Tampilkan postingan dengan label asrama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asrama. Tampilkan semua postingan

Akhir Bulan yang (cukup) Sibuk

okee... dari pada ini blog gak ada postingan baru sama sekali (pelanggan blog setiaku pasti udah pada nungguin cerita baru neh *digampar banyak orang* XD), mari kita data mengenai kesibukan akhir-akhir ini *sok artis banget*

pertama, akreditasi. cukup merepotkan juga. tapi aku bersyukur sudah berakhir. dan aku yakin, hampir semua keluarga besar Sastra Jepang UNAIR berharap kami mendapat akreditasi A. amin...

kedua, kegiatan ekstrakurikuler. aku mulai berbenah diri dan kembali ke Jujitsu dan Yosakoi. kemarin aku ikut latihan, dan aku dapat gerakan cewek. mungkin aku gak bisa masuk formasi untuk festival bulan Juli, tapi setidaknya aku dapat tambahan ilmu. kalau rajin berlatih, mungkin tahun depan bisa masuk formasi :) Jujitsu juga mau mengadakan acara kumpul-kumpul bareng. usulan dari mas Dian sih, mendayung perahu naga. yah, lumayanlah.... buat sekedar refreshing XD

setelah itu, pendaftaran AIESEC. tadi siang aku sudah beli formulirnya. di sana harus menyiapkan beberapa berkas seperti foto, fotokopi KTM, fotokopi sertifikat, dan sebagainya. mengisi formulir ini, aku jadi ingat waktu mengikuti seleksi pertukaran pelajar AFS dulu. yah.... kali ini setidaknya aku punya motivasi yang cukup mantap: mewujudkan impian untuk menjadi anggota organisasi nirlaba internasional yang bergerak di bidang sosial atau lingkungan. aku memang menulis itu di "List of Dreams"ku. dan sepertinya, daftar itu membawa perubahan bagi diriku. aku jadi tahu apa saja yang kuinginkan, dan bertekad untuk mewujudkannya. aku tak sabar untuk "mencoreti" daftar itu satu per satu >_<

lalu, yang cukup mendesak akhir-akhir ini: welcoming party untuk sensei baru dari Jepang. aku tak tahu siapa senseinya, tapi kami, 1nensei, merencakan welcoming party untuknya. tadi kami membicarakan suguhan apa yang akan kami sajikan, lalu membagi peran, dan sebagainya. besok kami mulai persiapan. walaupun aku sendiri tidak sebegitu yakin mengenai hal ini, tapi aku akan mencoba melakukan yang terbaik :)

apa lagi ya?? oh ya! pindah kost! akhir bulan ini aku akan pindah dari asrama ke kost. kemarin malam aku sudah bicara pada Bu Bambang, pemilik kostku yang baru dan menaruh DP 20 ribu sebagai tanda aku sudah booking tempat. awal bulan aku sudah merencanakan untuk mengemasi barang sekitar tanggal 20. tapi sampai hari ini, barang-barangku masih tertata rapi di tempatnya tuh :p hyaaa..... kapan yah bisa packing?
kenapa aku pindah? memang karena awalnya ada isu mengenai penggusuran asrama untuk dibangun menjadi rumah susun mahasiswa. tapi ternyata masih lama akan dibongkarnya. sebenarnya bisa saja sih aku batalkan pindah, kalau aku memang masih mau di asrama. memang fasilitas asrama terbilang lengkap dan memudahkan kita. tapi aku gak betah perkara: air. aku tak bisa mandi kalau airnya sedikit dan kotor. aku ingin pindah ke kost yang airnya banyak dan bersih. mudah-mudahan sih kostku bisa memenuhi keinginanku itu (apa siiihh???)

yaaa.... segitu dulu deh ceritanya. sudah maghrib. "bertapa" untuk AIESEC, malah larinya ke FB dan blog xp hehehehe..... aku butuh ide, dan komputer jelasnya. ya, mudah-mudahan bisa aku selesaikan semuanya dengan baik. amin ya rabbal alamin....

Terjebak Kesibukan di Surabaya

hokeh... akhirnya bisa nulis di sini lagi (cailaaahhh... kayak ga pernah online ajah :p) abis memang sibuk minggu ini.. benar-benar melelahkan.. hufft.. --"

Sabtu (16 Januari 2010) aku latihan Ju jitsu, seperti biasa, dijemput Rio. mungkin mulai saat ini aku akan bergantung pada Rio untuk bisa latihan di kampus C. maaf yah Rio, merepotkanmu selalu... >.< dulu Ian yang aku repotin, sekarang Rio deh... hontou ni gomennasai... m(_ _)m

Rio datang tepat waktu, tapi dia meminta maaf karena mengira dia terlambat. padahal aku sendiri baru keluar kamar. rupanya dia bangun kesiangan, makanya dia kira terlambat menjemputku. halah.. engga apa-apa kok Rio... aku juga baru kelar mandi xp

akhirnya kami berangkat dengan motornya. tapi naasnya, sampai di dekat Galaxy Mal bensinnya habis. sepertinya aku membawa kesialan xp Rio mendorong motornya cepat sekali, semenatara aku dengan wajah bodoh mengikutinya dari belakang.

untung saja tak jauh dari situ ada penjual bensin eceran. kami bisa kembali melanjutkan perjalanan.

sampai di depan SC lama, sudah banyak yang berkumpul. Mas Dhimas dan Hafidz sepertinya berlatih kendo, soalnya Mas Dhimas membawa patahan tongkat sapu dan berpose seolah menyerang Hafidz.
wah, berarti benar kata Rezar, di Ju jitsu akan diajarkan kendo. asyiiikkk...!!! mudah-mudahan benar bakal diajarin!

karena sudah lama tidak latihan, aku lupa gerakannya. sebelumnya mas Dhimas sudah mewanti-wanti aagr aku sering latihan, terutama latihan pernafasan. aku mau saja sih.. tapi malas. apalagi kalau di asrama, aku pasti dianggap sinting berlatih seperti itu. konyol kan? makanya aku tidak pernah latihan selain di tempat latihan. pffft... seandainya ada sasana yang bisa dipakai latihan setiap hari, mungkin aku akan lebih rajin latihan. dari pada bengong ga jelas di kamar.

kami berganti pakaian. biasanya yang cewe ganti di musholla. tapi karena dikunci, kami ganti di kamar mandi yang ancur dan bau pesing itu. duh, betapa tidak enaknya... terbawa bad mood, aku menjatuhkan tasku, yang di dalamnya ada hp Rezar. goblok memang, hp itu kini mati! ga mau hidup lagi! hua... masa aku harus keluar uang lagi untuk servis? uang sih ada, kalau untuk servis kerusakan kecil. lha, kalau rusaknya parah? habis nanti tabunganku. mana belum bayar asrama lagi... pikiranku sudah macam-macam. tapi aku berusaha memperbaiki sendiri. aku lepas batere dan SIM Cardku, lalu kupasang lagi. ternyata bisa hidup! fiuh... alhamdulillah...

setelah pemanasan dan tradisi, mas Alvin menyuruh kami lari keliling sekitar kampus C. what??? haduh.. aku paling sebal disuruh lari. inilah salah satu olahraga yang tidak aku sukai. habisnya nafasku selalu tidak kuat kalau lari. makanya males... pffftt.... X( tapi masa mau membantah kata pelatih? akhirnya kami lari juga, dan entah mengapa aku berada di urutan depan. hyaa... nafasku... rasanya paru-paru dan jantungku berlomba siapa yang paling cepat meledak duluan. Oh my... mana rutenya jauh lagi! (menurutku loh..) toh, aku sampai juga di pelataran AUP. paling depan malah.

aku duduk selonjoran kaki, begitu juga yang lain. aku lihat Bim-bim tiduran, aku juga ikut tiduran. perutku sakit, rasanya seperti mau haid. eh? jangan-jangan....

firasatku ga enak. masa iya aku "dapet" sekarang? haduh, aku ga pernah ngitung tanggalnya sih... mana ga ada persiapan lagi.. baka! aku cerita pada Syifa, dan menanyakan adakah di antara jujitsan cewe ini yang membawa pembalut? apes, ga ada! akhirnya aku diantar Syifa kembali ke SC lama untuk meminta pembalut dan obat pereda nyeri pada KSR. aku minta izin pada pelatih dengan alasan pusing dan mau ambil obat.

sampai di sana, kami baru sadar: lupa bawa kunci sekretariat! hyaa... aku tidak bisa mengambil tasku donk... hah.. masa kembali lagi ke sana? akhirnya kami meminta pembalut dan obat dulu, dari pada benar aku "dapet" dan tidak memakai pembalut.. masa mau berkeliaran dengan celana putih yang ternoda merah?? huaaa...!!! jangan sampe deh... naudzubillah...

aku ke kamar mandi. tuh kan, bener! haduh.. untung belum banyak. tapi kepalaku mulai pusing dan perutku kram. mau minum obat, ga ada air... terpaksa kembali ke halaman AUP tempat anak-anak latihan, meminta kunci. aku juga minta izin pada pelatih agar diperbolehkan pulang. untung boleh. waktu mas Firman memberi kunci, dia bilang agar aku kembali lagi mengembalikan kunci itu padanya. ha? waduh mas... masa ga kasihan padaku yang sakit begini? tapi aku tak berani membantah ketua. ya dengan sedikit ngedumel aku kembali ke SC dan berjanji akan segera mengembalikan. aku pamit pada Rio, tapi lupa berterima kasih karena sudah mengantarku latihan.

di SC, aku ganti pakaian dan bergegas kembali ke AUP. tapi di tengah jalan, aku berpikir: aku sudah mengunci sekretariat apa belum yah? seingatku sih sudah, tapi kurang yakin. khawatir kenapa-kenapa, aku kembali dan mendapati sekretariat sudah dikunci. aku mengutuk diriku sendiri. aku lihat sudah jam 10. wah, ga bisa ikut rapat di sekretariat DLM kayaknya... aku sms koordinator panitia MUSMA dan mengatakan aku tidak bisa ikut karena sakit, sambil jalan ke AUP.

hampir sampai di AUP, aku melihat angkot T2. tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena aku harus mengembalikan kunci dulu ke mas Firman. aku mengomel dalam hati. setelah mengembalikan kunci, aku jalan ke luar kampus C dan mencegat angkot T2 lainnya.

itulah kisah hari Sabtu. esoknya, hari Minggu (17 Januati 2010), Amel pindah ke kost dekat Fakultas Hukum. dia sudah tidak betah di asrama lagi. sebelum dia pergi, dia melunasi hutang pulsanya padaku. aku sendirian di kamar mulai saat itu.

Senin kemarin (18 Januari 2010), aku menjadi panitia untuk MUSMA yang diselenggarkan DLM. aku bangun kesiangan dan datang terlambat. tapi koordinatornya ga marah. aku bersama Azizah, anak BMU juga, menjaga presensi. anak BMU yang datang cuma 3, yaitu kami berdua dan Sinyo. Sinyo, sejak briefing di sekretariat BEM, memanggilku dengan nama "Karina". aku tidak tahu mengapa dia memanggilku begitu, aku biarkan dia begitu sampai beberapa saat sampai akhirnya aku jelaskan namaku "Nicha", bukan "Karina". mungkin nama teman atau pacarnya? entah. tapi anak itu lucu juga =3

acara ini semacam musyawarah, pembacaan LPJ BEM 2009 yang akan berganti kepemimpinan, dan pembentukan BEM baru. begitulah kira-kira. benar-benar membosankan. aku pikir acara akan selesai jam 12. tapi ternyata sampai sore! kepalaku pusing lagi... aku izin pulang jam setengah 2.

sampai di asrama aku tepar. tertidur sampai jam 4 kurang. aku lihat sms dari mbak Cila dari VISION, lembaga yang memberiku job mengajar Olivia itu loh... aku bangkit dan buru-buru mandi. aku menemuinya di depan bank Mandiri. rupanya dia sudah menungguku dari tadi. aku tidak enak jadinya. pertemuan itu jadi canggung. mbak Cila memberikan honorku dalam amplop kecil. aku jadi tambah salah tingkah jadinya, begitu juga dengannya. akhirnya kami berpisah. ketika aku membalik badan, aku bertemu Hana. huaaa!! akhirnya bertemu dengan Hana!! aku mengajaknya main keluar, sambil merengek-rengek seperti anak kecil. kamipun pergi ke Delta.

di sana kami window shopping, melihat-lihat baju di berbagai toko. ada sih baju yang aku taksir, kerah tinggi dengan aksen renda dan pita, ala Victorian gitu lah. keren! sayang tanpa lengan. sebenarnya aku bisa saja membeli baju itu. tapi karena tanpa lengan, aku jadi urung beli. aku inginnya lengan panjang, supaya kelihatan elegan. ada juga baju terusan dengan bolero dengan aksen kerut. lucu juga. tapi mahal ah... ya, kapan-kapan saja aku belinya. atau mungkin lebih baik aku jahit di tukang jahit dengan desain dariku saja yah? selama ini aku kalau beli baju, sering tidak cocoknya. ga ada yan sesuai seleraku. apa memang seleraku yang aneh ya? ehhe... ya, yang jelas aku harus menabung kalau ingin punya baju baru.

Hana melihat-lihat sepatu, sementara aku membeli sepatu. puas melihat-lihat, kami turun. di Perfume Shop, kami mampir. aku penasaran dengan Anna Sui's Dream dan Lempicka. sayangnya tidak ada di toko itu. aku penasaraaaaan banget, sejak aku tahu dari Rozen Maiden. nama artificial spiritnya Suiseiseki diambil dari nama parfum itu, yaitu Sui's Dream (tapi di manga online, diterjemahkan jadi "Sweet Dream") dan milik Souseiseki bernama Lempicka. lucu kan??? seandainya punya.. dulu mbak Voka memang pernah menawarkan parfum padaku. di daftarnya ada Anna Sui's Dream, tapi ga ada Lempicka. harganya 70 ribu. lumayan lah.. tapi aku masih mikir karena harganya mahal bagiku.

di Perfume Shop, kami ditawari berbagai macam eau de toilette dan eau de perfume. SPBnya lumayan, dan ramah. dia menanyakan aku suka aroma apa. aku jawab aroma floral yang manis. tanpa diminta, kami ditawari berbagai macam, mungkin ada yang cocok dengan seleraku. aku sih hanya sekedar menikmati testernya saja, tapi tak ada yang cocok. apalagi harganya mahal. ada juga yang mirip wanginya Jeniffer Lopez Still milik Amel, lumayan sih menurutku. kami membicarakan JLo Still itu, yang kata sang SPB seharga 800 ribu. aku kaget, Amel membelinya seharga 70 ribu. ternyata itu palsu yah... setelah bosan, aku mengajak Hana keluar.

di luar, Hana menegurku. kenapa aku sok ngotot begitu coba? pake acara bilang JLo Still harganya 70 ribu pula. lah, kan aku ga tau. Amel bilangnya segitu kok. dan bagiku bukan masalah sih apa yang aku lakukan di toko tadi. toh, bukan aku yang minta, tapi si SPB itu yang menawari kami mencicipi aroma-aroma itu. kalaupun ada yang aku minta, cuma wewangian lavender saja. tapi aku memutuskan untuk tidak membahasnya lebih lanjut, dari pada aku kebawa bad mood dan jadi marah-marah.

aku pulang, pintu asrama dikunci. halo?? masih jam 8 malam! aku tidak habis pikir deh.. aku lewat belakang dan bertemu bu Nur. bu Nur mengiyakan dia telah mengunci pintunya. aku tak banyak komentar, ke kamar untuk mengambil baju-baju Hana yang pernah dia titipkan padaku, ke bank Mandiri, dan membayar uang asrama. dengan kepala berat, aku tidur.

hari ini, seharusnya aku bisa pulang ke Mojokerto. tapi rupanya Surabaya begitu mencintaiku sehingga aku tidak diperbolehkannya pulang. malam ini aku harus latihan Jujitsu lagi!!! sebenarnya bisa saja sih bolos.. tapi sebentar lagi, tepatnya Sabtu minggu ini, akan ada kenaikan sabuk. aku lupa gerakannya, dan takut kalau nanti diuji malah tidak bisa. malu-maluin kan? makanya aku putuskan untuk tidak pulang dulu dan ikut latihan, dalam rangka me-refresh kembali ingatanku. semoga nanti pas ujian aku bisa melakukannya dengan baik. amin....

aku ingin cepat pulang.... ga sabar liat hp baruku.. T^T

Cobaan yang terus datang

sejak hari Sabtu kemarin aku sudah mulai berjualan pulsa. waktu percobaan dengan mengirim pulsa ke Tante Didit, gagal. pulsanya tidak terkirim. begitu juga waktu ada orang yang beli pulsa As. aku pikir aku salah format. tapi setelah kupikir-pikir lagi, mungkin karena aku pakai fitur Combo, makanya tidak dikenali oleh centernya.

Senin, aku mulai promosi ke beberapa teman. sebenarnya aku ingin promosi ke semua teman sekelasku, tapi sebelum aku berjualan pulsa, sudah ada Yudiah yang jualan pulsa terlebih dulu. aku tidak enak kalau harus bersain dengan teman sendiri. makanya aku hanya bilang pada Gii dan beberapa teman asrama. aku juga tidak bis terang-terangan di asrama karena di kamar sebelah ada Mbak Tina yang sudah lebih dulu berjualan.

dan itu memang tidak mudah. benar kata Imaroh. jualan pulsa itu tidak menguntungkan. labanya hanya sedikit.

bagaimanapun, aku harus tetap mencobanya. aku ahrus tetap berjuang.

aku ditagih oleh Ibu Nur mengenai uang asrama bulan ini. aku hanya bilang akan membayarnya akhir bulan ini. aku sendiri tidak begitu yakin apakah aku bisa menepati janji itu.

aku mengirim sms pada Mbak Vita yang memberiku job mengajar Olivia. aku tanya apa honornya sudah bisa diambil. sayngnya, Mbak Vita masih di rumah sakit, kecelakaan. aku prihatin mendengarnya. yah, untuk sementara ini aku harus bersabar sampai Mbak Vita sembuh.

seusai UAS, aku bilang pada Papa kalau aku ditagih Bu Nur. Papa mengusahakan agar aku bisa membayar uang asrama. malangnya, Papa sakit. jadi tidak bisa berusaha terlalu keras. Papa mencoba cari pinjaman, tapi tak dapat. aku hanya mencoba memaklumi.

namun.. adakalanya aku tidak tahan. aku harus konsentrasi UAS, tapi dihadapkan pada kenyataan pahit ini. dan yang mengganggu pikiranku adalah ketika Papa menyuruhku menemui Pak Ari dan menceritakan keadaan kami sebenarnya. aku sungguh terganggu dengan "amanah" itu. aku segan kalau harus bertemu Pak Ari, apalagi dalam rangka menceritakan kesusahan keluarga. seperti... ah, pokoknya aku tidak terbiasa. aku sendiri lebih suka memendam kesedihan itu sendiri, atau menulisnya di blog (terutama di blogku yang hidden itu). aku tidak begitu percaya pada orang lain. hanya beberapa saja yang aku percaya. dan lucunya, justru aku percaya pada mereka yang jauh dariku, bahkan kami belum pernah bertatap muka! lucu kan?

mungkin karena aku menganggap, justru karena mereka jauh mereka takkan membocorkan rahasiaku pada orang lain yang ada di dekatku bukan?

entah, mungkin ini cobaan, atau hukuman. aku jarang sekali mendekatkan diri pada Allah. ya, sejak aku kuliah ini. sejak aku menginjakkan kaki di Surabaya, keinginan untuk terus mengejar dunia semakin meningkat. hati kecilku sadar bahwa aku tidak boleh hanya mengejar dunia. tapi tubuhku seperti tertarik oleh magnet pesona dunia. tubuh, jiwa, dan akalku tidak sinkron. bagaimana ini... payahnya aku...

tapi aku selalu berharap Allah melindungi kami dan memberi kami ridhoNya. amin ya rabbal alamin...

Minggu yang sibuk

setelah Minggu kemarin tepar karena MK, aku berharap bisa sedikit istirahat. tapi ternyata penderitaan belum berakhir. Minggu malam Pika sms, "besok 8 wajib kumpul di lantai 2,5 untuk mendiskusikan festival budaya." sebenarnya aku tidak keberatan kalau harus bangun pagi. I love morning! dan aku tidak menyangka seperti apa festival budaya nanti.

esoknya, aku datang agak kesiangan. aku segera beres-beres. waktu sudah mepet. tapi aku malah sempat-sempatnya berlelet-lelet ria mengoleskan body lotion dan sarapan dulu ^^; aku berpikir seperti itu karena asramaku dekat dengan fakultas dan aku yakin anak-anak pasti datang terlambat karena tepar. dan benarlah dugaanku. yang datang hanya sedikit. bahkan Pika datang terlambat juga! tapi biar bagaimana juga diskusi mengenai festival budaya dimulai. festival budaya akan diselenggarakan Rabu-Kamis minggu ini. mak! mendadak sekali! tapi kami harus tetap melaksanakannya. kami harus bergerak cepat. anak-anak mengusulkan ide-ide kreatif mereka untuk stand Nisekai.aku sendiri mengusulkan pembatas buku yang dulu pernah diajarkan Novi-sensei di kelas bahasa untuk dijual di stand kami. aku juga mengusulkan pohon sakura dari tisu makan pink. aku bersyukur pernah menjadi anak bahasa.

malamnya, setelah latihan Yosakoi, aku mendapat sms dari bimbel Vision yang dulu pernah aku lamar. mereka menawariku untuk mengajar satu malam saja dengan fee 22.500 rupiah. anak itu masih kelas 1 SMPN dan rumahnya dekat UNAIR. dia besok ulangan fisika. tanpa pikir panjang dan benar-benar memperhatikan isi sms itu, aku langsung menjawab ya. saat aku menunggu sms balasan, aku baru sadar kalau aku harus mengajar fisika! mati aku... aku menceritakan pada Amel. Amel menyarankanku untuk membatalkannya saja. memang mungkin aku tidak akan dipercaya lagi kalau aku membatalkannya. tapi mungkin itu lebih baik dari pada aku tetap datang lalu mengecewakan anak itu. itu kata Amel. aku merenung sambil berwudhu. aku berpikir, apa bedanya kalau aku membatalkan janji lalu tidak dipercaya dengan aku tetap datang tapi mengecewakan? ya nanti hasilnya sama-sama tidak ditawari pekerjaan lagi kan? menurutku, yang membedakan kedua opsi itu adalah apakah kita berani mengambil risiko dengan mencobanya terlebih dahulu. aku pernah mendengar Mario Teguh berkata kira-kira seperti ini,"bertindak dulu, baru berpikir. kalaupun tindakan kita itu salah, masih bisa kita perbaiki. tapi kalau kita tidak bertindak dengan alasan takut salah, kita tidak akan maju dan tidak bisa memperbaiki apapun karena belum ada tindakan nyata." ucapan itulah yang aku pegang. aku memutuskan untuk tetap nekat pergi. kita tidak akan pernah tahu hasilnya jika kita tidak mencobanya.

mungkin malam itu Allah benar-benar menguji kegigihanku. sementara aku selesai sholat dan berdoa, petir menggelegar, pertanda akan hujan. sms balasan pun datang. mereka memberitahuku alamatnya dan aku harus datang di sana jam 18.30. waktu itu jam 18.15. hanya 15 menit tersedia untuk bisa sampai di sana. aku tetap nekat pergi. aku menanyakan pada orang asrama di mana daerah Menur itu. kalau menurut Amel, kemungkinan di belakang Karang Menjangan. kalau benar, maka itu tidak jauh. tapi setelah aku bertanya pada yang lain, kelihatannya jauh karena harus memutar. wah, harus pinjam motor nih... sebenarnya aku ragu untuk meminjam motor karena aku tidak punya SIM. tapi sekali lagi, aku tetap nekat. cobaan lain datang. hampir semua orang asrama tidak bersedia meminjamkanku motor. denagn perasaan hampir putus asa, aku datang ke kamar Reva dan meminjam motor. alhamdulillah dia mau meminjamkan! tapi motornya matic dan aku belum pernah mencoba matic sama sekali. karena dulu aku pernah diberitahu kalau matic itu lebih gampang dari motor biasa, aku memberanikan diri. dan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. aku kagok memakainya.

di jalan hujan turun. untunglah aku memakai jas hujan yang dulu diberikan Mbah Ity. aku mengkuti petunjuk yang tadi diberikan oleh salah satu senior asrama. di jalan aku menanyakan letak alamat rumah anak itu. aku membutuhkan waktu lama untuk menemukan rumahnya. mulai dari yang kejauhan, harus putar balik, sampai hampir ditabrak motor lain. tapi alhamdulillah aku sampai di rumahnya denagn selamat, walaupun agak terlambat dan basah kuyup. mana tas kertas yang kupinjam putus pula! aku harus minta maaf pada Erlina nih...

rumahnya sangat besar. telihat kalau mereka orang berada. mereka mempunyai bengkel bernama Oppie. orang tua dan pembantunya juga sangat ramah. aku agak gugup karena membayangkan fisika. aku paling dudul soal fisika. tapi bertemu dengan orang-orang ini membuatku sedikit tenang. aku masuk ke kamarnya yang mungil dan rapi. anak itu manis sekali, dengan kulit gelap, rambut lurus panjang, dan badan yang sehat. namanya Olivia. aku senang bertemu dengannya. dan yang membuat bertambah senang, fisika yang ia pelajari saat ini baru sampai pada bab unsur, senyawa, dan campuran. tidak ada hitungannya! ditambah lagi, Olivia hanya bingung karena metode KBK di sekolahnya menggunakan bahasa Inggris, jadi dia tidak begitu mengerti. akhirnya.. terpakai juga basic bahasaku. aku sangat bersyukur pada Allah.

itulah sekilas mengenai pengalaman nekatku mengajar fisika. penuh kejutan, banyak hal yang bisa aku ambil hikmahnya. rencana Allah begitu indah...

setelah malam yang mengesankan itu, aku dihadapkan pada tugas menjadi salah satu penanggung jawab stand yang sangat merepotkan. di fakultas, kami menyicil bekerja sambil kuliah. aku terpaksa tidak ikut kuliah pengganti PPKn karena harus keluar mencari bahan bersama Kome. aku menyesal tidak ikut kuliah, berharap mudah-mudahan masih bisa ikut UAS. memang baru pertama kali aku aktif dalam kepengurusan hal seperti ini, jadinya aku agak kewalahan. tapi aku senang karena teman-temanku bisa diajak berkoordinasi. terkadang aku merasa tidak enak karena aku sering meninggalkan mereka ketika mereka bekerja dengan sibuk. bukanya aku menghindar, tapi entah mengapa saat itu banyak hal yang begitu mendesak sehingga aku harus membagi waktu untuk menyelesaikannya. seperti rapat pembentukan pengurus Ju Jitsu yang baru. Selasa malam, ketika hujan turun dengan lebatnya, aku datang ke gedung UKM untuk rapat. malam itu yang datang tidak banyak. mungkin ini semacam seleksi dari Allah juga. malam itu benar-benar terlihat siapa yang mempunyai loyalitas terhadap UKM ini sehingga rela datang meski hujan. dan untuk itu (mungkin) mereka berhak mendapatkan kehormatan sebagai pengurus UKM Ju jitsu. malam itu kami memilih ketua dan pengurus lainnya. berikut susunannya:

ketua: mas Firman dari Fakultas Hukum 2008
wakil ketua: mas Dimas dari Fakultas Ekonomi 2008
sekretaris: mbak Nindy dari Fakultas Kedokteran Gigi 2008
wakil sekretaris: Irza dari Fakultas Sains dan Teknologi 2009 jurusan Sistem Informasi
bendahara: mbak Nita dari Fakultas Kedokteran 2008 jurusan Kebidanan
wakil bendahara: Bim-bim dari Fakults Kedokteran Hewan 2009 (kalau tidak salah)

koordinator:
Kepelatihan: Syifa dari Kedokteran Hewan 2009 dan Rio, teman sekelasku
Organisasi dan Kaderisasi: Tika Kedokteran Hewan 2009
Humas: Gian, teman sekelasku
Kesekretariatan: aku ^^

karena sudah malam, kami memutuskan untuk rapat lagi hari Sabtu atau Minggu. hancur harapanku untuk pulang ke Mojokerto. tapi tak apa. demi mendapatkan pengalaman berorganisasi, aku rela menunda kepulanganku. toh tidak akan lama.

pulang dari gedung UKM, aku mengerjakan sakura buatan dari tisu. tapi karena capek, aku memutuskan untuk melanjutkannya besok pagi.

begitu Rabu pagi tiba, aku sms teman-temanku, meminta pertolongan mereka. aku tidak bisa mengerjakan sakura itu sendirian. tapi hanya sedikit yang merespon. aku agak kecewa, tapi tak ada gunanya sekedar mengeluh. untung Yudiah dan Monniza datang membantu. dalam waktu 1 jam banyak bunga sakura yang sudah jadi. aku beruntung punya tim dengan dedikasi tinggi seperti mereka. waktu aku meninggalkan mereka untuk rapat, mereka dan teman-teman yang lain bekerja sama membuat gantungan hp teru-teru bozu di kontrakan Dewi. mereka juga membantu mengguntingkan bahan untuk membuat pembatas buku. doumo arigatou gozaimashita, minna-san.. ^^

sorenya, lagi-lagi aku tidak bisa mendampingi teman-temanku karena aku mendapat panggilan ke rektorat. para penerima beasiswa non-BMU jalur prestasi dan BMU jalur SNMPTN diharapkan datang ke ruang sidang lantai 3. aku datang dengan penuh harap, mengira uang bantuan biaya hidup yang dijanjikan akan segera turun hari itu. yah, setidaknya hari itu dilaksanakan pengurusan administrasi untuk pencairan lah. aku yakin semua yang datang juga berharap seperti itu. tapi Allah belum meridhoi. di ruang sidang kami bertemu dengan Pak Imam Mustofa. hanya sekedar briefing, tepatnya sesi curhat. kami mendengarkan dengan patuh segala cerita dan nasihat beliau. Amanda menyesal datang, karena demi ke rektorat dia terpaksa menunda mengerjakan tugasnya yang menumpuk. aku sendiri menyesal datang karena demi datang ke sana aku terpaksa bolos kuliah Hyoki. mana acara selesai pas maghrib, hujan, dan transportasi sulit. bus FLASH tidak ada. taksi semua penuh. aku, Amanda, dan Alya jalan ke belakang kampus C menunggu mikrolet. untung aku bawa payung. hanya saja aku tidak bawa jaket. aku kedinginan. aku memutuskan turun di Karang Menjangan karena ada yang harus aku beli. sialnya, jalanan banjir. keds baruku kena air dan basah kuyup. sampai di asrama aku menangis. payah...

Kamis adalah puncak kesibukan dalam minggu ini. aku bangun kesiangan dan terlambat masuk kelas Shokyuu-nya Putri-sensei. untung masih boleh masuk. banyak juga yang terlambat, bahkan bolos. mungkin karena capek mengurusi festival budaya ini. selesai kuliah Shokyuu, aku menanggupi permintaan Putri-sensei untuk memfotokopi bahan kuliah. sebenarnya aku tidak enak karena harus meninggalkan teman-temanku yang lagi sibuk menyiapkan stand. tapi aku ingin membantu sensei. selesai fotokopi, kami masuk kelas agama. yang masuk juga hanya sedikit dari Sastra Jepang. dan kami malah asyik dengan origami. aku tidak enak hati dengan dosennya ^^; lalu kami kuliah Etika. ternyata hampir semua tugas yang diserahkan kelompok tidak memenuhi syarat. jadi harus direvisi. untunglah Pak Moses memberi waktu cukup banyak untuk merevisi. selesai kuliah Etika, aku pulang ke asrama mengambil pin Nisekaiku yang ketinggalan ditemani Monniza, Rezar, dan Yudiah. lapar, kami ke kantin untuk makan siang. setelah itu kami mencoblos untuk ketua BEM FIB, DLM, dan BEM UNAIR.

festival budaya dimulai jam setengah 4 sore. jam setengah 3 kami bersiap-siap. namun sebelum kami bersiap-siap, aku, Rezar, Monniza, dan Yudiah sempat menonton Yakitate Japan di laptop Rezar. karena Dina menegur, kami mematikan laptop dan ikut bantu-bantu.

acara berlangsung sampai malam. stand kami cukup ramai. teru-teru bozu kami langsung habis terjual. takoyaki banyak yang beli. tapi onigirinya kurang matang. origami, shougi, dan igo sepi. mungkin kurang promosi. yang jelas, hanya anak-anak Sastra Jepang yang ada di stand itu ^^; walaupun ada yang lain, mereka hanya datang membeli pernak-pernik dan makanan yang dijual. malam itu aku menghabiskan banyak uang. yah, sekali-sekali. kapan lagi ada bazaar seperti ini? tari-tarian, puisi, dan masih banyak lagi pertunjukkan seni yang ditampilkan anak-anak Fakultas Ilmu Budaya. aku menikmati Yosakoi dari Nisekai yang masih saja gagah. malam itu kami semua senang, sekaligus capek...

begitu sibuk dan menyenangkan. Allah selalu memberikan kejutan untukku setiap hari. terima kasih ya Allah...

Hatarakitai da ne...

kakiku sudah mulai sembuh dari cedera. aku bisa beraktifitas seperti biasa lagi, walaupun terkadang masih terasa sakit.

saatnya untuk beraktifitas dengan semangat baru lagi!

tapi... ada kalanya juga aku gelisah. ya, aku memang berasal dari keluarga yang kurang berada. alhamdulllah aku masih ditopang beasiswa untuk kuliah di UNAIR. tapi tetap saja aku tidak bisa sepenuhnya menggantungkan diri pada beasiswa kan? buktinya sekarang ini uang bantuan biaya hidup yang dijanjikan belum cair juga. padahal dijanjikan akan cair bulan Agustus. sekarang sudah bulan Desember, telat 5 bulan sudah. tapi mana? aku jengkel, ingin rasanya marah-marah dan melabrak ke rektorat. tapi itu bukan tindakan yang pantas. sementara ini aku masih bisa menahan diri, entah sampai berapa lama.

aku memikirkan solusi lain: bekerja.

sejak aku pulang ke Mojokerto minggu lalu, keinginanku untuk bekerja makin kuat. aku agak ragu sebenarnya, karena Surabaya bukanlah "kandang"ku. aku juga takut kalau aku bekerja malah akan mengganggu kuliahku. tapi tidak ada salahnya dicoba. mudah-mudahan Allah bersedia meridhou usahaku ini. amin... aku tidak mau diam berpangku tangan melihat Papa berjuang sendirian mengatasi segala kesulitan kami. dan lagi, jujur saja, ada motif lain yang membuatku ingin sekali bekerja: aku ingin membeli barang-barang dengan uangku sendiri.

aku mulai dengan mencari info seputar kerja part time. alhamdulillah teman-temanku mau membantu. mbak Tina memberitahu ada lowongan kerja untuk mahasiswa: jadi tutor di sebuah bimbingan belajar. aku pikir itu peluang yang bagus. masih ada pilihan lain: menjadi SPG di toko-toko di Tunjungan Plaza. memang gajinya bisa lebih besar kalau aku menjadi SPG. tapi sanggupkah aku membagi waktu, mengingat kerja jadi SPG pastinya akan menghabiskan sebagian besar waktuku? kapan aku bisa belajar? aku cenderung memilih menjadi tutor saja. Imaroh juga akan ikut kalau aku mendaftar. hanya saja yang menjadi kendala bagiku adalah kendaraan. aku tidak punya kendaraan sendiri dan parahnya, tidak punya SIM. padahal salah satu syaratnya adalah memiliki kendaraan sendiri. sementara ini, pemecahannya adalah pinjam kendaraan teman. tapi itu juga masih membuat cemas, karena aku tidak punya SIM. aku takutnya kalau aku pinjam kendaraan teman, lalu seandainya (seandainya loh) ada razia atau semacamnya, aku bakal kena tilang karena tidak punya SIM. bakal panjang urusannya. bisa saja kendaraan temanku disita. nah, runyam kan?

tapi biar bagaimanapun juga, segala sesuatunya harus dicoba.

nanti sore Papa akan datang ke Surabaya mengantarkan sedikit uang untuk uang sakuku. alhamdulillah, sudah beberapa hari ini aku sengsara karena tidak bisa beli makan siang. kemarin saking tidak kuat, aku absen kuliah PPKn. untung ditraktir Hana-chan makan ramen. kalau Papa datang aku akan konsultasi dengan Papa. mudah-mudahan Papa setuju dengan rencanaku ini. amin...

ya Allah.. hamba mohon, ridhoilah usaha hamba kali ini dan bebaskanlah dari segala hambatan yang ada. amin ya rabbal alamin...

Pulang Minggu Ini

seingatku aku udah ga pulang ke Mojokerto selama dua minggu. bagiku bukan masalah sih.. toh aku bukan Nicha yang penakut dan kangenan kayak dulu lagi. tapi Papa sepertinya udah kangen padaku. jadinya ya aku pulang... apalagi aku pingin ketemu Mocca yang gendud! =3

rencananya aku pulang hari Sabtu jam 11 setelah latihan Jujitsu. tapi malamnya Sanji-senpai sms. sepertinya ada yang mau dia omongin. akhirnya aku mengalah dengan menunda kepulanganku. aku tidak jadi berangkat jam 11, tapi jam setengah 6 sore dengan KRD. jadilah aku meluangkan waktu untuknya jam setengah 12. kami pun deal.

besoknya, radang tenggorokanku berubah menjadi pilek. kondisiku mulai ga fit lagi. tapi aku tetap latihan, walau dengan kepala pusing. tapi ada hikmahnya juga. dengan kepala pusing, perilaku jadi lebih terkendali. coba seandainya aku masih sehat bugar, pasti deh aku berkicau sana-sini mengacaukan latihan Jujitsu seperti biasa.

sejak Selasa kemarin kami sudah bisa memakai dogi. aku senang dan bangga. tapi agak kebesaran untukku. harus dikecilin nih... hari Sabtu kemarin aku juga memakai dogi. sejak memakai dogi, latihan menjadi ketat. setiap melakukan kesalahan kami disuruh push-up. bagiku tidak masalah. malah merupakan suatu tantangan buatku. benar-benar mendidik. dengan begitu, kami tidak akan sembrono lagi. aku suka.

kami selesai latihan sekitar jam 10.40. aku melepas atasan dogiku dan melipatnya dengan cara yang sudah diajarkan oleh seniorku. aku mengambil hp dan mengecek sms masuk. ada sms dari Kome yang menanyakan apakah aku ikut pelatihan penulisan artikel ilmiah apa tidak (dan aku tidak bisa ikut karena aku harus latihan Jujitsu. aku mengutamakan latihan karena tanggal 21 November akan ada ujian badge), sms dari Papa yang menyuruhku menemui Bu Nur untuk pinjam uang (uang memang menipis, hampir tidak cukup untuk ongkos pulang. sebenarnya Papa akan menjemputku sore hari supaya aku tidak perlu naik kereta. tapi Papa menggigil dan mau tidak mau aku harus naik kereta), terakhir sms dari Sanji-senpai. ada 3 sms. intinya dia bilang dia membatalkan janji kami karena dia merasa "tidak berarti lagi untukku karena sudah ada orang lain yang bakal bisa membantuku" WTF? jadi, percuma juga aku menunda pulang, meluangkan waktu untuknya karena kupikir dia akan menyampaikan sesuatu? aku benar-benar tidak mengerti jalan pikirannya. apa sih maunya? apa yang mau dia bicarakan denganku? dan kenapa juga dia sok melas begitu dengan mengatakan dia "tidak ada artinya" buatku? heh, dikira aku bakal kasihan apa dia ngomong begitu! aku tidak suka! aku tidak suka pada laki-laki yang tidak konsisten pada omongannya sendiri. SANGAT TIDAK SUKA! di mataku, orang sepeti itu lebih rendah dari banci. apa dia tidak punya etika? heh, susah-susah aku menunda kepulanganku untuk dia dan dia seenaknya saja membatalkan? karena suatu perasaan yang ga jelas? fine, aku tidak butuh itu semua. dengan begitu semuanya akan selesai sampai di sini saja. kecuali dia bisa bersikap lebih dewasa.

keluar gedung UKM aku marah-marah. Ian menenangkanku. dia mengantarkanku pulang. sebenarnya dia mau saja mengantarkanku ke Stasiun Gubeng, tapi aku menolak. aku tidak mau lagi terlalu menggantungkan diri pada siapapun. dia sudah banyak menolongku dan kali ini aku bisa pulang sendiri. walau dengan uang pas-pasan. aku mau bertemu Bu Nur dan menjelaskan keadaanku yang sebenarnya, jadi beliau tidak usah repot-repot meminjamkanku uang. tapi terlambat. Bu Nur tidak ada di rumah. beliau menitipkan uang pada salah seorang tukang masak asrama. aku benar-benar tidak enak. aku tidak tahu apa harus bersyukur karena mendapat pinjaman uang atau sebaliknya.

dengan uang itu, aku ke stasiun naik angkot. sampai di sana peluit kereta sudah berbunyi. aku buru-buru membeli tiket dan berlari masuk ke dalam. uang recehku jatuh. tapi aku tidak peduli lagi. aku berlari mengejar kereta yang akan bergerak meninggalkan stasiun. huff... akhirnya sampai juga aku di atas kereta. seru juga. untung aku pakai sepatu keds. aku tidak bisa membayangkan jika tadinya aku memakai wedge heels yang diberikan Mey padaku. mungkin aku sudah jatuh saat lari tadi.

sampai di Mojokerto Papa menjemputku tepat waktu. di Mojokerto aku benar-benar memanfaatkan waktu untuk istirahat dan mengerjakan tugas karanganku. tugasku sudah jadi dalam bentuk draft. tinggal menyalin saja. aku senang dan lega. sore tadi aku pulang ke Surabaya.

di asrama, melihat kondisi kamar yang berantakan dan kotor, aku bad mood lagi. akhirnya aku ke warnet untuk melepaskan stress. sepertinya besok aku akan "sarapan besar". ya, mungkin aku besok bakal marah-marah karena sikap kekanak-kanakan Sanji-senpai dan juga Risa yang sudah menyebabkan flashdiskku error.

oh Tuhanku... baguskah jika aku merencanakan suatu kemarahan malam ini? aku merasa busuk.

Mulai semangat lagi!

heu.. kemarin orang yang sukai datang waktu pelajaran IAD. aku bingung memikirkan perasaanku: bahagia atau muak?

aku akui, aku senang sekali dia datang, apalagi dia kelihatan ganteng hari itu. tapi di sisi lain aku muak sekali, karena dia selalu mengacuhkanku.

aku langsung jatuh ke dalam posisi bad mood lagi. aku jadi malas mengerjakan segala sesuatunya. 4 buku mengenai kewarganegaraan yang rencananya aku baca kemarin malah aku geletakkan saja dengan rapi di atas meja belajarku yang mungil.

malamnya aku harus latihan Jujitsu di gedung UKM kampus B. ah, baru kali ini aku malas latihan Jujitsu. padahal biasanya aku selalu bersemangat sampai tidak rela melewatkan latihan dengan alasan apapun. tapi toh aku ikut juga, karena akan ada pengukuran baju latihan. setidaknya aku bersemangat sedikit. aku memang menantikan saat pembagian baju latihan dan sangat menginginkannya.

malamnya, Erlina ternyata juga akan latihan Bridge di gedung UKM, jam setengah 8 juga. tadinya dia urung pergi karena tidak ada anggota baru yang datang. tapi aku mendesaknya supaya kami bisa pergi bersama-sama. akhirnya dia jadi ikut dan kami pergi bersama-sama.

latihan kemarin cukup menyenangkan. materinya adalah teknik jatuhan. aku antusias sekali, karena itu berarti kami semakin dekat dengan teknik bantingan (favoritku). dan yang membuatku semangat lagi adalah karena ada seorang Jujitsan yang imut! =3 aku langsung memberitahu Ian. ya, setidaknya sampai hari ini baru Ian yang tahu wajahnya Jujitsan yang aku suka itu.

aku pulang jam sepuluh kurang. aku panik, takut asrama sudah dikunci. tapi untung saja belum dikunci. aku mandi (malam-malam loh, gila kan?) dan tidur dengan nyenyak.

pagi ini aku masih mengantuk, tapi ya aku tetap berangkat kuliah. aku bercerita pada teman-teman dan para senpai yang kutemui tentang Jujitsan yang imut itu.
senangnya... aku berniat untuk memberikan kue kering pemberian Mbah Ity kepada teman-temanku sebagai rasa syukur. lagipula di asrama tidak ada yang mau menghabiskan. sayang kan kalau dibuang... lebih asik kalau dimakan bareng teman-teman ^^

ah.. akhirnya aku mulai bersemangat lagi. dan tahu tidak? orang yang aku sukai tadi mengajakku mengobrol. bahkan ngajak makan di Wapo segala. waktu aku bilang, "bersedia ga kamu bayarin?" dia malah keder. ah.. padahal aku mengharapkan.. :"( tapi ya sudahlah.. sekarang ini aku pingin ignorant mode: on terhadapnya.

hari mulai seindah Butterfly-nya Jason Mraz ^^

Merinding..........

pagi ini aku bangun dengan dua perasaan yang konradiktif: semangat dan malas. semangat karena akan bertemu dengan orang yang kusukai, malas dengan mata kuliah yang begitu membosankan. kemarin aku "berkoar-koar" akan membolos, yeah, tentu saja itu takkan kulakukan kecuali aku sudah tidak waras.

hari ini aku sengaja berangkat agak telat dari biasanya. aku tahu setelat-telatnya aku berangkat aku tidak akan terlambat masuk kelas karena jarak asrama dengan fakultas begitu dekat. di sana sudah berkumpul beberapa anak, tetapi tetap saja orang yang kunanti-nanti tidak ada. pembohong! dia bilang dia akan masuk hari Senin. nyatanya? sampai mata kuliah terkahir dia juga tidak datang. aku sms tidak dibalas pula. menyebalkan...

kami masuk ke lab bahasa untuk mata kuliah Hatsuon. aku, Nene, dan Dina membicarakan masalah gempa yang akhir-akhir ini kerap terjadi di beberapa tempat. aku tidak mengikuti beritanya sama sekali karena aku tak menyentuh tv maupun koran. katroknya aku... dan aku merinding ketika Nene membicarakan tentang isi ayat-ayat Al-Qur'an yang menyebutkan tentang azab... aku merinding mendengarnya. tapi Nene dengan santainya malah berkata, "ya baguslah. lebih baik dimusnahkan lebih dulu dari pada melihat kiamat nantinya." aku ingin menjerit.

di kelas Hatsuon ada Itagaki-sensei. tadinya kupikir kami akan mendengarkannya bicara sebagai native speaker. ternyata tidak. dia hanya diam saja di samping Rizky-sensei. dan juga tidak tertawa waktu anak-anak melontarkan guyonan. mungkin karena tidak mengerti bahasa Indonesia kali ya... aku jadi kasihan.

kelas Hatsuon dilanjutkan dengan Shokyuu Nihongo. aku selalu bosan dengan mata kuliah yang satu ini. habisnya, sama saja dengan kembali ke dasar kan! aku bosan dan selalu menguap sepanjang kuliah. malah aku setengah berbisik mengatakan, "owarimasuyo!" hanya Hana-chan yang bisa medengarku dan tertawa tertahan mendengarku berceloteh seperti itu. bahkan aku dan dia dengan penuh minat mencari arti kata "bosan" dalam kamus bahasa Jepang.

setelah kelas selesai, kalimat favoritku, yaitu owarimasuyo tidak diucapkan oleh Rizky-sensei tapi tak apalah. toh begitu keluar aku senang juga.

aku berencana ke perpustakaan untuk meminjam buku. ceritanya aku lagi berusaha membangun semangat belajar nihh.... aku mulai sadar, aku harus belajar ala mahasiswa. makanya aku pinjam buku seputar budaya politik dan pancasila, kebetulan ada tugas mengenai hal-hal itu. tapi rencananya harus ditunda karena Papa mau datang ke asrama. jadilah aku kembali ke asrama sambil menunggu Papa datang.

di kamar, seperti biasa aku sendirian. aku menghidupkan kipas angin dan berleha-leha di atas kasur. aku berpikir, benarkah apa yang dikatakan Nene? aku takut. aku takut semua itu akan terjadi dalam waktu singkat. aku berpikir, kira-kira aku akan masuk golongan yang mana: golongan yang dimusnahkan lebih dulu atau golongan yang tetap survive untuk melihat kengerian kiamat? jika aku termasuk golongan yang pertama, aku takut. aku belum siap menghadapinya (kapan sih aku siapnya? bodoh!) tapi jika aku termasuk golongan kedua, aku merasa sedih, karena itu berarti aku termasuk orang yang banyak dosa sehingga harus tetap tinggal di dunia yang fana hina ini sampai akhir hayatnya dan melihat semua kengerian kiamat itu...

ah, Tuhanku, apakah Engkau hendak menimpakan azabMu ketika aku lengah?

aku takut, merinding.... benarkah kiamat akan terjadi dalam waktu dekat?

ya Allah, jika hamba boleh memohon, hamba mohon, masukkanlah hamba beserta seluruh keluarga dan orang-orang yang hamba sayangi ke dalam golongan orang-orang yang beruntung. amin...

entah mengapa aku merasa jauh sekali denganMu ya Rabbi...

aku memang belum pantas jadi mahasiswa

akhirnya, setelah beberapa hari kulalui di FIB, aku mulai merasa nyaman dengan keadaan kelasku. bahkan aku mulai akur dengan teman-teman yang tadinya kubenci. aku senang, ternyata memang benar hanya perkara waktu saja.

apalagi, aku mulai dekat dengan orang yang aku suka, jadinya tambah semangat deh! ^^

sudah 2 hari berturut-turut aku ditraktir makan di Wapo Airlangga depan kampus B. pertama, hari Selasa kemarin, aku, Gian, dan Rezar pulang latihan Ju-jitsu. setelahnya kami makan di Wapo. waktu itu yang bayarin Rezar. masing-masing berhasil menghabiskan satu piring nasi goreng porsi Wapo yang banyaknya bukan main dan bergelas-gelas minuman yang seharusnya bisa jadi konsumsi untuk 7 orang ^^; pulangnya aku ambruk karena kekenyangan sampai tidak bisa ikut OSPEK Asrama yang diadakan sejak tanggal 7 September kemarin.

kedua, kemarin. sebenarnya kami satu kelas berencana makan di Wapo. tapi ada komplain dari yang indekost. maklum,uang terbatas, begitu juga aku. akhirnya satu kelas berencana ikut buka bersama gratisan di Auditorium FIB. tapi Rezar ngajak makan di luar lagi. kali ini ditambah 2 personil lagi: Haru-chan dan Kemal. yang jadi bos Gian karena dia sedang bahagia XD. aku hanya pesan sandwich, karena aku masih harus OSPEK Asrama. kami berlima menceritakan tentang rahasia masing-masing dan berjanji tidak akan membocorkannya. aku senang mendengar cerita mereka. ternyata mereka lucu dan unik ^^

aku senang sekali, tapi tak bisa bulat utuh. biasa, habis tawa pastilah ada tangis.

waktu aku pulang dari Wapo hari Selasa (aku ketinggalan sholat Ashar,Maghrib, dan Tarawih) Papa sms. Papa sakit dan ga turun-turun. aku panik dan nangis. tapi untunglah Papa tidak apa-apa. tapi sebagai gantinya, aku akan pulang ke Mojokerto hari Minggu. aku tak bisa membiarkan Papa begitu saja, aku harus melihat kondisi Papa.

lalu tadi malam, aku pulang jam 8 lagi. aku mandi dan langsung ikut OSPEK Asrama. Lina terlihat capek. aku khawatir dia sakit. dan benar, waktu minta tanda tangan dia hampir jatuh. mungkin darah rendah. aku dan teman-temanku mendudukkannya di kursi. aku ingat dia pernah mengeluh mengenai sanksi. jika tidak ikut Malam Keakraban, atau jumlah tanda tangan penghuni asrama kurang, maka akan dikenai sanksi membayar koran selama 2 bulan. Lina jelas keberatan. sedang asyik merenung, tiba-tiba ada Kak Nabila, ketua asrama. aku menyampaikan keluhan Lina tadi. tapi tanggapan kak Nabila tidak seperti yang kuharapkan. dia hanya bilang, bukan hanya angkatan 2009 saja yang mengalami kendala seperti itu, tapi hampir semua angkatan pasti pernah kena sanksi. aku diam saja, agak jengkel karena keluhan itu jadi mentah. tapi aku sadar, memang begitulah seharusnya. lalu, pas kami minta tanda tangan di kamar 6, kamar mbak Xaxa, kak Nabila menekankan bahwa mengenai uang koran itu bukanlah hukuman. wah, kayaknya ada miskomunikasi nih... mungkin kak Nabila mengira yang aku maksudkan itu "iuran koran" dan beberapa iuran lainnya. tapi yang kumaksudkan adalah sanksi yang tadi itu. kak Nabila juga menyampaikan tentang "keluhan" dari mbak-mbak kami yang bilang ada beberapa dari angkatan 2009 yang tidak punya sopan santun. kak Nabila menanyakan pertanggungjawabanku sebagai SC 2009 (SC atau Student Center adalah semacam mediator dan penegak aturan asrama. waktu ada forum, aku secara sukarela mencalonkan diri dan diterima). aku hanya bisa diam saja. baru kusadari malam itu bahwa tugas SC tidak semudah yang kubayangkan. tapi aku harus tetap konsekuen dan memperbaiki kesalahanku itu. aku memang kurang care, dan itu harus kuubah. maka, aku berinisiatif mengadakan forum angkatan 2009 di ruang tamu. kemudian aku berpikir, rasanya tidak sopan juga kalau kita kumpul-kumpul tanpa ada izin atau semacamnyalah. makanya tadi pagi, sehabis mandi, aku ke kamar kak Nabila untuk minta izin. tapi kak Nabila masih tidur. aku titip pesan ke Mbak Ifa. tapi begitu aku mau keluar, kak Nabila bangun dan bertanya ada apa dengan kesan sepertinya dia terganggu dengan kehadiranku. aku jadi serba salah. ya aku sampaikan saja langsung maksudku. huff... memang tidak mudah semua ini.

di fakultas, habis kuliah Etika aku ikut rapat panitia Buka Bersama seluruh angkatan Sastra Jepang. aku bagian Sie Perizinan. tugasnya insya Allah tidak begitu berat, hanay harus pandai melobi. kami baru bergerak setelah permohonan izin turun, jadi agak santailah untuk saat ini. rapat bubar. aku dan keempat teman baruku berencana mengadakan benkyokai sendiri. yah, semacam belajar bersama. aku ingin membantu teman yang kurang bisa, apalagi Putri-sensei akalu menagjar agak cepat. seandainya aku masih baru belajar bahasa Jepang, mungkin aku tidak akan mengerti apa-apa. makanya lebih baik belajar bersama kan? tapi yang ada hanya aku, Gian, dan Rezar. Haru-chan dan Kemal sudah pergi entah kemana u_u yaa... jadinya hanya bertiga saja. kami belajar di SC Sastra Jepang. Rezar kurang mengerti tentang "kore" dan "kono". aku mengerti maksudny, tapi tidak bisa menjelaskannya dengan gamblang. lalu Wawan senpai datang. aku bilang padanya, "senpai, tolong ini diajarin. dia (Rezar) ga ngerti kapan pake 'kore' kapan pake'kono'. aku ngerti maksudnya, tapi aku ga bisa jelasinnya pake bahasa Indonesia." nah, itu dia letak kesalahanku. seharusnya ya aku tidak usah bilang begitu. cukup bilang saja, "aku ga bisa jelasin". beres kan? lalu Wawan senpai bertanya dengan serius, "kamu ga bisa pake bahasa Indonesia?" aku diam saja, mati kata. lalu dia berceramah, intinya: percuma saja belajar bahasa Jepang tapi ga bisa pake bahasa Indonesia. tidak usah takut ga bisa bahasa Jepang, kita kan bukan budak Jepang. kata-kata itu benar-benar menusuk di hatiku. belum lagi dia bilang, "kahima (ketua Himpunan Mahasiswa) kok gitu." aku langsung pulang dan menuju ke warnet ini. aku hampir menangis. tapi aku sadar karena kata-katanya. aku merenungi beberapa hal. aku memang terobsesi ingin menjadi Kahima. bahkan sempat beberapa kali berdebat dengan Rezar tentang siapa yang lebih pantas jadi Kahima, aku atau dia. tapi aku seperti ini, pemikiranku masih cetek, masa mau jadi Kahima? hal ini mengganggu ketenangan pikiranku....

aku mengakui, cara belajarku masih seperti siswa biasa. nih buktinya. tadinya aku ke warnet ingin mencari referensi mengenai PPKN. tapi aku hanya mencari sebentar lalu bosan. malah main di Facebook dan blog. childish kan? ah....

well, my heart is sent to disorder now... I don't know what exactly I feel....

Allah, mengapa aku makin jauh denganMu?

Dehidrasi...

baru hari ketiga di asrama aku sakit. panas di tenggorokan, udah gitu demam keesokannya. aku sudah berusaha menanggulangi dengan Adem Sari dan Decolgen. tapi tak ada perubahan berarti. hari kelima aku ke klinik di sebelah asrama. aku diperiksa dan diberi obat, gratis. selama ada Kartu Mahasiswa, aku berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. hehe...

benar-benar payah.. setelah minum obat, badanku lemas. keesokannya malah aku tak bisa berbuat apa-apa. demamku makin tinggi. aku berusaha bangkit dan mengambil air untuk kompres. di kamar aku terbaring sendirian, menangis. seandainya saja ada teman sekamar, aku mungkin bisa mendapatkan pertolongan dari mereka. tetapi aku hanya sendirian.. aku merasakan hawa buruk di udara kamar ini. aku... tidak begitu menyukai tinggal di sana. bodoh, padahal dalam bayanganku aku bisa survive dan hidup mandiri di sana. kini aku merasa seperti anak manja...

aku berpikir untuk meminta Papa menjemputku hari Sabtu karena Mbah Ity rencananya akan menginap hari itu (Jum'at, 7 Agustus 2009). aku tak mau Papa dan Mbah Ity repot. bagaimana kalau aku meminta dijemput sekarang? aku tak tahan... tetapi itu berarti meninggalkan Mbah Ity di Mojokerto.

hp-ku berdering. sms dari Papa. Mbah Ity tidak jadi menginap karena Jum'at malam harus ikut pengajian. selain itu, hari Sabtu Mbah Ity akan ke Jakarta. aku lemas saja membaca sms itu, menimbang-nimbang apa yang harus kulakukan. setelah beberapa lama di tempat tidur, aku memutuskan untuk pulang harti itu juga. aku sms Papa agar Papa meneleponku. lama sekali tak ada jawaban. aku bangun dari tempat tidur dan mengemasi baju-bajuku. seandainya Papa tak memberikan jawaban, aku akan tetap pulang sendiri. tapi aku takut juga, karena kondisiku lemah sekali. aku tak yakin nanti bisa bertahan apa tidak, terutama jika ada yang menyerangku.

untunglah Papa meneleponku. rupanya sms itu lama sampainya ke Papa. Papa bertanya ada apa. aku meminta Papa menjemputku, dengan suara gemetar. tanpa bisa kutahan, aku menangis. Papa mengerti. Papa segera berangkat.

aku keluar untuk berpamitan pada Ibu Nur. Ibu Nur memaklumi dan berpesan agar aku cepat sembuh. aku mengunci kamar dan menaruh kuncinya di tempat Ibu Nur mengambilnya dulu, ketika pertama kalinya aku masuk ke kamar itu. kubawa tas dan jaketku ke ruang tamu asrama supaya ketika Papa datang aku bisa segera pulang. aku.. merasa tak nyaman di kamar itu.

lama sekali Papa datang. aku menunggu dengan gelisah. aku ke kantik fakultas Ilmu Budaya, tempat aku biasa makan, untuk membeli minuman. aku tahu seharusnya aku tak minum minuman ringan yang manis seperti Fruitea karena akan memperparah batukku. tapi aku tak bisa menahan keinginanku. selain itu aku membeli Aqua dan tisu. aku kembali ke ruang tamu asrama. di sana hanya ada beberapa anak menonton televisi. barulah kali itu aku menonton tv lagfi. aku baru tahu ternyata Mbah Surip dan Rendra telah meninggal dan keduanya dikuburkan di pemakaman Bengkel Teater milik Rendra. Papa mempunyai kenangan tersendiri tentang Rendra. Papa-lah yang menajdi saksi ketika Rendra menjadi seorang mualaf. sebenarnya Papa berniat menjemputku hari Minggu supaya aku bisa mempersiapkan segala sesuatunya untuk perkuliahan lebih awal. aku memang berencana pulang tanggal 12 untuk membeli rok putih (pengukuhan mahasiswa baru oleh rektor tanggal 18 di Auditorium kampus C dan kami diwajibkan memakai pakaian putih-putih). tanggal 11 aku ada janji dengan Divo, online di YM dan mengerjai Kamil lagi :D makanya kupilih tanggal 12. tapi aku sakit dan aku ingin pulang hari itu juga.

setelah satu jam lebih Papa datang dan membawa galon untukku di asrama. aku sangat bersyukur dan berterima kasih. aku memeluk Papa dan menangis. persis anak kecil. Papa mengerti ketakutanku. aku kembali ke kamar untuk menaruh galon itu. aku bertemu Mbak Uchie, penghuni kamar 11 yang meminta gula Mbak Yessi. kami bertukar nomor hp dan dia berpesan agar aku cepat sembuh. aku melihat banyak baju kotor bertumpuk di ember kecilku. sempat terpikir untuk membawanya pulang, tapi entah apa yang ada di pikiranku sehingga aku urung membawanya. aku menulis pesan pada Mbak Yessi dan aku berjanji akan segera mencuci baju-bajuku ketika aku kembali.

Papa memberiku jaket lagi untuk kupakai di atas jaketku. kali ini aku tak menolak. aku hanya ingin cepat pulang. dan kami segera pulang...

sesampainya di Mojokerto, aku merasa asing. aku tak merasakan sensasi orang yang pulang ke rumahnya sendiri. entah, mungkin karena aku sedang sakit. yang jelas aku senang bisa kembali.

Papa benar-benar memanjakanku. aku jadi merasa sedikit bersalah dan bertekad untuk cepat pulih..

aku... bahagia bisa menjadi anak kecil lagi.

i can't believe these....

kira-kira kenapa aku ga bisa percaya? ada beberapa hal yang menakjubkan, sekaligus mengejutkan. kemarin akhirnya aku masuk asrama Ekanita, asrama putri yang dikelola Dharmawanita kampus B Unair. di kamar 12 aku seharusnya bersama senior dari jurusan farmasi bernama Yessi, tetapi yang bersangkutan sedang pulang kampung. jadilah aku sendirian saja di kamar yang cukup luas itu. I was so excited, couldn't say anything about this experience.... segalanya begitu berbeda di sini. peraturan di mana-mana, bahkan untuk masalah "sepele" seperti urusan kamar mandi. di keempat sudut asrama ada kamar mandi, yang terbagi untuk para penghuni beberapa kamar. misalnya, kamar mandi di sudut pertama adalah untuk para penghuni kamar 1-5, dan seterusnya. setiap kamar mandi memiliki peraturannya sendiri-sendiri. lucu dan unik. intinya, setiap pemakai kamar mandi harus menjaga kebersihan dan menghemat air yang ada. dilarang juga untuk seenaknya saja "menyelundup" ke kamar mandi orang lain. aku pernah masuk ke kamar mandi untuk kamar 6 kalau tidak salah. aku bingung menemukan banyak kertas peraturan ditempel di dindingnya. dan aku merasa lucu sekali menemukan peraturan di kamar mandi itu yang menyebutkan "antri mandi memakai handuk". aku tak bisa membayangkan sederet gadis mengantri di luar kamar mandi hanya menggunaka handuk saja. pastilah paradis tersendiri untuk para cowok ^^;

di kamar mandi bagian kamar 11-16, peraturannya seperti umumnya, membersihkan kamar mandi setidaknya seminggu sekali dengan urutan giliran yang tela ditentukan. kamar mandinya ada 3 dan toilet 2. kamar mandi 1 hanay boleh digunakan oleh mereka yang namanya tercantum di pintu kamar mandi. begitu pula dengan kamar mandi 2 dan 3. aku kan masih baru, jadi belum tahu apa-apa. aku juga sebenarnya kurang nyaman dengan peraturan itu. aku suka mandi, dan sesak juga rasanya kebebasan untuk mandi jadi berkurang, apalagi kita harus menghemat air yang ada. jika air habis, ya harus mengambil di tando untuk mandi. pemakaian pompa air listrik dibatasi pada jam-jam tertentu: pagi mulai jam 5 sampai jam 7 dan sore pada jam 3 sampai jam 5. lagi, jika ada penghuni kamar yang tidak berhak memakai salah satu kamar mandi(yang namanya tidak tercantum di pintu masing-masing kamar mandi), dia harus "mengganti" air yang dia pakai dengan mengambil dari tandon. itu pun jika dia tahu diri. peringatan itu terasa tajam menusuk. tetapi biar bagaimanapun juga aku harus bisa menyesuaikan diri. aku berinisiatid menanyakan pada Mbak Itiana, penghuni kamar 11 tentang kamar mandi mana yang berhak aku pakai. aku tak mau lancang, hanya karena aku anak baru. Mbak Itiana sendiri nampaknya kebingungan. tetapi dia bilang aku boleh pakai kamar mandi 1 untuk sementara.

aku tak mengira bahwa kesan pertama yang aku dapat ketika masuk asrama ini adalah "kesengsaraan" kupikir semua akan berjalan lancar dan bahagia. ya, seharusnya aku bahagia karena aku akan menjalani kehidupan baru di kampus. suasana yang pasti akan berbeda dengan kehidupan belajar SMA, apalagi SMP (atau SD???). tetapi aku mengalihkan perhatianku untuk bersedih-sedih ria, karena aku sendiri yang telah bertekad untuk tawakkal. aku memutuskan begitu karena aku tak tenang melihat Papa yang sedih, putus asa, dan merasa bersalah karena tak bisa memberiku lebih banyak materi untuk bekalku mengawali perjalanan hidup mandiri ini...

aku bisa survive kok. aku yakin! Allah pasti akan melindungiku, bukan? aku tahu aku bukanlah hamba favoritNya, tetapi aku selalu yakin Allah mencintai semua makhlukNya, bahkan yang berdosa sekalipun...

untuk mengalihkan perhatianku, aku membaca novel Harry Potter and the Deathly Hallow milik Mbak Yessi (maaf ya, Mbak.. ^^;) aku hanyut dan tenggelam dalam alur cerita yang dengan piawai dituturkan J.K. Rowling itu. tak terasa berjam-jam aku melewatkan waktu, sampai lupa shalat dan tidur ^^;

hmm.. tapi harus kuakui aku agak "tersiksa" dengan kurangnya materi. aku hanya dibekali uang 30 ribu rupiah, sementara mulai tanggal 4 (hari ini) hingga tanggal 18 semua pengurus libur. ini yang aku takutkan. jadi kurang lebih selama 2 minggu aku tidak mendapat makanan. ya, jika pengurus libur, penghuni asrama tidak mendapat makanan dan jasa cuci. bagaimana yah aku bisa bertahan dalam waktu 14 hari dengan uang 30 ribu? aku berseloroh pada Kay dengan "mengajaknya taruhan" kira-kira berapa hari lagi aku mati :p Sialnya, sms itu malah nyasar ke Papa. aku tak tahu bagaimana bisa, tetapi ini bukan yang pertama kalinya sms itu nyasar ke addresse yang kebetulan dikirim bersamaan dengan addresse yang lain. mungkin tertukar, tapi itu alasan yang hampir nonsens. aku berharap-harap cemas semoga Papa tidak menyadari maksud sms itu, atau paling tidak, tidak menjadikannya sebagai masalah besar. untung saja Papa tidak membahasnya lebih lanjut. alhamdulillah... (fiuuu.. O_o')

satu hal yang membesarkan hatiku, aku masih aka mendapat makan malam itu. dan urusan besok.. aku yakin baik Papa maupun Mbah Ity tidak akan diam begitu saja, karena mereka juga mengetahui duduk perkaranya. bahkan mendengarnya sendiri dari Ibu Nur yang menjadi pengurus asrama mengenai liburnya para pengurus yang biasanya mencuci dan memasak untuk penghuni asrama. aku yakin keesokan harinya Papa akan membawakanku sedikit uang saku. aku tahu kondisi kami saat ini. begitu sulit dan membuat stress. terakhir aku di rumah, Papa tengah putus asa karena pak Taufik, tetangga kami, yang memesan lukisan belum juga memberikan uang muka. padahal tadinya uang muka itu untuk bekalku. tapi aku berusaha memaklumi dan dengan percaya diri aku yakin bisa survive. mau tak mau, kan?

tapi meski begitu, aku nekad juga. siangnya aku tak makan, melainkan online ke warnet di depan asrama. tak begitu nyaman, karena tak ada headset dan browsernya juga hanya Mozilla yang sepertinya kurang layak dipakai. aku bertekad akan mencari warnet yang lebih nyaman keesokannya jika aku dapat uang. boros ya? tapi aku stress dan aku mencari hiburan. tak terasa 5500 rupiah melayang untuk online. can you imagine? padahal uangku sangat sedikit! belum lagi aku tak punya air. aku tak menyangka asrama tak menyediakannya dan para penghuni diwajibkan membawa galon sendiri. tapi aku yakin Papa akan membawakannya keesokan hari. belum lagi aku tak punya penolak nyamuk, jadi aku berjalan kaki cukup jauh mencari minimarket atau semacamnya lah. aku tak menemukannya, padahal kakiku sudah sakit akibat sepatuku. dan itu malam hari, membuatku agak was-was juga. tak menyangka aku senekad ini. tetapi yang lebih mengherankanku adalah mengapa kali ini aku begitu terintimidasi? aku biasa berjalan sendirian. aku mandiri. tapi mengapa??? akhirnya aku menemukan suatu jawaban yang cukup masuk akal: Surabaya adalah kota besar. kejahatan selalu siap menyergap mangsanya yang lengah. maka aku berdoa setengah memohon pada Allah agar aku dilindunginya...

aku hampir mengumpat ketika tahu harga penolak nyamuk adalah 8500 rupiah. mau tak mau aku membelinya, karena aku butuh dan lagi aku sduah terlanjur bertanya-tanya. malu donk kalo ga beli?? sebenarnya bsia saja aku meminta penolak nyamuk Mbak Yessi. tapi aku rasa itu kurang sopan. aku harus menghargai barang-barang miliknya, sekalipun yang bersangkutan tidak ada. saking hati-hatinya, aku bahkan tak berani mebmbuang kertas instruksi pemakaian Albothyl yang ada di atas tempat tidurku. mengingat sepertinya dia anak Farmasi (kulihat dari buku-bukunya), mungkin saja itu berharga kan? oh ya, kesanku ketika memasuki kamar itu, Mbak Yessi mungkinlah seorang yang childish. aku menganggapnya begitu karena di dinding tertempel jadwal kuliah dan kata-kata motivator yang ditulis dengan krayon, persis coretan anak TK. ditambah dengan tulisan "kuliah itu cepet ko! Yessi Endah love Mom" tadinya kupikir Yessi Endah adalah 1 orang. tapi ada spasi di antara nama-nama itu yang seolah menegaskan bahwa itu adalah nama 2 orang. benar saja, ketika aku makan malam di ruang makan, aku mendengar seniorku yang menyebutkan nama "Endah". sepertinya sebelumnya dia tinggal sekamar dengan Mbak Yessi, tapi pindah.

malam tadi sungguh berat. kepalaku pusing karena tak terisi makanan. kalau saja Mbak Itiana tak mengajakku makan tepat pada waktunya, mungkin aku sudah pingsan. membaca Harry memang membuat otak dan hatiku kenyang. tapi aku tak bisa berpura-pura perutku tidak lapar. biskuit dari Mbah Ity tak banyak membantu. aku harus memompa air dari galon mbak Yessi sebelum bisa minum. tak segampang kelihatannya, karena meski aku sudah memompa berulang kali, aku hanya mendapatkan sedikit air. aku tak tahu mana yang tak beres, pompanya atau tanganku?

hari ini Papa datang membawakan peralatan yang kubutuhkan. sambil mengajakku ke kantin, Papa menyerahkan uang 400 ribu. aku bersyukur sekali. di kantin, Papa hanya memesan Pepsi dan aku langsung menyerang nasi ayam karena aku dari pagi memang belum sarapan. Papa bilang 200 ribu sebaiknya diserahkan dulu untuk membayar biaya asrama bulan September. memang masih kurang 150 ribu, tapi aku yakin Ibu Nur bisa maklum. sementara 200 ribu bisa kujadikan pegangan. seandainya Bu Nur menolak dengan alasan bisa dibayar awal September nanti, aku harus menyimpannya. aku mengangguk patuh. oh ya, aku bisa masuk asrama ini karena bantuan Mbah Ity. Mbah Ity yang menanggulangi biaya masuk asrama untuk bulan Agustus. kemarin ketika kami bertiga sampai di asrama, Papa menjelaskan bahwa kami belum bisa membayar dua bulan sekaligus dan menyerahkan uang 350 ribu untuk membayar bulan Agustus ini. Ibu Nur sangat memakluminya dan mengatakan bahwa aku bisa membayarnya lagi bulan September. tapi kami tak mau punya beban dan berniat membayar sisanya hari ini karena hari ini Mbah Ity baru mendapat uang pensiun. aku sangat berterima kasih pada Mbah Ity dan aku rasa hanya prestasilah yang dapat membayarnya....

meski begitu, ketika aku mendapatkan bantuan biaya hidup dari beasiswa, Mbah Ity mengharapkan aku mengganti paling tidak 500 ribu saja karena Mbah Ity mendapat giliran mengadakan pengajian minggu ketiga bulan ini. dan lagi, ini menjelang Ramadhan. pasti banyak sekali kebutuhannya...

begitu Papa pulang, aku menemui Bu Nur. dan seperti dugaanku, beliau mengatakan sebaiknya aku membayar awal September saja. aku bersyukur. setidaknya aku punya pegangan lagi...

siang ini, aku memutuskan untuk mencari warnet yang layak. warnet di sekitar kampus sepertinya tak ada yang menyediakan headset. jadi aku harus berjalan jauh demi online! aku sekilas berpikir aku ini gila karena rela berjalan jauh hanya untuk mendengarkan koleksi laguku. mungkin ini takkan terjadi seandainya aku punya MP3 player... ah, tak ada guna aku sesalkan! aku memilih untuk tetap berjalan. di tengah perjalanan, aku melihat toko alat tulis dan aku mampir untuk membeli peralatan tulis sekalian menanyakan warnet terdekat. tapi nyaliku ciut begitu tahu harganya sangat mahal. aku menghabiskan 16 ribu hanya untuk pensil, isi pensil, dan refill loose leaf. tadinya aku mau membeli spidol dan lainnya, tetapi aku tak berani merogoh kocek lebih dalam. sempat juga terlintas untuk membatalkan niat online. tapi akhirnya aku tetap pada tujuanku semula. aku mengumpat dalam hati dan aku belajar bahwa kalau ingin belanja sebaiknya di Mojokerto saja. sekarang aku sudah di warnet dan lega sekali mendapati headset bertengger manis di atas CPU. kalau tidak, aku mungkin frustasi karena menyadari aku ini gila. sekali lagi, demi sebuah warnet yang ada headsetnya.

fuuhhh.. aku tak tahu kapan lagi bisa online, mengingat jauhnya warnet ini. tapi aku lega setidaknya bisa melepaskan semuanya ke blog ini. selalu, aku bedoa Allah senantiasa melindungiku dari kesulitan dengan kasih sayangNya....
 

Design in CSS by TemplateWorld and sponsored by SmashingMagazine
Blogger Template created by Deluxe Templates