manusia itu makhluk yang sangat dinamis. dia bisa berubah dari detik ke detik, hari ke hari, tahun ke tahun, dan seterusnya.
ketika manusia berubah, udah pasti nilai yang dianutnya ikut berubah kan?
contohnya aku. dulu aku cinta banget sama dunia Gotik, suka dengerin Ali Project, koleksi gambar Suigintou, dan sebagainya.
tapi sekarang, aku jarang dengerin lagi Alipro, malah lebih suka dengerin Arashi. aku masih suka sama Suigintou, tapi udah ga lagi koleksi gambar-gambarnya. dan aku lebih suka nonton drama yang lucu ketimbang nonton anime Gotik apalagi Grotesque.
that means, my values have changed, right?
--------------------
by the way, seminggu yang lalu, aku sempat merenung. sebenarnya, apa sih yang aku inginkan dalam hidupku? oke, aku ingin bahagia. tapi kebahagiaan seperti apa yang aku inginkan? orang seperti apa yang aku harapkan? habis mikir, jawabannya yang bener-bener pas itu ngga muncul-muncul. yang ada aku malah nangis, seolah kehilangan sesuatu yang besar. mungkin itu rasa kecewa karena 'kecolongan'. aku merasa bodoh karena aku belum bisa menemukan inti dari kehidupanku itu apa.
terus malam ini, tiba-tiba aku teringat pada masa lalu, masa di mana aku dan orang-orang yang aku sayangi. kita bersama-sama menghadapi masa susah, bercanda dan ketawa bareng, saling menolong dan berkorban.....
aku kangen masa seperti itu.
tapi, aku merasa orang-orang yang aku sayangi berubah. mungkin ini cuma kecurigaan sentimentilku, tapi aku merasa bahwa orang yang aku kagumi kini menganut nilai berbeda. dulu orang itu mau untuk susah bareng, bercanda segokil-gokilnya, tidak memikirkan ego, gengsi, atau hal-hal lain yang hanya dimiliki oleh kaum "elit". tapi sekarang, aku merasa dia menolak untuk "susah bareng", berdiri di pihak yang "rendah", melakukan hal-hal konyol, dan mulai melirik nilai-nilai kaum elit.
apakah itu suatu perubahan yang baik, aku ngga tau. tapi jujur aku agak kuatir, orang-orang itu bertemu dengan seseorang yang keliatan 'waow, keren!' atau 'oh my God she's so lovely!' terus akhirnya mereka berusaha untuk bisa sejajar dengan orang itu. akhirnya nilai yang dianut mereka pun berubah, cenderung ke arah 'stunning person' itu tadi.
sebelum kita mencecar apakah sikap semacam itu benar atau salah, ada baiknya kita semua merenungi baik-baik dalam hati kita, apa kita ngga capek berpura-pura jadi seseorang yang bukan diri kita?
sementara memikirkan jawabannya, mungkin kita bakal bertanya, "terus, apa donk yang dimaksud dengan 'diri kita' dan 'bukan diri kita'? gimana caranya kita bisa tau mana yang 'diri kita'?"
aku sendiri sih ngga bisa kasih jawaban yang obyektif. tapi menurutku, 'diri kita' adalah kita yang berbahagia. kalau ngga berbahagia, itu bukan 'diri kita'. celakanya, nilai kebahagiaan tiap orang itu beda-beda, jadi bakalan susah mendefinisikan secara pas kebahagiaan itu sendiri. nah loh? terus gimana kita bisa tau hal apa yang bisa mendatangkan kebahagiaan untuk diri kita?
kalau mau ambil cara yang simpel, just listen to your heart. tanya pada dirimu sendiri, kondisi seperti apakah yang membuatmu bahagia? bagi kamu yang suka bekerja, mungkin pekerjaanmu adalah segalanya. bagi kamu yang menganggap cinta itu indah, mungkin merasa berbunga-bunga ketika membaca novel romantis. bagi kamu yang pemalas, mungkin bagimu berdiam seharian di rumah sambil main game di laptop adalah kebahagiaan yang sederhana dan mudah dijangkau. mungkin, mungkin, dan mungkin. itu semua kemungkinan, yang tak akan ada batasan jelasnya. lagipula, apakah kita perlu memberi satu batasan agar kita bisa bahagia? ada banyak pilihan untuk bahagia. kita tidak harus mengikuti nilai kebahagiaan yang dianut orang lain. silakan pilih mana yang sesuai dengan hatimu.
--------
seperti yang aku bilang di atas, manusia adalah makhluk yang dinamis. dirinya bisa berubah seiring berjalannya waktu. artinya, nilai kebahagiaan yang dianutnya pun bisa berubah.
ketika kita menyadari kita berubah, mungkin kita akan cemas. kira-kira kita bakal bertanya, "apakah aku berubah? apakah perubahanku bisa diterima orang lain?" dan semacamnya. menurutku, kita tak perlu khawatir soal itu. hanya saja, jangan pernah jadi pengkhianat bagi dirimu sendiri. jangan pernah memaksa diri untuk sejajar dengan 'lovely person' atau 'idol' kita. jadilah dirimu sendiri, senyenyek apapun itu, dan berbahagialah!
--------
itu salah satu jawaban untuk kebahagiaan. meskipun aku masih merasa belum puas, tapi aku menyukai gagasan semacam ini :)
skip to main |
skip to sidebar
and at the dawn, armed with the schorching patience, we shall enter the cities of splendour... (Arthur Rimbaud)
Perubahan dan Kebahagian
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Rabu, 10 Oktober 2012
Label:
field of hope,
padang edelweiss,
renungan
/
Comments: (0)
Re-Start
pernahkah terpikir dalam diri kita, ada sesuatu yang salah dengan diri kita? ada sesuatu yang kurang, tetapi kita ngga menemukan jawabannya apa. pernahkah berpikir seperti itu?
aku pernah. dan sering sekali.
seperti hari ini.
hari ini aku merasa ada sesuatu yang salah dariku. konsentrasiku menurun, dan rasanya seharian ini ga semangat. aku bolak-balik melakukan kesalahan waktu pelajaran. even I asked people about random thingies and that made me like a fool.
bukan cuma itu aja. entah kenapa aku merasa hatiku sesak dan terbebani dengan "banyak" hal. aku berusaha mengubah perasaan semacam itu menjadi sesuatu yang lebih positif. tapi entahlah, hari ini rasanya cara itu ngga efektif. aku tetap merasa terbebani dan tingkahku makin aneh. aku jadi mulai membenci sifat-sifat dari orang tertentu lagi, walaupun sebenarnya aku juga ngga perlu membenci siapapun dengan alasan apapun.
mungkin, sebenarnya aku ngga membenci, tapi cenderung kecewa.
aku melihat orang-orang berekspektasi tinggi terhadap seseorang. mungkin dia memang terbaik dan wajar kalau orang berekspektasi sama dia. tapi orang itu justru merasa ngga suka sama ekspektasi orang lain dan menganggap dirinya ngga bisa.
aku kecewa sama orang seperti itu.
kenapa?
karena aku berharap aku diberi kesempatan yang sama, yaitu jadi orang terbaik.
yah, emang sih ngga enak rasanya dapet ekspektasi dari orang-orang sekitar kita. pasti ada satu kekhawatiran kalau kita ga bisa memenuhi ekspektasi itu. aku dulu juga sering merasa seperti itu.
tapi, apakah hidup ini hanya sekedar memenuhi ekspektasi aja?
we have heard many times this sentence: "we can't make every single person pleased"
bukankah itu satu petunjuk yang jelas?
keinginan setiap orang berbeda-beda, dan perbedaannya sangat unik. memenuhi keinginan tiap orang yang berbeda-beda itu sangat susah. sama seperti ekspektasi, karena pada dasarnya ekspektasi lahir dari apa yang disebut "keinginan". jadi, kenapa hanya terpaku pada kekhawatiran ngga bisa memenuhi ekspektasi orang lain? bukannya lebih baik menerimanya dan berusaha yang terbaik?
oke, mungkin ada yang ga setuju sama kata-kataku di atas. tapi, apakah kata-kataku salah?
itu kekecewaan pertama. kekecewaan yang kedua adalah ketika seseorang melempar tanggung jawab untuk apa yang udah dilakukannya.
aku rasa, kita semua sering melakukan hal ini. ketika kita melakukan sesuatu dan hasilnya tidak seperti yang kita harapkan, kita cenderung menyalahkan sesuatu atau orang lain. menyalahkan benda, orang, hidup, bahkan Tuhan. padahal, yang melakukan tindakan itu kita sendiri, bukan?
aku ga memungkiri bahwa aku juga pernah melakukan hal-hal seperti itu. aku mengakuinya dan dengan itu aku belajar memperbaiki diri. karena, selama kita tidak mau mengakui kesalahan kita sendiri, sampai kapanpun kita takkan pernah tahu caranya belajar memperbaiki diri. bagiku, biar aja orang menganggap aku salah atau jelek, toh Tuhan selalu memberikan kesempatan bagi kita untuk memulai kembali kapanpun kita mau.
setelah berpikir dan merenung, aku merasa bahwa akhir-akhir ini aku agak kelewat batas. rasanya hari ini aku butuh membuat catatan (posting ini) dan memberi waktu dan ruang untukku sendiri. aku butuh menenangkan diri dan me-restart semuanya.
it's okay to admit our mistakes. it's okay to restart everything even from zero. it's okay because everything will be fine :)
aku pernah. dan sering sekali.
seperti hari ini.
hari ini aku merasa ada sesuatu yang salah dariku. konsentrasiku menurun, dan rasanya seharian ini ga semangat. aku bolak-balik melakukan kesalahan waktu pelajaran. even I asked people about random thingies and that made me like a fool.
bukan cuma itu aja. entah kenapa aku merasa hatiku sesak dan terbebani dengan "banyak" hal. aku berusaha mengubah perasaan semacam itu menjadi sesuatu yang lebih positif. tapi entahlah, hari ini rasanya cara itu ngga efektif. aku tetap merasa terbebani dan tingkahku makin aneh. aku jadi mulai membenci sifat-sifat dari orang tertentu lagi, walaupun sebenarnya aku juga ngga perlu membenci siapapun dengan alasan apapun.
mungkin, sebenarnya aku ngga membenci, tapi cenderung kecewa.
aku melihat orang-orang berekspektasi tinggi terhadap seseorang. mungkin dia memang terbaik dan wajar kalau orang berekspektasi sama dia. tapi orang itu justru merasa ngga suka sama ekspektasi orang lain dan menganggap dirinya ngga bisa.
aku kecewa sama orang seperti itu.
kenapa?
karena aku berharap aku diberi kesempatan yang sama, yaitu jadi orang terbaik.
yah, emang sih ngga enak rasanya dapet ekspektasi dari orang-orang sekitar kita. pasti ada satu kekhawatiran kalau kita ga bisa memenuhi ekspektasi itu. aku dulu juga sering merasa seperti itu.
tapi, apakah hidup ini hanya sekedar memenuhi ekspektasi aja?
we have heard many times this sentence: "we can't make every single person pleased"
bukankah itu satu petunjuk yang jelas?
keinginan setiap orang berbeda-beda, dan perbedaannya sangat unik. memenuhi keinginan tiap orang yang berbeda-beda itu sangat susah. sama seperti ekspektasi, karena pada dasarnya ekspektasi lahir dari apa yang disebut "keinginan". jadi, kenapa hanya terpaku pada kekhawatiran ngga bisa memenuhi ekspektasi orang lain? bukannya lebih baik menerimanya dan berusaha yang terbaik?
oke, mungkin ada yang ga setuju sama kata-kataku di atas. tapi, apakah kata-kataku salah?
itu kekecewaan pertama. kekecewaan yang kedua adalah ketika seseorang melempar tanggung jawab untuk apa yang udah dilakukannya.
aku rasa, kita semua sering melakukan hal ini. ketika kita melakukan sesuatu dan hasilnya tidak seperti yang kita harapkan, kita cenderung menyalahkan sesuatu atau orang lain. menyalahkan benda, orang, hidup, bahkan Tuhan. padahal, yang melakukan tindakan itu kita sendiri, bukan?
aku ga memungkiri bahwa aku juga pernah melakukan hal-hal seperti itu. aku mengakuinya dan dengan itu aku belajar memperbaiki diri. karena, selama kita tidak mau mengakui kesalahan kita sendiri, sampai kapanpun kita takkan pernah tahu caranya belajar memperbaiki diri. bagiku, biar aja orang menganggap aku salah atau jelek, toh Tuhan selalu memberikan kesempatan bagi kita untuk memulai kembali kapanpun kita mau.
setelah berpikir dan merenung, aku merasa bahwa akhir-akhir ini aku agak kelewat batas. rasanya hari ini aku butuh membuat catatan (posting ini) dan memberi waktu dan ruang untukku sendiri. aku butuh menenangkan diri dan me-restart semuanya.
it's okay to admit our mistakes. it's okay to restart everything even from zero. it's okay because everything will be fine :)
Impian
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Senin, 24 September 2012
Label:
field of hope,
padang edelweiss
/
Comments: (0)
aku punya impian. banyak impian. mulai dari yang rasional sampai tidak rasional. ada beberapa yang aku tulis di Dream List. ada juga yang tersimpan rapi dalam hati.
sebelum ini, aku mendengar orang-orang bilang kalau dunia tidak seperti apa yang kita harapkan. atau susah sekali mendapatkan apa yang kita inginkan. akhirnya aku pun ikut berpikir seperti itu.
tapi, sekarang aku bertanya. benarkah seperti itu?
bagaimana kalau seandainya kita bisa mewujudkan apapun yang kita inginkan?
kedengarannya agak gila, ya?
tapi aku percaya.
karena kita adalah apa yang kita pikirkan.
dari satu keyakinan gila itu, aku mulai membenahi diri. kalau aku ingin kehidupan yang lebih baik, maka mulai dari sekarang aku harus memikirkan hal-hal baik. ya kan?
seperti yang pernah aku ceritakan di postingan-postingan sebelumnya, aku belajar merasakan kebahagiaan. sejak saat itu, aku merasakan keajaiban: aku bisa merasa benar-benar bahagia karena alasan apapun, mulai dari yang paling sederhana sampai hal yang luar biasa.
aku semakin percaya, kalau kita adalah apa yang kita pikirkan.
aku ga menutup mata, ada begitu banyak cobaan di hidupku dan sekitarku. aku belajar menghadapi semuanya dengan optimis. melihat sesuatu dari sisi baiknya. orang lain mungkin akan bilang itu bodoh atau naif. "aku yang dulu" mungkin sependapat dengan mereka. tapi, "aku yang sekarang" tidak sependapat. bagiku, lebih baik jadi "naif" ketimbang jadi "orang sakit"
apa sih "orang sakit" itu?
menurutku, "orang sakit" adalah orang yang hanya melihat segala sesuatu dari sisi negatifnya. ada yang beralasan itu adalah sikap "antisipasi". mungkin benar. tapi menurutku, apa enaknya melihat hanya dari sisi negatif? toh ada banyak dimensi dari segala sesuatu. kenapa kita tidak melihat sisi lainnya juga? aku percaya, dengan melihat sisi lain kita akan menemukan banyak keindahan. bukankah itu lebih menyenangkan?
itu pendapatku.
sambil belajar menyetel pikiran optimis, aku juga mulai menentukan hal-hal apa saja yang aku inginkan. terus aku menyusun daftar impianku.
impian untuk jangka waktu terdekat, aku ingin melanjutkan S2 ke Jepang. aku masih belum tau mau ambil jurusan apa dan di universitas mana. tapi aku pingin banget di Kyoto atau Shizouka. aku emang masih belum tau gimana caranya dapat beasiswa ke sana. tapi yang jelas, mulai sekarang aku memimpikan hal itu dan berusaha yang terbaik agar prestasiku tetap maksimal. kalau aku ga berusaha seperti itu, berarti impianku omong kosong kan?
impian berikutnya, aku ingin jadi penulis yang dikenang sepanjang masa. aku ingin melahirkan karya-karya yang membuat orang termotivasi untuk merasa bahagia dan menularkan lebih banyak kebahagiaan lagi kepada orang banyak. aku ga mau lagi membuat karya yang hanya berisi kesedihanku. aku ingin membuat karya yang lebih dari sekedar curhat sampah biasa. aku ingin menghasilkan karya-karya besar. aku ingin, ketika orang membaca karyaku, mereka belajar mencintai hidup dan berterima kasih untuk hidup yang diberikan kepada mereka. makanya, mulai sekarang ini aku belajar mengubah kesedihanku menjadi kekuatan, lalu menuangkannya dalam karya-karyaku supaya orang lain pun terinspirasi untuk optimis.
masih banyak lagi impian yang aku punya. di antara semuanya, ada satu impian besar. satu impian tentang cinta. hmm, apa itu hayoo?? kasih tau ngga yaa? hahaha... ababil banget. jujur, aku pingin banget kasih tau semua orang tentang impian besarku ini. tapi, aku ga bisa kasih tau di sini. kenapa? karena ini impian besar. impian yang sesungguhnya harus tetap menjadi rahasia sampai dia terwujud. kalau kita kasih tau impian itu, maka dia tak akan terwujud.
ngga percaya? buktiin aja sendiri ;)
「すべてこの胸の中に閉まっておこう
夢が叶うまで」 (石井竜也ーRiver)
"I will lock everything into my heart
until my dream comes true"
(River, song by Tatsuya Ishii)
sebelum ini, aku mendengar orang-orang bilang kalau dunia tidak seperti apa yang kita harapkan. atau susah sekali mendapatkan apa yang kita inginkan. akhirnya aku pun ikut berpikir seperti itu.
tapi, sekarang aku bertanya. benarkah seperti itu?
bagaimana kalau seandainya kita bisa mewujudkan apapun yang kita inginkan?
kedengarannya agak gila, ya?
tapi aku percaya.
karena kita adalah apa yang kita pikirkan.
dari satu keyakinan gila itu, aku mulai membenahi diri. kalau aku ingin kehidupan yang lebih baik, maka mulai dari sekarang aku harus memikirkan hal-hal baik. ya kan?
seperti yang pernah aku ceritakan di postingan-postingan sebelumnya, aku belajar merasakan kebahagiaan. sejak saat itu, aku merasakan keajaiban: aku bisa merasa benar-benar bahagia karena alasan apapun, mulai dari yang paling sederhana sampai hal yang luar biasa.
aku semakin percaya, kalau kita adalah apa yang kita pikirkan.
aku ga menutup mata, ada begitu banyak cobaan di hidupku dan sekitarku. aku belajar menghadapi semuanya dengan optimis. melihat sesuatu dari sisi baiknya. orang lain mungkin akan bilang itu bodoh atau naif. "aku yang dulu" mungkin sependapat dengan mereka. tapi, "aku yang sekarang" tidak sependapat. bagiku, lebih baik jadi "naif" ketimbang jadi "orang sakit"
apa sih "orang sakit" itu?
menurutku, "orang sakit" adalah orang yang hanya melihat segala sesuatu dari sisi negatifnya. ada yang beralasan itu adalah sikap "antisipasi". mungkin benar. tapi menurutku, apa enaknya melihat hanya dari sisi negatif? toh ada banyak dimensi dari segala sesuatu. kenapa kita tidak melihat sisi lainnya juga? aku percaya, dengan melihat sisi lain kita akan menemukan banyak keindahan. bukankah itu lebih menyenangkan?
itu pendapatku.
sambil belajar menyetel pikiran optimis, aku juga mulai menentukan hal-hal apa saja yang aku inginkan. terus aku menyusun daftar impianku.
impian untuk jangka waktu terdekat, aku ingin melanjutkan S2 ke Jepang. aku masih belum tau mau ambil jurusan apa dan di universitas mana. tapi aku pingin banget di Kyoto atau Shizouka. aku emang masih belum tau gimana caranya dapat beasiswa ke sana. tapi yang jelas, mulai sekarang aku memimpikan hal itu dan berusaha yang terbaik agar prestasiku tetap maksimal. kalau aku ga berusaha seperti itu, berarti impianku omong kosong kan?
impian berikutnya, aku ingin jadi penulis yang dikenang sepanjang masa. aku ingin melahirkan karya-karya yang membuat orang termotivasi untuk merasa bahagia dan menularkan lebih banyak kebahagiaan lagi kepada orang banyak. aku ga mau lagi membuat karya yang hanya berisi kesedihanku. aku ingin membuat karya yang lebih dari sekedar curhat sampah biasa. aku ingin menghasilkan karya-karya besar. aku ingin, ketika orang membaca karyaku, mereka belajar mencintai hidup dan berterima kasih untuk hidup yang diberikan kepada mereka. makanya, mulai sekarang ini aku belajar mengubah kesedihanku menjadi kekuatan, lalu menuangkannya dalam karya-karyaku supaya orang lain pun terinspirasi untuk optimis.
masih banyak lagi impian yang aku punya. di antara semuanya, ada satu impian besar. satu impian tentang cinta. hmm, apa itu hayoo?? kasih tau ngga yaa? hahaha... ababil banget. jujur, aku pingin banget kasih tau semua orang tentang impian besarku ini. tapi, aku ga bisa kasih tau di sini. kenapa? karena ini impian besar. impian yang sesungguhnya harus tetap menjadi rahasia sampai dia terwujud. kalau kita kasih tau impian itu, maka dia tak akan terwujud.
ngga percaya? buktiin aja sendiri ;)
「すべてこの胸の中に閉まっておこう
夢が叶うまで」 (石井竜也ーRiver)
"I will lock everything into my heart
until my dream comes true"
(River, song by Tatsuya Ishii)
Satu Minggu Pertama Kuliah
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Sabtu, 15 September 2012
Label:
field of hope,
kuliah,
Noryouku Shiken,
padang edelweiss,
unair
/
Comments: (2)
ngga kerasa udah satu minggu kuliah. belum apa-apa udah ditargetin skripsi. hahaha.... Sensei udah kasih wejangan ke anak-anak yang ngambil mata kuliah Desain Karya Ilmiah dan Proposal untuk memikirkan tema penelitian. ya emang sih aku baru bisa ambil skripsi semester depan, tapi setidaknya harus dipersiapkan dari sekarang. aku sih belum kepikiran mau nulis apa, tapi setidaknya aku udah mikirin mau bahas siapa, yaitu Kaneko Misuzu. Wanita yang tanggal lahirnya sama kayak aku ini (uehehehe) adalah penulis puisi anak-anak Jepang. puisinya ringan, sederhana, tapi indah, dan tentu saja, bermakna dalam. aku suka banget puisi, dan mungkin puisi Kaneko jadi salah satu favoritku. Kaneko-lah yang berhasil membuat aku sadar kalau indah itu bisa berasal dari hal-hal yang sederhana. and I listed her as my inspirational poem.
jadi, selama seminggu ini aku coba cari referensi tentang Kaneko. aku ubek-ubek ruang baca jurusan, tapi sayangnya ngga ketemu. big heartbreaking. tapi, aku menolak untuk menyerah. jadi, aku menghadap Eli-sensei. aku ceritain masalahku. dan, ting! Eli-sensei kasih solusi. kata Eli-sensei, ada teman Gandhi-sensei yang mau pulang ke Indonesia dalam waktu dekat ini. jadi, aku disuruh email Gandhi-sensei, minta tolong belikan buku yang aku butuhkan supaya bukunya bisa dititipkan ke teman beliau. nanti begitu teman beliau sampai ke Indonesia, buku itu akan dikirim ke Surabaya. ngga pake lama, aku langsung idupin S-jou terus browsing ke Amazon.co.jp. di situ banyak buku yang berhubungan dengan Kaneko Misuzu. aku minta pendapat Eli-sensei, kira-kira buku mana yang bisa jadi referensiku. Sensei merekomendasikan dua buku, yaitu Kaneko Misuzu Meishishuu (Kumpulan Puisi Kaneko Misuzu) dan Kaneko Misuzu Kokoro no Uchuu-21 seiki e no Manazashi Sono Shougai to Sakuhin (Kumpulan Karya dan Riwayat Hidup Kaneko Misuzu: Space of Heart-Menatap Abad 21)
namanya buku impor, pasti agak mahal. makanya, aku cari yang buku bekasnya aja. ngga apa-apalah bekas, yang penting isinya masih komplit dan layak baca :D
syukurlah versi buku bekasnya masih ada. aku langsung email Gandhi-sensei dan aku kasih link-nya. Sensei bilang mau liat dulu, nanti kasih kabar lagi. dalam hati aku bersyukur banget karena Allah memberiku jalan.
selain skripsi, aku juga lagi persiapan buat tes Noryouku Shiken N2. sebenernya sih, salah satu syarat kelulusan Sastra Jepang UNAIR itu minimal N3. alhamdulillah posisiku udah safe, karena aku udah lulus N3. tapi, aku punya cita-cita, yaitu lulus N1. N1 ini level tertinggi dan ngga banyak orang yang bisa lulus N1. setau aku sih, di antara dosen-dosen kita sekarang, baru Andi-sensei yang lulus N1. emang ini level dewa bangetlah. Nene taun ini ambil N1. emang brilian banget itu anak. makanya aku juga ga boleh kalah! aku bakal berjuang supaya bisa lulus N2 taun ini! kalau udah lulus, insya Allah aku mau lanjutin N1 di Jepang pas aku S2 nanti. hehe... amiiiiin...
itulah sedikit cerita tentang seminggu pertama kuliah. semester ini aku ga banyak kegiatan selain fokus sama kuliah dan tes N2. aku banyak di kos atau di rumah, baca-baca referensi, atau mantengin S-jou dan Aida :D
hmm... cerita apa lagi yaa... oh, ya. dulu di kos, aku lebih sering nutup pintu supaya dapat privasi. tapi sekarang, aku lebih sering membukanya. aku ingin berinteraksi lebih banyak dengan teman-teman kos. di kampus juga begitu. aku sapa orang-orang yang aku temui, termasuk sama orang-orang yang ga terlalu akrab sama aku. ngga disangka, respon orang-orang itu positif banget. adik-adik kelasku, kakak-kakak kelasku, anak jurusan lain kayak Angger, Lia, dan lainnya. mereka menyapaku ramah, lalu kita ngobrol-ngobrol sedikit. mereka komentar tentang penampilan baruku. semuanya sih memuji. senangnya! lebih senang lagi karena bisa berinteraksi positif dengan banyak orang :)
kalau orang memperhatikan dan tau apa aja yang aku alami, mungkin mereka akan menaruh kasihan atau simpati. aku sendiri, seandainya mau terus menuruti kesedihan, ya selamanya aku akan jatuh terpuruk dalam kesedihan itu. mungkin "aku yang dulu" adalah orang yang seperti itu. selalu menanti seseorang untuk menyelamatkanku. tapi sekarang, aku coba untuk berubah. aku belajar untuk merasa bahagia. bukan berpura-pura bahagia, tapi justru lebih membuka mata. ada begitu banyak kebahagiaan di sekitarku, mulai dari hal kecil sampai besar. eh, kayaknya aku udah pernah ngomong gini di postingan sebelumnya ya? hahaha... tapi ya emang bener sih, aku merasa bahagia sekarang, apapun keadaan yang aku hadapi.
apa aku berubah? ya, aku emang berubah. tapi, bukan berarti aku "lupa pada kulit". terkadang aku teringat pada kenangan-kenangan. "aku yang dulu" mungkin akan terluka setiap kali mengingat kenangan itu dan berusaha membuang segala sesuatu yang berhubungan dengan kenangan masa lalu. tapi, "aku yang sekarang", bisa tersenyum setiap mengingatnya. aku tetap menyimpan kenangan-kenangan itu, karena kenangan bersama orang-orang yang aku sayangi adalah salah satu hal yang membuatku bahagia. aku rawat barang-barang yang membuatku teringat pada kenangan masa lalu dengan rapi. dan.. entah kenapa setiap kali merawatnya, ada kebahagiaan tersendiri buatku. dari kejadian ini, aku dapat satu ilham: semua kenangan itu bukanlah alasan buat aku bersedih. mereka adalah sumber kekuatanku.
sejak aku belajar memperbaiki cara pandangku, perasaanku terhadap orang-orang di sekitarku pun berubah. aku jadi lebih sayang dan pingin jadi lebih sayang lagi pada mereka. aku belajar menyayangi orang-orang, baik yang sekarang ada di sisiku maupun mereka yang kini sedang memilih untuk tidak berada di sisiku. aku belajar berterima kasih pada mereka dan mengingat kebaikan-kebaikan mereka. dengan begitu, rasa sayangku semakin kuat. aku pun bisa move on, menghadapi hari dengan penuh senyuman.
aku menyayangi orang-orang sekitarku dengan caraku sendiri. aku berusaha memberikan yang terbaik bagi mereka. mungkin ada beberapa orang yang kecewa karena mereka menganggap aku ngga seperti yang mereka harapkan. aku ngerti banget perasaan itu. aku pun pernah merasa terluka kalau ketemu orang yang tidak memenuhi ekspektasiku. tapi kini aku menyadari, orang yang tidak memenuhi ekspektasi bukan berarti musuh kita. malah mungkin, mereka udah melakukan sesuatu yang terbaik untuk kita dan mereka sayang sama mereka. itulah yang sekarang aku lakukan. aku berusaha melakukan apa yang bisa membuat orang itu dan aku menjadi lebih baik. mungkin sekarang orang itu ngga mengerti, tapi aku percaya suatu saat dia akan mengerti. harapanku, pada saat itulah dia berubah jadi lebih baik.
haiyah, malah jadi ngalor-ngidul ke mana-mana. hehe... ya ini sedikit sharing aja. sekalian jadi titipan buat "aku yang di masa depan". aku ingin diriku selalu mengingat hikmah dari setiap pelajaran yang aku alami setiap hari. aku ingin diriku selalu tegar. aku ingin diriku jadi lebih baik. yang paling penting, aku ingin diriku selalu mengingat impian-impianku dan berusaha mewujudkannya. tak ada yang mustahil. aku percaya aku bisa menjadi lebih baik dan impian-impianku bisa terwujud.
wish you and me never ending happiness :)
jadi, selama seminggu ini aku coba cari referensi tentang Kaneko. aku ubek-ubek ruang baca jurusan, tapi sayangnya ngga ketemu. big heartbreaking. tapi, aku menolak untuk menyerah. jadi, aku menghadap Eli-sensei. aku ceritain masalahku. dan, ting! Eli-sensei kasih solusi. kata Eli-sensei, ada teman Gandhi-sensei yang mau pulang ke Indonesia dalam waktu dekat ini. jadi, aku disuruh email Gandhi-sensei, minta tolong belikan buku yang aku butuhkan supaya bukunya bisa dititipkan ke teman beliau. nanti begitu teman beliau sampai ke Indonesia, buku itu akan dikirim ke Surabaya. ngga pake lama, aku langsung idupin S-jou terus browsing ke Amazon.co.jp. di situ banyak buku yang berhubungan dengan Kaneko Misuzu. aku minta pendapat Eli-sensei, kira-kira buku mana yang bisa jadi referensiku. Sensei merekomendasikan dua buku, yaitu Kaneko Misuzu Meishishuu (Kumpulan Puisi Kaneko Misuzu) dan Kaneko Misuzu Kokoro no Uchuu-21 seiki e no Manazashi Sono Shougai to Sakuhin (Kumpulan Karya dan Riwayat Hidup Kaneko Misuzu: Space of Heart-Menatap Abad 21)
namanya buku impor, pasti agak mahal. makanya, aku cari yang buku bekasnya aja. ngga apa-apalah bekas, yang penting isinya masih komplit dan layak baca :D
syukurlah versi buku bekasnya masih ada. aku langsung email Gandhi-sensei dan aku kasih link-nya. Sensei bilang mau liat dulu, nanti kasih kabar lagi. dalam hati aku bersyukur banget karena Allah memberiku jalan.
selain skripsi, aku juga lagi persiapan buat tes Noryouku Shiken N2. sebenernya sih, salah satu syarat kelulusan Sastra Jepang UNAIR itu minimal N3. alhamdulillah posisiku udah safe, karena aku udah lulus N3. tapi, aku punya cita-cita, yaitu lulus N1. N1 ini level tertinggi dan ngga banyak orang yang bisa lulus N1. setau aku sih, di antara dosen-dosen kita sekarang, baru Andi-sensei yang lulus N1. emang ini level dewa bangetlah. Nene taun ini ambil N1. emang brilian banget itu anak. makanya aku juga ga boleh kalah! aku bakal berjuang supaya bisa lulus N2 taun ini! kalau udah lulus, insya Allah aku mau lanjutin N1 di Jepang pas aku S2 nanti. hehe... amiiiiin...
itulah sedikit cerita tentang seminggu pertama kuliah. semester ini aku ga banyak kegiatan selain fokus sama kuliah dan tes N2. aku banyak di kos atau di rumah, baca-baca referensi, atau mantengin S-jou dan Aida :D
hmm... cerita apa lagi yaa... oh, ya. dulu di kos, aku lebih sering nutup pintu supaya dapat privasi. tapi sekarang, aku lebih sering membukanya. aku ingin berinteraksi lebih banyak dengan teman-teman kos. di kampus juga begitu. aku sapa orang-orang yang aku temui, termasuk sama orang-orang yang ga terlalu akrab sama aku. ngga disangka, respon orang-orang itu positif banget. adik-adik kelasku, kakak-kakak kelasku, anak jurusan lain kayak Angger, Lia, dan lainnya. mereka menyapaku ramah, lalu kita ngobrol-ngobrol sedikit. mereka komentar tentang penampilan baruku. semuanya sih memuji. senangnya! lebih senang lagi karena bisa berinteraksi positif dengan banyak orang :)
kalau orang memperhatikan dan tau apa aja yang aku alami, mungkin mereka akan menaruh kasihan atau simpati. aku sendiri, seandainya mau terus menuruti kesedihan, ya selamanya aku akan jatuh terpuruk dalam kesedihan itu. mungkin "aku yang dulu" adalah orang yang seperti itu. selalu menanti seseorang untuk menyelamatkanku. tapi sekarang, aku coba untuk berubah. aku belajar untuk merasa bahagia. bukan berpura-pura bahagia, tapi justru lebih membuka mata. ada begitu banyak kebahagiaan di sekitarku, mulai dari hal kecil sampai besar. eh, kayaknya aku udah pernah ngomong gini di postingan sebelumnya ya? hahaha... tapi ya emang bener sih, aku merasa bahagia sekarang, apapun keadaan yang aku hadapi.
apa aku berubah? ya, aku emang berubah. tapi, bukan berarti aku "lupa pada kulit". terkadang aku teringat pada kenangan-kenangan. "aku yang dulu" mungkin akan terluka setiap kali mengingat kenangan itu dan berusaha membuang segala sesuatu yang berhubungan dengan kenangan masa lalu. tapi, "aku yang sekarang", bisa tersenyum setiap mengingatnya. aku tetap menyimpan kenangan-kenangan itu, karena kenangan bersama orang-orang yang aku sayangi adalah salah satu hal yang membuatku bahagia. aku rawat barang-barang yang membuatku teringat pada kenangan masa lalu dengan rapi. dan.. entah kenapa setiap kali merawatnya, ada kebahagiaan tersendiri buatku. dari kejadian ini, aku dapat satu ilham: semua kenangan itu bukanlah alasan buat aku bersedih. mereka adalah sumber kekuatanku.
sejak aku belajar memperbaiki cara pandangku, perasaanku terhadap orang-orang di sekitarku pun berubah. aku jadi lebih sayang dan pingin jadi lebih sayang lagi pada mereka. aku belajar menyayangi orang-orang, baik yang sekarang ada di sisiku maupun mereka yang kini sedang memilih untuk tidak berada di sisiku. aku belajar berterima kasih pada mereka dan mengingat kebaikan-kebaikan mereka. dengan begitu, rasa sayangku semakin kuat. aku pun bisa move on, menghadapi hari dengan penuh senyuman.
aku menyayangi orang-orang sekitarku dengan caraku sendiri. aku berusaha memberikan yang terbaik bagi mereka. mungkin ada beberapa orang yang kecewa karena mereka menganggap aku ngga seperti yang mereka harapkan. aku ngerti banget perasaan itu. aku pun pernah merasa terluka kalau ketemu orang yang tidak memenuhi ekspektasiku. tapi kini aku menyadari, orang yang tidak memenuhi ekspektasi bukan berarti musuh kita. malah mungkin, mereka udah melakukan sesuatu yang terbaik untuk kita dan mereka sayang sama mereka. itulah yang sekarang aku lakukan. aku berusaha melakukan apa yang bisa membuat orang itu dan aku menjadi lebih baik. mungkin sekarang orang itu ngga mengerti, tapi aku percaya suatu saat dia akan mengerti. harapanku, pada saat itulah dia berubah jadi lebih baik.
haiyah, malah jadi ngalor-ngidul ke mana-mana. hehe... ya ini sedikit sharing aja. sekalian jadi titipan buat "aku yang di masa depan". aku ingin diriku selalu mengingat hikmah dari setiap pelajaran yang aku alami setiap hari. aku ingin diriku selalu tegar. aku ingin diriku jadi lebih baik. yang paling penting, aku ingin diriku selalu mengingat impian-impianku dan berusaha mewujudkannya. tak ada yang mustahil. aku percaya aku bisa menjadi lebih baik dan impian-impianku bisa terwujud.
wish you and me never ending happiness :)
Awal Semester 7
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Selasa, 11 September 2012
Label:
field of hope,
gubuk kecil yang hangat,
kuliah,
padang edelweiss,
unair
/
Comments: (0)
ngga kerasa udah masuk semester baru. udah masuk semester 7 pula. berarti bentar lagi skripsi. serem banget. hahaha...
di awal semester ini, ada penampilan baru, keyakinan baru, dan tentu cerita-cerita baru di masa depan. semua itu berujung pada impian.
mulai semester ini, aku memutuskan untuk berjilbab. emang sih, di Dream List-ku, aku menulis "berjilbab setelah menikah". tapi, ada begitu banyak hikmah yang aku dapatkan selama liburan ini. itu semua membuatku semakin mengingat Allah. pada saat itu tercetus keinginan untuk berjilbab. selama ini, aku takut mau berjilbab. takut ngga siap dan sebagainya. tapi, kali ini aku merasa tak ada yang perlu aku takutkan lagi. tak perlu ada kesiapan khusus. aku awali dengan satu niat. semoga bisa tetap istiqomah. amiinnn...
temen-temen agak kaget juga ngeliat aku berjilbab. sebagian besar mendukung. Karu nganterin aku cari jilbab. Risa dan Nene mendukung. Kome malah mau beliin shawl. Mbak Rofqi, temen kos, nemenin aku beli jilbab ke pasar, ngasih peniti, dan bantuin aku pakai jilbab di hari pertama kuliah. dosen-dosen bilang "alhamdulillah" dan ada juga yang bilang aku tambah cantik. hehe... mamanya Nene juga bilang gitu. aku tersenyum. begitu banyak orang yang peduli dan sayang padaku. aku bisa berbesar hati dan keyakinanku semakin bertambah.
selera musikku juga sedikit berubah. dulu biasanya dengerin lagu-lagu gotik seperti Ali Project, sekarang mulai suka sama Arashi. bukannya jadi ga suka sama Ali Project sih. aku tetep suka, tapi sekarang ini aku ingin mendengarkan lagu-lagu yang bikin semangat. ternyata Arashi pilihan yang tepat. Nene kayaknya sih agak kaget begitu aku minta copy PV lagu-lagu Arashi. aku nonton PV dan dengerin lagu-lagunya. aku ngerasa ada semangat positif yang ditularin lagu-lagu Arashi. rasanya ada optimisme baru dalam diriku.
aku sekarang lagi mulai baca buku lagi. aku udah lama ga baca buku berbobot selain untuk bahan kuliah. kali ini lagi suka sama The Art of Loving karya Erich Fromm. aku belajar banyak dari buku ini. aku belum selesai baca sih. mungkin akan aku ulang-ulang supaya aku semakin paham. buku ini salah satu penolongku untuk bangkit dari kejadian yang sempat membuat aku sedih dan putus asa. berkat doa, kesabaran, dan berbagai ilmu yang aku dapatkan (salah satunya dari buku ini) aku mulai bangkit lagi. semoga aku semakin kuat, tabah, ikhlas, dan tentu saja istiqomah. amin...
soal kuliah, aku masih belum bisa cerita banyak, karena memang belum ada pelajaran. aku sih udah coba meraba-raba kira-kira apa yang mau aku tulis untuk skripsi. sempet kepikiran buat nulis tentang Kaneko Misuzu sih, tapi aku belum dapat begitu banyak bahan. sementara itu, aku coba baca Miyazawa Kenji. yah, aku emang harus banyak baca supaya pengetahuanku semakin luas.
sekarang aku dan keluargaku udah di rumah kontrakan baru di Japan Asri. rumah ini kecil, tapi penerangannya cukup bagus dan mudah dibersihkan. semoga di rumah baru ini kami bisa berkah. amin...
Iqal ngajak temannya Samsul untuk tinggal di rumah kita. aku sih ga keberatan. Papa juga keliatannya nggak. mbah Ity sih kurang setuju. tapi kalau aku mah coba optimis aja. insya Allah ada jalan selama niat kita bersih kan.
sekarang aku juga kurangi main di social media, terutama Facebook. aku ingin memperbaiki diriku menjadi lebih baik. bukan lagi orang yang dikit-dikit ngeluh, menunjukkan kemarahan, kebencian, dan sebagainya. aku coba kurangi itu semua dengan tidak melihat status-status atau hal-hal lain yang membuat aku terpengaruh untuk marah atau membenci sesuatu. aku akui aku masih belajar. tapi, dari tahap belajar ini aja banyak manfaat yang aku rasakan. dengan mengurangi keluhan, marah, benci, dan sedih, perasaanku lebih tenang. aku pun merasa ada kekuatan yang membuatku tetap tabah dan tegar. keinginan untuk maju ke depan pun semakin bertambah. entah bagaimana aku mendeskripsikan perasaan ini, tapi aku bersyukur karenanya.
ada lagi. aku belajar untuk mengucapkan terima kasih setiap kali aku membuka mata. aku belajar untuk berterima kasih untuk apapun. itu juga membantu banget. rasanya ada optimisme yang membuat aku semangat menghadapi hari. aku merasa, aku bisa bahagia kapanpun dan di manapun, karena bahagia tidak membutuhkan syarat. aku belajar bahwa kalau kita ingin bahagia, cukup rasakan kebahagiaan itu. tidak perlu mencari ke mana-mana. kebahagiaan itu ada di mana saja dan kapan saja. bisa berkumpul sama teman-teman, makan cemilan kesukaan, baca buku berkualitas, nonton video atau film, liat-liat gambar bunga dan kucing, menulis daftar impian, itu semua bisa mendatangkan kebahagiaan bagiku. setiap kali memikirkan hal-hal yang membuatku bahagia, keyakinanku semakin kuat dan aku ingin hidup.
oh ya, Jum'at kemaren Tomokiyo-sensei pulang ke Jepang, tanpa memberitahu siapapun. aku baru tahu dari surat yang beliau tempet di kaca jendela jurusan. beliau bilang, maaf karena pulang tanpa mengucapkan perpisahan. beliau malu kalau kita mengadakan pesta perpisahan untuknya (meskipun sampai sekarang aku ga tau kenapa beliau harus malu). beliau bilang, selama ini beliau keras dalam mengajar. itu semua karena beliau ingin kita belajar lebih keras lagi. sebagai orang Jepang, beliau berterima kasih karena ada orang yang mau belajar tentang Jepang. beliau bilang, terima kasih untuk 2 tahun ini. semoga kita bisa bertemu lagi di suatu tempat.
aku ngga bisa menahan tangis. emang, berpisah dengan orang yang penting dalam hidup kita adalah sesuatu yang sangat menyakitkan. mungkin aku hanyalah satu dari mahasiswa-mahasiswa Sastra Jepang, tapi bagiku Tomokiyo-sensei adalah salah satu dari orang-orang terpenting dalam hidupku. bagiku, beliau seperti orang tuaku. salah satu dari orang yang peduli padaku, memberiku semangat untuk berjuang. setiap mengingat kenangan akan beliau, aku menangis. kenangan saat kita belajar, PKL ke Jogja dan Bali, lomba pidato, semuanya.... aku ga bisa ga merasa sedih kalau ingat rencanaku untuk ngasih kenang-kenangan untuk beliau. tapi, bener kata beliau. kita semua harus berjuang lebih keras lagi. keinginanku untuk meraih impian-impianku semakin kuat. aku ingin bertemu lagi dengan Tomokiyo-sensei, suatu saat di suatu tempat. aku ingin cerita kalau aku berusaha meraih impian-impianku, mulai dari yang terkonyol sampai yang paling krusial dalam hidupku. Tomokiyo-sensei, itsuka mata aimashou...
kepulangan Tomokiyo-sensei membuatku akan kesedihan-kesedihan lain. segala macam cobaan yang membuatku sempet terhenti di tengah jalan. tapi, seperti yang mungkin pernah aku bilang, aku tak punya alasan untuk sedih. aku punya banyak alasan untuk bahagia. dan semua itu adalah alasanku untuk terus berjuang.
aku juga punya impian-impian. dari dulu aku punya impian. tapi kali ini, aku mengasuh impianku supaya menjadi lebih besar lagi. ada satu impian, yang cukup ditentang sama teman-temanku. secara ga langsung mereka bilang "nggak mungkin kesampaian". bahkan, orang yang aku percaya pun bilang begitu. aku sempet berhenti dan berpikir, "apakah aku ga boleh punya impian seperti itu? apakah impianku itu impian kosong belaka?" aku merenung dan sempat ragu. aku coba minta pendapat, tapi tak ada yang bisa memberiku jawaban. ada yang mendukung, tapi mereka pun menunjukkan kalau mereka sebenarnya kurang sependapat sama aku. menerima itu semua, tak ada rasa marah atau benci. aku berterima kasih karena mereka menunjukkan kepedulian. aku mencoba merenungkan kata-kata mereka. aku pun bertanya kepada Allah. tapi tentu saja aku ga bisa mendengar suaraNya. cuma ya aku yakin kalau Allah akan menunjukkan satu jawaban dengan cara yang aku mengerti.
sekarang ini, aku masih tetap pada keyakinan bahwa aku dapat mewujudkan impian-impianku, semustahil apapun itu. aku percaya bahwa Allah pun meridhoi. aku emang ga bisa menjelaskan, apa buktinya Allah meridhoiku. I just believe. bagiku, meski semua orang berkata "tidak", cukuplah Allah yang meridhoiku dan aku akan tetap bilang "YA!"
inilah diriku yang ingin menjadi lebih baik: orang yang mampu mencintai diri sendiri dan semua yang ada di sekitarku. dan tentu saja, menjadi orang yang bahagia.
wish my dreams come true
di awal semester ini, ada penampilan baru, keyakinan baru, dan tentu cerita-cerita baru di masa depan. semua itu berujung pada impian.
mulai semester ini, aku memutuskan untuk berjilbab. emang sih, di Dream List-ku, aku menulis "berjilbab setelah menikah". tapi, ada begitu banyak hikmah yang aku dapatkan selama liburan ini. itu semua membuatku semakin mengingat Allah. pada saat itu tercetus keinginan untuk berjilbab. selama ini, aku takut mau berjilbab. takut ngga siap dan sebagainya. tapi, kali ini aku merasa tak ada yang perlu aku takutkan lagi. tak perlu ada kesiapan khusus. aku awali dengan satu niat. semoga bisa tetap istiqomah. amiinnn...
temen-temen agak kaget juga ngeliat aku berjilbab. sebagian besar mendukung. Karu nganterin aku cari jilbab. Risa dan Nene mendukung. Kome malah mau beliin shawl. Mbak Rofqi, temen kos, nemenin aku beli jilbab ke pasar, ngasih peniti, dan bantuin aku pakai jilbab di hari pertama kuliah. dosen-dosen bilang "alhamdulillah" dan ada juga yang bilang aku tambah cantik. hehe... mamanya Nene juga bilang gitu. aku tersenyum. begitu banyak orang yang peduli dan sayang padaku. aku bisa berbesar hati dan keyakinanku semakin bertambah.
selera musikku juga sedikit berubah. dulu biasanya dengerin lagu-lagu gotik seperti Ali Project, sekarang mulai suka sama Arashi. bukannya jadi ga suka sama Ali Project sih. aku tetep suka, tapi sekarang ini aku ingin mendengarkan lagu-lagu yang bikin semangat. ternyata Arashi pilihan yang tepat. Nene kayaknya sih agak kaget begitu aku minta copy PV lagu-lagu Arashi. aku nonton PV dan dengerin lagu-lagunya. aku ngerasa ada semangat positif yang ditularin lagu-lagu Arashi. rasanya ada optimisme baru dalam diriku.
aku sekarang lagi mulai baca buku lagi. aku udah lama ga baca buku berbobot selain untuk bahan kuliah. kali ini lagi suka sama The Art of Loving karya Erich Fromm. aku belajar banyak dari buku ini. aku belum selesai baca sih. mungkin akan aku ulang-ulang supaya aku semakin paham. buku ini salah satu penolongku untuk bangkit dari kejadian yang sempat membuat aku sedih dan putus asa. berkat doa, kesabaran, dan berbagai ilmu yang aku dapatkan (salah satunya dari buku ini) aku mulai bangkit lagi. semoga aku semakin kuat, tabah, ikhlas, dan tentu saja istiqomah. amin...
soal kuliah, aku masih belum bisa cerita banyak, karena memang belum ada pelajaran. aku sih udah coba meraba-raba kira-kira apa yang mau aku tulis untuk skripsi. sempet kepikiran buat nulis tentang Kaneko Misuzu sih, tapi aku belum dapat begitu banyak bahan. sementara itu, aku coba baca Miyazawa Kenji. yah, aku emang harus banyak baca supaya pengetahuanku semakin luas.
sekarang aku dan keluargaku udah di rumah kontrakan baru di Japan Asri. rumah ini kecil, tapi penerangannya cukup bagus dan mudah dibersihkan. semoga di rumah baru ini kami bisa berkah. amin...
Iqal ngajak temannya Samsul untuk tinggal di rumah kita. aku sih ga keberatan. Papa juga keliatannya nggak. mbah Ity sih kurang setuju. tapi kalau aku mah coba optimis aja. insya Allah ada jalan selama niat kita bersih kan.
sekarang aku juga kurangi main di social media, terutama Facebook. aku ingin memperbaiki diriku menjadi lebih baik. bukan lagi orang yang dikit-dikit ngeluh, menunjukkan kemarahan, kebencian, dan sebagainya. aku coba kurangi itu semua dengan tidak melihat status-status atau hal-hal lain yang membuat aku terpengaruh untuk marah atau membenci sesuatu. aku akui aku masih belajar. tapi, dari tahap belajar ini aja banyak manfaat yang aku rasakan. dengan mengurangi keluhan, marah, benci, dan sedih, perasaanku lebih tenang. aku pun merasa ada kekuatan yang membuatku tetap tabah dan tegar. keinginan untuk maju ke depan pun semakin bertambah. entah bagaimana aku mendeskripsikan perasaan ini, tapi aku bersyukur karenanya.
ada lagi. aku belajar untuk mengucapkan terima kasih setiap kali aku membuka mata. aku belajar untuk berterima kasih untuk apapun. itu juga membantu banget. rasanya ada optimisme yang membuat aku semangat menghadapi hari. aku merasa, aku bisa bahagia kapanpun dan di manapun, karena bahagia tidak membutuhkan syarat. aku belajar bahwa kalau kita ingin bahagia, cukup rasakan kebahagiaan itu. tidak perlu mencari ke mana-mana. kebahagiaan itu ada di mana saja dan kapan saja. bisa berkumpul sama teman-teman, makan cemilan kesukaan, baca buku berkualitas, nonton video atau film, liat-liat gambar bunga dan kucing, menulis daftar impian, itu semua bisa mendatangkan kebahagiaan bagiku. setiap kali memikirkan hal-hal yang membuatku bahagia, keyakinanku semakin kuat dan aku ingin hidup.
oh ya, Jum'at kemaren Tomokiyo-sensei pulang ke Jepang, tanpa memberitahu siapapun. aku baru tahu dari surat yang beliau tempet di kaca jendela jurusan. beliau bilang, maaf karena pulang tanpa mengucapkan perpisahan. beliau malu kalau kita mengadakan pesta perpisahan untuknya (meskipun sampai sekarang aku ga tau kenapa beliau harus malu). beliau bilang, selama ini beliau keras dalam mengajar. itu semua karena beliau ingin kita belajar lebih keras lagi. sebagai orang Jepang, beliau berterima kasih karena ada orang yang mau belajar tentang Jepang. beliau bilang, terima kasih untuk 2 tahun ini. semoga kita bisa bertemu lagi di suatu tempat.
aku ngga bisa menahan tangis. emang, berpisah dengan orang yang penting dalam hidup kita adalah sesuatu yang sangat menyakitkan. mungkin aku hanyalah satu dari mahasiswa-mahasiswa Sastra Jepang, tapi bagiku Tomokiyo-sensei adalah salah satu dari orang-orang terpenting dalam hidupku. bagiku, beliau seperti orang tuaku. salah satu dari orang yang peduli padaku, memberiku semangat untuk berjuang. setiap mengingat kenangan akan beliau, aku menangis. kenangan saat kita belajar, PKL ke Jogja dan Bali, lomba pidato, semuanya.... aku ga bisa ga merasa sedih kalau ingat rencanaku untuk ngasih kenang-kenangan untuk beliau. tapi, bener kata beliau. kita semua harus berjuang lebih keras lagi. keinginanku untuk meraih impian-impianku semakin kuat. aku ingin bertemu lagi dengan Tomokiyo-sensei, suatu saat di suatu tempat. aku ingin cerita kalau aku berusaha meraih impian-impianku, mulai dari yang terkonyol sampai yang paling krusial dalam hidupku. Tomokiyo-sensei, itsuka mata aimashou...
kepulangan Tomokiyo-sensei membuatku akan kesedihan-kesedihan lain. segala macam cobaan yang membuatku sempet terhenti di tengah jalan. tapi, seperti yang mungkin pernah aku bilang, aku tak punya alasan untuk sedih. aku punya banyak alasan untuk bahagia. dan semua itu adalah alasanku untuk terus berjuang.
aku juga punya impian-impian. dari dulu aku punya impian. tapi kali ini, aku mengasuh impianku supaya menjadi lebih besar lagi. ada satu impian, yang cukup ditentang sama teman-temanku. secara ga langsung mereka bilang "nggak mungkin kesampaian". bahkan, orang yang aku percaya pun bilang begitu. aku sempet berhenti dan berpikir, "apakah aku ga boleh punya impian seperti itu? apakah impianku itu impian kosong belaka?" aku merenung dan sempat ragu. aku coba minta pendapat, tapi tak ada yang bisa memberiku jawaban. ada yang mendukung, tapi mereka pun menunjukkan kalau mereka sebenarnya kurang sependapat sama aku. menerima itu semua, tak ada rasa marah atau benci. aku berterima kasih karena mereka menunjukkan kepedulian. aku mencoba merenungkan kata-kata mereka. aku pun bertanya kepada Allah. tapi tentu saja aku ga bisa mendengar suaraNya. cuma ya aku yakin kalau Allah akan menunjukkan satu jawaban dengan cara yang aku mengerti.
sekarang ini, aku masih tetap pada keyakinan bahwa aku dapat mewujudkan impian-impianku, semustahil apapun itu. aku percaya bahwa Allah pun meridhoi. aku emang ga bisa menjelaskan, apa buktinya Allah meridhoiku. I just believe. bagiku, meski semua orang berkata "tidak", cukuplah Allah yang meridhoiku dan aku akan tetap bilang "YA!"
inilah diriku yang ingin menjadi lebih baik: orang yang mampu mencintai diri sendiri dan semua yang ada di sekitarku. dan tentu saja, menjadi orang yang bahagia.
wish my dreams come true
Resensi: The Hunger Games
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Sabtu, 01 September 2012
Label:
resensi,
the hunger games
/
Comments: (0)
Judul: The Hunger
Games
Penulis: Suzanne
Collins
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 58.000,00
Harga: Rp 58.000,00
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 408 halaman
Terbit : Oktober
2009
ISBN : 978-979-22-5075-6
No Produk :
32201090012
Hingga Hari Ini
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Rabu, 08 Agustus 2012
Label:
Benron-taikai,
drama,
Kanji Cup,
kuliah,
Monbukagakusho,
Niseikai Aidai,
Noryouku Shiken,
PKL,
ujian,
unair
/
Comments: (0)
久しぶり~!akhirnya punya kesempatan juga buat nulis T.T Ada banyak banget cerita yang ngga sempet aku post di sini. Entah kenapa kok susaaaah banget cari kesempatan buat posting. Kuliah makin sibuk, mau online juga belum tentu sempet ke warnetnya. Tapi sekarang alhamdulillah udah dibeliin modem sama Papa (o^_^o) Jadi insya Allah bisa lumayan sering posting, selama koneksi ga lemot tentunya. Hahaha :D
Tambah semester, makin tambah juga kegiatannya. Bulan November 2011 kemaren angkatan 2nen dan 3nen PKL ke Jogja. Aku jadi ketua panitia lho :D ditemenin Alfi sebagai wakil dan sahabat-sahabatku: Kome, Risa, Nene, Karu dkk yang jadi panitia. Ada juga adek-adek kelasku tersayang Nova, Vita, Vina, Nat, Desynta dkk yang jadi panitia juga. Persiapannya cukup baik, rada amburadul dikit, sempat ada cekcok sana-sini, tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Kita jalan-jalan sekalian ngunjungi Sastra Jepang UGM. Kahimanya asik, gokil. namanya mas Naufal. kita disuguhi video tentang Jogja yang gokil punya. suka deh ♥
Aku juga ketemu Joko a.k.a Kyu a.k.a Ryu, temenku sejak zaman Friendster. hohoho... dia nemenin aku keliling cari buku di pasar buku, beliin makan segala T.T udah gitu kita foto-foto. terus sama dia diupload ke grup Jayus Community Indonesia. walhasil, pada ngiri dah semua. hahaha... ya mudah-mudahan kita punya kesempatan lagi buat kopi darat lagi sama yang lainnya :D
Ngga puas sama PKL Jogja, kita PKL lagi ke Bali! Uyeeeey! Anak-anak mulai dari angkatan 2nen ke atas pada minggat semua ke Bali. Kali ini panitianya cuma Pipit dan Nova. PKL Bali ini rada serius, soalnya harus bikin laporan segala. Tapi overall lumayan asyik sih. Kita wawancara beberapa turis Jepang di sana. Sempet stress karena ga bisa menuhi target 5 turis (=_=) Tapi ngga apa-apa, soalnya kelompokku berhasil wawancara pasangan suami-istri Jepang yang lagi liburan di Kuta. Mereka itu pasangan serasi banget, yang cowok ganteng, yang cewek cantik banget. Mana ramah dan baik hati pula! Mau deh wawancara 20 orang yang kayak gini. Hahaha... Yang cowok namanya Miyazaki Katsuyoshi, yang cewek namanya siapa aku lupa. Ternyata yang cewek itu orang Cina. Tapi cantiknya kayak artis Jepang gitu. Udah gitu bahasa Jepangnya fasih pula. Katanya sih mereka ketemunya di Jepang, waktu si cewek lagi sekolah di Jepang. Denger cerita kayak gitu, langsung deh anak-anak berkhayal seandainya mereka bernasib sama. Haha.. selesai wawancara, kita foto-foto bareng, terus Katsuyoshi-san minta alamat e-mail kita. Pulang dari Bali, aku dapet e-mail dari dia. Katanya dia cari tau tentang kita dan menebak kalo kita mahasiswa Sastra Jepang UNAIR. Ya ampun sampe segitunyaaaa... terharu dah.
oh ya, waktu kita ke Bali, kita juga nyambangi Universitas Udayana. demi Tuhaaaaan.. arsitekturnya bagus bangeeeet. bener-bener nuansa Bali!
nah, itu cerita jalan-jalan berkedok studi banding plus PKL kita. hehehe... kegiatan lainnya yaaa.. soal belajar donk. aku lulus N3 loh! akhirnya T.T setelah tahun sebelumnya kemakan hasutan Nene buat ikut N3 yang di luar jangkauan diriku yang masih 2nen dulu dan akhirnya gagal hingga aku menyesal udah buang-buang duit sekian ratus ribu. tapi akhirnya taun 2011 ikut lagi N3 dan awal 2012 diumumin kalau aku lulus! dengan skor tinggi pula. alhamdulillah.. terus selama liburan semester 5 kemaren, aku ikut benkyoukai buat tes Monbukagakusho. itu tuh, yang beasiswa ke Jepang. tapi ujung-ujungnya ga lulus T.T yang lebih sakit lagi, ga ada satupun mahasiswa UNAIR yang lolos ujian itu. bahkan mbak Tasya dan Nene yang jadi ace pun ngga. kita kalah dari UNESA yang berhasil meloloskan satu mahasiswa dan UNIBRAW yang meloloskan 9 mahasiswa. gara-gara itu Syahrur-sensei ngomong di kelas Chujokyuu Sakubun kalau Sensei marah dan malu. oke, itu menohok banget. jadi patah hati dengernya. tapi ya udahlah, emang mungkin belum waktunya buat aku. nanti coba lagi yang buat S2. siapa tau lolos. ganbareee!
aku juga ikut beberapa lomba. pertama, Kanji Cup bulan Maret. aku sekali lagi ikut yang Shokyuu, karena waktu pendaftaran hasil NS-ku belum keluar. seandainya aku udah dinyatakan lolos N3, mungkin aku bisa ikut yang level menengah alias Chukyuu. waktu mau tampil, Angga dateng nonton lhoo... senangnya~ tapi yang menohok itu kata-katanya Syahrur-sensei: "Djayeng kok masih ikut Shokyuu?" oke, itu sakit. aku yang 3nensei seharusnya udah ikut Chukyuu T.T
lebih sakit lagi, aku gugur di pertanyaan nomor 2 babak Maru-Batsu. demi apaaa aku gugur begitu cepat di babak pertama?! pas lagi shock gitu, dari deretan penonton paling belakang, Angga neriakin: "CUPU!"
oke, mari kita lupakan Kanji Cup. kita tengok lomba berikutnya, Benron-taikai alias Lomba Pidato bulan Mei. ini dia nih lomba yang paling aku ngga pingin ikutin. seandainya ada daftar lomba yang paling aku hindari, pasti jawaban teratas itu lomba pidato dan fashion show. mending ikut stand up comedy dah daripada ikut begituan =_= tapi, atas titah Kajur, aku dan Nene diutus jadi perwakilan UNAIR. jatuh-bangun aku latian pidato. sempet minder juga sama Nene, secara pelafalan dia bagus banget. Nihonjin mitai dah. beda banget sama aku. apalagi aku gampang grogi, ngomongnya ga bisa santai, ga enak didenger. tapi setidaknya aku bisa menuhi target waktu minimal, yaitu 5 menit. aku malah hampir 6 menit. sementara Nene kalo ngomong kayak komuter, cepet banget dah. waktu latian dia selalu kurang dari 5 menit. kalo soal tema, punya Nene juga lebih bagus. dia ngomongin soal "Cyber Bullying". Pas banget dah momennya, soalnya ngga lama sebelum itu aku kena cyber bullying. meskipun ujung-ujungnya aku yang lebih galak daripada yang nge-bully aku. hahaha.... kalo pidatoku, itu curhatan waktu naik kereta api. yah, seputar ketidakdisiplinan penumpang gitulah. yang fatal, antara judul sama isi ngga berhubungan. lagian juga kurang menarik kalau menurutku. tapi ya cuma itulah kemampuanku. mau gimana lagi.
pas hari H, aku dapet giliran nomor 14 atau berapa, pokoknya nomor 2 dari bawah. Nene dapet nomor 3. waktu Nene tampil, aku ikut dag-dig-dug ngga keruan. pasalnya, kalau Nene ngga berhasil menuhi batas waktu minimal 5 menit, otomatis dia didiskualifikasi. mana waktu itu ada bagian yang kelompatan, lupa dia omongin. sumpah aku takut banget. tapi untung aja, waktu itu lampu indikator di podium nyala. artinya dia udah berhasil melewati 5 menit. aku lega banget. Nene juga keliatan lega banget. waktu jawab pertanyaan dari juri, Ito-san, dia juga lancar dan bagus. beda banget sama aku. aku ga bisa ngendaliin grogiku. bolak-balik salah ucap. yang parah, waktu diberi pertanyaan sama Ito-san, aku tanpa sadar jawab dengan nada membentak. aku, membentak juri! gara-gara itu aku diketawain penonton. sumpah malu banget. waktu udah selesai semua dan tinggal nunggu pengumuman, aku nangis. untung aja Angga ngga dateng. kalo dia ada, pasti aku tambah diolok-olok. zzzz....
setelah sekian puluh menit menunggu, akhirnya pengumuman pemenang keluar. Nene dapet juara 3. aku ngga dapet sama sekali. juara 1 dari mana gitu lupa, pokoknya dia masih 1nensei(!) juara 2, dari UNIBRAW seperti biasa. tapi kita termasuk lumayanlah bisa dapet juara 3. setiap peserta dapet sertifikat dan kenang-kenangan berupa tumbler yang imut banget. berasa sesuatu dah punya tumbler kembaran sama si Champion Nene. yakinlah satu jurusan ngga ada yang punya kayak kita. hahahaha....
pulangnya, salah seorang juri, kalau ngga salah namanya Taeko-san, ngobrol-ngobrol sama Tomokiyo-sensei. kata Tomokiyo-sensei sih, Taeko-san bilang kalau sebenernya beliau pingin aku yang jadi juara. katanya, isi pidatoku menyentuh hatinya. uuuuh, jadi mau nangis aku. terima kasih, Taeko-san. maaf aku ngga bisa memenuhi ekspetasi Anda u.u
but that was not the end of the world. aku dan Nene ditraktir Eli-sensei, Manda-sensei, dan Andi-sensei makan di Hachi-hachi! emang bener ya, abis tangis pasti ada tawa. hahahaa.... aku puas-puasin makan sashimi kesukaanku. mentah? biarin! kata Andi-sensei seleraku tinggi, kok :p
abis lomba-lomba, ada juga tugas lain yang menyenangkan. apa itu? main drama donk! jadi, tugas buat UAS Telaah Drama semester 6 kemaren, kita disuruh main drama. kelasku main drama yang judulnya "Kappa no Densetsu" (Legenda Kappa). ini parodi dari salah satu legenda tentang Kappa. ceritanya kocak, amburadul, gokil. kita juga ngajak duo native Satoshi-Kazuma buat main di drama kita. Satoshi jadi Kappa, Kazuma main peran dobel, jadi Power Ranger Red dan Harry Potter-sama. aku berperan sebagai Akai, anak pertama yang judes banget. Kie jadi anak kedua, Momo. Pika jadi anak ketiga sekaligus tokoh utama perempuan, Midori. Bune jadi ibu dari ketiga anak itu. Didin jadi Kitsune, sahabat Kappa. Yulia jadi nenek sihir dan Risda jadi anak kecil. keduanya jadi narator yang menjelaskan jalan cerita. kita juga dibantu Ghofur yang jadi Iron Man dan Pyok yang jadi dos-dos. itu tuh, kalo di acara tv Masquerade, orang yang berpakaian hitam-hitam, tugasnya menggerakkan properti. kalo di Kabuki, namanya kurogo. waktu pentas, penonton yang dateng sedikit. sempet ada beberapa dialog dan adegan yang kelompatan. tapi alhamdulillah semuanya sukses :D
terus, apa lagi ya? KKN dong! ini dia nih kuliah yang paling banyak menguras tenaga, pikiran, uang, dan emosi. hahaha... aku dan kelompokku dapet tujuan KKN di desa Ngeluh, kecamatan Margomulyo, kabupaten Bojonegoro. Bumi Angling Darma :D
aku mengajukan diri jadi koordinator desa alias ketua kelompok. padahal Angga udah ingetin, jangan mau jadi ketua. tapi entah kenapa kok aku pingin aja. tapi ya, Angga melarang juga bukan tanpa alasan. jadi ketua kelompok KKN itu susaaaah banget. kita harus bisa jadi penengah buat sekian orang dari berbagai macam jurusan yang tentunya punya ideologi masing-masing. waktu KKN inilah aku merasa, ternyata emang ga gampang jadi seorang pemimpin. kalau selama ini aku jadi ketua atau koordinator di acara-acara Sastra Jepang, itu masih belum seberapa dibanding yang ini. selama ini, meskipun ada masalah, tapi aku berhadapan sama teman-teman sejurusan yang sepaham denganku. tapi di KKN ini bener-bener beda. ngga gampang membuat 21 orang dari jurusan yang berbeda buat dengerin apa kata kita. tapi ya, alhamdulillah KKN kita berjalan dengan cukup lancar. sebagian besar proker kita terlaksana dengan baik. itu semua juga karena kelompokku punya inisiatif yang besar. aku sendiri dapet pelajaran yang berharga. terutama bagaimana kita bisa legowo dalam menghadapi orang lain, meskipun saling berbeda pandangan. juga bagaimana kita harus bersyukur atas apa yang kita miliki selama ini, karena ternyata masih banyak saudara kita yang hidup di bawah garis kelayakan, tetapi mereka selalu berjuang dan bersyukur.aku merasa ngga ada apa-apanya dibandingkan msyarakat desa Ngeluh. akhirnya kita bisa pulang dengan perasaan lega dan bersyukur.
itulah cerita-cerita tentang apa aja yang aku alami dan jalani sampai hari ini. gimana soal hubunganku dengan Angga? yang jelas, sejak KKN itu aku menjadi setingkat lebih berbesar hati dan dewasa. ngga lagi menuntut Angga untuk melakukan atau menuruti apa yang aku mau. tapi, di saat aku berkembang inilah, masalah besar datang menguji. apa itu? hmm, karena ini pribadi, aku ngga bisa nulis di sini. seperti biasa, aku tulis di blog pribadi. hehe...
dengan adanya masalah ini, aku ngga bisa tidur dengan nyenyak. tubuh dan hatiku sakit-sakitan. tapi semoga, aku bisa kuat dan tegar menghadapi ini semua. aku hanya berharap aku tegar dan masalah ini selesai dengan solusi yang aku harapkan. aminn....
udahan dulu deh ceritanya. kapan-kapan lagi aku posting, kalau ada mood. hehe :p
Sampai jumpa di kesempatan berikutnya! ♥
Tambah semester, makin tambah juga kegiatannya. Bulan November 2011 kemaren angkatan 2nen dan 3nen PKL ke Jogja. Aku jadi ketua panitia lho :D ditemenin Alfi sebagai wakil dan sahabat-sahabatku: Kome, Risa, Nene, Karu dkk yang jadi panitia. Ada juga adek-adek kelasku tersayang Nova, Vita, Vina, Nat, Desynta dkk yang jadi panitia juga. Persiapannya cukup baik, rada amburadul dikit, sempat ada cekcok sana-sini, tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Kita jalan-jalan sekalian ngunjungi Sastra Jepang UGM. Kahimanya asik, gokil. namanya mas Naufal. kita disuguhi video tentang Jogja yang gokil punya. suka deh ♥
Aku juga ketemu Joko a.k.a Kyu a.k.a Ryu, temenku sejak zaman Friendster. hohoho... dia nemenin aku keliling cari buku di pasar buku, beliin makan segala T.T udah gitu kita foto-foto. terus sama dia diupload ke grup Jayus Community Indonesia. walhasil, pada ngiri dah semua. hahaha... ya mudah-mudahan kita punya kesempatan lagi buat kopi darat lagi sama yang lainnya :D
| di depan Wijilan, tempat gudeg terkenal di Jogja |
| makan di warung lesehan dekat Titik 0 Kilometer |
![]() |
| email dari Miyazaki Katsuyoshi-san |
| Pintu masuk aula di FIB |
| Atap aula Widya Sabha Mandala, FIB, Udayana |
| Sastra Jepang UNAIR feat Sastra Jepang Udayana |
| Kuta sore hari. cantik kaaan |
| Foto bareng suami-istri yang kita wawancara di Tanjung Benoa |
| Kelompok PKL-ku: (Left to Right): Pika, Kie, Adi, Trya, Diajeng, Vita di Tanjung Benoa |
nah, itu cerita jalan-jalan berkedok studi banding plus PKL kita. hehehe... kegiatan lainnya yaaa.. soal belajar donk. aku lulus N3 loh! akhirnya T.T setelah tahun sebelumnya kemakan hasutan Nene buat ikut N3 yang di luar jangkauan diriku yang masih 2nen dulu dan akhirnya gagal hingga aku menyesal udah buang-buang duit sekian ratus ribu. tapi akhirnya taun 2011 ikut lagi N3 dan awal 2012 diumumin kalau aku lulus! dengan skor tinggi pula. alhamdulillah.. terus selama liburan semester 5 kemaren, aku ikut benkyoukai buat tes Monbukagakusho. itu tuh, yang beasiswa ke Jepang. tapi ujung-ujungnya ga lulus T.T yang lebih sakit lagi, ga ada satupun mahasiswa UNAIR yang lolos ujian itu. bahkan mbak Tasya dan Nene yang jadi ace pun ngga. kita kalah dari UNESA yang berhasil meloloskan satu mahasiswa dan UNIBRAW yang meloloskan 9 mahasiswa. gara-gara itu Syahrur-sensei ngomong di kelas Chujokyuu Sakubun kalau Sensei marah dan malu. oke, itu menohok banget. jadi patah hati dengernya. tapi ya udahlah, emang mungkin belum waktunya buat aku. nanti coba lagi yang buat S2. siapa tau lolos. ganbareee!
aku juga ikut beberapa lomba. pertama, Kanji Cup bulan Maret. aku sekali lagi ikut yang Shokyuu, karena waktu pendaftaran hasil NS-ku belum keluar. seandainya aku udah dinyatakan lolos N3, mungkin aku bisa ikut yang level menengah alias Chukyuu. waktu mau tampil, Angga dateng nonton lhoo... senangnya~ tapi yang menohok itu kata-katanya Syahrur-sensei: "Djayeng kok masih ikut Shokyuu?" oke, itu sakit. aku yang 3nensei seharusnya udah ikut Chukyuu T.T
lebih sakit lagi, aku gugur di pertanyaan nomor 2 babak Maru-Batsu. demi apaaa aku gugur begitu cepat di babak pertama?! pas lagi shock gitu, dari deretan penonton paling belakang, Angga neriakin: "CUPU!"
oke, mari kita lupakan Kanji Cup. kita tengok lomba berikutnya, Benron-taikai alias Lomba Pidato bulan Mei. ini dia nih lomba yang paling aku ngga pingin ikutin. seandainya ada daftar lomba yang paling aku hindari, pasti jawaban teratas itu lomba pidato dan fashion show. mending ikut stand up comedy dah daripada ikut begituan =_= tapi, atas titah Kajur, aku dan Nene diutus jadi perwakilan UNAIR. jatuh-bangun aku latian pidato. sempet minder juga sama Nene, secara pelafalan dia bagus banget. Nihonjin mitai dah. beda banget sama aku. apalagi aku gampang grogi, ngomongnya ga bisa santai, ga enak didenger. tapi setidaknya aku bisa menuhi target waktu minimal, yaitu 5 menit. aku malah hampir 6 menit. sementara Nene kalo ngomong kayak komuter, cepet banget dah. waktu latian dia selalu kurang dari 5 menit. kalo soal tema, punya Nene juga lebih bagus. dia ngomongin soal "Cyber Bullying". Pas banget dah momennya, soalnya ngga lama sebelum itu aku kena cyber bullying. meskipun ujung-ujungnya aku yang lebih galak daripada yang nge-bully aku. hahaha.... kalo pidatoku, itu curhatan waktu naik kereta api. yah, seputar ketidakdisiplinan penumpang gitulah. yang fatal, antara judul sama isi ngga berhubungan. lagian juga kurang menarik kalau menurutku. tapi ya cuma itulah kemampuanku. mau gimana lagi.
pas hari H, aku dapet giliran nomor 14 atau berapa, pokoknya nomor 2 dari bawah. Nene dapet nomor 3. waktu Nene tampil, aku ikut dag-dig-dug ngga keruan. pasalnya, kalau Nene ngga berhasil menuhi batas waktu minimal 5 menit, otomatis dia didiskualifikasi. mana waktu itu ada bagian yang kelompatan, lupa dia omongin. sumpah aku takut banget. tapi untung aja, waktu itu lampu indikator di podium nyala. artinya dia udah berhasil melewati 5 menit. aku lega banget. Nene juga keliatan lega banget. waktu jawab pertanyaan dari juri, Ito-san, dia juga lancar dan bagus. beda banget sama aku. aku ga bisa ngendaliin grogiku. bolak-balik salah ucap. yang parah, waktu diberi pertanyaan sama Ito-san, aku tanpa sadar jawab dengan nada membentak. aku, membentak juri! gara-gara itu aku diketawain penonton. sumpah malu banget. waktu udah selesai semua dan tinggal nunggu pengumuman, aku nangis. untung aja Angga ngga dateng. kalo dia ada, pasti aku tambah diolok-olok. zzzz....
![]() |
| foto bareng di kursi penonton |
setelah sekian puluh menit menunggu, akhirnya pengumuman pemenang keluar. Nene dapet juara 3. aku ngga dapet sama sekali. juara 1 dari mana gitu lupa, pokoknya dia masih 1nensei(!) juara 2, dari UNIBRAW seperti biasa. tapi kita termasuk lumayanlah bisa dapet juara 3. setiap peserta dapet sertifikat dan kenang-kenangan berupa tumbler yang imut banget. berasa sesuatu dah punya tumbler kembaran sama si Champion Nene. yakinlah satu jurusan ngga ada yang punya kayak kita. hahahaha....
pulangnya, salah seorang juri, kalau ngga salah namanya Taeko-san, ngobrol-ngobrol sama Tomokiyo-sensei. kata Tomokiyo-sensei sih, Taeko-san bilang kalau sebenernya beliau pingin aku yang jadi juara. katanya, isi pidatoku menyentuh hatinya. uuuuh, jadi mau nangis aku. terima kasih, Taeko-san. maaf aku ngga bisa memenuhi ekspetasi Anda u.u
but that was not the end of the world. aku dan Nene ditraktir Eli-sensei, Manda-sensei, dan Andi-sensei makan di Hachi-hachi! emang bener ya, abis tangis pasti ada tawa. hahahaa.... aku puas-puasin makan sashimi kesukaanku. mentah? biarin! kata Andi-sensei seleraku tinggi, kok :p
![]() |
| duo delegasi rakus :D |
terus, apa lagi ya? KKN dong! ini dia nih kuliah yang paling banyak menguras tenaga, pikiran, uang, dan emosi. hahaha... aku dan kelompokku dapet tujuan KKN di desa Ngeluh, kecamatan Margomulyo, kabupaten Bojonegoro. Bumi Angling Darma :D
aku mengajukan diri jadi koordinator desa alias ketua kelompok. padahal Angga udah ingetin, jangan mau jadi ketua. tapi entah kenapa kok aku pingin aja. tapi ya, Angga melarang juga bukan tanpa alasan. jadi ketua kelompok KKN itu susaaaah banget. kita harus bisa jadi penengah buat sekian orang dari berbagai macam jurusan yang tentunya punya ideologi masing-masing. waktu KKN inilah aku merasa, ternyata emang ga gampang jadi seorang pemimpin. kalau selama ini aku jadi ketua atau koordinator di acara-acara Sastra Jepang, itu masih belum seberapa dibanding yang ini. selama ini, meskipun ada masalah, tapi aku berhadapan sama teman-teman sejurusan yang sepaham denganku. tapi di KKN ini bener-bener beda. ngga gampang membuat 21 orang dari jurusan yang berbeda buat dengerin apa kata kita. tapi ya, alhamdulillah KKN kita berjalan dengan cukup lancar. sebagian besar proker kita terlaksana dengan baik. itu semua juga karena kelompokku punya inisiatif yang besar. aku sendiri dapet pelajaran yang berharga. terutama bagaimana kita bisa legowo dalam menghadapi orang lain, meskipun saling berbeda pandangan. juga bagaimana kita harus bersyukur atas apa yang kita miliki selama ini, karena ternyata masih banyak saudara kita yang hidup di bawah garis kelayakan, tetapi mereka selalu berjuang dan bersyukur.aku merasa ngga ada apa-apanya dibandingkan msyarakat desa Ngeluh. akhirnya kita bisa pulang dengan perasaan lega dan bersyukur.
itulah cerita-cerita tentang apa aja yang aku alami dan jalani sampai hari ini. gimana soal hubunganku dengan Angga? yang jelas, sejak KKN itu aku menjadi setingkat lebih berbesar hati dan dewasa. ngga lagi menuntut Angga untuk melakukan atau menuruti apa yang aku mau. tapi, di saat aku berkembang inilah, masalah besar datang menguji. apa itu? hmm, karena ini pribadi, aku ngga bisa nulis di sini. seperti biasa, aku tulis di blog pribadi. hehe...
dengan adanya masalah ini, aku ngga bisa tidur dengan nyenyak. tubuh dan hatiku sakit-sakitan. tapi semoga, aku bisa kuat dan tegar menghadapi ini semua. aku hanya berharap aku tegar dan masalah ini selesai dengan solusi yang aku harapkan. aminn....
udahan dulu deh ceritanya. kapan-kapan lagi aku posting, kalau ada mood. hehe :p
Sampai jumpa di kesempatan berikutnya! ♥
Labels
padang edelweiss
field of hope
kafe es krim
unair
kamar tidur yang mungil
gubuk kecil yang hangat
Niseikai Aidai
ujian
renungan
sekolah tua
kuliah
jujitsu
asrama
AIESEC
Monbukagakusho
ulang tahun
cerpen
job
ramadhan
resensi
Idul Fitri
Noryouku Shiken
les privat
ospek
skripsi
Kanji Cup
pondok ramadhan
puisi
Benron-taikai
MAWAPRES
MK
Nakayoshi Naito
PKL
dorama
drama
j-pop
kucing
opini




