kemaren baca tweetnya Firtha (adek kelasku, angkatan 2011) tentang rasa kesalnya sama beberapa anak yang dia anggap alay. dia juga nyebut-nyebut soal rombongan Shizuoka. begitu liat "keyword" itu, otakku langsung menekan command button "kepo"
tadinya aku pikir, ada apa ini? kepo di Twitter juga ngga banyak membantu. akhirnya langsung interogasi yang bersangkutan waktu gath Matsumiya Share House tadi siang.
terus Firtha cerita, kalau ada beberapa anak yang galau hanya karena Yuka minta foto sama Anis (cowok, adek kelasku angkatan 2012)!
aku langsung tepok muka pake piring. gak ding, bercanda. cuma facepalm doank. tapi plus reaksi lebay seperti biasa :v
aku sama Firtha langsung menghela nafas panjang sambil, "oh my God..."
jujur, aku akhir-akhir ngerasa sedikit kesal juga sama beberapa adek kelas. yah oke, ngga "sedikit" tapi sangat muak.
pertama, sejak pertama kali bekyoukai (kelompok belajar), beberapa di antaranya ngga naruh respek sama aku selaku orang yang lebih tua dan tenaga pembimbing di kelompok itu.
well, buat para egalitarian (apalah itu istilahnya, pokoknya semacam pendukung gerakan anti senior-junior yang pingin semuanya dianggep sederajat), mungkin anda-anda sekalian berpikir, "kamu loh cuma pingin dianggep senior aja kan? dibawa santai aja lah"
aku ngga akan bersusah payah menyangkal pandangan semacam itu. aku tau, emang suasana bakal lebih asyik kalau ngga ada tetek bengek yang membatasi kedekatan antara yang tua dengan yang muda, tapi yah... semua orang waras pasti bisa berpikir normal lah.. kira-kira gimana rasanya diremehin sama orang yang lebih muda. ya kan. maka silakan nilai sendiri, oke.
kedua, karena menurutku yaah.. banyak banget yang aku rasa... emm... belum bisa mengukur diri sendiri?
aku sering ngobrol sama adek-adek kelasku. dari situ aku sering banget denger atau liat sikap-sikap yang ngg... yaaah... menanggap enteng apa yang mereka hadapi di kuliah ini.
pertamanya sih aku berusaha untuk ngga su'udzon. aku selalu berpikir, "oh ya, mereka semangat belajar. itu aja." tapi lama-lama kok yaaa... -_-
aku ngga bisa ngungkapin dengan kata-kata. pokoknya gitulah.
aku sampe heran, apa mereka ini hidup di lingkungan yang serba enak ya, makanya bisa kayak gitu.
aku ngga bilang semuanya kayak gitu. ada juga beberapa anak yang cukup sederhana. diem-diem berusaha keras, tanpa banyak cingcong. tanpa banyak nyindir-nyindir IQ dan sebagainya (like seriously, itu ngga penting -_-) aku suka sama anak-anak kayak gitu. aku kagum, dan aku mau aja membantu mereka kapanpun mereka membutuhkan aku.
but after all, apa sih yang bisa aku lakukan? kalau dengan nyinyir di muka mereka bisa nyadarin mereka, okelah akan aku lakukan. tapi kadang-kadang disindir juga ngga mempan ih. malah ikutan ketawa, seolah-olah bukan mereka yang dimaksud. jadi bener harus disemprot di muka nih?
kalau mau ngga peduli ya bisa aja sih. cuma yaa... ngga tau deh.
akhirnya, sampai detik ini aku memilih untuk (berusaha) diam. ngga tau lagi deh besok. mungkin besok aku muntab, terus akhirnya aku semprot beneran deh.
Godspeed. May Allah bless us *I don't know what really I am talking about, but Amen!
skip to main |
skip to sidebar
kemaren aku di-mention sama Nene. isinya hilarious banget:
"DJAYENG LO KALO GA BUKA GMAIL SEKARANG NINO GUA LEMPAR KE KALI PARKIRAN BELAKANG CEPETAN"
bingung, ngga ngerti apa-apa, akhirnya aku buka emailku. tapi ga ada satu pun email masuk. aku buka semua akun email yang aku punya, tapi hasilnya nihil.
akhirnya aku reply tweet dari Nene itu, lapor kalo ngga ada email masuk. pas begitu, tiba-tiba hpku bergetar. ups, telepon masuk. gila, pikirku, masa iya urgent banget sampe nelpon segala.
tapi ternyata bukan Nene.
nomor pesawat telepon Jakarta. waduh. ada apa pula ini ya.
"halo?"
"ya, halo. dengan Djayeng Channissa?"
deg. oke, bukan dari orang yang kukenal.
ternyata dari Kedubes Jepang Jakarta. suaranya kecil, aku ngga bisa denger dengan jelas. tapi aku denger kata-kata "selamat, kamu dinyatakan lolos seleksi beasiswa Japanese Studies Monbusho."
buset, ngga salah denger nih? aku tanya sekali lagi buat mastiin. dan ternyata, kupingku emang ngga menipuku.
jantungku deg-degan ngga karuan. suara si penelepon udah terbang entah ke mana, yang jelas ngga mendarat di pikiranku. pikiranku sibuk bertanya-tanya, "ini beneran kan? ngga boong kan? ah, masa sih? kok cepet? kok..." dan seterusnya.
terus si penelepon mengkonfirmasi kalau mereka sudah kirim ke emailku. dia tanya apa emailnya udah masuk apa belum. aku cuma jawab belum, meskipun aku kurang yakin apa emailnya itu nyasar atau malah kesaring masuk spam.
si penelepon memintaku untuk join grup FB, alamatnya ada di email tersebut. terus dia juga menjelaskan kalau aku dinyatakan lolos, tapi belum positif berangkat. sekarang kita harus menunggu kepastian dari universitas tujuan, apa bersedia menerima atau tidak. kalau tidak ada yang bersedia menerima, maka beasiswanya dibatalkan.
ya, aku emang udah pernah denger tentang itu sih. tapi tetep aja rasanya patah hati dengernya.
terus dia bilang begini, "kemungkinan batal pasti ada. tapi kecil sekali. terus berdoa ya." dan entah kenapa di kepalaku muncul bayangan seorang perempuan yang ngomong begitu sambil tersenyum.
aku juga tersenyum kecil. ya, sekarang ini yang bisa aku lakukan hanya berdoa dan berdoa.
telepon ditutup. aku cek Echofon lagi. aku dan Nene lanjut ngomongin soal email itu. akhirnya Nene kirim email yang dia terima ke emailku. rupanya orang Kedubes salah nulis alamat emailku. katanya sih, mereka nulisnya "d.chanissa", bukan "d.channissa". yah, namaku emang sedikit sophisticated sih haha...
di situ tertulis nama 19 orang yang dinyatakan lolos seleksi ujian beasiswa Japanese Studies Monbusho 2013. beberapa nama yang kukenal juga lolos ternyata. yang jelas ada nama Nene juga, dan masih ditulis dengan ejaan yang salah: 'Ratu Adoina'. aku ketawa.
meskipun masih ada rasa ngga percaya, aku kabari orang-orang terdekatku. Papa, Mama, Mbah Ity, Putri-sensei, Syahrur-sensei, Andi-sensei, Angga... semua aku kabari. sementara itu, di FB dan twitter temen-temen terus kasih ucapan selamat. aku terharu.
and at the dawn, armed with the schorching patience, we shall enter the cities of splendour... (Arthur Rimbaud)
Tampilkan postingan dengan label Niseikai Aidai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Niseikai Aidai. Tampilkan semua postingan
(Berusaha) Keep Calm
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Senin, 02 September 2013
Label:
Niseikai Aidai,
unair
/
Comments: (0)
Little Miracle
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Rabu, 12 Juni 2013
Label:
field of hope,
gubuk kecil yang hangat,
kafe es krim,
Monbukagakusho,
Niseikai Aidai,
padang edelweiss,
unair
/
Comments: (0)
kemaren aku di-mention sama Nene. isinya hilarious banget:
"DJAYENG LO KALO GA BUKA GMAIL SEKARANG NINO GUA LEMPAR KE KALI PARKIRAN BELAKANG CEPETAN"
bingung, ngga ngerti apa-apa, akhirnya aku buka emailku. tapi ga ada satu pun email masuk. aku buka semua akun email yang aku punya, tapi hasilnya nihil.
akhirnya aku reply tweet dari Nene itu, lapor kalo ngga ada email masuk. pas begitu, tiba-tiba hpku bergetar. ups, telepon masuk. gila, pikirku, masa iya urgent banget sampe nelpon segala.
tapi ternyata bukan Nene.
nomor pesawat telepon Jakarta. waduh. ada apa pula ini ya.
"halo?"
"ya, halo. dengan Djayeng Channissa?"
deg. oke, bukan dari orang yang kukenal.
ternyata dari Kedubes Jepang Jakarta. suaranya kecil, aku ngga bisa denger dengan jelas. tapi aku denger kata-kata "selamat, kamu dinyatakan lolos seleksi beasiswa Japanese Studies Monbusho."
buset, ngga salah denger nih? aku tanya sekali lagi buat mastiin. dan ternyata, kupingku emang ngga menipuku.
jantungku deg-degan ngga karuan. suara si penelepon udah terbang entah ke mana, yang jelas ngga mendarat di pikiranku. pikiranku sibuk bertanya-tanya, "ini beneran kan? ngga boong kan? ah, masa sih? kok cepet? kok..." dan seterusnya.
terus si penelepon mengkonfirmasi kalau mereka sudah kirim ke emailku. dia tanya apa emailnya udah masuk apa belum. aku cuma jawab belum, meskipun aku kurang yakin apa emailnya itu nyasar atau malah kesaring masuk spam.
si penelepon memintaku untuk join grup FB, alamatnya ada di email tersebut. terus dia juga menjelaskan kalau aku dinyatakan lolos, tapi belum positif berangkat. sekarang kita harus menunggu kepastian dari universitas tujuan, apa bersedia menerima atau tidak. kalau tidak ada yang bersedia menerima, maka beasiswanya dibatalkan.
ya, aku emang udah pernah denger tentang itu sih. tapi tetep aja rasanya patah hati dengernya.
terus dia bilang begini, "kemungkinan batal pasti ada. tapi kecil sekali. terus berdoa ya." dan entah kenapa di kepalaku muncul bayangan seorang perempuan yang ngomong begitu sambil tersenyum.
aku juga tersenyum kecil. ya, sekarang ini yang bisa aku lakukan hanya berdoa dan berdoa.
telepon ditutup. aku cek Echofon lagi. aku dan Nene lanjut ngomongin soal email itu. akhirnya Nene kirim email yang dia terima ke emailku. rupanya orang Kedubes salah nulis alamat emailku. katanya sih, mereka nulisnya "d.chanissa", bukan "d.channissa". yah, namaku emang sedikit sophisticated sih haha...
di situ tertulis nama 19 orang yang dinyatakan lolos seleksi ujian beasiswa Japanese Studies Monbusho 2013. beberapa nama yang kukenal juga lolos ternyata. yang jelas ada nama Nene juga, dan masih ditulis dengan ejaan yang salah: 'Ratu Adoina'. aku ketawa.
meskipun masih ada rasa ngga percaya, aku kabari orang-orang terdekatku. Papa, Mama, Mbah Ity, Putri-sensei, Syahrur-sensei, Andi-sensei, Angga... semua aku kabari. sementara itu, di FB dan twitter temen-temen terus kasih ucapan selamat. aku terharu.
Tiga Bulan Awal 2013
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Sabtu, 23 Maret 2013
Label:
field of hope,
gubuk kecil yang hangat,
kafe es krim,
kamar tidur yang mungil,
Kanji Cup,
kuliah,
Monbukagakusho,
Niseikai Aidai,
Noryouku Shiken,
padang edelweiss,
unair
/
Comments: (0)
mungkin sekilas posting ini seperti rangkuman setelah lama aku absen menulis di blog ini. tapi, ada begitu banyak cerita yang lebih dari sekedar rangkuman selama tiga bulan ini. sebenarnya udah lama aku mau menulis, tapi berhubung pikiran dan waktu terasa selalu penuh (hehehe) jadi baru sekaranglah aku bisa menulis.
hm, mulai dari mana dulu? oke, kita cerita mulai dari bulan Januari dulu :)
Januari 2013
aku lupa sejak tanggal berapa kita UAS semester ganjil, tapi aku ingat tanggal berapa sidang proposal. yaitu tanggal 10 Januari 2013.
hari itu, sebenarnya aku dijadwalkan sidang jam 9 pagi. tapiiiiii..... berhubung Bu Diah Arimbi, dosen tamu dari Sastra Inggris, masih ada rapat di kampus C, jadinya ditunda sampai siang.
sekitar jam 1 siang (kalau tidak salah), sidang proposal Kie diadakan. selama ini aku belum pernah menonton sidang, baik itu sidang proposal maupun sidang skripsi, jadi aku datang ke sidang skripsi, sekalian siap-siap juga (aku sidang setelah Kie). Kie diuji sama Bu Diah dan Syahrur-sensei.
setelah Kie mempresentasikan proposalnya, Bu Diah langsung mengajukan pertanyaan tentang surealisme itu apa, bagaimana reputasi Haruki Murakami dalam sastra surealisme, dan sebagainya. suara Bu Diah yang cetar membahana membakar kompleks sebelah itu benar-benar bikin aku keder. aku ngga tau gimana perasaan Kie menghadapi kedua dosen penguji itu. Kie keliatan gigih mempertahankan argumennya. sementara itu, aku udah dag dig dug tegang menonton sidang itu. aku duduk di belakang sama Eli-sensei. Eli-sensei cuma senyam-senyum, malah ketawa aja nonton sidang itu.
sidang Kie berjalan alot. melebihi batas waktu sidang malah. emang seru sih. Bu Diah dan Kie sama-sama berkutat di satu hal yang sama. aku ngga seberapa ingat itu apa, yang jelas serulah. setelah akhirnya selesai, barulah sidangku dimulai.
jujur, aku guguuuuup banget waktu mau sidang itu. apalagi aku kan memutuskan untuk pakai teorinya Barthes, yang notabene teori Barat. kalau soal teori Barat, aku yakin Bu Diah sudah paham bangetlah. berasa ciut di depan Bu Diah. gimana kalau aku salah kaprah tentang teori ini? bakal didamprat macam apa aku ini? dan berbagai pertanyaan lain muncul, membuat aku makin gelisah dan ngga pingin sidang. but show must go on. jadi aku banyak-banyakin menyebut nama Allah dalam hati.
saking gugupnya, aku sering keselip lidah waktu presentasi. yah, emang itu satu kebiasaan jelek yang belum bisa aku ubah. rasanya pingin aku lepas aja dulu lidahku biar ngga belepotan. tapi ngga bisa ya. hehehe...
setelah presentasi, aku makin gugup. aku udah takut bakal ditanyain kayak Kie juga. duuuh! tapi ternyata ngga juga sih. Bu Diah mengkonfirmasi antara yang aku tulis dengan yang aku presentasikan. ternyata aku goblok banget. aku lupa mengganti judul di sub-bab sekian. aku lupa halaman berapa, sub-bab apa, yang jelas seharusnya aku mengganti judul lama, yaitu "Representasi Ibu dalam Puisi Kaneko Misuzu - Hubungan antara Puisi dengan Riwayat Hidup Penulis-" dengan judul yang baru, yaitu "Representasi Ibu dalam Puisi 'Kokoro', 'Suzume no Kaa-san', dan 'Umi wo Aruku Kaa-sama' Karya Kaneko Misuzu". tolol banget lah aku itu. aku menjelaskan kalau aku salah tulis. terus aku diketawain sama Bu Diah ._.
ternyata, sidang berjalan tidak seseram yang aku bayangkan. aku ngga terlalu didamprat, tapi justru malah dikasih banyak masukan. aku legaaaa banget udah sidang.
dan hasilnya juga ngga sia-sia. sekian hari kemudian, di cybercampus muncul nilai mata kuliah Seminar. aku dapat nilai A untuk proposal :)
begitulah cerita tentang sidang proposalku. oh ya, aku tahun ini ikut ujian Japanese Studies Monbusho lagi. untuk menghadapi tes yang sulitnya minta amplop itu, aku dan beberapa anak yang lolos ujian saringan ikut benkyoukai di suatu kelas geno bernama Tokushin-kurasu (Tokushin class) di bawah bimbingan seorang sensei yang geno pula bernama Oonishi Satoshi. Satoshi ini sebenarnya sebaya sama aku. dia dan Sumitomo Kazuma, adalah volunteer dari Ashinaga Foundation tahun ini (Ashinaga Foundation tiap tahun selalu mengirim dua orang volunteer ke jurusan kita. biasanya mereka jadi semacam asisten dosen atau pembimbing untuk ujian semacam Nouryoku Shiken dan sebagainya). beda sama volunteer sebelum-sebelumnya, Satoshi ini gampang beradaptasi dan mudah bergaul dengan semua kalangan. bahkan hari kedua dia dateng ke FIB, dia udah bergaul sama Cak Mo, petugas parkir FIB. kita sampe melongo, ngga habis pikir gimana caranya (dengan bahasa apa) Satoshi dan Cak Mo berkomunikasi. bahkan sampai ada spekulasi jangan-jangan Cak Mo bisa bahasa Jepang -,-
by the way, Tokushin-kurasu tahun ini terbagi jadi 2 kelas, kelas A dan kelas B. pembagiannya berdasarkan peringkat nilai yang diperoleh waktu ujian saringan itu. berhubung namaku berada di peringkat pertama, masuklah aku ke kelas A bersama teman sekelas yang disebut Satoshi sebagai "mendouna gakusei" alias murid-murid yang menyusahkan. ya wajar sih kalau dia bilang begitu. soalnya, selain aku, masih ada 6 mahasiswa lain yang sangat menyusahkan. setelah namaku, ada nama Vina Ardha, adik kelasku angkatan 2010 (oke, dia ngga mendou, tapi ternyata cukup geno), disusul nama Ratu Addina alias bebeb Nene yang kepintaran dan kepolosannya sangat abnormal itu. terus ada si "cantik" yang geno, Alfi Ardian Pratama. ditambah mbak kosku yang seksi manly, Mega Dian Putra, eh Pramita. adik kelasku yang multi-tasking (bukan multi talent loh ya) Sukma Prayoga alias Unko. dan terakhir, teman seangkatan mbak Mega, yang berhasil memacari Kazuma, mbak Nurul Indah Sumitomo, eh Susanti.
dibawah bimbingan Satoshi-sensei, jadilah kelas A sebagai kelas geno mendouna kurasu alias kelas geno yang sangat merepotkan.
beda sama tahun lalu, kelas ini sangat menyenangkan. rasanya tiada hari tanpa tawa bersama orang-orang sedeng ini. ada aja yang jadi bahan guyonan. bahkan dalam keadaan sumpek dan buntu sekalipun, kita masih bisa guyon. yah, kita emang orang-orang iseng yang kreatip dalam menciptakan guyonan.
tapi, di samping sikapnya yang suka bercanda itu, Satoshi serius membimbing kita. dia ngga segan-segan kasih PR yang banyak (it was hell!!!), bahkan sampai ngadain bimbingan dua kali sehari bagi mereka yang menginginkannya.
begitulah situasi dan kondisi bimbingan Tokushin Kurasu. sementara itu, sejak tanggal 16 Januari 2013, Papa opname di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. papa harus menjalani operasi pengangkatan kantung kemih. karena tumor yang Papa derita, dokter menyarankan supaya kantung kemih Papa diangkat dan diganti dengan kantung buatan. Papa pasrah menerima semua ini. aku menemani Papa selama liburan semester ganjil ini.
keadaan kelas A yang seperti itu, kondisi Papa, dan kesibukanku mengurus segala macam administrasi dan keperluan Papa di rumah sakit, membuatku semakin ingin berjuang untuk bisa lolos dalam ujian Monbusho tahun ini.
emang ada kalanya aku benar-benar sumpek, lelah... saat seperti itu, aku udah hampir nyerah. ngga sekali dua kali aku nangis di depan mbak Mega dan mbak Vita saat di kos. kadang rasanya sepi dan sendiri. kadang merasa marah, kepada mereka yang ninggalin aku begitu aja, di saat aku dalam keadaan susah seperti ini.
tapi toh Tuhan ngga pernah meninggalkanku. bahkan Ia mengirimkan teman-teman yang selalu mendukung. bahkan para dosen pun memberi perhatian juga. karena itu jugalah aku bisa bangkit dan berjuang lagi.
Februari 2013
4 Februari 2013, Papa operasi. saat operasi, aku ngga tau harus gimana. aku bolos kelas Tokushin hari itu dan menunggu sampai Papa selesai operasi. operasinya lama sekali, mulai dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore. aku minta Onyonk dateng buat menemaniku di saat dia lowong. aku cuma ngerasa takut. aku pingin ditemani seseorang. sempat kepikiran buat manggil dia, tapi akhirnya aku urung. sebagai gantinya aku minta tolong sama Onyonk. Onyonk dan mbak Mega dateng menemani sampai sore. aku benar-benar berterima kasih.
dan akhirnya operasi Papa berhasil. aku ikut lega rasanya.
selama Papa operasi dan masa pemulihan adalah masa-masa terberat. tubuh Papa jadi rentan sekali. sering sekali menggigil kedinginan, mual dan muntah kalau makan, dan sebagainya. aku bingung, hampir putus asa. di saat genting seperti itu, aku harus ikut ujian tanggal 21 Februari. aku jadi serba salah.
tapi karena aku ingin lolos, semangat yang diberikan orang-orang di sekitarku, dan Papa merestui, maka aku tetap pergi ujian.
21 Februari 2013
ujiannya sangat sulit. sasuga Monbusho shiken lah. tapi, biar bagaimanapun juga, aku dan teman-teman udah berjuang keras sampai bisa ikut ujian itu. dalam hatiku aku hanya bisa berdoa semoga bisa lolos.
ternyata Tuhan mengabulkan doaku.
27 Februari 2013, muncul pengumuman hasil ujian tulis Monbusho. dari 24 nama yang lolos, namaku dan nama Nene tertera di dalamnya. kami berdoa lolos dan bisa mengikuti tes tahap selanjutnya, yaitu wawancara di Kedubes Jepang Jakarta.
senang, terharu, ngga percaya, semua campur aduk jadi satu. akhirnya tahun ini mahasiswa Sastra Jepang UNAIR berhasil lolos ke ujian wawancara. dan mahasiswa itu adalah aku dan Nene. aku senang, luar biasa senang. aku bisa ke Jakarta, ikut tes wawancara, bersama sahabatku pula.
28 Februari 2013, ulang tahun mbah Ity. bertepatan dengan itu pula Papa diperbolehkan keluar dari rumah sakit. rasanya hari itu jadi hari yang bahagia.
Maret 2013
2 Maret 2013, aku dan Nene untuk ikut Kanji Cup 2013 level Chukyuu. sebenernya aku seneng juga, karena itu artinya udah 3 tahun berturut-turut aku mewakili UNAIR ikut Kanji Cup. apalagi akhirnyaaaaaaaa tahun ini bisa ikut level Chukyuu. tapi, di sisi lain aku khawatir, gimana kalau seandainya aku kalah lagi di awal pertandingan? masa 3 tahun kalau mulu tanpa pernah, setidaknya, masuk semi final? duh, malu banget lah kalau kayak gitu. aku kan juga pingin sekali-sekali nama UNAIR itu masuk ke semi final kek, atau kalau bisa ya ke final. tapi yah, siap ngga siap aku dan Nene tetap ikut pertandingan ini.
by the way, sebenernya pemilihan peserta ini benar-benar mendadak. sebelumnya, Eli-sensei udah melatih angkatannya Vina sejak H-sekian. tapi, H-7, tiba-tiba aku, Nene, dan mbak Nurul ditunjuk untuk ikut level Chukyuu. ternyata, Sensei (kayaknya sih lupa) baru tau kalau yang ikut level Chukyuu haruslah mereka yang sudah N3. di antara angkatan Vina, baru Ayu yang punya N3. selebihnya pada belum. akhirnya, kita bertiga diikutkan supaya genap 2 tim (tiap instansi minimal mengirimkan 2 tim yang masing-masing terdiri dari dua orang untuk ikut level Chukyuu). jadilah UNAIR kirim dua tim, yaitu aku dan Nene dalam tim UNAIR 1, terus Ayu sama Mbak Nurul dalam tim UNAIR 2. persiapan kita sama sekali ngga mateng. kecuali Ayu yang udah dilatih sejak liburan semester ganjil. kita menaruh harapan besar pada Ayu. sementara aku sendiri, menaruh harapan besar pada partnerku yang mengambil Nouryoku Shiken N1 tahun 2012 kemaren.
begitulah cerita di balik pertandingan ini. akhirnya pada hari H, aku berangkat pagi-pagi ke Gedung Gema, UNESA Ketintang, tempat diadakannya pertandingan ini. Nene dan anak-anak lainnya udah pada dateng. aku udah gugup ngga karuan, sementara Nene santai-santai makan coklat.
jam 9, para peserta diperbolehkan masuk ke dalam gedung. seperti biasa, pendukung Brawijaya dan UNESA mebludak dan heboh. iri deh. apalagi waktu Brawijaya naik ke atas panggung mengembalikan piala bergilir Kanji Cup. dobel iri! kapan ya UNAIR bisa kayak gitu?
setelah sambutan dan segala macam acara protokoler lainnya, akhirnya pertandingan dimulai. beda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini dimulai dari level Chukyuu dulu! mati mak! tapi untuk tim UNAIR 1 dapet blok kedua, sementara UNAIR 2 dapet blok keempat. jadi aku dan Nene masih punya waktu buat observasi dulu.
babak penyisihan blok pertama dimulai. aku dan Nene memperhatikan soal dan mencoba menjawab dari kursi penonton. seru, heboh, menyenangkan banget. di tengah keramaian itu, aku tanya pada partnerku itu, "kira-kira kita bisa jawab berapa soal ya, Beb?"
"10 kana~" katanya. entah itu ekspresi yakin atau ragu.
tapi, dengan kata-kata itu, entah kenapa ada satu keyakinan yang masuk ke dalam diriku.
"10 yah. oke deh. aku padamu, Beb. at least kita jangan sampai malu-maluin nama UNAIR lah."
Nene mengambil tanganku, lalu menjabatnya.
blok kedua dimulai. tim UNAIR 1 dapat whiteboard nomor 4. nomor 4 itu sebenarnya dijaga sama Kazuma (fyi, Satoshi jaga whiteboard nomor 2 lhoo). tapi supaya fair, dituker sama Izuka-sensei dari Brawijaya. jadi Kazuma jaga nomor 3, Izuka-sensei jaga nomor 4.
peraturan babak penyisihan level Chukyuu seperti ini:
satu babak ada 6 pertanyaan. tiap blok ada 4 tim. tiap babak penyisihan per blok, dipilih dua tim dengan nilai terbesar untuk maju ke babak semi final.
tiap pertanyaan muncul di layar. biasanya seputar cara baca, cara tulis Kanji, jukugo, puzzle, dan sebagainya. tiap tim menulis jawaban di papan tulis yang disediakan untuk masing-masing tim. tim yang menjawab dengan benar dapat 1 poin. biasanya sesekali muncul pertanyaan "Hayaoshi", yaitu menjawab cepat. kalau pertanyaan ini muncul, tiap tim harus berlomba untuk menjawab yang paling cepat. tiap tim harus menulis jawaban secepat mungkin, lalu memencet tombol di meja. tim yang paling cepat dan benar menjawab, akan mendapatkan poin.
seandainya setelah pertanyaan keenam nilai keempat tim masih seimbang, maka diadakan pertanyaan tambahan. tim yang paling cepat dan benar menjawab, akan mendapat poin tambahan.
pada babak ini, aku bertugas menulis jawaban di papan tulis, sementara Nene melihat soal dan memberi hint seandainya aku ngga tau jawabannya. dia juga bertugas memencet tombol kalau seandainya muncul "Hayaoshi". sebenernya aku kurang yakin sama kemampuanku. tapi aku cukup percaya kalau aku bisa menulis cepat. selain itu, aku percaya Nene bisa menuntunku di saat aku bingung. kalau seandainya Nene yang menulis, dan aku yang bertugas memberi petunjuk, pasti tambah kacau.
soal pertama, 「お湯が沸く」
"Bagaimana cara baca Kanji yang digarisbawahi?"
aku dan Nene sama-sama tahu artinya, yaitu "airnya mendidih". tapi, aku dan Nene pro-kontra mengenai jawabannya.
"apa nih, Beb? waku bukan sih?"
"masa sih? kayaknya bukan deh..."
tapi tetep aja aku tulis waku. di sebelahku, Nene udah geleng-geleng kepala sambil gigit jari.
ternyata jawabannya benar waku.
di bangku penonton, Eli-sensei, Adis-sensei, Santi-sensei, dan anak-anak UNAIR lain bersorak-sorak. aku udah lemes saking leganya.
soal demi soal muncul bergantian. di babak pertama, tim UNAIR 1 berhasil mengumpulkan 4 poin dari 7-8 soal. itu adalah nilai terbesar dalam blok kedua. kami berhasil masuk semi final.
aku bener-bener ngga percaya. aku dan Nene berhasil masuk semi final! saking ngga percayanya, aku sampai histeris dan mau nangis. gara-gara itu, orang-orang ngeliatin aku. aku sih udah ngga peduli. yang penting masuk semi final, mewakili UNAIR untuk pertama kalinya! yeeeey!
blok ketiga dan keempat dimulai. di blok keempat, tim UNAIR 2 gugur. aku dan Nene ngga percaya, karena kita bener-bener menaruh harapan besar pada Ayu. tapi menurutku, tim UNAIR 2 gugur bukan karena mereka benar-benar ngga mampu, tapi karena soalnya luar biasa sulit. aku dan Nene mencoba menjawab soal dari kursi penonton, tapi tetap aja banyak salah.
setelah babak penyisihan Chukyuu, babak penyisihan Shokyuu dimulai. aku ngga inget berapa persisnya peserta dari UNAIR, yang jelas ada anak-anak 1nen seperti Harun, Dayan, Lukman, Puteri, dkk dan anak 2nen seperti Sicha dkk, juga 3nen seperti Vina, Alifah, dkk. meskipun ngga ada satupun anak UNAIR yang masuk ke semi final, Lukman udah berjuang keras. dia bertahan sampai soal kesekian belas. biar gimanapun, aku tetap bangga sama mereka, mengingat 2 tahun yang lalu aku gugur di soal ke-6, dan tahun lalu aku gugur di soal ke-2 :p
setelah penyisihan dan semifinal Shokyuu, semi final Chukyuu dimulai. selama pertandingan Shokyuu, Nene keluar cari minuman dingin dan snack untuk kita berdua. dia dateng beberapa menit sebelum semi final Chukyuu dimulai. pas lagi enak-enaknya makan coklat dan minum teh dingin, nama tim kita dipanggil untuk maju ke babak semi final blok pertama. Nene yang masih sibuk dengan coklatnya, menyuruhku naik duluan ke atas panggung. setelah ketiga tim lainnya naik panggung, barulah dia menyusulku. sekali lagi, papan kami dijaga Izuka-sensei.
di babak semifinal, kami ngga bisa berbuat banyak. hanya berhasil menjawab 3 soal. tapi karena kecerobohan kami, hanya 1 jawaban yang benar-benar diakui juri. akhirnya kami hanya dapat 1 poin. dengan muka kecewa aku kembali ke bangku penonton.
yah, meskipun ngga bisa menang, tapi setidaknya aku dan Nene berhasil masuk ke semi final. kami berhasil memenuhi janji untuk ngga (terlalu) malu-maluin nama UNAIR :p
3 Maret, aku dan Nene berangkat ke Jakarta naik kereta Sembrani dari stasiun Pasar Turi. ini pertama kalinya aku pergi jauh tanpa dikawal orang tua. aku mengharapkan perjalanan yang menyenangkan, tapi ternyata ngga terlalu menyenangkan juga. soalnya kereta eksekutif ini dingin banget dan apa-apa bayar. pernah ada kejadian, petugas KAI membagi-bagikan kopi hangat. karena Nene bilang itu coklat panas, aku ambil satu. ternyata bukan. aku cuma minum sedikit, terus aku taruh di samping Nene. ngga lama setelah itu, kita ditagih uang 10.000 untuk segelas kecil kopi itu. aku merasa dibohongi. udah aku cuma minum sedikit, ikut bayar pula. kenapa sih mereka ngga bilang kalau kopi itu dijual? tapi ya udahlah. mau gimana lagi. buatku sih, yang penting bisa ke Jakarta lagi setelah sekian lama :')
4 Maret, aku sampai di Jakarta. aku menginap di rumah Tante Lilik. rasanya terharu banget, karena benar-benar udah lama aku ngga berkunjung ke rumah Tante Lilik. rumah itu ngga banyak berubah. Tante masih sama Bibik yang setia. keduanya welcome. aku senang, merasa diterima. di rumah itu aku mempersiapkan diri untuk wawancara tanggal 5 Maret. selama persiapan itu, Andi-sensei rela meluangkan waktu untuk membantuku memilih universitas Jepang via sms. bahkan sampai jam 12 malem loh. aku sampai ngga enak hati jadinya. tapi, berkat bantuan Sensei, akhirnya aku dapat gambaran kira-kira universitas seperti apa yang bisa aku pilih.
5 Maret, aku berangkat dari rumah Tante pagi-pagi sekali, sekitar jam 6.30. Bibik udah membekali roti bakar, air mineral, dan sebagainya. aku terharu banget. apalagi roti bakar buatan Bibik enak banget. aku diantar sama ojek langganan Bibik. begitu di jalan, aku agak shock juga ngeliat jalanan Jakarta yang luar biasa macet. "oh My God, ini baru jam berapaaa?" pikirku dalam hati. tapi ngga apa-apa. inilah suasana yang aku rindukan. suasana Jakarta yang luar biasa sibuk sampai sumpek. bikin kangen banget. tapi, karena kita sama-sama ngga tau Kedubes itu di mana, akhirnya kita kelewatan. terpaksa putar balik lagi. aku sampai kasihan sama Pak Ojeknya. soalnya putar baliknya jauh amat! -,-
aku sampai sekitar jam 7.15. aku pikir udah buka, eh ternyata kantor Kedubes belum buka :p ngga lama setelah itu, Nene dateng dari Kemang dianter saudaranya. hari itu Nene keliatan kawaii banget. dia pakai blazer yang sekilas mirip almamater, udah gitu pakai rok panjang sama wedges. wuih, nomor satu lah! satu pengalaman langka bisa liat Nene dalam penampilan seperti itu :D
jam 8.00, kami diperbolehkan masuk ke dalam kantor Kedubes. masih ada 30 menit lagi sebelum pembekalan dimulai. aku ke kamar mandi dulu, sementara Nene udah anteng nongkrong setia di samping steker buat isi baterai hp kesayangannya. di kamar mandi, aku ketemu Cattleya, mahasiswi dari Universitas Brawijaya. waktu kecil dia tinggal di Hakodate, Hokkaido. yah, ngga heran juga sih kalau dia bisa lolos ujian tulis Monbusho. sasuga yang udah pernah tinggal di Jepang lah ._.
tapi toh, selain Cattleya, masih banyak lagi saingan yang tangguh. ada yang udah lolos N1, ada yang menang Kanji Cup kemarin. banyak deh. aku emang sempet minder juga. tapi, biar gimana juga, aku tetap berjuang.
aku dan 5 orang lainnya, dipanggil untuk wawancara kloter pertama. Nene dapet kloter terakhir di sesi wawancara pagi itu. di kloterku, ada Ahmad dan Cattleya dan Brawijaya, Anggi dari Universitas Negeri Semarang, Daniel dari UNESA, dan Erwin dari BINUS. Erwin inilah yang udah lulus N1. sementara Ahmad yang kemaren juara Kanji Cup. duuuuh, kenapa harus satu kloter sama orang-orang hebat ini sih ._.
aku dapat giliran wawancara nomor 5. setelah peserta nomor 4, yaitu Daniel, keluar ruangan, aku langsung masuk ruang wawancara.
di ruangan itu ada empat orang Jepang. semuanya keliatan begitu berwibawa. aku tambah gugup. karena gugup, cara ngomongku jadi kayak cafe maid . itu tuh, yang kalau ngomong "desu", akhiran "-su" diucapkan dengan jelas. (fyi, orang Jepang kalau bilang "desu" atau "-masu" biasanya "-su" nya ngga jelas. jadi kedengerannya seperti "des" atau "mas". orang yang ngomongnya "desu" atau "masu" dengan jelas, dianggap imut atau sok imut) aku ngomong kayak gitu bukan supaya kedengeran imut, tapi karena aku terbiasa denger kayak gitu dan aku gugup. jadinya keceplosan ngomong kayak gitu. pasti aku dianggap sok imut sama para pewawancara ._.
sebenernya wawancaranya ngga setegang yang aku bayangkan. para pewawancara begitu ramah dan memberikan pertanyaan yang ngga terlalu sulit juga. tapi berhubung aku tegang, aku menjawab dengan konyol.
misalnya, waktu ditanya begini,
「どうして新潟大学に入りたいんですか。寒いですよ。」 ("Kenapa ingin ke Universitas Niigata?")
「ええ。。。あのう。。お米がおいしそうですから。。」 ("Eh... anu... soalnya nasinya enak...")
terus semuanya ketawa. dodol banget sih jawabanku.
terus ada juga pertanyaan seperti ini,
「もし日本へ行けば、勉強以外に何をしたいですか。」 ("Seandainya bisa pergi ke Jepang, selain belajar, apa lagi yang ingin kamu lakukan?")
「ええ。。。実は、私はたま駅長に会いたいんです。」 ("Eh... Sebenarnya saya ingin bertemu dengan Tama-ekichou")
「たま駅長?誰?」 ("Tama-ekicou? Siapa itu?")
「あのう。。猫の駅長ですが。」 ("Anu, kucing yang jadi kepala stasiun")
mungkin waktu itu pewawancara ngga begitu denger jawabanku karena suaraku kecil. terus akhirnya tanya lagi.
「あ、そうですか。どこの駅長ですか。」 ("Oh, begitu ya. Kepala stasiun di daerah mana?")
mati aku. aku lupa....
「確かに、山口県のほうが。。」 ("Kalau tidak salah, di Prefektur Yamaguchi")
aku tau jawaban itu salah. Yamaguchi itu kampung halamannya Kaneko Misuzu. memoriku ketuker-tuker. pokoknya yang aku inget ada -yama nya. tapi di mana ya?
pewawancara mencatat jawabanku. terus tanya lagi,
「で、その駅長に会いたいんですか」 ("Jadi, kamu ingin bertemu kepala stasiun itu?")
「はい。三毛猫の、すごくかわいくて。。」 ("Ya. Dia kucing belang tiga dan sangat lucu....")
aku belum selesai ngomong, salah seorang pewawancara langsung tersadar.
「あ、三毛猫?あれか?!」 ("Ha, kucing belang tiga? Ooooh, yang itu ya?!")
lalu semuanya langsung sadar kalau yang aku maksud adalah kucing maskot salah satu stasiun di Jepang. kucing itu belang tiga, betina, dan bernama Tama. dia dipercaya membawa keberuntungan. karena itu dia diangkat menjadi "kepala stasiun". bahkan ada topi, medali, dan plat khusus untuk dia. ada kereta khusus untuk dia segala. lucu bin unik deh pokoknya.
sekali lagi, semua pewawancara ketawa. pasti dipikir aku ini masih kekanak-kanakan banget (ya emang sih).
Salah seorang pewawancara tanya lagi.
「え?それって和歌山県の駅じゃありませんか」 ("Eh? Bukannya itu dari Prefektur Wakayama ya?")
aku diam. iya ya... Wakayama. aargh salah!
「あ、そうです。すみませんでした。」 ("Ah, ya.. Benar. Maaf tadi saya salah")
begitulah wawancaraku yang konyol dan sukses membuat pewawancara tertawa. haduuuh, berhasil lolos ngga yah ._.
pulang wawancara, aku cerita ke Andi-sensei dan Mbak Mega. aku ngerasa ngga tenang sama sekali. rasanya pingin ulang wawancara. tapi yah, yang udah terjadi ya udah terjadi. sekarang hanya bisa berdoa supaya bisa lolos dan berangkat ke Jepang. aamin...
itulah cerita tentang apa saja yang aku alami selama 3 bulan pertama di tahun 2013. ada kisah sedih, senang, sibuk, panik, heboh, lucu, dan sebagainya. apapun yang telah terjadi, semuanya menjadi kenangan yang berkesan buatku. terkadang ada perasaan sedih juga, mengingat sebentar lagi aku harus menghadapi skripsi, dan wisuda. eh, sekarang emang lagi skripsi sih hehehe :p
rasanya aku masih pingin kuliah, main sama teman-teman, melakukan banyak kegiatan kampus, dan sebagainya. tapi yaaaa.... waktu ngga bisa diulang. yang sekarang harus aku lakukan adalah menyusun skripsi dan menyelesaikannya dalam semester ini. udah banyak orang yang mengharapkan aku bisa segera selesai dan sidang dalam waktu 8 semester ini. aku emang kurang suka buru-buru begitu, tapi aku tau kalau orang-orang sebenarnya mengharapkan aku untuk segera mandiri. ya aku emang harus bisa segera mandiri sih. jadi aku juga berusaha untuk bisa segera menyelesaikan skripsi. toh kalaupun seandainya aku jadi berangkat ke Jepang (aamin...) aku jadi ngga punya beban lagi.
jalanku masih panjang. meskipun perjalanan kuliah S1-ku akan segera berakhir. tapi hidupku insya Allah masih terus berlanjut. aku harus segera mandiri dan melakukan banyak hal menyenangkan lainnya. insya Allah.
semoga bulan-bulan berikutnya juga banyak hal menyenangkan yang bisa aku alami. aamin :)
hm, mulai dari mana dulu? oke, kita cerita mulai dari bulan Januari dulu :)
Januari 2013
aku lupa sejak tanggal berapa kita UAS semester ganjil, tapi aku ingat tanggal berapa sidang proposal. yaitu tanggal 10 Januari 2013.
hari itu, sebenarnya aku dijadwalkan sidang jam 9 pagi. tapiiiiii..... berhubung Bu Diah Arimbi, dosen tamu dari Sastra Inggris, masih ada rapat di kampus C, jadinya ditunda sampai siang.
sekitar jam 1 siang (kalau tidak salah), sidang proposal Kie diadakan. selama ini aku belum pernah menonton sidang, baik itu sidang proposal maupun sidang skripsi, jadi aku datang ke sidang skripsi, sekalian siap-siap juga (aku sidang setelah Kie). Kie diuji sama Bu Diah dan Syahrur-sensei.
setelah Kie mempresentasikan proposalnya, Bu Diah langsung mengajukan pertanyaan tentang surealisme itu apa, bagaimana reputasi Haruki Murakami dalam sastra surealisme, dan sebagainya. suara Bu Diah yang cetar membahana membakar kompleks sebelah itu benar-benar bikin aku keder. aku ngga tau gimana perasaan Kie menghadapi kedua dosen penguji itu. Kie keliatan gigih mempertahankan argumennya. sementara itu, aku udah dag dig dug tegang menonton sidang itu. aku duduk di belakang sama Eli-sensei. Eli-sensei cuma senyam-senyum, malah ketawa aja nonton sidang itu.
sidang Kie berjalan alot. melebihi batas waktu sidang malah. emang seru sih. Bu Diah dan Kie sama-sama berkutat di satu hal yang sama. aku ngga seberapa ingat itu apa, yang jelas serulah. setelah akhirnya selesai, barulah sidangku dimulai.
jujur, aku guguuuuup banget waktu mau sidang itu. apalagi aku kan memutuskan untuk pakai teorinya Barthes, yang notabene teori Barat. kalau soal teori Barat, aku yakin Bu Diah sudah paham bangetlah. berasa ciut di depan Bu Diah. gimana kalau aku salah kaprah tentang teori ini? bakal didamprat macam apa aku ini? dan berbagai pertanyaan lain muncul, membuat aku makin gelisah dan ngga pingin sidang. but show must go on. jadi aku banyak-banyakin menyebut nama Allah dalam hati.
saking gugupnya, aku sering keselip lidah waktu presentasi. yah, emang itu satu kebiasaan jelek yang belum bisa aku ubah. rasanya pingin aku lepas aja dulu lidahku biar ngga belepotan. tapi ngga bisa ya. hehehe...
setelah presentasi, aku makin gugup. aku udah takut bakal ditanyain kayak Kie juga. duuuh! tapi ternyata ngga juga sih. Bu Diah mengkonfirmasi antara yang aku tulis dengan yang aku presentasikan. ternyata aku goblok banget. aku lupa mengganti judul di sub-bab sekian. aku lupa halaman berapa, sub-bab apa, yang jelas seharusnya aku mengganti judul lama, yaitu "Representasi Ibu dalam Puisi Kaneko Misuzu - Hubungan antara Puisi dengan Riwayat Hidup Penulis-" dengan judul yang baru, yaitu "Representasi Ibu dalam Puisi 'Kokoro', 'Suzume no Kaa-san', dan 'Umi wo Aruku Kaa-sama' Karya Kaneko Misuzu". tolol banget lah aku itu. aku menjelaskan kalau aku salah tulis. terus aku diketawain sama Bu Diah ._.
ternyata, sidang berjalan tidak seseram yang aku bayangkan. aku ngga terlalu didamprat, tapi justru malah dikasih banyak masukan. aku legaaaa banget udah sidang.
dan hasilnya juga ngga sia-sia. sekian hari kemudian, di cybercampus muncul nilai mata kuliah Seminar. aku dapat nilai A untuk proposal :)
begitulah cerita tentang sidang proposalku. oh ya, aku tahun ini ikut ujian Japanese Studies Monbusho lagi. untuk menghadapi tes yang sulitnya minta amplop itu, aku dan beberapa anak yang lolos ujian saringan ikut benkyoukai di suatu kelas geno bernama Tokushin-kurasu (Tokushin class) di bawah bimbingan seorang sensei yang geno pula bernama Oonishi Satoshi. Satoshi ini sebenarnya sebaya sama aku. dia dan Sumitomo Kazuma, adalah volunteer dari Ashinaga Foundation tahun ini (Ashinaga Foundation tiap tahun selalu mengirim dua orang volunteer ke jurusan kita. biasanya mereka jadi semacam asisten dosen atau pembimbing untuk ujian semacam Nouryoku Shiken dan sebagainya). beda sama volunteer sebelum-sebelumnya, Satoshi ini gampang beradaptasi dan mudah bergaul dengan semua kalangan. bahkan hari kedua dia dateng ke FIB, dia udah bergaul sama Cak Mo, petugas parkir FIB. kita sampe melongo, ngga habis pikir gimana caranya (dengan bahasa apa) Satoshi dan Cak Mo berkomunikasi. bahkan sampai ada spekulasi jangan-jangan Cak Mo bisa bahasa Jepang -,-
by the way, Tokushin-kurasu tahun ini terbagi jadi 2 kelas, kelas A dan kelas B. pembagiannya berdasarkan peringkat nilai yang diperoleh waktu ujian saringan itu. berhubung namaku berada di peringkat pertama, masuklah aku ke kelas A bersama teman sekelas yang disebut Satoshi sebagai "mendouna gakusei" alias murid-murid yang menyusahkan. ya wajar sih kalau dia bilang begitu. soalnya, selain aku, masih ada 6 mahasiswa lain yang sangat menyusahkan. setelah namaku, ada nama Vina Ardha, adik kelasku angkatan 2010 (oke, dia ngga mendou, tapi ternyata cukup geno), disusul nama Ratu Addina alias bebeb Nene yang kepintaran dan kepolosannya sangat abnormal itu. terus ada si "cantik" yang geno, Alfi Ardian Pratama. ditambah mbak kosku yang seksi manly, Mega Dian Putra, eh Pramita. adik kelasku yang multi-tasking (bukan multi talent loh ya) Sukma Prayoga alias Unko. dan terakhir, teman seangkatan mbak Mega, yang berhasil memacari Kazuma, mbak Nurul Indah Sumitomo, eh Susanti.
dibawah bimbingan Satoshi-sensei, jadilah kelas A sebagai kelas geno mendouna kurasu alias kelas geno yang sangat merepotkan.
beda sama tahun lalu, kelas ini sangat menyenangkan. rasanya tiada hari tanpa tawa bersama orang-orang sedeng ini. ada aja yang jadi bahan guyonan. bahkan dalam keadaan sumpek dan buntu sekalipun, kita masih bisa guyon. yah, kita emang orang-orang iseng yang kreatip dalam menciptakan guyonan.
tapi, di samping sikapnya yang suka bercanda itu, Satoshi serius membimbing kita. dia ngga segan-segan kasih PR yang banyak (it was hell!!!), bahkan sampai ngadain bimbingan dua kali sehari bagi mereka yang menginginkannya.
begitulah situasi dan kondisi bimbingan Tokushin Kurasu. sementara itu, sejak tanggal 16 Januari 2013, Papa opname di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. papa harus menjalani operasi pengangkatan kantung kemih. karena tumor yang Papa derita, dokter menyarankan supaya kantung kemih Papa diangkat dan diganti dengan kantung buatan. Papa pasrah menerima semua ini. aku menemani Papa selama liburan semester ganjil ini.
keadaan kelas A yang seperti itu, kondisi Papa, dan kesibukanku mengurus segala macam administrasi dan keperluan Papa di rumah sakit, membuatku semakin ingin berjuang untuk bisa lolos dalam ujian Monbusho tahun ini.
emang ada kalanya aku benar-benar sumpek, lelah... saat seperti itu, aku udah hampir nyerah. ngga sekali dua kali aku nangis di depan mbak Mega dan mbak Vita saat di kos. kadang rasanya sepi dan sendiri. kadang merasa marah, kepada mereka yang ninggalin aku begitu aja, di saat aku dalam keadaan susah seperti ini.
tapi toh Tuhan ngga pernah meninggalkanku. bahkan Ia mengirimkan teman-teman yang selalu mendukung. bahkan para dosen pun memberi perhatian juga. karena itu jugalah aku bisa bangkit dan berjuang lagi.
Februari 2013
4 Februari 2013, Papa operasi. saat operasi, aku ngga tau harus gimana. aku bolos kelas Tokushin hari itu dan menunggu sampai Papa selesai operasi. operasinya lama sekali, mulai dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore. aku minta Onyonk dateng buat menemaniku di saat dia lowong. aku cuma ngerasa takut. aku pingin ditemani seseorang. sempat kepikiran buat manggil dia, tapi akhirnya aku urung. sebagai gantinya aku minta tolong sama Onyonk. Onyonk dan mbak Mega dateng menemani sampai sore. aku benar-benar berterima kasih.
dan akhirnya operasi Papa berhasil. aku ikut lega rasanya.
selama Papa operasi dan masa pemulihan adalah masa-masa terberat. tubuh Papa jadi rentan sekali. sering sekali menggigil kedinginan, mual dan muntah kalau makan, dan sebagainya. aku bingung, hampir putus asa. di saat genting seperti itu, aku harus ikut ujian tanggal 21 Februari. aku jadi serba salah.
tapi karena aku ingin lolos, semangat yang diberikan orang-orang di sekitarku, dan Papa merestui, maka aku tetap pergi ujian.
21 Februari 2013
ujiannya sangat sulit. sasuga Monbusho shiken lah. tapi, biar bagaimanapun juga, aku dan teman-teman udah berjuang keras sampai bisa ikut ujian itu. dalam hatiku aku hanya bisa berdoa semoga bisa lolos.
ternyata Tuhan mengabulkan doaku.
27 Februari 2013, muncul pengumuman hasil ujian tulis Monbusho. dari 24 nama yang lolos, namaku dan nama Nene tertera di dalamnya. kami berdoa lolos dan bisa mengikuti tes tahap selanjutnya, yaitu wawancara di Kedubes Jepang Jakarta.
senang, terharu, ngga percaya, semua campur aduk jadi satu. akhirnya tahun ini mahasiswa Sastra Jepang UNAIR berhasil lolos ke ujian wawancara. dan mahasiswa itu adalah aku dan Nene. aku senang, luar biasa senang. aku bisa ke Jakarta, ikut tes wawancara, bersama sahabatku pula.
28 Februari 2013, ulang tahun mbah Ity. bertepatan dengan itu pula Papa diperbolehkan keluar dari rumah sakit. rasanya hari itu jadi hari yang bahagia.
Maret 2013
2 Maret 2013, aku dan Nene untuk ikut Kanji Cup 2013 level Chukyuu. sebenernya aku seneng juga, karena itu artinya udah 3 tahun berturut-turut aku mewakili UNAIR ikut Kanji Cup. apalagi akhirnyaaaaaaaa tahun ini bisa ikut level Chukyuu. tapi, di sisi lain aku khawatir, gimana kalau seandainya aku kalah lagi di awal pertandingan? masa 3 tahun kalau mulu tanpa pernah, setidaknya, masuk semi final? duh, malu banget lah kalau kayak gitu. aku kan juga pingin sekali-sekali nama UNAIR itu masuk ke semi final kek, atau kalau bisa ya ke final. tapi yah, siap ngga siap aku dan Nene tetap ikut pertandingan ini.
by the way, sebenernya pemilihan peserta ini benar-benar mendadak. sebelumnya, Eli-sensei udah melatih angkatannya Vina sejak H-sekian. tapi, H-7, tiba-tiba aku, Nene, dan mbak Nurul ditunjuk untuk ikut level Chukyuu. ternyata, Sensei (kayaknya sih lupa) baru tau kalau yang ikut level Chukyuu haruslah mereka yang sudah N3. di antara angkatan Vina, baru Ayu yang punya N3. selebihnya pada belum. akhirnya, kita bertiga diikutkan supaya genap 2 tim (tiap instansi minimal mengirimkan 2 tim yang masing-masing terdiri dari dua orang untuk ikut level Chukyuu). jadilah UNAIR kirim dua tim, yaitu aku dan Nene dalam tim UNAIR 1, terus Ayu sama Mbak Nurul dalam tim UNAIR 2. persiapan kita sama sekali ngga mateng. kecuali Ayu yang udah dilatih sejak liburan semester ganjil. kita menaruh harapan besar pada Ayu. sementara aku sendiri, menaruh harapan besar pada partnerku yang mengambil Nouryoku Shiken N1 tahun 2012 kemaren.
begitulah cerita di balik pertandingan ini. akhirnya pada hari H, aku berangkat pagi-pagi ke Gedung Gema, UNESA Ketintang, tempat diadakannya pertandingan ini. Nene dan anak-anak lainnya udah pada dateng. aku udah gugup ngga karuan, sementara Nene santai-santai makan coklat.
jam 9, para peserta diperbolehkan masuk ke dalam gedung. seperti biasa, pendukung Brawijaya dan UNESA mebludak dan heboh. iri deh. apalagi waktu Brawijaya naik ke atas panggung mengembalikan piala bergilir Kanji Cup. dobel iri! kapan ya UNAIR bisa kayak gitu?
setelah sambutan dan segala macam acara protokoler lainnya, akhirnya pertandingan dimulai. beda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini dimulai dari level Chukyuu dulu! mati mak! tapi untuk tim UNAIR 1 dapet blok kedua, sementara UNAIR 2 dapet blok keempat. jadi aku dan Nene masih punya waktu buat observasi dulu.
babak penyisihan blok pertama dimulai. aku dan Nene memperhatikan soal dan mencoba menjawab dari kursi penonton. seru, heboh, menyenangkan banget. di tengah keramaian itu, aku tanya pada partnerku itu, "kira-kira kita bisa jawab berapa soal ya, Beb?"
"10 kana~" katanya. entah itu ekspresi yakin atau ragu.
tapi, dengan kata-kata itu, entah kenapa ada satu keyakinan yang masuk ke dalam diriku.
"10 yah. oke deh. aku padamu, Beb. at least kita jangan sampai malu-maluin nama UNAIR lah."
Nene mengambil tanganku, lalu menjabatnya.
blok kedua dimulai. tim UNAIR 1 dapat whiteboard nomor 4. nomor 4 itu sebenarnya dijaga sama Kazuma (fyi, Satoshi jaga whiteboard nomor 2 lhoo). tapi supaya fair, dituker sama Izuka-sensei dari Brawijaya. jadi Kazuma jaga nomor 3, Izuka-sensei jaga nomor 4.
peraturan babak penyisihan level Chukyuu seperti ini:
satu babak ada 6 pertanyaan. tiap blok ada 4 tim. tiap babak penyisihan per blok, dipilih dua tim dengan nilai terbesar untuk maju ke babak semi final.
tiap pertanyaan muncul di layar. biasanya seputar cara baca, cara tulis Kanji, jukugo, puzzle, dan sebagainya. tiap tim menulis jawaban di papan tulis yang disediakan untuk masing-masing tim. tim yang menjawab dengan benar dapat 1 poin. biasanya sesekali muncul pertanyaan "Hayaoshi", yaitu menjawab cepat. kalau pertanyaan ini muncul, tiap tim harus berlomba untuk menjawab yang paling cepat. tiap tim harus menulis jawaban secepat mungkin, lalu memencet tombol di meja. tim yang paling cepat dan benar menjawab, akan mendapatkan poin.
seandainya setelah pertanyaan keenam nilai keempat tim masih seimbang, maka diadakan pertanyaan tambahan. tim yang paling cepat dan benar menjawab, akan mendapat poin tambahan.
pada babak ini, aku bertugas menulis jawaban di papan tulis, sementara Nene melihat soal dan memberi hint seandainya aku ngga tau jawabannya. dia juga bertugas memencet tombol kalau seandainya muncul "Hayaoshi". sebenernya aku kurang yakin sama kemampuanku. tapi aku cukup percaya kalau aku bisa menulis cepat. selain itu, aku percaya Nene bisa menuntunku di saat aku bingung. kalau seandainya Nene yang menulis, dan aku yang bertugas memberi petunjuk, pasti tambah kacau.
soal pertama, 「お湯が沸く」
"Bagaimana cara baca Kanji yang digarisbawahi?"
aku dan Nene sama-sama tahu artinya, yaitu "airnya mendidih". tapi, aku dan Nene pro-kontra mengenai jawabannya.
"apa nih, Beb? waku bukan sih?"
"masa sih? kayaknya bukan deh..."
tapi tetep aja aku tulis waku. di sebelahku, Nene udah geleng-geleng kepala sambil gigit jari.
ternyata jawabannya benar waku.
di bangku penonton, Eli-sensei, Adis-sensei, Santi-sensei, dan anak-anak UNAIR lain bersorak-sorak. aku udah lemes saking leganya.
soal demi soal muncul bergantian. di babak pertama, tim UNAIR 1 berhasil mengumpulkan 4 poin dari 7-8 soal. itu adalah nilai terbesar dalam blok kedua. kami berhasil masuk semi final.
aku bener-bener ngga percaya. aku dan Nene berhasil masuk semi final! saking ngga percayanya, aku sampai histeris dan mau nangis. gara-gara itu, orang-orang ngeliatin aku. aku sih udah ngga peduli. yang penting masuk semi final, mewakili UNAIR untuk pertama kalinya! yeeeey!
blok ketiga dan keempat dimulai. di blok keempat, tim UNAIR 2 gugur. aku dan Nene ngga percaya, karena kita bener-bener menaruh harapan besar pada Ayu. tapi menurutku, tim UNAIR 2 gugur bukan karena mereka benar-benar ngga mampu, tapi karena soalnya luar biasa sulit. aku dan Nene mencoba menjawab soal dari kursi penonton, tapi tetap aja banyak salah.
setelah babak penyisihan Chukyuu, babak penyisihan Shokyuu dimulai. aku ngga inget berapa persisnya peserta dari UNAIR, yang jelas ada anak-anak 1nen seperti Harun, Dayan, Lukman, Puteri, dkk dan anak 2nen seperti Sicha dkk, juga 3nen seperti Vina, Alifah, dkk. meskipun ngga ada satupun anak UNAIR yang masuk ke semi final, Lukman udah berjuang keras. dia bertahan sampai soal kesekian belas. biar gimanapun, aku tetap bangga sama mereka, mengingat 2 tahun yang lalu aku gugur di soal ke-6, dan tahun lalu aku gugur di soal ke-2 :p
setelah penyisihan dan semifinal Shokyuu, semi final Chukyuu dimulai. selama pertandingan Shokyuu, Nene keluar cari minuman dingin dan snack untuk kita berdua. dia dateng beberapa menit sebelum semi final Chukyuu dimulai. pas lagi enak-enaknya makan coklat dan minum teh dingin, nama tim kita dipanggil untuk maju ke babak semi final blok pertama. Nene yang masih sibuk dengan coklatnya, menyuruhku naik duluan ke atas panggung. setelah ketiga tim lainnya naik panggung, barulah dia menyusulku. sekali lagi, papan kami dijaga Izuka-sensei.
di babak semifinal, kami ngga bisa berbuat banyak. hanya berhasil menjawab 3 soal. tapi karena kecerobohan kami, hanya 1 jawaban yang benar-benar diakui juri. akhirnya kami hanya dapat 1 poin. dengan muka kecewa aku kembali ke bangku penonton.
yah, meskipun ngga bisa menang, tapi setidaknya aku dan Nene berhasil masuk ke semi final. kami berhasil memenuhi janji untuk ngga (terlalu) malu-maluin nama UNAIR :p
3 Maret, aku dan Nene berangkat ke Jakarta naik kereta Sembrani dari stasiun Pasar Turi. ini pertama kalinya aku pergi jauh tanpa dikawal orang tua. aku mengharapkan perjalanan yang menyenangkan, tapi ternyata ngga terlalu menyenangkan juga. soalnya kereta eksekutif ini dingin banget dan apa-apa bayar. pernah ada kejadian, petugas KAI membagi-bagikan kopi hangat. karena Nene bilang itu coklat panas, aku ambil satu. ternyata bukan. aku cuma minum sedikit, terus aku taruh di samping Nene. ngga lama setelah itu, kita ditagih uang 10.000 untuk segelas kecil kopi itu. aku merasa dibohongi. udah aku cuma minum sedikit, ikut bayar pula. kenapa sih mereka ngga bilang kalau kopi itu dijual? tapi ya udahlah. mau gimana lagi. buatku sih, yang penting bisa ke Jakarta lagi setelah sekian lama :')
4 Maret, aku sampai di Jakarta. aku menginap di rumah Tante Lilik. rasanya terharu banget, karena benar-benar udah lama aku ngga berkunjung ke rumah Tante Lilik. rumah itu ngga banyak berubah. Tante masih sama Bibik yang setia. keduanya welcome. aku senang, merasa diterima. di rumah itu aku mempersiapkan diri untuk wawancara tanggal 5 Maret. selama persiapan itu, Andi-sensei rela meluangkan waktu untuk membantuku memilih universitas Jepang via sms. bahkan sampai jam 12 malem loh. aku sampai ngga enak hati jadinya. tapi, berkat bantuan Sensei, akhirnya aku dapat gambaran kira-kira universitas seperti apa yang bisa aku pilih.
5 Maret, aku berangkat dari rumah Tante pagi-pagi sekali, sekitar jam 6.30. Bibik udah membekali roti bakar, air mineral, dan sebagainya. aku terharu banget. apalagi roti bakar buatan Bibik enak banget. aku diantar sama ojek langganan Bibik. begitu di jalan, aku agak shock juga ngeliat jalanan Jakarta yang luar biasa macet. "oh My God, ini baru jam berapaaa?" pikirku dalam hati. tapi ngga apa-apa. inilah suasana yang aku rindukan. suasana Jakarta yang luar biasa sibuk sampai sumpek. bikin kangen banget. tapi, karena kita sama-sama ngga tau Kedubes itu di mana, akhirnya kita kelewatan. terpaksa putar balik lagi. aku sampai kasihan sama Pak Ojeknya. soalnya putar baliknya jauh amat! -,-
aku sampai sekitar jam 7.15. aku pikir udah buka, eh ternyata kantor Kedubes belum buka :p ngga lama setelah itu, Nene dateng dari Kemang dianter saudaranya. hari itu Nene keliatan kawaii banget. dia pakai blazer yang sekilas mirip almamater, udah gitu pakai rok panjang sama wedges. wuih, nomor satu lah! satu pengalaman langka bisa liat Nene dalam penampilan seperti itu :D
jam 8.00, kami diperbolehkan masuk ke dalam kantor Kedubes. masih ada 30 menit lagi sebelum pembekalan dimulai. aku ke kamar mandi dulu, sementara Nene udah anteng nongkrong setia di samping steker buat isi baterai hp kesayangannya. di kamar mandi, aku ketemu Cattleya, mahasiswi dari Universitas Brawijaya. waktu kecil dia tinggal di Hakodate, Hokkaido. yah, ngga heran juga sih kalau dia bisa lolos ujian tulis Monbusho. sasuga yang udah pernah tinggal di Jepang lah ._.
tapi toh, selain Cattleya, masih banyak lagi saingan yang tangguh. ada yang udah lolos N1, ada yang menang Kanji Cup kemarin. banyak deh. aku emang sempet minder juga. tapi, biar gimana juga, aku tetap berjuang.
aku dan 5 orang lainnya, dipanggil untuk wawancara kloter pertama. Nene dapet kloter terakhir di sesi wawancara pagi itu. di kloterku, ada Ahmad dan Cattleya dan Brawijaya, Anggi dari Universitas Negeri Semarang, Daniel dari UNESA, dan Erwin dari BINUS. Erwin inilah yang udah lulus N1. sementara Ahmad yang kemaren juara Kanji Cup. duuuuh, kenapa harus satu kloter sama orang-orang hebat ini sih ._.
aku dapat giliran wawancara nomor 5. setelah peserta nomor 4, yaitu Daniel, keluar ruangan, aku langsung masuk ruang wawancara.
di ruangan itu ada empat orang Jepang. semuanya keliatan begitu berwibawa. aku tambah gugup. karena gugup, cara ngomongku jadi kayak cafe maid . itu tuh, yang kalau ngomong "desu", akhiran "-su" diucapkan dengan jelas. (fyi, orang Jepang kalau bilang "desu" atau "-masu" biasanya "-su" nya ngga jelas. jadi kedengerannya seperti "des" atau "mas". orang yang ngomongnya "desu" atau "masu" dengan jelas, dianggap imut atau sok imut) aku ngomong kayak gitu bukan supaya kedengeran imut, tapi karena aku terbiasa denger kayak gitu dan aku gugup. jadinya keceplosan ngomong kayak gitu. pasti aku dianggap sok imut sama para pewawancara ._.
sebenernya wawancaranya ngga setegang yang aku bayangkan. para pewawancara begitu ramah dan memberikan pertanyaan yang ngga terlalu sulit juga. tapi berhubung aku tegang, aku menjawab dengan konyol.
misalnya, waktu ditanya begini,
「どうして新潟大学に入りたいんですか。寒いですよ。」 ("Kenapa ingin ke Universitas Niigata?")
「ええ。。。あのう。。お米がおいしそうですから。。」 ("Eh... anu... soalnya nasinya enak...")
terus semuanya ketawa. dodol banget sih jawabanku.
terus ada juga pertanyaan seperti ini,
「もし日本へ行けば、勉強以外に何をしたいですか。」 ("Seandainya bisa pergi ke Jepang, selain belajar, apa lagi yang ingin kamu lakukan?")
「ええ。。。実は、私はたま駅長に会いたいんです。」 ("Eh... Sebenarnya saya ingin bertemu dengan Tama-ekichou")
「たま駅長?誰?」 ("Tama-ekicou? Siapa itu?")
「あのう。。猫の駅長ですが。」 ("Anu, kucing yang jadi kepala stasiun")
mungkin waktu itu pewawancara ngga begitu denger jawabanku karena suaraku kecil. terus akhirnya tanya lagi.
「あ、そうですか。どこの駅長ですか。」 ("Oh, begitu ya. Kepala stasiun di daerah mana?")
mati aku. aku lupa....
「確かに、山口県のほうが。。」 ("Kalau tidak salah, di Prefektur Yamaguchi")
aku tau jawaban itu salah. Yamaguchi itu kampung halamannya Kaneko Misuzu. memoriku ketuker-tuker. pokoknya yang aku inget ada -yama nya. tapi di mana ya?
pewawancara mencatat jawabanku. terus tanya lagi,
「で、その駅長に会いたいんですか」 ("Jadi, kamu ingin bertemu kepala stasiun itu?")
「はい。三毛猫の、すごくかわいくて。。」 ("Ya. Dia kucing belang tiga dan sangat lucu....")
aku belum selesai ngomong, salah seorang pewawancara langsung tersadar.
「あ、三毛猫?あれか?!」 ("Ha, kucing belang tiga? Ooooh, yang itu ya?!")
lalu semuanya langsung sadar kalau yang aku maksud adalah kucing maskot salah satu stasiun di Jepang. kucing itu belang tiga, betina, dan bernama Tama. dia dipercaya membawa keberuntungan. karena itu dia diangkat menjadi "kepala stasiun". bahkan ada topi, medali, dan plat khusus untuk dia. ada kereta khusus untuk dia segala. lucu bin unik deh pokoknya.
sekali lagi, semua pewawancara ketawa. pasti dipikir aku ini masih kekanak-kanakan banget (ya emang sih).
Salah seorang pewawancara tanya lagi.
「え?それって和歌山県の駅じゃありませんか」 ("Eh? Bukannya itu dari Prefektur Wakayama ya?")
aku diam. iya ya... Wakayama. aargh salah!
「あ、そうです。すみませんでした。」 ("Ah, ya.. Benar. Maaf tadi saya salah")
begitulah wawancaraku yang konyol dan sukses membuat pewawancara tertawa. haduuuh, berhasil lolos ngga yah ._.
pulang wawancara, aku cerita ke Andi-sensei dan Mbak Mega. aku ngerasa ngga tenang sama sekali. rasanya pingin ulang wawancara. tapi yah, yang udah terjadi ya udah terjadi. sekarang hanya bisa berdoa supaya bisa lolos dan berangkat ke Jepang. aamin...
itulah cerita tentang apa saja yang aku alami selama 3 bulan pertama di tahun 2013. ada kisah sedih, senang, sibuk, panik, heboh, lucu, dan sebagainya. apapun yang telah terjadi, semuanya menjadi kenangan yang berkesan buatku. terkadang ada perasaan sedih juga, mengingat sebentar lagi aku harus menghadapi skripsi, dan wisuda. eh, sekarang emang lagi skripsi sih hehehe :p
rasanya aku masih pingin kuliah, main sama teman-teman, melakukan banyak kegiatan kampus, dan sebagainya. tapi yaaaa.... waktu ngga bisa diulang. yang sekarang harus aku lakukan adalah menyusun skripsi dan menyelesaikannya dalam semester ini. udah banyak orang yang mengharapkan aku bisa segera selesai dan sidang dalam waktu 8 semester ini. aku emang kurang suka buru-buru begitu, tapi aku tau kalau orang-orang sebenarnya mengharapkan aku untuk segera mandiri. ya aku emang harus bisa segera mandiri sih. jadi aku juga berusaha untuk bisa segera menyelesaikan skripsi. toh kalaupun seandainya aku jadi berangkat ke Jepang (aamin...) aku jadi ngga punya beban lagi.
jalanku masih panjang. meskipun perjalanan kuliah S1-ku akan segera berakhir. tapi hidupku insya Allah masih terus berlanjut. aku harus segera mandiri dan melakukan banyak hal menyenangkan lainnya. insya Allah.
semoga bulan-bulan berikutnya juga banyak hal menyenangkan yang bisa aku alami. aamin :)
Hingga Hari Ini
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Rabu, 08 Agustus 2012
Label:
Benron-taikai,
drama,
Kanji Cup,
kuliah,
Monbukagakusho,
Niseikai Aidai,
Noryouku Shiken,
PKL,
ujian,
unair
/
Comments: (0)
久しぶり~!akhirnya punya kesempatan juga buat nulis T.T Ada banyak banget cerita yang ngga sempet aku post di sini. Entah kenapa kok susaaaah banget cari kesempatan buat posting. Kuliah makin sibuk, mau online juga belum tentu sempet ke warnetnya. Tapi sekarang alhamdulillah udah dibeliin modem sama Papa (o^_^o) Jadi insya Allah bisa lumayan sering posting, selama koneksi ga lemot tentunya. Hahaha :D
Tambah semester, makin tambah juga kegiatannya. Bulan November 2011 kemaren angkatan 2nen dan 3nen PKL ke Jogja. Aku jadi ketua panitia lho :D ditemenin Alfi sebagai wakil dan sahabat-sahabatku: Kome, Risa, Nene, Karu dkk yang jadi panitia. Ada juga adek-adek kelasku tersayang Nova, Vita, Vina, Nat, Desynta dkk yang jadi panitia juga. Persiapannya cukup baik, rada amburadul dikit, sempat ada cekcok sana-sini, tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Kita jalan-jalan sekalian ngunjungi Sastra Jepang UGM. Kahimanya asik, gokil. namanya mas Naufal. kita disuguhi video tentang Jogja yang gokil punya. suka deh ♥
Aku juga ketemu Joko a.k.a Kyu a.k.a Ryu, temenku sejak zaman Friendster. hohoho... dia nemenin aku keliling cari buku di pasar buku, beliin makan segala T.T udah gitu kita foto-foto. terus sama dia diupload ke grup Jayus Community Indonesia. walhasil, pada ngiri dah semua. hahaha... ya mudah-mudahan kita punya kesempatan lagi buat kopi darat lagi sama yang lainnya :D
Ngga puas sama PKL Jogja, kita PKL lagi ke Bali! Uyeeeey! Anak-anak mulai dari angkatan 2nen ke atas pada minggat semua ke Bali. Kali ini panitianya cuma Pipit dan Nova. PKL Bali ini rada serius, soalnya harus bikin laporan segala. Tapi overall lumayan asyik sih. Kita wawancara beberapa turis Jepang di sana. Sempet stress karena ga bisa menuhi target 5 turis (=_=) Tapi ngga apa-apa, soalnya kelompokku berhasil wawancara pasangan suami-istri Jepang yang lagi liburan di Kuta. Mereka itu pasangan serasi banget, yang cowok ganteng, yang cewek cantik banget. Mana ramah dan baik hati pula! Mau deh wawancara 20 orang yang kayak gini. Hahaha... Yang cowok namanya Miyazaki Katsuyoshi, yang cewek namanya siapa aku lupa. Ternyata yang cewek itu orang Cina. Tapi cantiknya kayak artis Jepang gitu. Udah gitu bahasa Jepangnya fasih pula. Katanya sih mereka ketemunya di Jepang, waktu si cewek lagi sekolah di Jepang. Denger cerita kayak gitu, langsung deh anak-anak berkhayal seandainya mereka bernasib sama. Haha.. selesai wawancara, kita foto-foto bareng, terus Katsuyoshi-san minta alamat e-mail kita. Pulang dari Bali, aku dapet e-mail dari dia. Katanya dia cari tau tentang kita dan menebak kalo kita mahasiswa Sastra Jepang UNAIR. Ya ampun sampe segitunyaaaa... terharu dah.
oh ya, waktu kita ke Bali, kita juga nyambangi Universitas Udayana. demi Tuhaaaaan.. arsitekturnya bagus bangeeeet. bener-bener nuansa Bali!
nah, itu cerita jalan-jalan berkedok studi banding plus PKL kita. hehehe... kegiatan lainnya yaaa.. soal belajar donk. aku lulus N3 loh! akhirnya T.T setelah tahun sebelumnya kemakan hasutan Nene buat ikut N3 yang di luar jangkauan diriku yang masih 2nen dulu dan akhirnya gagal hingga aku menyesal udah buang-buang duit sekian ratus ribu. tapi akhirnya taun 2011 ikut lagi N3 dan awal 2012 diumumin kalau aku lulus! dengan skor tinggi pula. alhamdulillah.. terus selama liburan semester 5 kemaren, aku ikut benkyoukai buat tes Monbukagakusho. itu tuh, yang beasiswa ke Jepang. tapi ujung-ujungnya ga lulus T.T yang lebih sakit lagi, ga ada satupun mahasiswa UNAIR yang lolos ujian itu. bahkan mbak Tasya dan Nene yang jadi ace pun ngga. kita kalah dari UNESA yang berhasil meloloskan satu mahasiswa dan UNIBRAW yang meloloskan 9 mahasiswa. gara-gara itu Syahrur-sensei ngomong di kelas Chujokyuu Sakubun kalau Sensei marah dan malu. oke, itu menohok banget. jadi patah hati dengernya. tapi ya udahlah, emang mungkin belum waktunya buat aku. nanti coba lagi yang buat S2. siapa tau lolos. ganbareee!
aku juga ikut beberapa lomba. pertama, Kanji Cup bulan Maret. aku sekali lagi ikut yang Shokyuu, karena waktu pendaftaran hasil NS-ku belum keluar. seandainya aku udah dinyatakan lolos N3, mungkin aku bisa ikut yang level menengah alias Chukyuu. waktu mau tampil, Angga dateng nonton lhoo... senangnya~ tapi yang menohok itu kata-katanya Syahrur-sensei: "Djayeng kok masih ikut Shokyuu?" oke, itu sakit. aku yang 3nensei seharusnya udah ikut Chukyuu T.T
lebih sakit lagi, aku gugur di pertanyaan nomor 2 babak Maru-Batsu. demi apaaa aku gugur begitu cepat di babak pertama?! pas lagi shock gitu, dari deretan penonton paling belakang, Angga neriakin: "CUPU!"
oke, mari kita lupakan Kanji Cup. kita tengok lomba berikutnya, Benron-taikai alias Lomba Pidato bulan Mei. ini dia nih lomba yang paling aku ngga pingin ikutin. seandainya ada daftar lomba yang paling aku hindari, pasti jawaban teratas itu lomba pidato dan fashion show. mending ikut stand up comedy dah daripada ikut begituan =_= tapi, atas titah Kajur, aku dan Nene diutus jadi perwakilan UNAIR. jatuh-bangun aku latian pidato. sempet minder juga sama Nene, secara pelafalan dia bagus banget. Nihonjin mitai dah. beda banget sama aku. apalagi aku gampang grogi, ngomongnya ga bisa santai, ga enak didenger. tapi setidaknya aku bisa menuhi target waktu minimal, yaitu 5 menit. aku malah hampir 6 menit. sementara Nene kalo ngomong kayak komuter, cepet banget dah. waktu latian dia selalu kurang dari 5 menit. kalo soal tema, punya Nene juga lebih bagus. dia ngomongin soal "Cyber Bullying". Pas banget dah momennya, soalnya ngga lama sebelum itu aku kena cyber bullying. meskipun ujung-ujungnya aku yang lebih galak daripada yang nge-bully aku. hahaha.... kalo pidatoku, itu curhatan waktu naik kereta api. yah, seputar ketidakdisiplinan penumpang gitulah. yang fatal, antara judul sama isi ngga berhubungan. lagian juga kurang menarik kalau menurutku. tapi ya cuma itulah kemampuanku. mau gimana lagi.
pas hari H, aku dapet giliran nomor 14 atau berapa, pokoknya nomor 2 dari bawah. Nene dapet nomor 3. waktu Nene tampil, aku ikut dag-dig-dug ngga keruan. pasalnya, kalau Nene ngga berhasil menuhi batas waktu minimal 5 menit, otomatis dia didiskualifikasi. mana waktu itu ada bagian yang kelompatan, lupa dia omongin. sumpah aku takut banget. tapi untung aja, waktu itu lampu indikator di podium nyala. artinya dia udah berhasil melewati 5 menit. aku lega banget. Nene juga keliatan lega banget. waktu jawab pertanyaan dari juri, Ito-san, dia juga lancar dan bagus. beda banget sama aku. aku ga bisa ngendaliin grogiku. bolak-balik salah ucap. yang parah, waktu diberi pertanyaan sama Ito-san, aku tanpa sadar jawab dengan nada membentak. aku, membentak juri! gara-gara itu aku diketawain penonton. sumpah malu banget. waktu udah selesai semua dan tinggal nunggu pengumuman, aku nangis. untung aja Angga ngga dateng. kalo dia ada, pasti aku tambah diolok-olok. zzzz....
setelah sekian puluh menit menunggu, akhirnya pengumuman pemenang keluar. Nene dapet juara 3. aku ngga dapet sama sekali. juara 1 dari mana gitu lupa, pokoknya dia masih 1nensei(!) juara 2, dari UNIBRAW seperti biasa. tapi kita termasuk lumayanlah bisa dapet juara 3. setiap peserta dapet sertifikat dan kenang-kenangan berupa tumbler yang imut banget. berasa sesuatu dah punya tumbler kembaran sama si Champion Nene. yakinlah satu jurusan ngga ada yang punya kayak kita. hahahaha....
pulangnya, salah seorang juri, kalau ngga salah namanya Taeko-san, ngobrol-ngobrol sama Tomokiyo-sensei. kata Tomokiyo-sensei sih, Taeko-san bilang kalau sebenernya beliau pingin aku yang jadi juara. katanya, isi pidatoku menyentuh hatinya. uuuuh, jadi mau nangis aku. terima kasih, Taeko-san. maaf aku ngga bisa memenuhi ekspetasi Anda u.u
but that was not the end of the world. aku dan Nene ditraktir Eli-sensei, Manda-sensei, dan Andi-sensei makan di Hachi-hachi! emang bener ya, abis tangis pasti ada tawa. hahahaa.... aku puas-puasin makan sashimi kesukaanku. mentah? biarin! kata Andi-sensei seleraku tinggi, kok :p
abis lomba-lomba, ada juga tugas lain yang menyenangkan. apa itu? main drama donk! jadi, tugas buat UAS Telaah Drama semester 6 kemaren, kita disuruh main drama. kelasku main drama yang judulnya "Kappa no Densetsu" (Legenda Kappa). ini parodi dari salah satu legenda tentang Kappa. ceritanya kocak, amburadul, gokil. kita juga ngajak duo native Satoshi-Kazuma buat main di drama kita. Satoshi jadi Kappa, Kazuma main peran dobel, jadi Power Ranger Red dan Harry Potter-sama. aku berperan sebagai Akai, anak pertama yang judes banget. Kie jadi anak kedua, Momo. Pika jadi anak ketiga sekaligus tokoh utama perempuan, Midori. Bune jadi ibu dari ketiga anak itu. Didin jadi Kitsune, sahabat Kappa. Yulia jadi nenek sihir dan Risda jadi anak kecil. keduanya jadi narator yang menjelaskan jalan cerita. kita juga dibantu Ghofur yang jadi Iron Man dan Pyok yang jadi dos-dos. itu tuh, kalo di acara tv Masquerade, orang yang berpakaian hitam-hitam, tugasnya menggerakkan properti. kalo di Kabuki, namanya kurogo. waktu pentas, penonton yang dateng sedikit. sempet ada beberapa dialog dan adegan yang kelompatan. tapi alhamdulillah semuanya sukses :D
terus, apa lagi ya? KKN dong! ini dia nih kuliah yang paling banyak menguras tenaga, pikiran, uang, dan emosi. hahaha... aku dan kelompokku dapet tujuan KKN di desa Ngeluh, kecamatan Margomulyo, kabupaten Bojonegoro. Bumi Angling Darma :D
aku mengajukan diri jadi koordinator desa alias ketua kelompok. padahal Angga udah ingetin, jangan mau jadi ketua. tapi entah kenapa kok aku pingin aja. tapi ya, Angga melarang juga bukan tanpa alasan. jadi ketua kelompok KKN itu susaaaah banget. kita harus bisa jadi penengah buat sekian orang dari berbagai macam jurusan yang tentunya punya ideologi masing-masing. waktu KKN inilah aku merasa, ternyata emang ga gampang jadi seorang pemimpin. kalau selama ini aku jadi ketua atau koordinator di acara-acara Sastra Jepang, itu masih belum seberapa dibanding yang ini. selama ini, meskipun ada masalah, tapi aku berhadapan sama teman-teman sejurusan yang sepaham denganku. tapi di KKN ini bener-bener beda. ngga gampang membuat 21 orang dari jurusan yang berbeda buat dengerin apa kata kita. tapi ya, alhamdulillah KKN kita berjalan dengan cukup lancar. sebagian besar proker kita terlaksana dengan baik. itu semua juga karena kelompokku punya inisiatif yang besar. aku sendiri dapet pelajaran yang berharga. terutama bagaimana kita bisa legowo dalam menghadapi orang lain, meskipun saling berbeda pandangan. juga bagaimana kita harus bersyukur atas apa yang kita miliki selama ini, karena ternyata masih banyak saudara kita yang hidup di bawah garis kelayakan, tetapi mereka selalu berjuang dan bersyukur.aku merasa ngga ada apa-apanya dibandingkan msyarakat desa Ngeluh. akhirnya kita bisa pulang dengan perasaan lega dan bersyukur.
itulah cerita-cerita tentang apa aja yang aku alami dan jalani sampai hari ini. gimana soal hubunganku dengan Angga? yang jelas, sejak KKN itu aku menjadi setingkat lebih berbesar hati dan dewasa. ngga lagi menuntut Angga untuk melakukan atau menuruti apa yang aku mau. tapi, di saat aku berkembang inilah, masalah besar datang menguji. apa itu? hmm, karena ini pribadi, aku ngga bisa nulis di sini. seperti biasa, aku tulis di blog pribadi. hehe...
dengan adanya masalah ini, aku ngga bisa tidur dengan nyenyak. tubuh dan hatiku sakit-sakitan. tapi semoga, aku bisa kuat dan tegar menghadapi ini semua. aku hanya berharap aku tegar dan masalah ini selesai dengan solusi yang aku harapkan. aminn....
udahan dulu deh ceritanya. kapan-kapan lagi aku posting, kalau ada mood. hehe :p
Sampai jumpa di kesempatan berikutnya! ♥
Tambah semester, makin tambah juga kegiatannya. Bulan November 2011 kemaren angkatan 2nen dan 3nen PKL ke Jogja. Aku jadi ketua panitia lho :D ditemenin Alfi sebagai wakil dan sahabat-sahabatku: Kome, Risa, Nene, Karu dkk yang jadi panitia. Ada juga adek-adek kelasku tersayang Nova, Vita, Vina, Nat, Desynta dkk yang jadi panitia juga. Persiapannya cukup baik, rada amburadul dikit, sempat ada cekcok sana-sini, tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Kita jalan-jalan sekalian ngunjungi Sastra Jepang UGM. Kahimanya asik, gokil. namanya mas Naufal. kita disuguhi video tentang Jogja yang gokil punya. suka deh ♥
Aku juga ketemu Joko a.k.a Kyu a.k.a Ryu, temenku sejak zaman Friendster. hohoho... dia nemenin aku keliling cari buku di pasar buku, beliin makan segala T.T udah gitu kita foto-foto. terus sama dia diupload ke grup Jayus Community Indonesia. walhasil, pada ngiri dah semua. hahaha... ya mudah-mudahan kita punya kesempatan lagi buat kopi darat lagi sama yang lainnya :D
| di depan Wijilan, tempat gudeg terkenal di Jogja |
| makan di warung lesehan dekat Titik 0 Kilometer |
![]() |
| email dari Miyazaki Katsuyoshi-san |
| Pintu masuk aula di FIB |
| Atap aula Widya Sabha Mandala, FIB, Udayana |
| Sastra Jepang UNAIR feat Sastra Jepang Udayana |
| Kuta sore hari. cantik kaaan |
| Foto bareng suami-istri yang kita wawancara di Tanjung Benoa |
| Kelompok PKL-ku: (Left to Right): Pika, Kie, Adi, Trya, Diajeng, Vita di Tanjung Benoa |
nah, itu cerita jalan-jalan berkedok studi banding plus PKL kita. hehehe... kegiatan lainnya yaaa.. soal belajar donk. aku lulus N3 loh! akhirnya T.T setelah tahun sebelumnya kemakan hasutan Nene buat ikut N3 yang di luar jangkauan diriku yang masih 2nen dulu dan akhirnya gagal hingga aku menyesal udah buang-buang duit sekian ratus ribu. tapi akhirnya taun 2011 ikut lagi N3 dan awal 2012 diumumin kalau aku lulus! dengan skor tinggi pula. alhamdulillah.. terus selama liburan semester 5 kemaren, aku ikut benkyoukai buat tes Monbukagakusho. itu tuh, yang beasiswa ke Jepang. tapi ujung-ujungnya ga lulus T.T yang lebih sakit lagi, ga ada satupun mahasiswa UNAIR yang lolos ujian itu. bahkan mbak Tasya dan Nene yang jadi ace pun ngga. kita kalah dari UNESA yang berhasil meloloskan satu mahasiswa dan UNIBRAW yang meloloskan 9 mahasiswa. gara-gara itu Syahrur-sensei ngomong di kelas Chujokyuu Sakubun kalau Sensei marah dan malu. oke, itu menohok banget. jadi patah hati dengernya. tapi ya udahlah, emang mungkin belum waktunya buat aku. nanti coba lagi yang buat S2. siapa tau lolos. ganbareee!
aku juga ikut beberapa lomba. pertama, Kanji Cup bulan Maret. aku sekali lagi ikut yang Shokyuu, karena waktu pendaftaran hasil NS-ku belum keluar. seandainya aku udah dinyatakan lolos N3, mungkin aku bisa ikut yang level menengah alias Chukyuu. waktu mau tampil, Angga dateng nonton lhoo... senangnya~ tapi yang menohok itu kata-katanya Syahrur-sensei: "Djayeng kok masih ikut Shokyuu?" oke, itu sakit. aku yang 3nensei seharusnya udah ikut Chukyuu T.T
lebih sakit lagi, aku gugur di pertanyaan nomor 2 babak Maru-Batsu. demi apaaa aku gugur begitu cepat di babak pertama?! pas lagi shock gitu, dari deretan penonton paling belakang, Angga neriakin: "CUPU!"
oke, mari kita lupakan Kanji Cup. kita tengok lomba berikutnya, Benron-taikai alias Lomba Pidato bulan Mei. ini dia nih lomba yang paling aku ngga pingin ikutin. seandainya ada daftar lomba yang paling aku hindari, pasti jawaban teratas itu lomba pidato dan fashion show. mending ikut stand up comedy dah daripada ikut begituan =_= tapi, atas titah Kajur, aku dan Nene diutus jadi perwakilan UNAIR. jatuh-bangun aku latian pidato. sempet minder juga sama Nene, secara pelafalan dia bagus banget. Nihonjin mitai dah. beda banget sama aku. apalagi aku gampang grogi, ngomongnya ga bisa santai, ga enak didenger. tapi setidaknya aku bisa menuhi target waktu minimal, yaitu 5 menit. aku malah hampir 6 menit. sementara Nene kalo ngomong kayak komuter, cepet banget dah. waktu latian dia selalu kurang dari 5 menit. kalo soal tema, punya Nene juga lebih bagus. dia ngomongin soal "Cyber Bullying". Pas banget dah momennya, soalnya ngga lama sebelum itu aku kena cyber bullying. meskipun ujung-ujungnya aku yang lebih galak daripada yang nge-bully aku. hahaha.... kalo pidatoku, itu curhatan waktu naik kereta api. yah, seputar ketidakdisiplinan penumpang gitulah. yang fatal, antara judul sama isi ngga berhubungan. lagian juga kurang menarik kalau menurutku. tapi ya cuma itulah kemampuanku. mau gimana lagi.
pas hari H, aku dapet giliran nomor 14 atau berapa, pokoknya nomor 2 dari bawah. Nene dapet nomor 3. waktu Nene tampil, aku ikut dag-dig-dug ngga keruan. pasalnya, kalau Nene ngga berhasil menuhi batas waktu minimal 5 menit, otomatis dia didiskualifikasi. mana waktu itu ada bagian yang kelompatan, lupa dia omongin. sumpah aku takut banget. tapi untung aja, waktu itu lampu indikator di podium nyala. artinya dia udah berhasil melewati 5 menit. aku lega banget. Nene juga keliatan lega banget. waktu jawab pertanyaan dari juri, Ito-san, dia juga lancar dan bagus. beda banget sama aku. aku ga bisa ngendaliin grogiku. bolak-balik salah ucap. yang parah, waktu diberi pertanyaan sama Ito-san, aku tanpa sadar jawab dengan nada membentak. aku, membentak juri! gara-gara itu aku diketawain penonton. sumpah malu banget. waktu udah selesai semua dan tinggal nunggu pengumuman, aku nangis. untung aja Angga ngga dateng. kalo dia ada, pasti aku tambah diolok-olok. zzzz....
![]() |
| foto bareng di kursi penonton |
setelah sekian puluh menit menunggu, akhirnya pengumuman pemenang keluar. Nene dapet juara 3. aku ngga dapet sama sekali. juara 1 dari mana gitu lupa, pokoknya dia masih 1nensei(!) juara 2, dari UNIBRAW seperti biasa. tapi kita termasuk lumayanlah bisa dapet juara 3. setiap peserta dapet sertifikat dan kenang-kenangan berupa tumbler yang imut banget. berasa sesuatu dah punya tumbler kembaran sama si Champion Nene. yakinlah satu jurusan ngga ada yang punya kayak kita. hahahaha....
pulangnya, salah seorang juri, kalau ngga salah namanya Taeko-san, ngobrol-ngobrol sama Tomokiyo-sensei. kata Tomokiyo-sensei sih, Taeko-san bilang kalau sebenernya beliau pingin aku yang jadi juara. katanya, isi pidatoku menyentuh hatinya. uuuuh, jadi mau nangis aku. terima kasih, Taeko-san. maaf aku ngga bisa memenuhi ekspetasi Anda u.u
but that was not the end of the world. aku dan Nene ditraktir Eli-sensei, Manda-sensei, dan Andi-sensei makan di Hachi-hachi! emang bener ya, abis tangis pasti ada tawa. hahahaa.... aku puas-puasin makan sashimi kesukaanku. mentah? biarin! kata Andi-sensei seleraku tinggi, kok :p
![]() |
| duo delegasi rakus :D |
terus, apa lagi ya? KKN dong! ini dia nih kuliah yang paling banyak menguras tenaga, pikiran, uang, dan emosi. hahaha... aku dan kelompokku dapet tujuan KKN di desa Ngeluh, kecamatan Margomulyo, kabupaten Bojonegoro. Bumi Angling Darma :D
aku mengajukan diri jadi koordinator desa alias ketua kelompok. padahal Angga udah ingetin, jangan mau jadi ketua. tapi entah kenapa kok aku pingin aja. tapi ya, Angga melarang juga bukan tanpa alasan. jadi ketua kelompok KKN itu susaaaah banget. kita harus bisa jadi penengah buat sekian orang dari berbagai macam jurusan yang tentunya punya ideologi masing-masing. waktu KKN inilah aku merasa, ternyata emang ga gampang jadi seorang pemimpin. kalau selama ini aku jadi ketua atau koordinator di acara-acara Sastra Jepang, itu masih belum seberapa dibanding yang ini. selama ini, meskipun ada masalah, tapi aku berhadapan sama teman-teman sejurusan yang sepaham denganku. tapi di KKN ini bener-bener beda. ngga gampang membuat 21 orang dari jurusan yang berbeda buat dengerin apa kata kita. tapi ya, alhamdulillah KKN kita berjalan dengan cukup lancar. sebagian besar proker kita terlaksana dengan baik. itu semua juga karena kelompokku punya inisiatif yang besar. aku sendiri dapet pelajaran yang berharga. terutama bagaimana kita bisa legowo dalam menghadapi orang lain, meskipun saling berbeda pandangan. juga bagaimana kita harus bersyukur atas apa yang kita miliki selama ini, karena ternyata masih banyak saudara kita yang hidup di bawah garis kelayakan, tetapi mereka selalu berjuang dan bersyukur.aku merasa ngga ada apa-apanya dibandingkan msyarakat desa Ngeluh. akhirnya kita bisa pulang dengan perasaan lega dan bersyukur.
itulah cerita-cerita tentang apa aja yang aku alami dan jalani sampai hari ini. gimana soal hubunganku dengan Angga? yang jelas, sejak KKN itu aku menjadi setingkat lebih berbesar hati dan dewasa. ngga lagi menuntut Angga untuk melakukan atau menuruti apa yang aku mau. tapi, di saat aku berkembang inilah, masalah besar datang menguji. apa itu? hmm, karena ini pribadi, aku ngga bisa nulis di sini. seperti biasa, aku tulis di blog pribadi. hehe...
dengan adanya masalah ini, aku ngga bisa tidur dengan nyenyak. tubuh dan hatiku sakit-sakitan. tapi semoga, aku bisa kuat dan tegar menghadapi ini semua. aku hanya berharap aku tegar dan masalah ini selesai dengan solusi yang aku harapkan. aminn....
udahan dulu deh ceritanya. kapan-kapan lagi aku posting, kalau ada mood. hehe :p
Sampai jumpa di kesempatan berikutnya! ♥
Kanji Cup 2011
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Senin, 07 Maret 2011
Label:
kafe es krim,
Niseikai Aidai,
padang edelweiss,
unair
/
Comments: (3)
5 Maret 2011, Kanji Cup yang ke-9 diselenggarakan bersamaan dengan pameran pendidikan dan seminar di Universitas 17 Agustus Surabaya (Untag). Sastra Jepang UNAIR sendiri mengirimkan cukup banyak pasukan untuk lomba level Shokyuu dan Chukyuu. Untuk level Shokyuu, ada 16 orang yang ikut, dari 1nensei dan 2nensei. 2nensei yang ikut: aku, Nene, Alfi, dan Ghofur. Sementara dari 1nensei ada Ayu, Nandya, Vivi, Imanurriv’al, Yoga, Adi, Alifa, Vina, Rin, Oly (Khalidatul), dan Vita. Dan di level Chukyuu ada mbak Oly (O Lidya), mas Alfian, mbak Tasya, sama seorang senpai berkerudung yang tak seberapa kukenal. Kami inilah yang mewakili Sastra Jepang UNAIR.
Sebelumnya, kami mempunyai sekitar 2 minggu persiapan. Entah bagaimana dengan yang lain, tapi bagiku waktu itu terlalu singkat. Bagiku, persiapan mininal sebulan dua bulan lah. Aku sendiri waktu ditawari sama mbak Fidy untuk ikut lomba ini, sama sekali tidak tahu kapan waktunya dan bagaimana teknis pelaksanaannya. Aku Cuma ingin ikut dan merasakan pengalaman itu. Tetapi begitu kami kumpul dalam satu benkyoukai di bulan Februari, aku kaget waktu Gandhi-sensei bilang Kanji Cup akan diselenggarakan 5 Maret. Lebih kaget lagi karena ternyata kami tidak bekerja secara tim, melainkan individu. Aku speechless. Padahal aku senang karena Alfi dan Nene ikut, karena tadinya kupikir akan bermain secara tim dan kami bisa menjadi tim yang sangat kuat (ya iyalah, ada Alfi si Master Kanji dan Nene si Perfeksionis, gimana ngga kuat?). dan sekarang aku malah harus melawan mereka. Tapi biar bagaimana juga aku tetap (dan harus) maju dan (sempat) bertekad menang.
Balik lagi ke hari H. Jam 7 aku dijemput Angga, sementara aku belum siap. 5-10 menit kemudian aku turun dan kami berangkat mencari sarapan. Di dekat kampus ada yang menjual bubur ayam. Lumayan juga rasanya. Jam setengah 8 kurang, kami berangkat ke Untag. Sampai di sana jam 7.40, padahal registrasi buka jam 8. Haduh... mau ngapain lagi coba? Aku mencoba menghubungi Nene, tapi dia tidak membalas. Akhirnya aku pinjam hp Angga dan menelepon dia. Ternyata dia sudah di dalam! Akhirnya aku masuk ke Graha Widya, tempat Kanji Cup diselenggarakan.
Gedung itu cukup luas, tapi kursinya tidak banyak tersedia. Malah, anak-anak dari Universitas Brawijaya duduk-duduk lesehan di sayap kiri gedung. Merekalah juara tahun lalu. Aku sempat iri pada mereka, karena mereka didukung dengan suporter yang begitu banyak. Begitu pula dengan universitas/SMA yang lainnya. Ada UNESA, menguasai sayap kanan, Unitomo, SMA Lab School, dan sebagainya. UNAIR? Hm... hanya beberapa teman yang datang untuk melihat kami. Sensei-gata juga ada. Ada Santi-sensei dengan anaknya, lalu Adis-sensei, juga Putri-sensei yang membawa anaknya Ayaka-chan <3 pipi Ayaka-chan tembem, aku gemas melihatnya. Tambah gemas lagi waktu Putri-sensei mengelap mulutnya saat makan. Lucunyaa.....
Jam 9.10, acara dimulai dengan pembukaan dari pimpinan Japan Foundation dan pengembalian pialah oleh juara tahun lalu, yaitu Universitas Brawijaya. Suporter UB heboh sekali. Lalu setelah itu, dimulailah Kanji Cup level Shokyuu.
Sebelum pertandingan dimulai, kami semua berkumpul di depan, terbagi secara otomatis di bagian maru dan batsu. Panitia menjelaskan teknis lombanya. Selain ditampilkan di layar, tiap soal juga akan dibacakan dalam bahasa Indonesia oleh panitia. Soal ini bertipe maru-batsu, artinya kurang lebih seperti soal “ya” atau “tidak”, “benar” atau “salah”. Bagi yang merasa soal itu benar, harus berdiri di bagian maru, di sebelah kiri panggung yang ada bulatan merah besar. Sedangkan bagi yang merasa soal tersebut salah, berdiri di bagian batsu yang ada tanda silang biru besar di bagian kanan panggung. Setiap soal ada jeda waktu 20 detik untuk menjawab, jadi ketika akan berpindah posisi tidak perlu berlari.
Setelah briefing, diadakan soal contoh. Pada soal contoh disebutkan bahwa onyomi dari kanji 日 adalah ひ/“hi”. Aku, Nene, Rin, dan Vita merasa bahwa soal itu benar, jadi kami tetap berada di bagian maru. Sementara itu, banyak peserta pindah ke bagian batsu. Aku jadi cemas, jangan-jangan mereka benar dan aku salah? Tapi aku tetap pada posisiku. Dan jawabannya... batsu. Ternyata ひ itu kunyomi, sedangkan onyomi nya adalah ニチ. Aku sempat down. Tapi untung ini Cuma contoh.
Lalu muncul soal pertama. Onyomi dari kanji お父さん adalah おとおさん. Sebenarnya aku tidak seberapa melihat soalnya, tapi entah mengapa feelingku mengatakan untuk pindah ke bagian batsu. Aku lihat semua teman-temanku di bagian batsu dan aku menjadi sedikit lega. Begitu jawabannya akan keluar, aku deg-degan setengah mati menatap layar. Dan ternyata jawabannya... batsu! Ini baru soal pertama, tetapi jantungku serasa mau copot.
Soal kedua cukup sulit, karena aku tak tahu itu kanji apa. Soalnya adalah “kanji ini memiliki 7 coretan”. Aku agak panik, karena aku benar-benar tak tahu itu kanji apa. Lalu aku mencoba menghitung coretannya, meski aku tak tahu bagaimana urutan penulisannya. Aku hitung ada 6, jadi aku tetap di bagian batsu. Aku lihat Alfi pindah ke bagian maru. Haruskah aku mengikutinya? Tapi, aku tak melihat coretan lain. Dan 20 detik sudah berlalu. Aku terlanjur di bagian batsu. Sekali lagi aku menatap layar dengan perasaan berdebar-debar.
Jawabannya... batsu!
Aku menggenggam tangan Vina dan berkata, “Habis ini aku pasti nggeblak. Jantungku mau copot!”
Sayang sekali Alfi, yang menjadi tumpuan harapan kami, harus gugur di soal kedua. Aku dan beberapa anak lainnya sempat paranoid waktu melihat Alfi harus kembali ke tempat duduk. Uso... bagaimana ini? Tapi setidaknya kami masih punya banyak anak yang bertahan. Aku sendiri berkeinginan untuk masuk final. Setidaknya jangan sampai aku gugur dengan mudah.
Soal demi soal bergulir. Aku melaluinya karena memang ada beberapa soal yang kumengerti dengan baik, dan juga karena faktor keberuntungan. Pada soal kesepuluh, ada soal yang cukup sulit. Aku lupa kanjinya seperti apa, tapi di soal itu disebutkan bahwa kanji itu dibaca おんど. Aku tak punya gambaran apapun. Akhirnya, mengikuti feeling (dan jejak teman-teman yang lainnya), aku pindah ke bagian batsu. Sementara itu, ada dua orang mahasiswi, entah mahasiswi mana, yang bertahan di bagian maru. Salah seorang dari mereka sempat mau ke bagian batsu, tapi karena waktunya sudah habis, dia harus tetap tinggal di bagian maru. Lalu akhirnya jawabannya keluar, yaitu maru. Aku hampir tidak percaya. Aku... gugur? Di soal kesepuluh? Huaaaaa! Tetapi saat kami akan berbalik badan, panitia meminta kami untuk tetap berada di tempat, sementara dua orang mahasiswi tadi dibawa keluar arena pertandingan. Mereka berdua lolos ke babak final, sementara kami, orang-orang yang ceroboh memilih batsu, mendapat kesempatan untuk merebut dua tempat finalis, karena yang berhak masuk babak final adalah empat orang. Aku jadi semangat lagi dan yakin bisa masuk final.
Begitulah aku, yang merasa cukup percaya diri. Sampai akhirnya tiba di soal kedua belas (kalau tidak salah). Di soal itu muncul kanji 短 yang berarti “pendek”. Pada soal itu, kanji itu ditulis 短い. aku ingat betul kanji itu, aku yakin tidak seperti itu seharusnya ditulis. Dengan langkah pasti aku pindah ke bagian maru. Tadinya Cuma aku sendiri dan aku sempat merasa cemas sekali. Tetapi kemudian Adi, Yoga, Ghofur, mengikutiku juga. Aku begitu yakin dengan jawabanku. Lalu, jawaban muncul di layar. Yang muncul adalah tanda silang besar, batsu. Aku benar-benar tidak percaya. Tetapi, kok bisa? Bukannya seharusnya batsu, karena kanji itu seharusnya ditulis 短かい? sambil tertunduk tak percaya, aku kembali ke tempat dudukku. Di sana ada Nene, Rin, dan Vita yang telah gugur di soal-soal sebelumnya (mereka gugur di soal kanji 気持ち. Sepertinya mereka tidak melihat kanji 待dan mengira itu 持). Rin menunjukkan padaku kanji mijikai dan berkata, “ada dua cara baca, senpai”. Kulihat di Zkanji itu, memang tertulis 短い dan 短かい. tetapi entah kenapa, 短かいdiberi tanda silang merah. Saat kutanya mengapa begitu, Rin pun tidak tahu mengapa. Aku menemui Putri-sensei dan mencoba komplain. Tetapi Putri-sensei hanya berkata, “Begitu ya... nanti kita coba tanya saja pada Tomokiyo-sensei.” Aku kembali duduk manis, ingin mengutuk kanji 短 sialan itu.
Masih ada beberapa 1nensei yang bertahan. Akhirnya, yang lolos ke babak final adalah Vina dan Alifa. Benar-benar membanggakan! Kami berharap besar pada mereka. Mereka melawan mahasiswi UNESA dan Unitomo. Aku tak tahu sejauh mana kemampuan mereka, tapi aku yakin mereka pasti menang. Apalagi Vina kan pintar. Sementara itu, aku, Nene, Alfi, dan Ghofur, sedang bersepakat untuk ikut lagi tahun depan, di level Chukyuu. Dan saat itu, aku harus menang!
Di babak final ini, keempat finalis diuji kemampuan menulisnya. Empat papan tulis telah disiapkan, lalu soal pun dibacakan. Aku sempat kaget menemukan kanji yang sama dengan yang disimulasi, yaitu kanji 土産. Aku salah membacanya sebagai どさん, padahal itu dibaca みやげ. Untung Vina benar, tetapi Alifa salah. Tak apa, pikirku. Salah satu dari mereka akan membawa nama UNAIR kok...
Tetapi, sekali lagi, harapan tinggal harapan. Vina dan Alifa kalah poin. Lalu, mahasiswi UNESA keluar sebagai pemenang. Sempat merasa iri dan kesal juga, tapi ya sudahlah. Masih ada tahun depan kan?
Itulah cerita mengenai pengalamanku bertanding di Kanji Cup. Agak lebay juga ya ternyata? Hahaha.... mau aku ceritakan tentang Kanji Cup level Chukyuu? Hmm... yah, aku ceritakan sedikit ya... mbak Oly dkk berjuang cukup baik di pertandingan itu. Tetapi, lawan mereka sangatlah tangguh. Akhirnya mereka pun tak bisa lolos ke babak final. Sementara itu, aku mengantuk juga lapar, ingin segera pulang. Sebenarnya masih ada babaik final. Tapi aku memutuskan untuk pulang bersama Ghofur. Aku ingin tidur yang nyenyak, mumpung ada waktu untuk istirahat. Jadi, aku mengumpulkan angket yang telah kuisi dan mengembalikan tanda pengenal peserta kepada panitia, dan mendapat map Doraemon si Duta Budaya Animasi serta beberapa notes dan majalah Jepang. Hueee... ureshikatta ne! Tapi aku tetap saja kecewa, karena tidak mendapat sertifikat. Hahahaha....
Begitu pulang, aku langsung ganti baju, solat, lalu tidur. Aku tak mempedulikan sms masuk, ataupun missed call dari Angga dan Papa. Aku benar-benar mengantuk, dan tertidur lelap sambil memeluk Resnu...
Mungkin, itulah lomba pertama yang membuatku bisa tidur nyenyak setelah melakukannya, tak terlalu memusingkan masalah menang atau kalah.
Berbagai Macam Cerita Mengenai Organisasi
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Minggu, 26 Desember 2010
Label:
AIESEC,
field of hope,
jujitsu,
Niseikai Aidai,
unair
/
Comments: (0)
wah... udah lama juga ya aku ngga ngeblog! akhir-akhir ini banyak kesibukan, sampai lupa hal-hal "kecil" nan menyenangkan semacam posting blog ini :D walaupun agak lupa, tapi aku berusaha menuangkan berbagai macam kejadian akhir-akhir ini. buatku itu penting untuk dokumentasi, sebab mungkin suatu saat di masa depan akan berguna sebagai pembelajaran *hasssh*
oke, aku mulai dari cerita tentang Seminar Penerjemahan Manga Jepang - Indonesia. mungkin aku sudah pernah cerita sebelumnya kalau aku menjadi ketua panitia acara ini. persiapannya sih sudah dari jauh-jauh hari, dan sebenarnya bisa saja jadi sangat matang. tapi berhubung aku banyak kegiatan, jadi agak terpecah. entah mengapa semua terjadi bersamaan: Exchange fair AIESEC, Japanese World, dan semacamnya. benar-benar horor! tugas-tugas kuliahku hampir terbengkalai. untung saja Allah masih menyelamatkanku dengan memberi stok keberuntungan yang cukup banyak untukku ^_^;
balik ke Seminar. berbagai macam rintangan menghadang. mulai dari masalah konsep, pembicara, sampai dana. tadinya kami berniat membuat seminar kecil saja, dengan lingkup peserta FIB UNAIR. tapi ternyata, untuk bisa dibilang sebagai seminar, harus punya cakupan peserta paling tidak regional, artinya yang datang bukan hanya anak-anak FIB, tapi juga dari fakultas-fakultas lain dan universitas lainnya! huaduuuhh... padahal untuk konsumsi hanya siap sekitar 150 orang saja. akhirnya kami nekat "banting setir": dari lingkup peserta FIB ke lingkup umum. kesulitan yang kami hadapi antara lain mencari pembicara, menentukan hari H, menyusun term of references yang belum pernah kukenal sebelumnya, publikasi agar bisa merangkul banyak peserta, dana yang macet, dan sebagainya. dan alhamdulillah kami dapat menyelesaikannya satu per satu. untuk pembicara, akhirnya kami mengundang Shahrur-sensei sebagai pembicara pertama yang membahas sejarah singkat perkembangan manga di Indonesia, dan Tia-sensei sebagai pembicara kedua yang membahas teknik penerjemahan manga. untuk waktu, kami putuskan untuk melaksanakannya pada hari Jum'at, 26 November 2010, mundur 4 hari dari yang di proposal. mengenai TOR, aku serahkan pada divisi acara karena aku tak ahli dalam hal ini XD lalu publikasi... terus terang ini sangat melelahkan. salah satu panitia kerjanya kurang maksimal, dan bisa dikatakan agak menghalangi kerja yang lain. tapi akhirnya bisa juga terlaksana pada H-1, walau hanya terbatas di lingkup FIB saja. dan mengenai dana yang macet, bisa diatasi dengan meminjam kas HIMA dulu. sebenarnya untuk dana acara, hanya karena miskomunikasi saja antara dekanant yang baru dengan dekanat lama. saat kami mengajukan proposal dan permohonan dana adalah saat dekanat lama masih "berkuasa". dan ketika hampir menuju hari H, terjadi pergantian dekanat, sehingga mungkin itulah yang menyebabkan miskomunikasi. after all, aku sangat bersyukur memiliki panitia yang kinerjanya bagus, sehingga acara ini bisa terlaksana, dan bisa dibilang cukup sukses. tolak ukur yang kupakai adalah komentar dari peserta. sebagian besar mengatakan acara ini cukup bagus. aku sudah cukup puas dengan itu, walau tak puas seratus persen karena aku tak melihat keseluruhan acara. dan yang membuatku paling menyesal adalah karena aku tak melihat penampilan Yulia dkk yang menari yosakoi di pembukaan acara! XD
itulah cerita global mengenai Seminar. lalu, lanjut ke Exchange Fair (XF) dan Global Village (GV). Exchange Fair dimulai sejak bulan Oktober hingga Desember. posisiku adalah sebagai OC Communication, yang tugasnya ya menjadi CP untuk Exchange Fair dan Global Village, mem-follow up orang-orang yang berminat bergabung dengan AIESEC, menjadi EP manager untuk Mitha (bukan Haru-chan loh XD), mencari performer dan pengisi stan bazar, mengundang media untuk konferensi pers, dan sebagainya.
untuk XF, kami mengundang beberapa universitas seperti Universitas Ciputra (UC), STIKOM, Universitas Surabaya (UBAYA), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Kristen Petra (UKP), Universitas Pelita Harapan (UPH), dan tentu saja UNAIR. dari sekian banyak list itu, yang benar-benar terlaksana hanya di UC, STIKOM, UBAYA, dan UNAIR. tapi tak apa. dari XF ini, kami mendapat beberapa Exchange participants, dan new member tentunya :)
GV, diagendakan terlaksana pada tanggal 18 Desember 2010. aku harus mencari pengisi acara dan mini bazaar. juga menghubungi beberapa media untuk meliput acara kami. karena acaranya ini bertepatan dengan progres Japanese World, aku jadi pusing setengah mati. di satu sisi, aku harus cari dana untuk JW, di sisi lain, aku harus ambil tindakan juga dalam acara ini. akhirnya aku coba menggabungkan keduanya. aku mengajak Ryourikai Niseikai untuk berjualan di mini bazaar Global Village. keduanya setuju, dan sama-sama menguntungkan. Niseikai dapat kesempatan untuk berjualan mencari dana untuk JW, sedangkan GV mendapat pengisi stan untuk mini bazaarnya. alhamdulillah jualan mereka laku keras.
lalu untuk pengisi acara, aku mengajak Yosakoi Niseikai , yang menampilkan Arenji
dan juga ENCORE, Super Junior cover dancer, yang menampilkan Bonamana
over all, acara berjalan cukup baik. walaupun ada beberapa kekurangan di sana-sini. tapi alhamdulillah, acara ini terbilang cukup sukses. katanya sih, dapat banyak pujian. bahkan CCCL mau diajak bekerja sama lagi jika ada acara semacam ini lagi
oh iya, seminggu sebelum Global Village, aku sempat "melepaskan diri" dari segala macam kejenuhan dengan ikut camping bersama mas Diyan, Angga, mas Mirza, dan Wita. camping ini sebenarnya bertujuan untuk survei persiapan Happy Camp, acara JJUA yang bertujuan untuk mencari kader baru kepengurusan JJUA. tapi dasar bandel, bukannya survei, malah bersenang-senang XD terbukti dengan tidak ada satupun dari kami yang membawa pulpen, bahkan notes untuk mencatat hasil survei. hahaha.... ahirnya, yang menjadi bukti hanyalah foto-foto narsis kami XP
itulah beberapa cerita singkat mengenai kehidupan organisasiku sekarang. alhamdulillah satu per satu tanggung jawabku sudah ditunaikan *haji kali?* sekarang tinggal JW saja. aku hanya bisa berdoa, semoga tim danus sponsor bisa mendapatkan sponsor, agar acara ini bisa berjalan dengan baik. dan semoga mbak Meti tenang di alam sana...
Berita Kecelakaan Meita Nurdiansyah
kami tak ingin mbak Meti meninggal sia-sia, makanya kami ingin agar acara JW ini sukses. semoga.....
oke, aku mulai dari cerita tentang Seminar Penerjemahan Manga Jepang - Indonesia. mungkin aku sudah pernah cerita sebelumnya kalau aku menjadi ketua panitia acara ini. persiapannya sih sudah dari jauh-jauh hari, dan sebenarnya bisa saja jadi sangat matang. tapi berhubung aku banyak kegiatan, jadi agak terpecah. entah mengapa semua terjadi bersamaan: Exchange fair AIESEC, Japanese World, dan semacamnya. benar-benar horor! tugas-tugas kuliahku hampir terbengkalai. untung saja Allah masih menyelamatkanku dengan memberi stok keberuntungan yang cukup banyak untukku ^_^;
balik ke Seminar. berbagai macam rintangan menghadang. mulai dari masalah konsep, pembicara, sampai dana. tadinya kami berniat membuat seminar kecil saja, dengan lingkup peserta FIB UNAIR. tapi ternyata, untuk bisa dibilang sebagai seminar, harus punya cakupan peserta paling tidak regional, artinya yang datang bukan hanya anak-anak FIB, tapi juga dari fakultas-fakultas lain dan universitas lainnya! huaduuuhh... padahal untuk konsumsi hanya siap sekitar 150 orang saja. akhirnya kami nekat "banting setir": dari lingkup peserta FIB ke lingkup umum. kesulitan yang kami hadapi antara lain mencari pembicara, menentukan hari H, menyusun term of references yang belum pernah kukenal sebelumnya, publikasi agar bisa merangkul banyak peserta, dana yang macet, dan sebagainya. dan alhamdulillah kami dapat menyelesaikannya satu per satu. untuk pembicara, akhirnya kami mengundang Shahrur-sensei sebagai pembicara pertama yang membahas sejarah singkat perkembangan manga di Indonesia, dan Tia-sensei sebagai pembicara kedua yang membahas teknik penerjemahan manga. untuk waktu, kami putuskan untuk melaksanakannya pada hari Jum'at, 26 November 2010, mundur 4 hari dari yang di proposal. mengenai TOR, aku serahkan pada divisi acara karena aku tak ahli dalam hal ini XD lalu publikasi... terus terang ini sangat melelahkan. salah satu panitia kerjanya kurang maksimal, dan bisa dikatakan agak menghalangi kerja yang lain. tapi akhirnya bisa juga terlaksana pada H-1, walau hanya terbatas di lingkup FIB saja. dan mengenai dana yang macet, bisa diatasi dengan meminjam kas HIMA dulu. sebenarnya untuk dana acara, hanya karena miskomunikasi saja antara dekanant yang baru dengan dekanat lama. saat kami mengajukan proposal dan permohonan dana adalah saat dekanat lama masih "berkuasa". dan ketika hampir menuju hari H, terjadi pergantian dekanat, sehingga mungkin itulah yang menyebabkan miskomunikasi. after all, aku sangat bersyukur memiliki panitia yang kinerjanya bagus, sehingga acara ini bisa terlaksana, dan bisa dibilang cukup sukses. tolak ukur yang kupakai adalah komentar dari peserta. sebagian besar mengatakan acara ini cukup bagus. aku sudah cukup puas dengan itu, walau tak puas seratus persen karena aku tak melihat keseluruhan acara. dan yang membuatku paling menyesal adalah karena aku tak melihat penampilan Yulia dkk yang menari yosakoi di pembukaan acara! XD
itulah cerita global mengenai Seminar. lalu, lanjut ke Exchange Fair (XF) dan Global Village (GV). Exchange Fair dimulai sejak bulan Oktober hingga Desember. posisiku adalah sebagai OC Communication, yang tugasnya ya menjadi CP untuk Exchange Fair dan Global Village, mem-follow up orang-orang yang berminat bergabung dengan AIESEC, menjadi EP manager untuk Mitha (bukan Haru-chan loh XD), mencari performer dan pengisi stan bazar, mengundang media untuk konferensi pers, dan sebagainya.
untuk XF, kami mengundang beberapa universitas seperti Universitas Ciputra (UC), STIKOM, Universitas Surabaya (UBAYA), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Kristen Petra (UKP), Universitas Pelita Harapan (UPH), dan tentu saja UNAIR. dari sekian banyak list itu, yang benar-benar terlaksana hanya di UC, STIKOM, UBAYA, dan UNAIR. tapi tak apa. dari XF ini, kami mendapat beberapa Exchange participants, dan new member tentunya :)
GV, diagendakan terlaksana pada tanggal 18 Desember 2010. aku harus mencari pengisi acara dan mini bazaar. juga menghubungi beberapa media untuk meliput acara kami. karena acaranya ini bertepatan dengan progres Japanese World, aku jadi pusing setengah mati. di satu sisi, aku harus cari dana untuk JW, di sisi lain, aku harus ambil tindakan juga dalam acara ini. akhirnya aku coba menggabungkan keduanya. aku mengajak Ryourikai Niseikai untuk berjualan di mini bazaar Global Village. keduanya setuju, dan sama-sama menguntungkan. Niseikai dapat kesempatan untuk berjualan mencari dana untuk JW, sedangkan GV mendapat pengisi stan untuk mini bazaarnya. alhamdulillah jualan mereka laku keras.
lalu untuk pengisi acara, aku mengajak Yosakoi Niseikai , yang menampilkan Arenji
dan juga ENCORE, Super Junior cover dancer, yang menampilkan Bonamana
over all, acara berjalan cukup baik. walaupun ada beberapa kekurangan di sana-sini. tapi alhamdulillah, acara ini terbilang cukup sukses. katanya sih, dapat banyak pujian. bahkan CCCL mau diajak bekerja sama lagi jika ada acara semacam ini lagi
![]() |
| inilah para AIESECer Surabaya yang berpose narsis setelah Global Village |
itulah beberapa cerita singkat mengenai kehidupan organisasiku sekarang. alhamdulillah satu per satu tanggung jawabku sudah ditunaikan *haji kali?* sekarang tinggal JW saja. aku hanya bisa berdoa, semoga tim danus sponsor bisa mendapatkan sponsor, agar acara ini bisa berjalan dengan baik. dan semoga mbak Meti tenang di alam sana...
Berita Kecelakaan Meita Nurdiansyah
kami tak ingin mbak Meti meninggal sia-sia, makanya kami ingin agar acara JW ini sukses. semoga.....
Ospek Jurusan Sastra Jepang 2010
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Senin, 25 Oktober 2010
Label:
MK,
Nakayoshi Naito,
Niseikai Aidai,
ospek,
padang edelweiss,
unair
/
Comments: (0)
huwaa.. akhirnya bisa blogging juga! sebenernya sudah lama aku ingin menulis di sini, tapi baru kesampaian sekarang karena sibuk. hehehe....
oke, kita mulai dari Nakayoshi Naito 2010. NN diadakan tanggal 1-3 Oktober 2010. berbeda dari konsep-konsep sebelumnya, NN kali ini camping di Purwodadi. asyik kan! namun yah.. karena baru pertama kali, makanya kami banyak menemukan kesulitan. antara lain: banyak semut ganas yang mengerubungi tenda kami sehingga kami tak nyaman tidur, area Purwodadi yang luas dan gelap kalau sudah malam hari. kalau dari diriku sendiri, yang menghambat adalah masalah kesehatan. H-2, aku flu berat. tapi alhamdulillah, dengan mengonsumsi banyak makanan, vitamin, dan obat, akhirnya aku bisa mengikuti NN juga, walau terpaksa pakai masker sih :D
oh ya, di NN ini aku jadi trainer untuk kelompok 2 yang terdiri dari Vivi, ruth, Desynta, Meinar, Lina, dan Roshid. tapi ketiga orang anggotanya tak bisa datang/ Meinar, tak diperbolehkan oleh orang tuanya. Roshid, habis sakit typhus. Lina, merawat kakaknya yang tengah menjalani kemoterapi. jadilah ketia anggota yang berangkat: Vivi sang ketua, Desynta, dan ruth. ruth juga tak bisa mengikuti semua rangkaia acara dengan penuh karena ada urusan keluarga. tengah malam pertama ia dijemput orang tuanya, lalu malam kedua ia kembali ke camping ground. benar-benar mengagumkan! tak hanya Ruth, aku juga kagum pada anggota yang lain seperti Vivi dan Desynta yang berhasil menyelesaikan 6 pos game dari total 8 pos game. begitu juga dengan Meinar danRroshid yang membantu teman-temannya menyiapkan peralaran kelompok NN. sungguh membanggakan...
oke, langsung ke Monitoring Kepemimpinan yang baru saja selesai kemarin. MK yang diadakan di vila Claket Indah (tempat angkatanku NN dulu) tanggal 23-24 Oktober 2010 ini seru abis! oke, aku coba ceritakan kronologisnya ya...
Jum'at, 22 Oktober 2010
oke mungkin ini agak OOT, tapi aku ingin menceritakan sedikit tentang H-1 ini. malam H-2, aku disms Tama-chan supaya ikut rapat OGX pada Jum'at malam jam 6 maghrib. tadinya aku ragu, karena Sabtu pagi kan harus berangkat. tapi karena tak enak lama absen rapat AIESEC, akhirnya aku menyempatkan ikut. aku packing barang-barang yang perlu kubawa seefisien mungkin, lalu berangkat kuliah. aku juga membawa kertas tugas Sakubunku, biar bisa kukerjakan di kampus. aku tak ingin hari Senin-nya aku terburu-buru mengerjakan tugas seperti yang dulu-dulu. alhamdulillah tugas Sakubunku selesai. aku berencana mengumpulkannya har itu juga. tapi Kome meminjamnya, dan berjanji akan mengembalikan Senin. ya sudahlah, toh sudah selesai ini. aku pinjamkan pada Kome.
kuliah selesai. aku menunggu Ruri yang kuliah sore. kenapa? karena aku berencana menginap di kostnya, atas saran Tama-chan. sudah dapat ditebak, rapat itu takkan selesai dalam waktu singkat. sangat mungkin baru selesai malam sekali. jam-jam di atas maghrib, angkot sudah jarang lewat. makanya lebih baik aku menginap di kost Ruri. yah, lumayan... bisa hemat ongkos angkot juga. kalau menginap di kost Ruri kan tak perlu keluar ongkos pulang hari itu dan ongkos berangkat keesokan harinya. lagipula, aku tak yakin bisa datang tepat waktu kalau aku berangkat dari Bendul Merisi.
meskipun begitu, menginap di kostnya pun lumayan susah, karena aku tak punya cukup uang. uangku habis untuk fotokopi rundown dan pembagian kelompok peserta. aku makan dengan nasi pecel yang murah, lalu meminta tolong pada Nene untuk membawakan beberapa kebutuhan cewek lainnya. memang, di saat kepepet seperti itu, akal harus bener-bener main. aku sangat bersyukur Allah memberiku jalan untuk setiap masalahku.
jam setengah 7 malam, aku dan Ruri ke Surabi Chubby di Srikana untuk rapat. sebenarnya aku sangat lelah dan mengantuk, tapi aku paksakan untuk tetap fokus pada rapat. dan seperti yang sudah diduga, rapat itu baru selesai jam 9. fuh... untung aku menginap. tak perlu khawatir pulang deh... begitu sampai di kost Ruri, aku makan, lalu segera tidur.
Sabtu, 23 Oktober 2010
keesokan harinya, aku bangun sekitar jam 5. aku mandi, lalu segera berpakaian. jam setengah 6 kurang, aku berangkat ke kampus. kost Ruri memang dekat kampus B, yaitu di daerah Gubeng Airlangga. jadi aku tak telat. sesampainya di sana, banyak panitia dan beberapa peserta yang sudah stand by. begitu Nene datang, aku langsung briefing dia yang tak masuk selama 2 hari karena sakit. yap, aku dan Nene masuk sie acara sekaligus mentor! yak, duet Podpod dan Popok akan segera menghancurkan cara ini!!! XDDD
sekitar jam 6, garnisun yang kami sewa datang. setelah semua peserta yang fix ikut datang, kami semua berdoa agar acara ini berjalan lancar. lalu aku dan mbak Pipit membimbing kohai masuk ke garnisun. setelah semua beres, aku turun dan bergabung dengan "pasukan motor". ada beberapa panitia yang berangkat dengan motor: Pyok-Rio, Didin-Risda, Agil-Mbak Meti, Kie-Ghofur, dan aku-Mas Niko. setelah garnisun, mobil mas obenk, dan mobil Cintya berangkat, barulah kami berangkat. namun, di pom bensin dekat Carefour, kami mampir untuk isi bensin, lalu melanjutkan perjalanan.
oh ya, sedikit intermezzo, tadinya Cintya berencana naik mobilnya sendiri. tapi setelah dibujuk sang ketupat, Risda, akhirnya dia mau naik garnisun bersama peserta lainnya. tapi ada untungnya juga dia bawa mobil. barang-barang bawaan kami bisa kami titipkan di mobilnya. tasku sendiri aku titipkan di garnisun, tapi aku bawa tas mas Niko yang enteng itu.
jam 9.03, kami sampai di villa Claket Indah. kami membagi peserta ke dalam beberapa kelompok. ada 3 kelompok cewek dan satu kelompok cowok. kelompok cewek masing-masing mendapat satu kamar. sedangkan kelompok cowok, karena hanya 4 orang, harus berbagi dengan panitia cowok lainnya. sedangkan panitia cewek dapat satu kamar. tapi paling-paling pada prakteknya pada tidur dia aula :D
satu per satu acara berlangsung. mulai dari materi oleh mbak Pipit, mas Wawan, dan mas Totot, games-games seperti Stop the Bus, dan lain-lain. kendala kami adalah waktu. banyak yang molor karena makan, ke kamar mandi, dan sebagainya. tapi overall, cukup bagus. menjelang malam, sensei-gata mengunjungi kami. ada Syahrur-sensei, Eli-sensei, Adis-sensei, dan juga duet dosen Jepang Maki-sensei dan Nozomi-sensei. yay! Syahrur-sensei sempat memberi prakata kepada kami. kami senang sensei-gata bisa hadir. apalagi dosen Jepang kami mau tinggal bersama kami. asiiikkk....
malamnya merupakan acara penting. ada curhat bersama mentor, wawancara potensi diri, dan sebagainya. semua itu menimbulkan deja vu. ah, jadi inget NN tahun lalu... tapi kini aku menjadi mentor. kali ini bukan aku yang dibimbing, tapi membimbing. aih, tak terasa waktu cepat sekali berlalu ya... *sok tua*
setelah curhat, aku tidur di aula beralaskan tikar, berbantalkan jaket, dan berselimut seprai tipis. . tapi karena dingin, aku terbangun. aku ke dapur mencari makanan dan teh hangat. di dapur, aku melihat ada kasur kapuk yang kelihatannya cukup menjanjikan. tapi ada mas Adit, Pyok, dan Agil yang tidur di situ. ah, sebodo amat dah.. . daripada aku gak bisa tidur dan nangis karena kedinginan (aku tak tahan dingin, sumpah), mending juga berkompromi dengan mereka. aku tidur di pinggir, sebelah mas Adit. waktu itu aku tak memikirkan apapun, selain tidur karena sudah lelah. tapi itu malah jadi skandal. paginya, aku terbangun dan mendapati Pika berdiri di sampingku dengan hp kamera di tangan. tapi begitu melihatku membuka mata, Pika langsung menyembunyikan hp itu. aku sih berpura-pura tak tahu. aku yakin Pika belum sempat mengambil foto apapun. lalu aku keluar dari dapur. mas Wija menggodaku, dan menunjukkan fotoku yang tidur di samping mas Adit. sebodo teuing lah.... toh ga ngapa-ngapain ini.
Minggu, 24 Oktober 2010
agenda hari itu cukup santai. hanya ada games dan award. kegiatan dimulai dengan senam pagi yang konyol, games Shiritori yang cukup geje, dan games air. nah ini dia yang ditunggu-tunggu! setelah peserta memainkan games dari panitia, Pyok menggendong Risda dan menceburkannya ke kolam. yap, perang dimulai! satu per satu diceburkan ke kolam, seperti dulu. aku yang berdiri di pinggir kolam, didorong Kie. hahaha.... dasar! lalu aku mencari mangsa lainnya. tapi aku malah jadi korban orang lain. Alfi mendorongku ke kolam dua kali. lalu, saat Rezar, aku, dan teman-teman yang lain mencoba menceburkan mas Niko, aku malah didorong ke kolam entah oleh siapa. jadilah mas Niko, aku, Rezar, dan Dewi masuk ke kolam (lagi). dasar sial! ahahaha.... lalu, aku minta tolong mas Fajar a.k.a Lek Hadi untuk menarikku keluar kolam. tapi dasar emang aku usil, aku menariknya masuk ke dalam kolam! tapi aku kena batunya juga. aku ketiban Lek Hadi yang jatuh ke kolam -___-"
puas bermain, kami kembali ke villa. setelah mandi, bersih-bersih diri, kami makan bersama. lalu, kami mengadakan amplop berjalan, seperti waktu MK angkatanku dulu di Villa Putih, Batu itu loh... semua duduk melingkar. setiap orang mendapat satu amplop, menulis namanya di atas amplop, lalu memutarnya. setiap mendapat satu amplop dari orang lain, kita harus menuliskan kesan, pesan, atau apapun kepada si pemilik amplop. kalau di LCC, kayak sugar cube gitulah. bedanya, amplop sugar cube ditempel di dinding, dan berisi kata-kata "manis". kalau amplop berjalan, isinya bisa bermacam-macam, entah itu baik ataupun menjengkelkan. begitu aku mendapatkan kembali amplopku, aku langsung menyegelnya dan berniat membacanya di rumah. yang seru dari amplop berjalan ini adalah saat membacanya dan menebak-nebak dari siapakah pesan itu berasal.
setelah amplop berjalan, penyerahan awards. peserta terbaik jatuh pada Pipit (1nensei loh, bukan 2nensei :p) dan Trya. mereka mendapat kaos panitia MK (oh ya, tahun ini panitia dan peserta dapat kaos loh... bedanya panitia berwarna hitam dan peserta berwarna putih. keren kan?) lalu, peserta terbaik harus berdiskusi dengan peserta lainnya untuk menentukan siapa panitia cewek-cowok terbaik. mereka memilih mbak Pipit dan mas Wawan. omedetou gozaimasu, senpai-gata! mereka mendapat hadiah yang....... konyol. mbak Pipit dapat boxer bermotif Upin-ipin, mas Wawan dapat kaos singlet. kami memaksa mereka memakainya saat itu juga. mas Wawan melepas kaosnya dan memakai singlet itu, sementara mbak Pipit berusaha keras memakai boxer itu di atas jeansnya. benar-benar kocak! pasti idenya Risda! memang dasar imouto-chan ku itu... hahahaha....
sekitar jam 3, kami pulang. seperti waktu berangkat, aku bersama "pasukan motor" lain berangkat terakhir. perjalannya seru, karena jalannya menurun. yah, walau deg-degan juga sih, karena motor mas Niko hampir oleng di jalan menurun. wah, ga kebayang deh kalau sampai jatuh ke jurang. naudzubillah min dzalik....
sampai di Surabaya, mas Niko menurunkanku di dekat RSI. aku berjalan kaki menyeberangi jalan menuju Bendul Merisi. melelahkan, tapi menyenangkan sekali. seperti harapanku tahun lalu, MK tahun ini juga sangat menyenangkan. semoga NN dan MK tahun depan pun begitu. amin ya rabbal alamin...
oh ya, sedikit tambahan. aku dapet trademark baru lohh: "senyumannya mematikan". kok bisa? jadi gini, waktu main Stop the Bus, kelompok 2 yang terdiri dari Roshid, Rif'al, lalu entah siapa lagi membuat deskripsi mengenai Didin pada awalnya. tapi karena kelompok lain sudah membuat terlebih dulu, maka aku menyuruh mereka membuat lagi. lalu pada saat terakhir, kelompok 2 membacakan deskripsi orang yang mereka maksud.
1. putih
2. berponi
3. tidak gemuk
4. ceria
5. senyumannya mematikan
aku mau ketawa mendengar deskripsi terakhir. tapi, ternyata aku tak boleh tertawa dulu, karena Vina-chan mengatakan "stop the bus!" aku mempersilakannya menjawab, lalu dia menjawab "Cha-senpai". aku bengong. kelompok 2 membenarkan. aku speechless.saat itu juga semua orang yang ada di aula itu, baik peserta maupun panitia, tertawa terbahak-bahak "ngahahahahha..." sejak saat itulah aku mendapat trademark "senyum mematikan" dan itulah yang banyak ditulis di dalam amplopku XD
yah... pokoknya MK tahun ini seru gila! XDDD
oke, kita mulai dari Nakayoshi Naito 2010. NN diadakan tanggal 1-3 Oktober 2010. berbeda dari konsep-konsep sebelumnya, NN kali ini camping di Purwodadi. asyik kan! namun yah.. karena baru pertama kali, makanya kami banyak menemukan kesulitan. antara lain: banyak semut ganas yang mengerubungi tenda kami sehingga kami tak nyaman tidur, area Purwodadi yang luas dan gelap kalau sudah malam hari. kalau dari diriku sendiri, yang menghambat adalah masalah kesehatan. H-2, aku flu berat. tapi alhamdulillah, dengan mengonsumsi banyak makanan, vitamin, dan obat, akhirnya aku bisa mengikuti NN juga, walau terpaksa pakai masker sih :D
![]() |
| narsis gila! hwahahaha... XD |
oke, langsung ke Monitoring Kepemimpinan yang baru saja selesai kemarin. MK yang diadakan di vila Claket Indah (tempat angkatanku NN dulu) tanggal 23-24 Oktober 2010 ini seru abis! oke, aku coba ceritakan kronologisnya ya...
Jum'at, 22 Oktober 2010
oke mungkin ini agak OOT, tapi aku ingin menceritakan sedikit tentang H-1 ini. malam H-2, aku disms Tama-chan supaya ikut rapat OGX pada Jum'at malam jam 6 maghrib. tadinya aku ragu, karena Sabtu pagi kan harus berangkat. tapi karena tak enak lama absen rapat AIESEC, akhirnya aku menyempatkan ikut. aku packing barang-barang yang perlu kubawa seefisien mungkin, lalu berangkat kuliah. aku juga membawa kertas tugas Sakubunku, biar bisa kukerjakan di kampus. aku tak ingin hari Senin-nya aku terburu-buru mengerjakan tugas seperti yang dulu-dulu. alhamdulillah tugas Sakubunku selesai. aku berencana mengumpulkannya har itu juga. tapi Kome meminjamnya, dan berjanji akan mengembalikan Senin. ya sudahlah, toh sudah selesai ini. aku pinjamkan pada Kome.
kuliah selesai. aku menunggu Ruri yang kuliah sore. kenapa? karena aku berencana menginap di kostnya, atas saran Tama-chan. sudah dapat ditebak, rapat itu takkan selesai dalam waktu singkat. sangat mungkin baru selesai malam sekali. jam-jam di atas maghrib, angkot sudah jarang lewat. makanya lebih baik aku menginap di kost Ruri. yah, lumayan... bisa hemat ongkos angkot juga. kalau menginap di kost Ruri kan tak perlu keluar ongkos pulang hari itu dan ongkos berangkat keesokan harinya. lagipula, aku tak yakin bisa datang tepat waktu kalau aku berangkat dari Bendul Merisi.
meskipun begitu, menginap di kostnya pun lumayan susah, karena aku tak punya cukup uang. uangku habis untuk fotokopi rundown dan pembagian kelompok peserta. aku makan dengan nasi pecel yang murah, lalu meminta tolong pada Nene untuk membawakan beberapa kebutuhan cewek lainnya. memang, di saat kepepet seperti itu, akal harus bener-bener main. aku sangat bersyukur Allah memberiku jalan untuk setiap masalahku.
jam setengah 7 malam, aku dan Ruri ke Surabi Chubby di Srikana untuk rapat. sebenarnya aku sangat lelah dan mengantuk, tapi aku paksakan untuk tetap fokus pada rapat. dan seperti yang sudah diduga, rapat itu baru selesai jam 9. fuh... untung aku menginap. tak perlu khawatir pulang deh... begitu sampai di kost Ruri, aku makan, lalu segera tidur.
Sabtu, 23 Oktober 2010
keesokan harinya, aku bangun sekitar jam 5. aku mandi, lalu segera berpakaian. jam setengah 6 kurang, aku berangkat ke kampus. kost Ruri memang dekat kampus B, yaitu di daerah Gubeng Airlangga. jadi aku tak telat. sesampainya di sana, banyak panitia dan beberapa peserta yang sudah stand by. begitu Nene datang, aku langsung briefing dia yang tak masuk selama 2 hari karena sakit. yap, aku dan Nene masuk sie acara sekaligus mentor! yak, duet Podpod dan Popok akan segera menghancurkan cara ini!!! XDDD
sekitar jam 6, garnisun yang kami sewa datang. setelah semua peserta yang fix ikut datang, kami semua berdoa agar acara ini berjalan lancar. lalu aku dan mbak Pipit membimbing kohai masuk ke garnisun. setelah semua beres, aku turun dan bergabung dengan "pasukan motor". ada beberapa panitia yang berangkat dengan motor: Pyok-Rio, Didin-Risda, Agil-Mbak Meti, Kie-Ghofur, dan aku-Mas Niko. setelah garnisun, mobil mas obenk, dan mobil Cintya berangkat, barulah kami berangkat. namun, di pom bensin dekat Carefour, kami mampir untuk isi bensin, lalu melanjutkan perjalanan.
oh ya, sedikit intermezzo, tadinya Cintya berencana naik mobilnya sendiri. tapi setelah dibujuk sang ketupat, Risda, akhirnya dia mau naik garnisun bersama peserta lainnya. tapi ada untungnya juga dia bawa mobil. barang-barang bawaan kami bisa kami titipkan di mobilnya. tasku sendiri aku titipkan di garnisun, tapi aku bawa tas mas Niko yang enteng itu.
jam 9.03, kami sampai di villa Claket Indah. kami membagi peserta ke dalam beberapa kelompok. ada 3 kelompok cewek dan satu kelompok cowok. kelompok cewek masing-masing mendapat satu kamar. sedangkan kelompok cowok, karena hanya 4 orang, harus berbagi dengan panitia cowok lainnya. sedangkan panitia cewek dapat satu kamar. tapi paling-paling pada prakteknya pada tidur dia aula :D
satu per satu acara berlangsung. mulai dari materi oleh mbak Pipit, mas Wawan, dan mas Totot, games-games seperti Stop the Bus, dan lain-lain. kendala kami adalah waktu. banyak yang molor karena makan, ke kamar mandi, dan sebagainya. tapi overall, cukup bagus. menjelang malam, sensei-gata mengunjungi kami. ada Syahrur-sensei, Eli-sensei, Adis-sensei, dan juga duet dosen Jepang Maki-sensei dan Nozomi-sensei. yay! Syahrur-sensei sempat memberi prakata kepada kami. kami senang sensei-gata bisa hadir. apalagi dosen Jepang kami mau tinggal bersama kami. asiiikkk....
malamnya merupakan acara penting. ada curhat bersama mentor, wawancara potensi diri, dan sebagainya. semua itu menimbulkan deja vu. ah, jadi inget NN tahun lalu... tapi kini aku menjadi mentor. kali ini bukan aku yang dibimbing, tapi membimbing. aih, tak terasa waktu cepat sekali berlalu ya... *sok tua*
setelah curhat, aku tidur di aula beralaskan tikar, berbantalkan jaket, dan berselimut seprai tipis. . tapi karena dingin, aku terbangun. aku ke dapur mencari makanan dan teh hangat. di dapur, aku melihat ada kasur kapuk yang kelihatannya cukup menjanjikan. tapi ada mas Adit, Pyok, dan Agil yang tidur di situ. ah, sebodo amat dah.. . daripada aku gak bisa tidur dan nangis karena kedinginan (aku tak tahan dingin, sumpah), mending juga berkompromi dengan mereka. aku tidur di pinggir, sebelah mas Adit. waktu itu aku tak memikirkan apapun, selain tidur karena sudah lelah. tapi itu malah jadi skandal. paginya, aku terbangun dan mendapati Pika berdiri di sampingku dengan hp kamera di tangan. tapi begitu melihatku membuka mata, Pika langsung menyembunyikan hp itu. aku sih berpura-pura tak tahu. aku yakin Pika belum sempat mengambil foto apapun. lalu aku keluar dari dapur. mas Wija menggodaku, dan menunjukkan fotoku yang tidur di samping mas Adit. sebodo teuing lah.... toh ga ngapa-ngapain ini.
Minggu, 24 Oktober 2010
agenda hari itu cukup santai. hanya ada games dan award. kegiatan dimulai dengan senam pagi yang konyol, games Shiritori yang cukup geje, dan games air. nah ini dia yang ditunggu-tunggu! setelah peserta memainkan games dari panitia, Pyok menggendong Risda dan menceburkannya ke kolam. yap, perang dimulai! satu per satu diceburkan ke kolam, seperti dulu. aku yang berdiri di pinggir kolam, didorong Kie. hahaha.... dasar! lalu aku mencari mangsa lainnya. tapi aku malah jadi korban orang lain. Alfi mendorongku ke kolam dua kali. lalu, saat Rezar, aku, dan teman-teman yang lain mencoba menceburkan mas Niko, aku malah didorong ke kolam entah oleh siapa. jadilah mas Niko, aku, Rezar, dan Dewi masuk ke kolam (lagi). dasar sial! ahahaha.... lalu, aku minta tolong mas Fajar a.k.a Lek Hadi untuk menarikku keluar kolam. tapi dasar emang aku usil, aku menariknya masuk ke dalam kolam! tapi aku kena batunya juga. aku ketiban Lek Hadi yang jatuh ke kolam -___-"
puas bermain, kami kembali ke villa. setelah mandi, bersih-bersih diri, kami makan bersama. lalu, kami mengadakan amplop berjalan, seperti waktu MK angkatanku dulu di Villa Putih, Batu itu loh... semua duduk melingkar. setiap orang mendapat satu amplop, menulis namanya di atas amplop, lalu memutarnya. setiap mendapat satu amplop dari orang lain, kita harus menuliskan kesan, pesan, atau apapun kepada si pemilik amplop. kalau di LCC, kayak sugar cube gitulah. bedanya, amplop sugar cube ditempel di dinding, dan berisi kata-kata "manis". kalau amplop berjalan, isinya bisa bermacam-macam, entah itu baik ataupun menjengkelkan. begitu aku mendapatkan kembali amplopku, aku langsung menyegelnya dan berniat membacanya di rumah. yang seru dari amplop berjalan ini adalah saat membacanya dan menebak-nebak dari siapakah pesan itu berasal.
setelah amplop berjalan, penyerahan awards. peserta terbaik jatuh pada Pipit (1nensei loh, bukan 2nensei :p) dan Trya. mereka mendapat kaos panitia MK (oh ya, tahun ini panitia dan peserta dapat kaos loh... bedanya panitia berwarna hitam dan peserta berwarna putih. keren kan?) lalu, peserta terbaik harus berdiskusi dengan peserta lainnya untuk menentukan siapa panitia cewek-cowok terbaik. mereka memilih mbak Pipit dan mas Wawan. omedetou gozaimasu, senpai-gata! mereka mendapat hadiah yang....... konyol. mbak Pipit dapat boxer bermotif Upin-ipin, mas Wawan dapat kaos singlet. kami memaksa mereka memakainya saat itu juga. mas Wawan melepas kaosnya dan memakai singlet itu, sementara mbak Pipit berusaha keras memakai boxer itu di atas jeansnya. benar-benar kocak! pasti idenya Risda! memang dasar imouto-chan ku itu... hahahaha....
sekitar jam 3, kami pulang. seperti waktu berangkat, aku bersama "pasukan motor" lain berangkat terakhir. perjalannya seru, karena jalannya menurun. yah, walau deg-degan juga sih, karena motor mas Niko hampir oleng di jalan menurun. wah, ga kebayang deh kalau sampai jatuh ke jurang. naudzubillah min dzalik....
sampai di Surabaya, mas Niko menurunkanku di dekat RSI. aku berjalan kaki menyeberangi jalan menuju Bendul Merisi. melelahkan, tapi menyenangkan sekali. seperti harapanku tahun lalu, MK tahun ini juga sangat menyenangkan. semoga NN dan MK tahun depan pun begitu. amin ya rabbal alamin...
oh ya, sedikit tambahan. aku dapet trademark baru lohh: "senyumannya mematikan". kok bisa? jadi gini, waktu main Stop the Bus, kelompok 2 yang terdiri dari Roshid, Rif'al, lalu entah siapa lagi membuat deskripsi mengenai Didin pada awalnya. tapi karena kelompok lain sudah membuat terlebih dulu, maka aku menyuruh mereka membuat lagi. lalu pada saat terakhir, kelompok 2 membacakan deskripsi orang yang mereka maksud.
1. putih
2. berponi
3. tidak gemuk
4. ceria
5. senyumannya mematikan
aku mau ketawa mendengar deskripsi terakhir. tapi, ternyata aku tak boleh tertawa dulu, karena Vina-chan mengatakan "stop the bus!" aku mempersilakannya menjawab, lalu dia menjawab "Cha-senpai". aku bengong. kelompok 2 membenarkan. aku speechless.saat itu juga semua orang yang ada di aula itu, baik peserta maupun panitia, tertawa terbahak-bahak "ngahahahahha..." sejak saat itulah aku mendapat trademark "senyum mematikan" dan itulah yang banyak ditulis di dalam amplopku XD
yah... pokoknya MK tahun ini seru gila! XDDD
![]() |
| bersama Nene "popok" |
![]() |
| ya Allah... aku kumel banget XDDD |
![]() |
| Panitia MK 20101: Ore Sanjo!! |
Fast Track Middle Management Team
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Sabtu, 07 Agustus 2010
Label:
AIESEC,
field of hope,
gubuk kecil yang hangat,
kamar tidur yang mungil,
Niseikai Aidai,
padang edelweiss
/
Comments: (0)
aku lupa persisnya sejak tanggal berapa, seingatku sih pertengahan Juli, open recruitment untuk Middle Management Team melalui Fast Track dibuka. yah, mungkin sudah aku ceritakan di posting sebelumnya ya? baiklah, aku akan menceritakan tentang hasilnya pada babak pertama dan usahaku di babak kedua saja.
setelah mengirimkan semua dokumen yang dibutuhkan, akhirnya aku diberitahu bahwa aku lolos ke tahap seleksi wawancara. jadwal di posting melalui note di Facebook. aku interview untuk posisi ICX Service and Learning Manager via Skype pada tanggal 27 Juli 2010 pukul 15.45. lalu untuk posisi OGX Event Manager, tanggal 28 Juli 2010 pukul 10.00 di office AIESEC Surabaya. walah.... aku bingung untuk Skype. harus diinstal ke komputer atau hp android. mana punya aku fasilitas-fasilitas itu? tapi aku tetap mengusahakan. begitu aku sampai Surabaya, aku cari warnet yang ada fasilitas headset plus microphonenya. alhamdulillah ketemu. aku langsung download di situs resmi skype, lalu install. jam 4 kurang barulah interview dimulai. aku diinterview oleh mas Andes, Tama-chan, dan mbak Nila. kesanku untuk interview ini: bikin cekikikan. gimana engga? foto mas Andes sama Tama-chan begitu "menggemaskan" gitu... siapa juga yang ga tahan pingin ketawa?
lalu interview kedua di office yang cukup jauh itu. letaknya di Perumahan Galaxy Permai, daerah Keputih kalau tak salah. biasanya sih aku nebeng Ryan, tapi kali ini aku tak mau merepotkan dia terus. akhirnya aku tanya Tama-chan bagaimana ke sana dengan angkot. petunjuk dari Tama-chan sih: naik angkot WB di depan kampus B, turun di perempatan mau ke Coffee Corner (mana pula itu??!!), lalu oper angkot S. hmm....
untunglah aku tak sendiri. aku bareng Ruri yang juga interview jam 11 di office. jadi kami sama-sama berangkat dari kampus B jam 9 supaya tak telat.
kami sampai di sana sekitar jam 10. Puput sudah selesai diinterview. aaaahhh! akhirnya giliranku! aku diinterview Tama-chan, lalu di tengah-tengah mbak Milla datang juga. katanya sih, kalau interview harus lebih dari 1 orang, supaya obyektif. kesanku: menyenangkan dan cepat. andai semua interview bisa seperti itu :D
tak lama, mungkin sehari atau mungkin juga malamnya (?), aku ditelepon mbak Milla yang menggunakan nomor mbak Dea. mereka bilang aku tak diterima. aku berbesar hati mendengarnya. dan aku segera berpikir positif: masih banyak hal lain yang aku bisa kerjakan. mungkin tenagaku lebih dibutuhkan di tempat lain.
baru saja merencanakan kegiatan lain, aku mendapat berita via Facebook bahwa ada open recruitment babak kedua! wogh! aku langsung antusias. aku apply untuk External Communication Manager dan Secretary. banyak yang menyemangati di Facebook. aku merasa sangat berterima kasih dan memutuskan untuk tetap berjuang sampai akhir.
aku interview untuk Secretary pada 2 Agustus 2010 pukul 11.30 via YM. aku senang diinterview oleh mbak Milla. dia selalu mengucapkan "thank you" setiap kali aku menjawab. aku merasa dihargai. lalu jam 2 siang aku naik Surokerto menuju Surabaya. aku sampai jam 15.30, lalu interview di perpustakaan kampus B jam 16.00 untuk External Communication Manager dengan mbak Marina dan mbak Milla (lagi). aku sih senang diinterview mereka, tapi agak grogi juga ^^" meskipun begitu, aku tetap semangat dan optimis bakal diterima!
tapi, memang rencana manusia tak selalu berjalan mulus. 3 Agustus 2010, mbah Ity ke FIB menemui pak Aribowo dan ingin sekali melihat koleksi buku mbah Kakung di ruang baca FIB. Papa dan adek Iqal menemani. aku, yang sehari sebelumnya sudah stand by di Surabaya, rencananya akan mengikuti rapat NN jam 10.00 dan menemui mbah Ity jam 11.00. tapi, mbah Ity sudah datang jam 10, satu jam lebih awal dari rencana. aku bingung, aku sudah berniat ikut rapat. mbah Ity mempersilakanku ikut rapat, tapi tidak dengan Papa. Papa "mengizinkan"ku dengan terpaksa dan marah. akhirnya aku ke SC dengan langkah berat. sampai di sana, Papa malah sms dengan nada yang menyesakkan: kecewa dengan sikapku yang lebih mementingkan kegiatan insidentil. saat membaca sms itu, aku merasa deja vu. entah kapan rasanya aku pernah mengalami kejadian serupa. tapi, bukan itu yang penting. aku izin pada mbak Pipit untuk tidak ikut rapat, lalu menyusul mbah Ity dan adek ke ruangan pak Aribowo.
suasana menjadi canggung. aku sendiri hampir menangis karena sms itu. dan aku merasa sangat terluka karena kegiatan organisasiku dianggap remeh oleh Papa.
mbah Ity menyerahkan beberapa koleksi buku mbah Kakung. aku menyerahkan lukisan figur pak Aribowo karya Papa. setelah sedikit berbincang-bincang, mbah Ity memutuskan untuk pulang. mbah Ity urung melihat ruang baca karena letaknya di lantai dua, dan mbah Ity sudah tak kuat berjalan lagi.
begitu keluar kampus B, kami makan di Depot Airlangga. sebenarnya makanan yang dihidangkan begitu enak, tapi moodku sedang tak baik. akhirnya aku tak habis memakan nasi goreng bakso yang lezat itu. selesai makan, mbah Ity dan adek Iqal pulang ke Kletek dengan taksi, sementara aku dan Papa ke rektorat untuk mengambil uang daftar ulang.
proses di rektorat cukup cepat. aku hanya perlu tanda tangan, lalu dapat deh bukti pembayaran daftar ulang semester berikutnya oleh rektor untukku. aku turun, dan ketemu mas Ginanjar yang baru saja selesai meliput berita rencana pembangunan lab baru di FST. kami berbincang-bincang sebentar, lalu berpisah.
di parkiran, aku mencoba menjelaskan kepada Papa mengenai kejadian yang membuat Papa kecewa itu. aku menjelaskan kalau aku sendiri sebenarnya sudah mau mengalah, tapi mbah Ity mempersilakanku pergi rapat. jadinya aku sendiri dilema. setelah mendengar argumenku, Papa menjelaskan panjang lebar mengenai organisasi, sks, kuliah, dan sebagainya. ah, kalah lagi deh... aku langsung mati kutu. dan menangis. aku masih tak mengerti kata-kata Papa. apakah itu berarti organisasi itu tak penting? apakah hanya sks dan IP saja yang penting? oh, entahlah....
esok malamnya, aku disms oleh mbak Milla dan mbak Marina. lagi-lagi aku tak diterima. yah, baguslah. setidaknya aku tak perlu "mengecewakan" Papa lagi dengan kegiatan organisasiku kan? aku hampir putus asa. aku tumpahkan perasaanku di Facebook. banyak yang berusaha menyemangatiku. tapi aku tak begitu peduli. photo tag dan message tentang full team MMT membuatku makin terluka dan muak. ya, aku kalah. kalah! benci sekali aku menyadari kenyataan itu. tapi aku berusaha menenangkan diri dan mengembalikan spiritku lagi. mungkin Shu-chan benar, ini semua hanya cobaan.
saat seperti itu, mbak Widy dengan manisnya menanyakan keadaanku via message di Facebook. aku terharu. mbak Widy yang tak begitu kukenal, yang tinggal jauh dariku di Jakarta sana, memperhatikan dan bersedia mendiskusikan masalaku. ya, mbak Widy yang bukan teman akrabku itu! sungguh berbeda dengan "mereka" yang sudah mengenalku lebih dulu, tetapi tak peduli denganku. mereka seolah tak melihat status-statusku. mereka tak mau memberi komentar, apalagi semangat. ah, muak aku dengan mereka! biarkan sajalah... aku tak mau berpusing-pusing dengan mereka.
meski agak sulit, tapi aku berusaha mengambil hikmah. semua sudah diatur oleh Allah. mungkin saja apa yang aku rencanakan dan inginkan, tak memberi manfaat yang cukup besar. mungkin saja kegagalanku ini menjadi peringatan untuk introspeksi. mungkin saja kegagalanku ini berarti sebuah batu loncatan untuk seuah keberhasilan di tempat lain. hidupku bukan tentang AIESEC saja, tapi juga keluarga, kuliah, Niseikai, Jujitsu, dan masih banyak lagi. mungkin Allah mengatur agar aku tak terlalu fokus di satu tempat saja, tapi merata di semua tempat. ya, bukankah rencana Allah begitu sempurna? saat tengah putus asa, lelah, dan marah, aku berusaha istighfar dan sabar. ayat "jadikanlah sholat dan sabar sebagai penolongmu" menjadi begitu berarti bagiku....
ya Allah, terima kasih untuk rencana yang telah Engkau susun untuk hambaMu ini. berikanlah kami hati yang tenang dan tabah selalu...
masih ada rencana lain yang harus dilaksanakan. bukankah aku sendiri masih mempunyai 42 impian dalam List of Dreamku? artinya, aku tak boleh patah semangat sekarang!
I don't wanna "die" today, till I can "kill" them (everything which interfere me to pursue my dreams)
setelah mengirimkan semua dokumen yang dibutuhkan, akhirnya aku diberitahu bahwa aku lolos ke tahap seleksi wawancara. jadwal di posting melalui note di Facebook. aku interview untuk posisi ICX Service and Learning Manager via Skype pada tanggal 27 Juli 2010 pukul 15.45. lalu untuk posisi OGX Event Manager, tanggal 28 Juli 2010 pukul 10.00 di office AIESEC Surabaya. walah.... aku bingung untuk Skype. harus diinstal ke komputer atau hp android. mana punya aku fasilitas-fasilitas itu? tapi aku tetap mengusahakan. begitu aku sampai Surabaya, aku cari warnet yang ada fasilitas headset plus microphonenya. alhamdulillah ketemu. aku langsung download di situs resmi skype, lalu install. jam 4 kurang barulah interview dimulai. aku diinterview oleh mas Andes, Tama-chan, dan mbak Nila. kesanku untuk interview ini: bikin cekikikan. gimana engga? foto mas Andes sama Tama-chan begitu "menggemaskan" gitu... siapa juga yang ga tahan pingin ketawa?
lalu interview kedua di office yang cukup jauh itu. letaknya di Perumahan Galaxy Permai, daerah Keputih kalau tak salah. biasanya sih aku nebeng Ryan, tapi kali ini aku tak mau merepotkan dia terus. akhirnya aku tanya Tama-chan bagaimana ke sana dengan angkot. petunjuk dari Tama-chan sih: naik angkot WB di depan kampus B, turun di perempatan mau ke Coffee Corner (mana pula itu??!!), lalu oper angkot S. hmm....
untunglah aku tak sendiri. aku bareng Ruri yang juga interview jam 11 di office. jadi kami sama-sama berangkat dari kampus B jam 9 supaya tak telat.
kami sampai di sana sekitar jam 10. Puput sudah selesai diinterview. aaaahhh! akhirnya giliranku! aku diinterview Tama-chan, lalu di tengah-tengah mbak Milla datang juga. katanya sih, kalau interview harus lebih dari 1 orang, supaya obyektif. kesanku: menyenangkan dan cepat. andai semua interview bisa seperti itu :D
tak lama, mungkin sehari atau mungkin juga malamnya (?), aku ditelepon mbak Milla yang menggunakan nomor mbak Dea. mereka bilang aku tak diterima. aku berbesar hati mendengarnya. dan aku segera berpikir positif: masih banyak hal lain yang aku bisa kerjakan. mungkin tenagaku lebih dibutuhkan di tempat lain.
baru saja merencanakan kegiatan lain, aku mendapat berita via Facebook bahwa ada open recruitment babak kedua! wogh! aku langsung antusias. aku apply untuk External Communication Manager dan Secretary. banyak yang menyemangati di Facebook. aku merasa sangat berterima kasih dan memutuskan untuk tetap berjuang sampai akhir.
aku interview untuk Secretary pada 2 Agustus 2010 pukul 11.30 via YM. aku senang diinterview oleh mbak Milla. dia selalu mengucapkan "thank you" setiap kali aku menjawab. aku merasa dihargai. lalu jam 2 siang aku naik Surokerto menuju Surabaya. aku sampai jam 15.30, lalu interview di perpustakaan kampus B jam 16.00 untuk External Communication Manager dengan mbak Marina dan mbak Milla (lagi). aku sih senang diinterview mereka, tapi agak grogi juga ^^" meskipun begitu, aku tetap semangat dan optimis bakal diterima!
tapi, memang rencana manusia tak selalu berjalan mulus. 3 Agustus 2010, mbah Ity ke FIB menemui pak Aribowo dan ingin sekali melihat koleksi buku mbah Kakung di ruang baca FIB. Papa dan adek Iqal menemani. aku, yang sehari sebelumnya sudah stand by di Surabaya, rencananya akan mengikuti rapat NN jam 10.00 dan menemui mbah Ity jam 11.00. tapi, mbah Ity sudah datang jam 10, satu jam lebih awal dari rencana. aku bingung, aku sudah berniat ikut rapat. mbah Ity mempersilakanku ikut rapat, tapi tidak dengan Papa. Papa "mengizinkan"ku dengan terpaksa dan marah. akhirnya aku ke SC dengan langkah berat. sampai di sana, Papa malah sms dengan nada yang menyesakkan: kecewa dengan sikapku yang lebih mementingkan kegiatan insidentil. saat membaca sms itu, aku merasa deja vu. entah kapan rasanya aku pernah mengalami kejadian serupa. tapi, bukan itu yang penting. aku izin pada mbak Pipit untuk tidak ikut rapat, lalu menyusul mbah Ity dan adek ke ruangan pak Aribowo.
suasana menjadi canggung. aku sendiri hampir menangis karena sms itu. dan aku merasa sangat terluka karena kegiatan organisasiku dianggap remeh oleh Papa.
mbah Ity menyerahkan beberapa koleksi buku mbah Kakung. aku menyerahkan lukisan figur pak Aribowo karya Papa. setelah sedikit berbincang-bincang, mbah Ity memutuskan untuk pulang. mbah Ity urung melihat ruang baca karena letaknya di lantai dua, dan mbah Ity sudah tak kuat berjalan lagi.
begitu keluar kampus B, kami makan di Depot Airlangga. sebenarnya makanan yang dihidangkan begitu enak, tapi moodku sedang tak baik. akhirnya aku tak habis memakan nasi goreng bakso yang lezat itu. selesai makan, mbah Ity dan adek Iqal pulang ke Kletek dengan taksi, sementara aku dan Papa ke rektorat untuk mengambil uang daftar ulang.
proses di rektorat cukup cepat. aku hanya perlu tanda tangan, lalu dapat deh bukti pembayaran daftar ulang semester berikutnya oleh rektor untukku. aku turun, dan ketemu mas Ginanjar yang baru saja selesai meliput berita rencana pembangunan lab baru di FST. kami berbincang-bincang sebentar, lalu berpisah.
di parkiran, aku mencoba menjelaskan kepada Papa mengenai kejadian yang membuat Papa kecewa itu. aku menjelaskan kalau aku sendiri sebenarnya sudah mau mengalah, tapi mbah Ity mempersilakanku pergi rapat. jadinya aku sendiri dilema. setelah mendengar argumenku, Papa menjelaskan panjang lebar mengenai organisasi, sks, kuliah, dan sebagainya. ah, kalah lagi deh... aku langsung mati kutu. dan menangis. aku masih tak mengerti kata-kata Papa. apakah itu berarti organisasi itu tak penting? apakah hanya sks dan IP saja yang penting? oh, entahlah....
esok malamnya, aku disms oleh mbak Milla dan mbak Marina. lagi-lagi aku tak diterima. yah, baguslah. setidaknya aku tak perlu "mengecewakan" Papa lagi dengan kegiatan organisasiku kan? aku hampir putus asa. aku tumpahkan perasaanku di Facebook. banyak yang berusaha menyemangatiku. tapi aku tak begitu peduli. photo tag dan message tentang full team MMT membuatku makin terluka dan muak. ya, aku kalah. kalah! benci sekali aku menyadari kenyataan itu. tapi aku berusaha menenangkan diri dan mengembalikan spiritku lagi. mungkin Shu-chan benar, ini semua hanya cobaan.
saat seperti itu, mbak Widy dengan manisnya menanyakan keadaanku via message di Facebook. aku terharu. mbak Widy yang tak begitu kukenal, yang tinggal jauh dariku di Jakarta sana, memperhatikan dan bersedia mendiskusikan masalaku. ya, mbak Widy yang bukan teman akrabku itu! sungguh berbeda dengan "mereka" yang sudah mengenalku lebih dulu, tetapi tak peduli denganku. mereka seolah tak melihat status-statusku. mereka tak mau memberi komentar, apalagi semangat. ah, muak aku dengan mereka! biarkan sajalah... aku tak mau berpusing-pusing dengan mereka.
meski agak sulit, tapi aku berusaha mengambil hikmah. semua sudah diatur oleh Allah. mungkin saja apa yang aku rencanakan dan inginkan, tak memberi manfaat yang cukup besar. mungkin saja kegagalanku ini menjadi peringatan untuk introspeksi. mungkin saja kegagalanku ini berarti sebuah batu loncatan untuk seuah keberhasilan di tempat lain. hidupku bukan tentang AIESEC saja, tapi juga keluarga, kuliah, Niseikai, Jujitsu, dan masih banyak lagi. mungkin Allah mengatur agar aku tak terlalu fokus di satu tempat saja, tapi merata di semua tempat. ya, bukankah rencana Allah begitu sempurna? saat tengah putus asa, lelah, dan marah, aku berusaha istighfar dan sabar. ayat "jadikanlah sholat dan sabar sebagai penolongmu" menjadi begitu berarti bagiku....
ya Allah, terima kasih untuk rencana yang telah Engkau susun untuk hambaMu ini. berikanlah kami hati yang tenang dan tabah selalu...
masih ada rencana lain yang harus dilaksanakan. bukankah aku sendiri masih mempunyai 42 impian dalam List of Dreamku? artinya, aku tak boleh patah semangat sekarang!
I don't wanna "die" today, till I can "kill" them (everything which interfere me to pursue my dreams)
Labels
padang edelweiss
field of hope
kafe es krim
unair
kamar tidur yang mungil
gubuk kecil yang hangat
Niseikai Aidai
ujian
renungan
sekolah tua
kuliah
jujitsu
asrama
AIESEC
Monbukagakusho
ulang tahun
cerpen
job
ramadhan
resensi
Idul Fitri
Noryouku Shiken
les privat
ospek
skripsi
Kanji Cup
pondok ramadhan
puisi
Benron-taikai
MAWAPRES
MK
Nakayoshi Naito
PKL
dorama
drama
j-pop
kucing
opini











