerasa, "oh, ini ya rasanya dapet ucapan selamat ulang tahun. mungkin ada juga orang-orang di luar sana yang menganggap betapa berartinya ucapan selamat ulang tahun itu dan ngerasa senang hanya dengan satu kalimat kecil begitu"

yah, jujur selama ini kalau dapet ucapan selamat ulang tahun, aku ngga terlalu memperhatikan semuanya satu per satu. mungkin dulu aku cuma fokus sama beberapa orang yang aku anggep penting. ternyata, begitu aku belajar membaca semua ucapan itu satu per satu, aku jadi paham. dapet ucapan selamat ulang tahun itu emang menyenangkan kok. semacam kebahagiaan kecil yang sederhana, tapi manis.

keesokan harinya, aku dapet sms dari Mama. Mama minta maaf karena baru bisa ngasih ucapan selamat ulang tahun di tanggal 12. Mama cerita kalau di sana Mama lagi kesulitan sekali, sampai buat beli pulsa aja engga ada. aku terharu dapet sms dari Mama. ternyata emang bener, meskipun jauh, yang namanya ibu pasti selalu inget anaknya. apa aku besok juga bakal begitu sama anakku? Godspeed. hahaha....

tanggal 15, aku dikasih hadiah sama muridku, Maydi. isinya dompet besar. saking besarnya, buku tabungan juga bisa masuk loh. modelnya kayak dompet wanita-wanita karir gitu lah. cocok deh buat aku yang semakin tua ini wahahaha.... これからもその財布を大事にします :)

ya, kira-kira begitulah ulang tahunku yang ke-22 ini. banyak hal yang terjadi, terutama hal-hal tak terduga. ada yang menyenangkan, ada yang menyedihkan. kesanku di ulang tahun ini, aku ngerasa kalau aku mulai belajar stay cool. bukan sok cool loh yah :p

aku merasa harus bisa mengendalikan diri, terutama menghadapi masalah. bukan senewen dulu baru menghadapi masalah. sekarang aku belajar mendinginkan kepala dulu, baru menghadapi masalah dengan tenang. masih terasa sulit sih, tapi... ganbarimasu! :p

semoga, di usiaku yang ke-22 ini aku bisa menghasilkan (paling tidak) satu karya yang baik. aamin :)

Hatachi wa yo....

11 April 2011, aku genap berusia 20 tahun. 20 tahun! Hatachi wa yo! Tuaaaaa!!! Aku hampir tak percaya sudah setua inikah aku? Kepala dua... oh, tidak... rasanya baru kemarin aku bermain-main dengan adek dan teman-temanku, berenang di bawah sinar matahari Jakarta, sepedaan panas-panas dengan sahabat-sahabatku, manjat pohon keres pakai rok SMP, berantem gara-gara main PS... ya, rasanya saat-saat itu baru saja terjadi setiap aku menutup mata untuk mengingatnya. Tapi kenyataannya, sekarang masaku sudah jauh dari masa-masa itu. Masa-masa yang sangat menyenangkan di tengah-tengah berbagai macam kepahitan yang aku alami di masa lalu. Dan kini, di umurku yang keduapuluh ini, aku memang sudah tidak pantas untuk bermain-main lagi. Tetapi, aku ingin selalu menyimpan semua kenangan masa laluku di dalam memoriku dengan utuh. Aku ingin, bahkan sampai pada tutup usiaku nanti, aku bisa tetap memeluk kenangan-kenangan itu. Selamanya aku ingin berjiwa anak kecil. Zettai ni.

Sebenarnya sejak Minggu malam sudah aku niatkan untuk berpuasa. Yah, hitung-hitung untuk mengungkapkan rasa syukur kepadaNya karena aku masih diberi umur hingga hari ini, dan mudah-mudahn sampai hari-hari berikutnya.tapi, karena suatu hal, puasaku ngga nyampe. Ya sudahlah. Allah Maha Mengetahui. Lagipula kondisi badanku belum pulih benar (entah kenapa akhir-akhir ini aku gampang drop).

Jam 5 subuh, aku mendapati batere hp yang baru aku charge malam sebelumnya, sudah hampir habis lagi. Ternyata ada banyak sms yang masuk. Ada dari Alfi-kun, Hana-chan, Yanuar, dan tentu saja Papa dan Adek Iqal. Semuanya mengucapkan selamat ulang tahun dan mengirimkan doa-doa yang baik untukku. Senang juga rasanya dapat sms begitu, karena biasanya aku dapat sms tentang kuliah dan pekerjaan. Hahaha....
Sms-sms dari yang lain pun berdatangan. Sms dari Nene, Risa, dan juga notifikasi FB berturut-turut masuk ke hpku. Aku menerima ucapan selamat dari hampir semua temanku, kecuali sms dari Angga. Sudah beberapa hari dia tidak bisa smsan denganku, karena harus berhemat. Baik aku maupun dia lagi dalam masa prihatin. Walau aku benar-benar kangen padanya dan rasanya ngga enak banget kalau ngga smsan, tapi aku berusaha memahami keadaannya. Toh aku juga sering dalam kondisi prihatin begitu, dan dia bisa memahamiku dengan sangat baik, kan? Maka aku harus bisa seperti itu juga ke dia.

Sebenarnya aku masih mengantuk, tapi aku memaksakan diriku untuk tidak tidur lagi. Aku ngga mau jadi malas di hari ulang tahunku yang keduapuluh ini. Aku beres-beres dan lain-lain sebelum berangkat kuliah. Sampai di kampus, kepalaku agak pusing. Badanku juga jadi lemas. Beberapa anak, Karu, Rin, Vita, Farah, dan lainnya menyalamiku dan mengucapkan selamat ulang tahun. Aku berterima kasih dan bercanda-canda dengan mereka tentang umurku yang semakin tua ini. Tapi, kepalaku makin pusing. Akhirnya aku mencoba untuk diam saja.

Aku mengikuti kuliah sebisaku. Tapi, siangnya aku bolos kuliah Bahasa Belanda, karena aku merasa semakin ngga enak badan. Aku melihat jam, jam 1 siang lebih. Masih ada waktu untuk istirahat sebelum mengajar. Kenapa aku memilih bolos kuliah daripada bolos mengajar? Hmm... yah, selain karena tuntutan dari orang tua muridku (secara ngga langsung sih), aku juga sadar aku membutuhkan pekerjaan ini, terutama untuk uang saku tambahan. Mengingat kondisiku yang makin prihatin, menyia-nyiakan pekerjaan adalah hal yang bodoh. Lagipula jatah bolosku masih ada. Jadi aku putuskan untuk pulang dan tidur sebelum mengajar.

Jam 3 kurang seperempat, aku bangun. Aku buru-buru cuci muka dan berangkat. Di jalan aku membeli susu dan snack, karena badanku butuh asupan energi. aku melihat jam, setengah 4. Wah, bisa ngga ya tepat waktu? Tapi untunglah angkotnya ngga lama. Akhirnya aku sampai di rumah Maydi tepat waktu.

Aku pulang mengajar jam setengah 7. Papa sudah sms berkali-kali menanyakan aku di mana. Aku bilang aku masih dalam perjalanan pulang. Hpku terus bergetar karena banyaknya sms yang masuk, sampai-sampai kartu 3 ku aku matikan. Aku hanya menatap hpku dengan perasaan sedih. Mengapa? Yah, aku rasa kurang etis juga sih kalau aku mengungkapkannya di sini. Biarlah nanti aku posting di blog satunya lagi aja. Himitsu wa yo, gomen ne...

Di jalan, aku terus keinget Angga. Jujur aku berharap dia datang untuk menepati janjinya. Aku pernah meminta dia untuk datang saat ulang tahunku, dan aku meminta sesuatu padanya. Dia menjawab, “as you wish, my lady”. Artinya dia udah janji kan? Tapi saat latihan Sabtu minggu sebelumnya, kayaknya dia ngga jadi datang, karena kondisinya yang prihatin banget. Aku kecewa, tapi masih menanti sambil harap-harap cemas sampai detik terakhir.

Sampai di kost, aku sms Papa, lalu mandi. Aku frustasi karena batere hpku ngedrop lagi. Payah! Kedinginan setelah mandi, aku pakai baju hangat dan nangkring di depan laptop. Maunya sih mengerjakan tugas-tugas, tapi aku benar-benar suntuk. Aku main game. Tapi karena ngga mood, akhirnya aku kalah terus. Makin kesellah aku. Aku berulang kali melihat hp, kalau-kalau ada sms dari Angga. Aku juga sudah sms dia. Duh, bener-bener deh aku... frustasi tingkat tinggi. Aku menunggu dia pulang dari kuliah malamnya. Tapi... sudah jam 9 lebih kok dia ngga kasih kabar sih? Hampir putus asa, aku sms Isma. Siapa tahu dia lagi sama anak-anak. Hope so...
Sedetik kemudian, ada sms dari Angga. Dia sudah di depan kost. Saking kagetnya, aku langsung turun, ngga pake sendal.

Aku bener-bener senang melihat dia di depan kost, sampai aku kikuk sendiri. Dia mengucapkan selamat ulang tahun, lalu memberiku bungkusan. Apa pula ini? Penasaran, aku buka kotaknya. Ternyata sepatu Converse. Aku ngga percaya. Sepatu itu berwarna hitam, dalamnya berwarna ungu. Modelnya kembar dengan sepatu Angga. Cantik sekali. Aku bener-bener ngga percaya. Dia prihatin begitu dan membelikan aku Converse? Saat aku tanya, dia malah jawab ngga tahu. Dasar. Khas dia banget sih. Dia ngga pernah mau mengungkit-ungkit apa yang dia berikan padaku. Dia hanya cerita kalau dia beli sepatu itu dengan Isma. Sebelum pulang, Angga pesan supaya sepatu itu aku jaga baik-baik. Wah, iya donk! Setelah itu, dia langsung pulang. Aku menatapnya dengan perasaan bahagia, lalu naik ke atas sambil memeluk sepatu itu. Sampai di kamar, aku langsung sms Isma untuk mengucapkan terima kasih.

Dia Cuma datang sebentar, tapi buatku itu sudah cukup. Aku merasa malu karena sempat mengira dia bakal ingkar janji. tapi, ternyata tidak. sampai saat ini, aku masih tidak tahu hatinya terbuat dari apa. Aku hanya tahu, aku beruntung bisa menjadi seorang kekasih dari cowok langka seperti dia.
Di ulang tahun keduapuluh ini, aku mendapat kado istimewa dari Tuhan: kesederhanaan yang begitu indah...

Sekilas Report tentang Ultah Maki-sensei

Minggu lalu (27 Juni2010), Maki-sensei berulang tahun yang ke-21!! yay! sejak beberapa hari sebelumnya Yulia sms anak-anak mengenai acara surprise untuk Maki-sensei. sepertinya sih itu idenya Nozomi-sensei. manis sekali yah.... Yulia menunjukku jadi debt collector, alias yang ngumpulin uang patungan kue. hahaha.... aku sih setuju saja, dan berpikir acara bakal berjalan lancar.

tapi kenyataannya tidak. sebelum berangkat, aku sms Pyok. dari dia, aku tahu kalau banyak yang tak bisa hadir. yang masih di kampung halaman, yang di rumah neneknya, dan sebagainya. hh... apa boleh buat. jadilah cuma kami berempat: aku, Hana, Pyok, dan mas Wawan. sebenarnya kami janji berkumpul di gazebo FIB jam 11, tapi berhubung aku dan Hana sibuk membeli bunga dan mempersiapkan yang lainnya, jadinya telat. di galeri FIB, aku dan Hana ribut bukan main waktu menyusun dan mengemas bunganya, sementara mas Wawan dan Pyok santai-santai membantu kami.

tengah hari barulah kami berangkat ke asrama. Maki-sensei dengan maskernya, dan Nozomi-sensei yang duduk di sampingnya, menunggu kami di depan asrama. ya ampuuun.... sumpah aku jadi sungkan! kami semua benar-benar minta maaf karena membuat mereka menunggu. kami mengucapkan selamat ulang tahun dan menyerahkan bunga itu. sambil berbisik malu, aku menyerahkan kado kecil untuk Maki-sensei. ia menerima semua pemberian kami dengan senang hati. ternyata bukan dari kami saja, rupanya 2nensei juga memberikan kado. mereka tiba sebelum kami. setelah menyerahkan itu semua, kami memberikan kue tart buatan Hana. Maki-sensei dan Nozomi-sensei memakannya dan mengatakan kue itu enak, sementara kami hanya duduk sambil senyum-senyum gak jelas.

karena sudah siang, aku mengusulkan untuk pergi makan bersama. mas Wawan tak bisa ikut karena harus segera pulang. jadilah kami berempat lagi. tadinya mau makan di kantin Dharma Wanita depan rektorat, tapi ternyata tutup. aku usul pergi ke wateg kecil tempat dulu aku dan anak-anak Jujitsu makan bersama. Pyok mengantarku dulu, lalu menjemput Nozomi-sensei. sementara Maki-sensei dibonceng Hana.

warteg itu memang kecil, tapi makanannya lumayan enak dan murah. tapi ya itu.... pelayanannya lambat sekali. malu aku... dan masih ada kejadian kecil lain yang membuatku malu: batu dalam nasi Maki-sensei. aku, Hana, dan Pyok langsung tertunduk malu.

setelah mengantar sensei-gata pulang, Hana mengantarku pulang. memang hanya dirayakan kecil-kecilan, tapi aku harap bisa memberikan kesan yang manis untuk mereka.... :)

PR Besar di Ulang Tahun ke-19

hari ini aku genap berusia 19 tahun. aku mendapat banyak ucapan selamat, baik di FB maupun via sms. subuh tadi aku dibangunkan oleh rington "Because You Believe"-nya Houko Kuwashima, secara berturut-turut, yang menandakan ada serangkaian sms masuk. huwaa.... ternyata Yoxs, mas Dhimas, dan Hana-chan mengirimi aku ucapan selamat dini hari! bahkan mas Dhimas dan Yoxs mengiriminya tengah malam. aduh, senangnya..... jadi terharu T^T *lebay*

matahari semakin beranjak ke langit, begitu juga sms yang masuk semakin banyak *apa pula hubungannya?* aku membalas satu per satu, dengan mata mengantuk dan akhirnya ketiduran. lalu sekitar jam 7 pagi, Papa membangunkanku. ternyata tadi Mia datang, hanya untuk memberikan kado untukku! isinya blus batik yang kawaii banget dan.... Al-Qur'an. wuaaaaahhhh.... aku disuruh tobat rupanya! hwakakakakkaa.....

aku sempat buka FB lewat hp. ugh, error! XL-nya atau Opera Mini-ku yah yang error? aku coba buka via FB  Mobile. bisa sih... dan kulihat ada 58 notification, mayoritas adalah ucapan selamat dari teman-teman di wall-ku. karena merasa gak bakal sanggup membalas satu per satu via hp, aku putuskan untuk ke  warnet.

Tante sms. Mama ada di tempat Tante. Tante bilang Mama ingin ketemu dan minta supaya aku tak usah memberitahu Papa. tapi biar bagaimanapun juga aku harus bilang yang sejujurnya kan??? *naif yah?* Papa memperbolehkan, asal aku jangan sampai terbawa emosi seperti dulu lagi. aku mengerti. akhirnya aku menemui Mama di rumah Tante Didit.

sampai di sana, Tante bilang kalau tadi Tante "ditegur" Papa. aku menjelaskan kalau sebenarnya Papa tidak marah pada siapapun. Papa memperbolehkanku ketemu Mama karena biar bagaimana juga itu adalah ibuku. ibu kandungku. lalu Mama datang menghampiriku. dadaku seperti ditonjok. Mama.... kurus sekali. wajahnya pucat dan layu. aku berusaha meneguhkan hati dan memeluk Mama. aku tidak boleh menangis di depan Mama. aku berusaha keras menguatkan diri, walaupun sebenarnya hati kecilku seperti diiris-iris. perih....

Mama bercerita banyak. aku hanya diam mendengarkan. intinya, Mama tak punya KTP, KK, dan sebagainya. untuk itulah Mama ingin sekali bisa menyelesaikan perkara dengan Papa, bukan menggantung seperti ini, agar bisa menjalani kehidupan normal. kupikir itu sangat benar. mungkin  Papa dan Mama takkan pernah bisa rukun lagi, tapi masalah ini harus selesai. status masing-masing harus jelas. aku mulai memahami, kenapa masing-masing dari "pecahan" keluarga ini tak bisa maju: karena antara satu dengan yang lain saling membebani. kalau Papa tetap pada pendiriannya, tak mau membuat segalanya menjadi jelas, Mama akan tetap menjadi beban Papa. padahal kalau seandainya Papa mau melepaskan, mungkin Mama akan lebih mudah mendapatkan nafkah. begitu pula Papa, mungkin Allah akan meridhoi jalan Papa untuk mencari nafkah. kunci dari keberhasilan keluarga ini adalah: kejelasan.

hm... inilah PR besar untukku: menjadi penengah masalah keluargaku ini. aku tahu ini takkan mudah, karena masing-masing mempunyai prinsip hidup sendiri. berat memang, tapi kalau seandainya aku bisa melakukannya, maka itu akan menjadi bukti kalau aku berbakti pada keduanya.

aku harus bisa menjalankan amanah ini. harus. ya Allah... kuatkanlah hamba agar bisa menyelesaikan ini.... walaupun akan gagal, namun setidaknya hamba harus berusaha. berikanlah hamba ridhouMu ya Allah....

tak terasa sudah satu jam kami berbicara. aku pamit pulang. aku berusaha ceria, tapi tetap saja kepalaku dipenuhi berbagai macam pikiran.

"kita ketemu lagi tahun depan ya Nak...." itu kata Mama sebelum kami berpisah. sampai sekarang Mama masih menganggapku seperti anak kecil. tapi tak apa. itulah kasih sayang orang tua, dan aku sangat bersyukur Mama masih mengingatku, yang useless ini....

aku hanya bisa tersenyum pahit mendengar kata-kata Mama. apakah aku masih akan hidup hingga tahun depan? ya, insya Allah masih. aku harus tetap hidup. aku harus menunjukkan bakti. aku harus menolong adikku. dan satu lagi, aku punya janji dengan Shahrir: bertukar kado tahun depan. rasanya aku takkan rela mati kalau belum menyelesaikan ketiga hal di atas....

bagi yang membaca postingan ini, aku mohon doanya. aku sangat beruntung punya teman seperti kalian. tanpa pernah kusadari sebelumnya, ternyata kalian adalah teman-teman terbaik yang pernah kupunya. salah satu harta berhargaku....

ulang tahun ini begitu spesial. aku merasa seperti benar-benar digembleng untuk menjadi dewasa.

My 18th Birthday

menjawab pertanyaan di shoutout friendsterku: will my 18th birthday become the darknest one?

jawabannya: not really.

hal yang menyenangkan dulu yah? aku dapet kado dari Nita, sahabatku sejak SMP. aku terus terang sungkan, karena aku tak memberinya kado saat ultahnya tanggal 5 April kemarin. tapi dia bilang tak apa. dia memberiku gantungan hp yang cantik dan sebuah bros. aku berterima kasih atas perhatiannya.

lalu sms-sms ucapan selamat ulang tahun datang dari teman-temanku. walaupun tak banyak, aku bersyukur karena teman-temanku masih memperhatikanku. tapi, setiap ada sms masuk, aku merasa deg-degan. aku berharap itu Hanif. ya, yang aku harapkan adalah sms darinya.

karena aku tak tahan, aku meneleponnya. masih agak dingin. tapi aku bersyukur karena nomorku ga diblokirnya. aku hanya memintanya untuk mengirimiku sms. tapi dia hanya bilang, "lihat saja nanti". aku takut... lalu aku bertanya apa dia ingat hari ini hari apa. sepertinya dia ingat. dia tertawa. aku senang mendengar tawanya. tapi, sepertinya dia tak mau berlama-lama ngobrol denganku. dia segera menutup telepon. aku menunggu sms darinya. berharap dia mau mengucapkan "selamat ulang tahun, cha.."

entah, mungkin ini kado yang Allah berikan untukku. aku harus dewasa. tapi, aku belum bisa. maafkanlah hambaMu ini ya Allah... seandainya Engkau mau mendengarkan permintaan hambaMu ini, bahwa hamba ingin menjadi sahabatnya, menjadi orang yang menyayanginya, maukah Engkau mengabulkannya, ya Allah?

apakah dia bukan yang terbaik? tapi kenapa perasaan ini begitu kuat? ya Allah, apakah janji yang pernah teringkari bisa terwujud? karena itulah kekuatan hamba, hambaMu ini memang lemah. ya Allah, apakah dia membenci hamba? mengapa dia tak bisa merasakan ketulusan hamba? dia punya hati kan? Engkau memberinya hati.... mengapa tak Engkau ketuk agar dia mau memperdulikan ketulusan yang hamba berikan?

ya Allah, terima kasih atas hadiah dariMu ini. hamba hanya memohon, Engkau mau melindungi hamba, merangkul semua mimpi-mimpi hamba dan mewujudkannya. berilah hamba dan orang-orang yang hamba sayangi, kehidupan yang lebih bahagia. amin...

well, di usiaku yang kedelapan belas ini, aku ditimpa banyak kemalangan. ah, besok kira-kira kami akan diusir ga yah dari rumah kontrakan? mudah-mudahan tidak. ayahku sekarang tengah mencari uang untuk menyewa rumah baru lagi. pindah rumah, entah mengapa kali ini sedih rasanya. biasanya aku tak sedih jika pindah rumah. mungkin karena di rumah ini aku dan Hanif pernah bersama yah... aku harap dia mau jadi sahabatku lagi dan mau main-main ke rumahku lagi. rumah baru. amin...

banyak yang harus aku perjuangkan. aku harus siap menghadapi UAN. aku harus bisa mengangkat derajatku, derajat keluargaku. ayahku menitipkan dirinya, akulah yang akan menjaga keluargaku...

kuatkanlah hambaMu ini, ya Allah...

bagi yang membaca, doakan aku yah? ^^v

it's my birthday. it's time to grow up... hope I can pass it well...

 

Design in CSS by TemplateWorld and sponsored by SmashingMagazine
Blogger Template created by Deluxe Templates