tanggal 3 Agustus aku akan masuk asrama Unair. aku membayangkan kesepian di sana. mungkin ini pertama kalinya aku hidup sendiri dan harus benar-benar mandiri. aku harus belajar dan untuk itu aku harus kuat.
membayangkan semua itu terkadang membuatku murung. juga bosan. ke warnet adalah satu-satunya cara untuk menghiburku. ya, setelah kejadian yang sama terulang lagi, aku jadi tegang dan banyak yang rasanya harus kupikirkan seorang diri.
padahal aku bukan filsuf, atau orang yang berambisi menyelamatkan dunia, tapi kenapa aku harus memikirkan segalanya?
memang itu sudah sifat dasarku kali ya...
oh, ya.. mungkin kalian bertanya-tanya kejadian apa yang terulang lagi itu. adikku pergi dari rumah. kali ini tidak diam-diam, tetapi berpamitan. tadinya memang dia berniat untuk diam-diam. tetapi aku yang mengetahui rencananya segera memberitahu Papa. ada rasa sedikit bersalah, mungkin dia lebih baik diam-diam saja perginya, begitu pikirku selintas. tetapi setelah dipikir-pikir kembali, mungkin justru lebih baik jika dia pergi berpamitan. dengan begitu setidaknya dia berani menampakkan wajahnya ketika mengangkat kakinya keluar dari rumah...
aku benar-benar tak tahu apa yang harus kulakukan.
yang ada hanyalah hampa, dan sesak...
belum lagi bayangan masa lalu terus menyergapku. seolah aku adalah mainan favoritnya.
aku terus mengingatnya. mengingat kenangan manis yang takkan pernah kembali. mengingat Hanif yang nyata-nyata sudah menyakiti perasaanku.
lalu apa yang harus kulakukan?
entah. lucunya aku mengalami krisis ini ketika aku akan memasuki babak baru sebagai seorang mahasiswi. seharusnya aku bisa berpikir dewasa.
tapi, tak perlu disesali juga. inilah sebuah masalah yang harus kupecahkan.
aku merasa akan merindukan Mojokerto, kota kecil yang kubenci ini.... kota yang banyak memberiku kenangan...
Surabaya, aku datang...
skip to main |
skip to sidebar
and at the dawn, armed with the schorching patience, we shall enter the cities of splendour... (Arthur Rimbaud)
Sebentar lagi...
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Minggu, 26 Juli 2009
Label:
padang edelweiss
/
Comments: (0)
Hari-hari di Rumah....
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Selasa, 14 Juli 2009
Label:
gubuk kecil yang hangat
/
Comments: (0)
beberapa hari yang lalu aku mengambil KTM di kampus C Unair. rasanya senang sekali mendapatkan kartu itu. aku makin tak sabar memasuki dunia kampus, sebuah babak baru dalam hidupku....
tapi, terkadang aku merasa sedih jika mengingat Papa akan sendirian.
oke, memang bersama Iqal, tapi aku kurang yakin dia bisa "menjaga" Papa. akhir-akhir ini dia membuat ulah lagi. itu membuat papa down dan sakit lagi. aku kasihan pada Papa. aku akui, mungkin kasih sayangku ke kedua orangtuaku tidaklah begitu besar. tapi aku pun tetap takkan tega membiarkan Papa seperti ini.
maka untuk itu, aku berniat memasak sayur untuk Papa mulai kemarin. setidaknya inilah yang bisa kulakukan untuk menjaga kesehatan Papa.
aku tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika aku kuliah di Surabaya nanti.. bagaimana Papa dan Iqal?
aku hanya berharap Allah senantiasa melimpahkan kasih sayangNya untuk kami semua. amin...
tapi, terkadang aku merasa sedih jika mengingat Papa akan sendirian.
oke, memang bersama Iqal, tapi aku kurang yakin dia bisa "menjaga" Papa. akhir-akhir ini dia membuat ulah lagi. itu membuat papa down dan sakit lagi. aku kasihan pada Papa. aku akui, mungkin kasih sayangku ke kedua orangtuaku tidaklah begitu besar. tapi aku pun tetap takkan tega membiarkan Papa seperti ini.
maka untuk itu, aku berniat memasak sayur untuk Papa mulai kemarin. setidaknya inilah yang bisa kulakukan untuk menjaga kesehatan Papa.
aku tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika aku kuliah di Surabaya nanti.. bagaimana Papa dan Iqal?
aku hanya berharap Allah senantiasa melimpahkan kasih sayangNya untuk kami semua. amin...
Akhirnya pulang juga deh...
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Kamis, 02 Juli 2009
Label:
gubuk kecil yang hangat
/
Comments: (0)
huff.. akhirnya Selasa kemarin aku dan keluargaku pulang ke Mojokerto. aku berangkat lebih dulu dengan bus. di bus tidak terlalu penuh. aku bisa mendapatkan tempat duduk di antara mbak yang baik hati dan seorang lelaki yang sepertinya seorang tentara atau semacamnyalah. tetapi ada suatu kejadian menegangkan. ketika bus sampai di pertigaan (atau perempatan) di daerah Krian (yang ada patung ikan, udang, dan sebagainya itu loh..) beberapa penumpang turun. tiba-tiba saja cowok yang duduk di belakang teriak-teriak, "Pak! hp saya Pak! tolong Pak!" aku butuh beberapa menit untuk menyadari apa yang sebenarnya terjadi. ternyata dia kecopetan. walaupun tampangnya sangar ala Emo (Elek MOkong xp) tapi aku kasihan padanya. tidak ada yang "bersedia" menolognya, termasuk aku. kami sama-sama satu bus, tetapi tak ada yang bergerak untuk menolong. malah kondekturnya menyuruh dia turun. mungkin disuruh mengejar si pencopet atau melapor ke polisi gitu lah... tapi caranya kasar sekali. dengar-dengar dari penumpang yang lain, si pencopet itu orang tua. wah, nekad juga itu orang! kasihan sekali aku melihat anak muda itu. seandainya bisa menolong...
perjalanan cukup lama. hampir sampai di terminal, jalan macet. tadinya aku mau turun saja. tapi tanggung. jadi ya aku bersabar sampai bus masuk terminal. beberapa menit kemudian, jalanan kembali lancar. bus masuk terminal. aku turun dan mencari lyn. tapi yaa... aku harus kembali bersabar karena lyn itu menunggu penumpang yang lain. maklum, kejar setoran. aku penumpang pertama dalam lyn itu. jadi aku menunggu lama baru bisa jalan. setelah aku ada bapak-bapak paruh baya. mungkin dari luar kota. buktinya beliau tanya alamat pada Pak Sopir. bapak itu duduk di depan, sebelah pak Sopir. begitu duduk, bapak itu membuka bekalnya dan makan sendirian dengan asyiknya, tanpa menawari siapapun termasuk aku. aku sih tidak berharap akan dibagi atau gimana, tapi menurutku that's impolite. biarlah.. toh aku tak terlalu lapar. beberapa saat kemudian, datang dua orang "ibu-ibu" (aku agak sulit mengidentifikasi mereka, karena bisa saja mereka disebut "mbak-mbak" bahkan "tante-tante"). yang satu berambut panjang digelung, yang satu lagi gemuk dengan rambut pendek. yang bermabut gelung itu sibuk saja menelepon. yang menganggu, kata-katanya itu kasar dan tak senonoh. aku jadi muak. hampir saja aku keluar dari lyn itu, tapi kemudian aku menyadari mungkin Allah tengah menguji kesabaranku.
setelah penumpang kelima naik, lyn berjalan. mungkin sopirnya tak enak pada para penumpang yang mulai tak sabar. aku menikmati perjalanan yang tenang itu. sampai di depan koperasi Pratama (daerah Gatoel, tak jauh dari SMA-ku dulu), aku turun. i koperasi itu aku menyerahkan cicilan hutang Papa. aku bersyukur pada Allah yang senantiasa melimpahkan kasih sayangNya dan memberikan ridhaNya untuk kami.. aku juga harus berterima kasih pada Mbah Ity atas pertolongan beliau yang penuh ketulusan ini...
pulang ke rumah, Papa dan Iqal sudah sampai. aku membersihkan kamar mandi dan lain-lain. rumah begitu kotor sejak kami tinggalkan. aku melepas kangen pada Chocodip. tetapi Mocca belum pulang. aku khawatir dia lari. tapi aku yakin dia pasti kembali.
hari-hari ini begitu melelahkan. aku senang akhirnya bisa pulang. home sweet home...
perjalanan cukup lama. hampir sampai di terminal, jalan macet. tadinya aku mau turun saja. tapi tanggung. jadi ya aku bersabar sampai bus masuk terminal. beberapa menit kemudian, jalanan kembali lancar. bus masuk terminal. aku turun dan mencari lyn. tapi yaa... aku harus kembali bersabar karena lyn itu menunggu penumpang yang lain. maklum, kejar setoran. aku penumpang pertama dalam lyn itu. jadi aku menunggu lama baru bisa jalan. setelah aku ada bapak-bapak paruh baya. mungkin dari luar kota. buktinya beliau tanya alamat pada Pak Sopir. bapak itu duduk di depan, sebelah pak Sopir. begitu duduk, bapak itu membuka bekalnya dan makan sendirian dengan asyiknya, tanpa menawari siapapun termasuk aku. aku sih tidak berharap akan dibagi atau gimana, tapi menurutku that's impolite. biarlah.. toh aku tak terlalu lapar. beberapa saat kemudian, datang dua orang "ibu-ibu" (aku agak sulit mengidentifikasi mereka, karena bisa saja mereka disebut "mbak-mbak" bahkan "tante-tante"). yang satu berambut panjang digelung, yang satu lagi gemuk dengan rambut pendek. yang bermabut gelung itu sibuk saja menelepon. yang menganggu, kata-katanya itu kasar dan tak senonoh. aku jadi muak. hampir saja aku keluar dari lyn itu, tapi kemudian aku menyadari mungkin Allah tengah menguji kesabaranku.
setelah penumpang kelima naik, lyn berjalan. mungkin sopirnya tak enak pada para penumpang yang mulai tak sabar. aku menikmati perjalanan yang tenang itu. sampai di depan koperasi Pratama (daerah Gatoel, tak jauh dari SMA-ku dulu), aku turun. i koperasi itu aku menyerahkan cicilan hutang Papa. aku bersyukur pada Allah yang senantiasa melimpahkan kasih sayangNya dan memberikan ridhaNya untuk kami.. aku juga harus berterima kasih pada Mbah Ity atas pertolongan beliau yang penuh ketulusan ini...
pulang ke rumah, Papa dan Iqal sudah sampai. aku membersihkan kamar mandi dan lain-lain. rumah begitu kotor sejak kami tinggalkan. aku melepas kangen pada Chocodip. tetapi Mocca belum pulang. aku khawatir dia lari. tapi aku yakin dia pasti kembali.
hari-hari ini begitu melelahkan. aku senang akhirnya bisa pulang. home sweet home...
Daftar Ulang Mahasiswa Unair
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Rabu, 17 Juni 2009
Label:
sekolah tua,
ujian,
unair
/
Comments: (1)
tanggal 15 kemarin aku dipanggil ke ruang sidang kantor manajemen kampus C Unair. aku dan 34 calon mahasiswa lainnya dinyatakan berhak menerima fullscholarchip dari Unair. jadi, SPP, SOP, daftar ulang, dan segala macam tetek bengek perkara biaya dibayarkan oleh universitas! ditambah lagi "bantuan biaya hidup"(semacam uang saku gitulah) per semester 2,5 juta! tentu saja aku sangat senang dan bersyukur sekali... terima kasih ya Allah... terima kasih Unair! ^^
sekilas cerita di ruang sidang nih ya... ternyata sebagian besar dari mereka (23 dari #5 orang penerima fullscholarship) adalah mereka yang menerima BMU. sebelum ujian mereka di karantina di asrama haji, diberikan bimbingan belajar intensif untuk menghadapi tes PMDK, pergi-pulang naik kendaraan dari universitas, dan sebagainya dan sebagainya. hasilnya yang lolos adalah 23 anak dari 87 calon mahasiswa yang mengikuti BMU. mereka itu berprestasi dan beruntung, tentu saja. ah, seandainya sekolah tidak telat mengajukan permohonan BMU-ku, mungkin aku juga akan menikmati fasilitas itu. tapi tak apalah... toh aku tidak sediri, ada 12 anak lain yang mendapatkan beasiswa non-BMU, seperti aku ini. dan lagi kami semua sama kan??? yang membedakan paling-paling hanya mereka yang dulu dikarantina menjadi lebih akrab satu sama lain. sekali lagi, tidak masalah buatku. mereka ramah, and there's no border among us.
jadi.. setelah sidang, aku mendaftar ulang di Gedung Serba Guna kampus B, walaupun ijazahku belum keluar. oh ya... kelas bahasa SMAN 1 Puri lulus semua dan tertinggi sekabupaten loh! wah, senangnya... aku bersyukur padaNya sebab Allah mendengar dan mengabulkan doa kami...
setelah cap 3 jari tanggal 19 nanti, aku harus kembali untuk menyerahkan fotokopi ijazah dan NUN yang dilegalisir ke kampus C Unair. baru deh setelah itu aku bisa mendapatkan KTM dan akun email universitas.
aku juga sudah dapat jas almamater, topi, mutz, dan jadwal tes kesehatan juga ELPT. kemarin, tanggal 16 aku tes kesehatan di RSU Dr. Soetomo, depan kampus B. kelompok cewek pertama-tama ke bagian THT. setelah diperiksa, di telinga kiriku ada serumennya (istilah kerennya congek kali yaa.. xp). dokter mengangkatnya. sakit sekali! sampai kepalaku pusing... setelah diperiksa, kami menjalani tes bisik. satu per satu kami masuk ke dalam sebuah ruangan kecil kedap suara. lalu sang dokter akan membisikkan beberapa kata dan kami harus mengulangi kata-kata itu. aku sebenernya sih bisa mendengar dengan jelas, tapi aku ragu sehingga suaraku kedengaran sekali seperti intonasi bertanya. aku melirik sekilas kertasku. waduh, diberi C! mampus... kira-kira bisa lulus ga ya????
setelah THT, kami ke bagian mata. aku yang pertama menjalani tes itu. aku disuruh memakai semacam kacamata yang aneh, lalu menyebutkan angka-angka yang diperlihatkan beberapa meter dariku. aku tahu penglihatanku sudah mulai tidak normal lagi, dan memang aku tak sepenuhnya bisa menyebutkan angka-angka itu tnpa bantuan pin hole. di kertasku, dokter menulis 6/6,6. aku tak mengerti artinya, tetapi kali ini aku yakin bisa lolos. aku mendengar percakapan dokter dengan rekannya, katanya kalau sudah lebih bagus dai 6/18, tidak usah terlalu detil tesnya. dan memang tesku segera selesai. di ruangan berikutnya aku disuruh melihat semacam buku. di buku itu ada gambar balon busa warna-warni yang mengkamuflase dua digit angka. jika aku tidak buta warna, aku pasti akan bisa menyebutkan angka-angka itu. ini sih gampang... toh pada kenyataannya aku ga buta warna kok... ya ini anugerah dari Allah juga.. ^^
hari ini, aku tes ELPT. semacam TOEFL gitulah... aku membeli bank soal TOEFL dan aku tak sempat mempelajarinya secara intensif. aku kelelahan dan waktuku terbatas sekali. yang aku tahu, soal TOEFL itu susah! begitu tes, aku benar-benar kewalahan. di listening section, speakernya bener-bener native. artinya, cara bicara mereka pun benar-benar cepat. dan tidak ada pengulangan seperti waktu UNAS! weks!! di bagian writting dan reading seharusnya lebih gampang. tapi kosakatanya sudah bukan tingkat SMA lagi sih... jadi ya wallahu 'alam. baru kali ini aku pesimis dengan kemampuan bahasa inggrisku. sebagian aku jawab ngawur! yah... semuanya aku pasrahkan saja kepada Allah..
malam ini, sebelum aku membuka blog ini, aku sempatkan membuka situs PINLABS UNAIR untuk melihat hasilnya. tetapi ternyata masih belum ada.. ya sudahlah.. mungkin Allah memberikan aku waktu untuk berdoa dan bertawakkal padaNya ^^'
oh ya... hari ini, jam 8 pagi seharusnya aku menghadiri acara pelepasan kelas 3 di GOR Mojokerto. tapi pada saat yang bersamaan aku harus mengikuti ELPT itu. jadi ya aku tidak ikut. lagipula aku ga betah kalau harus pakai kebaya begitu. pengalaman waktu SMP membuatku ogah menghadiri acara yang mengharuskan berdandan dan berepot-repot ria macam itu. lagipula aku tak suka, agak norak sebenernya. bukan kebayanya loh... tapi kelakuan yang pake kebaya ituuu... jadi males deh aku... --"
well, itulah cerita tentang 3 hari belakangan ini. sekarang aku mau buka FS dan sebagainya dan sebagainya.
mudah-mudahan hasil tes kesehatanku memenuhi syarat dan skor ELPTku mencapai nilai minimal yang ditargetkan: 400! amin...
sekilas cerita di ruang sidang nih ya... ternyata sebagian besar dari mereka (23 dari #5 orang penerima fullscholarship) adalah mereka yang menerima BMU. sebelum ujian mereka di karantina di asrama haji, diberikan bimbingan belajar intensif untuk menghadapi tes PMDK, pergi-pulang naik kendaraan dari universitas, dan sebagainya dan sebagainya. hasilnya yang lolos adalah 23 anak dari 87 calon mahasiswa yang mengikuti BMU. mereka itu berprestasi dan beruntung, tentu saja. ah, seandainya sekolah tidak telat mengajukan permohonan BMU-ku, mungkin aku juga akan menikmati fasilitas itu. tapi tak apalah... toh aku tidak sediri, ada 12 anak lain yang mendapatkan beasiswa non-BMU, seperti aku ini. dan lagi kami semua sama kan??? yang membedakan paling-paling hanya mereka yang dulu dikarantina menjadi lebih akrab satu sama lain. sekali lagi, tidak masalah buatku. mereka ramah, and there's no border among us.
jadi.. setelah sidang, aku mendaftar ulang di Gedung Serba Guna kampus B, walaupun ijazahku belum keluar. oh ya... kelas bahasa SMAN 1 Puri lulus semua dan tertinggi sekabupaten loh! wah, senangnya... aku bersyukur padaNya sebab Allah mendengar dan mengabulkan doa kami...
setelah cap 3 jari tanggal 19 nanti, aku harus kembali untuk menyerahkan fotokopi ijazah dan NUN yang dilegalisir ke kampus C Unair. baru deh setelah itu aku bisa mendapatkan KTM dan akun email universitas.
aku juga sudah dapat jas almamater, topi, mutz, dan jadwal tes kesehatan juga ELPT. kemarin, tanggal 16 aku tes kesehatan di RSU Dr. Soetomo, depan kampus B. kelompok cewek pertama-tama ke bagian THT. setelah diperiksa, di telinga kiriku ada serumennya (istilah kerennya congek kali yaa.. xp). dokter mengangkatnya. sakit sekali! sampai kepalaku pusing... setelah diperiksa, kami menjalani tes bisik. satu per satu kami masuk ke dalam sebuah ruangan kecil kedap suara. lalu sang dokter akan membisikkan beberapa kata dan kami harus mengulangi kata-kata itu. aku sebenernya sih bisa mendengar dengan jelas, tapi aku ragu sehingga suaraku kedengaran sekali seperti intonasi bertanya. aku melirik sekilas kertasku. waduh, diberi C! mampus... kira-kira bisa lulus ga ya????
setelah THT, kami ke bagian mata. aku yang pertama menjalani tes itu. aku disuruh memakai semacam kacamata yang aneh, lalu menyebutkan angka-angka yang diperlihatkan beberapa meter dariku. aku tahu penglihatanku sudah mulai tidak normal lagi, dan memang aku tak sepenuhnya bisa menyebutkan angka-angka itu tnpa bantuan pin hole. di kertasku, dokter menulis 6/6,6. aku tak mengerti artinya, tetapi kali ini aku yakin bisa lolos. aku mendengar percakapan dokter dengan rekannya, katanya kalau sudah lebih bagus dai 6/18, tidak usah terlalu detil tesnya. dan memang tesku segera selesai. di ruangan berikutnya aku disuruh melihat semacam buku. di buku itu ada gambar balon busa warna-warni yang mengkamuflase dua digit angka. jika aku tidak buta warna, aku pasti akan bisa menyebutkan angka-angka itu. ini sih gampang... toh pada kenyataannya aku ga buta warna kok... ya ini anugerah dari Allah juga.. ^^
hari ini, aku tes ELPT. semacam TOEFL gitulah... aku membeli bank soal TOEFL dan aku tak sempat mempelajarinya secara intensif. aku kelelahan dan waktuku terbatas sekali. yang aku tahu, soal TOEFL itu susah! begitu tes, aku benar-benar kewalahan. di listening section, speakernya bener-bener native. artinya, cara bicara mereka pun benar-benar cepat. dan tidak ada pengulangan seperti waktu UNAS! weks!! di bagian writting dan reading seharusnya lebih gampang. tapi kosakatanya sudah bukan tingkat SMA lagi sih... jadi ya wallahu 'alam. baru kali ini aku pesimis dengan kemampuan bahasa inggrisku. sebagian aku jawab ngawur! yah... semuanya aku pasrahkan saja kepada Allah..
malam ini, sebelum aku membuka blog ini, aku sempatkan membuka situs PINLABS UNAIR untuk melihat hasilnya. tetapi ternyata masih belum ada.. ya sudahlah.. mungkin Allah memberikan aku waktu untuk berdoa dan bertawakkal padaNya ^^'
oh ya... hari ini, jam 8 pagi seharusnya aku menghadiri acara pelepasan kelas 3 di GOR Mojokerto. tapi pada saat yang bersamaan aku harus mengikuti ELPT itu. jadi ya aku tidak ikut. lagipula aku ga betah kalau harus pakai kebaya begitu. pengalaman waktu SMP membuatku ogah menghadiri acara yang mengharuskan berdandan dan berepot-repot ria macam itu. lagipula aku tak suka, agak norak sebenernya. bukan kebayanya loh... tapi kelakuan yang pake kebaya ituuu... jadi males deh aku... --"
well, itulah cerita tentang 3 hari belakangan ini. sekarang aku mau buka FS dan sebagainya dan sebagainya.
mudah-mudahan hasil tes kesehatanku memenuhi syarat dan skor ELPTku mencapai nilai minimal yang ditargetkan: 400! amin...
Popcorn
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Minggu, 14 Juni 2009
Label:
kafe es krim
/
Comments: (1)
hayo anak-anak.. apa artinya popcorn?? berondong!! yak, kali ini kita akan membahas masalah berondong XD
aku punya teman FS, nicknya Kyukaze Yutsuki. nama aslinya Beni. nah, si Beni anak YogYes itu punya teman di FB. nicknya Aquinos. anak itu sebaya dengan Beni, jadi ya satu tingkat di bawah aku lah... waktu aku approve, ternyata dia on line. ya jadinya kami chatting di facebook. menurutku, dia itu agak aneh. masa yah dia bilang aku sok stay cool gitu. jiahh!! songong banget!! tapi ya udahlah.. apa gunanya juga aku ladenin.
setelahnya, dia sms aku. dia tanya aku lagi apa, udah makan apa belum, udah mandikah, dan sebagainya dan sebagainya. aku sih jawabnya ya biasa-biasa saja. tapiii....
ada kasus.
awal mulanya (bah, lebay...) dia tanya aku, "udah pernah maen ke Semarang atau Jogja belum?" aku jawab sudah. kelas 3 SMP aku dan teman-teman perpisahan di Jogja.
terus dia bilang, "kalau kamu maen ke Jogja, sms aku yah.. pingin ketemu. hehehehe.."
what???
kok sinyalnya...
(belum selesai lebaynya saudara-saudara..)
banyak hal yang membuatku agak-agak gimanaaaaaaaaaa gitu... dia tanya apa aku punya saudara di Jogja apa engga. aku jadi blank lagi. pertanyaannya sama seperti Hanif waktu pdkt denganku dulu. aku....
oke, Hanif ya Hanif, jangan disamain dengan orang lain!!
(lanjut...) tadi dia juga on line di facebook. dia mengeluh karena ditinggal sendirian oleh orang tuanya yang ke Jakarta dalam rangka mengunjungi saudara. dia bilang akan liburan ke Malang, ke rumah teman sekelasnya. dia tanya apa Malang dengan rumahku deket. jawabannya tentu saja tidak. jauh juga loh Malang dengan Mojokerto. dia tanya (lagi) apa aku jadi pindah ke Surabaya. ya iyalah.. aku kan kuliah di sana. pertanyaannya (lagi), Malang dengan Surabaya jauh ga?? ya jelas jauh ke mana-mana deh! utara Jatim versus selatan Jatim. mak nyuss... duh...
jadi bingung...
(karena apa yak?)
pokoknya...
bentar-bentar...
lagi chatting ama Ricky nih... teman SDku di Bekasi dulu itu loh... masa dia ga inget ma aku. sedihnya... T_T
mungkin sekarang teman-teman yang kurindukan itu sudah tidak ingat lagi padaku, tapi aku akan selalu mengingat mereka.
cause they're my only treasure...
(oke, balik lagi)aku memang senang diperhatikan. tapi kalau sama berondong... humm.. cukup temenan aja kali yah...
kok aku jadi Ge-eR gini sih???
aku punya teman FS, nicknya Kyukaze Yutsuki. nama aslinya Beni. nah, si Beni anak YogYes itu punya teman di FB. nicknya Aquinos. anak itu sebaya dengan Beni, jadi ya satu tingkat di bawah aku lah... waktu aku approve, ternyata dia on line. ya jadinya kami chatting di facebook. menurutku, dia itu agak aneh. masa yah dia bilang aku sok stay cool gitu. jiahh!! songong banget!! tapi ya udahlah.. apa gunanya juga aku ladenin.
setelahnya, dia sms aku. dia tanya aku lagi apa, udah makan apa belum, udah mandikah, dan sebagainya dan sebagainya. aku sih jawabnya ya biasa-biasa saja. tapiii....
ada kasus.
awal mulanya (bah, lebay...) dia tanya aku, "udah pernah maen ke Semarang atau Jogja belum?" aku jawab sudah. kelas 3 SMP aku dan teman-teman perpisahan di Jogja.
terus dia bilang, "kalau kamu maen ke Jogja, sms aku yah.. pingin ketemu. hehehehe.."
what???
kok sinyalnya...
(belum selesai lebaynya saudara-saudara..)
banyak hal yang membuatku agak-agak gimanaaaaaaaaaa gitu... dia tanya apa aku punya saudara di Jogja apa engga. aku jadi blank lagi. pertanyaannya sama seperti Hanif waktu pdkt denganku dulu. aku....
oke, Hanif ya Hanif, jangan disamain dengan orang lain!!
(lanjut...) tadi dia juga on line di facebook. dia mengeluh karena ditinggal sendirian oleh orang tuanya yang ke Jakarta dalam rangka mengunjungi saudara. dia bilang akan liburan ke Malang, ke rumah teman sekelasnya. dia tanya apa Malang dengan rumahku deket. jawabannya tentu saja tidak. jauh juga loh Malang dengan Mojokerto. dia tanya (lagi) apa aku jadi pindah ke Surabaya. ya iyalah.. aku kan kuliah di sana. pertanyaannya (lagi), Malang dengan Surabaya jauh ga?? ya jelas jauh ke mana-mana deh! utara Jatim versus selatan Jatim. mak nyuss... duh...
jadi bingung...
(karena apa yak?)
pokoknya...
bentar-bentar...
lagi chatting ama Ricky nih... teman SDku di Bekasi dulu itu loh... masa dia ga inget ma aku. sedihnya... T_T
mungkin sekarang teman-teman yang kurindukan itu sudah tidak ingat lagi padaku, tapi aku akan selalu mengingat mereka.
cause they're my only treasure...
(oke, balik lagi)aku memang senang diperhatikan. tapi kalau sama berondong... humm.. cukup temenan aja kali yah...
kok aku jadi Ge-eR gini sih???
It's so beautiful...
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Sabtu, 13 Juni 2009
Label:
field of hope,
sekolah tua,
unair
/
Comments: (0)
mau tahu apa yang kupikirkan sekarang? malu! ya, malu kepadaNya. Allah telah banyak memberikan kasih sayangNya kepadaku, tetapi aku sendiri kurang berterima kasih (baca: bersyukur). hmm... menurut kalian, jika aku merasa biasa saja begitu tahu aku mendapat full scholarschip dari Unair, aku ini sok cool apa memang kurang ajar (karena kurang bersyukur?)
baiklah, untuk menebusnya, di sini aku ingin mengucapkan rasa terima kasihku ke padaNya: alhamdulillah... aku dulu memang yakin seyakin-yakinnya bahwa aku bisa mendapatkan beasiswa itu. tetapi karena aku tak mau takabur, I repressed it... dan kemarin guru BK-ku menelepon ayahku. beliau bilang, sekolah mendapat telepon dari Unair yang memintaku untuk datang ke Unair hari Senin tanggal 15 Juni. aku berharap panggilan itu merupakan pertanda baik.
malamnya, saat aku tengah mandi, ayahku memanggilku. kata ayahku ada surprise. tapi aku tak pernah mau diganggu saat mandi, jadi aku tak begitu menghiraukan. jam 7, aku harus ke rumah Meuthia untuk mengajar les privat. aku berpamitan pada ayahku dan diantar adikku. ayahku berpesan, "cepat pulang ya nak... ada surprise" aku tak begitu mengerti maksudnya. jam 8, aku pulang dijemput Iqal. ayahku memangglku dengan nada gembira. lalu ayahku menunjukkan sms dari KAPP Unair, yang menginformasikan bahwa permohonan beasiswa yang diajukan ayahku untukku diterima. tentu saja kami gembira. tetapi entah, aku merasa biasa saja. bahkan pada saat kami berdoa sebelum makan sebagai ucapan syukur atas hal itu, aku tetap merasa biasa saja.
berarti aku ini kurang ajar kan???
yah... setelah aku merenung (ciee...), kudapatkan rasa malu itu. ya, aku memang memalukan. tidak tahu berterima kasih. ya Allah.. betapa Engkau benar-benar tidak pernah meninggalkan kami...
hari Senin aku dan ayahku akan pergi ke kampus Unair untuk konfirmasi (?) ih ya, tadi pagi sepulangnya dari sekolah (untuk melihat pengumuman kelulusan SMA), aku mendapat surat dari Unair. ya, isinya kurang lebih sama dengan sms pada malam sebelumnya. waktu aku melihat Pak Pos, aku jadi harap-harap cemas mengira itu adalah wesel atau semacamnya. hehehe... tapi tetap saja Pak Pos membawakan berita gembira untukku.
oh ya (lagi), aku kan masih kurang 200 ribu untuk mengganti uang tabungan anak-anak. aku panik mencari pinjaman. Mitra sudah berusaha membantu tetapi tidak ada hasilnya. malah dia dimarahi Ibunya waktu dia membujuk sang Ibu agar mau meminjamkan uang. aku jadi tidak enak pada Mitra. waktu aku datang ke sekolah untuk melihat pengumuman, aku sudah pasrah menghadapi anak-anak yang mungkin kecewa padaku. tetapi aku harus menghadapinya. dan setelah aku bicara baik-baik pada mereka, mereka mau mengerti. alhamdulillah... aku terharu sekali. So nice....
yah, setidaknya tinggal 2 lagi yang harus kuhadapi. pertama, uang tabungan anak-anak. kedua, pengumuman kelulusan hari Senin nanti. seharusnya sih aku tinggal saja di rumah untuk mendengarkan pengumuman yang akan disiarkan di Maja FM jam 12 siang itu. tapi aku harus mengurus beasiswa juga. jadi, aku tetap akan ke Surabaya dengan asumsi pasti ada temanku yang akan mengirimiku kabar mengenai kelulusan nanti.
I hope Allah will always loves me and people whom I loved.
amin...
baiklah, untuk menebusnya, di sini aku ingin mengucapkan rasa terima kasihku ke padaNya: alhamdulillah... aku dulu memang yakin seyakin-yakinnya bahwa aku bisa mendapatkan beasiswa itu. tetapi karena aku tak mau takabur, I repressed it... dan kemarin guru BK-ku menelepon ayahku. beliau bilang, sekolah mendapat telepon dari Unair yang memintaku untuk datang ke Unair hari Senin tanggal 15 Juni. aku berharap panggilan itu merupakan pertanda baik.
malamnya, saat aku tengah mandi, ayahku memanggilku. kata ayahku ada surprise. tapi aku tak pernah mau diganggu saat mandi, jadi aku tak begitu menghiraukan. jam 7, aku harus ke rumah Meuthia untuk mengajar les privat. aku berpamitan pada ayahku dan diantar adikku. ayahku berpesan, "cepat pulang ya nak... ada surprise" aku tak begitu mengerti maksudnya. jam 8, aku pulang dijemput Iqal. ayahku memangglku dengan nada gembira. lalu ayahku menunjukkan sms dari KAPP Unair, yang menginformasikan bahwa permohonan beasiswa yang diajukan ayahku untukku diterima. tentu saja kami gembira. tetapi entah, aku merasa biasa saja. bahkan pada saat kami berdoa sebelum makan sebagai ucapan syukur atas hal itu, aku tetap merasa biasa saja.
berarti aku ini kurang ajar kan???
yah... setelah aku merenung (ciee...), kudapatkan rasa malu itu. ya, aku memang memalukan. tidak tahu berterima kasih. ya Allah.. betapa Engkau benar-benar tidak pernah meninggalkan kami...
hari Senin aku dan ayahku akan pergi ke kampus Unair untuk konfirmasi (?) ih ya, tadi pagi sepulangnya dari sekolah (untuk melihat pengumuman kelulusan SMA), aku mendapat surat dari Unair. ya, isinya kurang lebih sama dengan sms pada malam sebelumnya. waktu aku melihat Pak Pos, aku jadi harap-harap cemas mengira itu adalah wesel atau semacamnya. hehehe... tapi tetap saja Pak Pos membawakan berita gembira untukku.
oh ya (lagi), aku kan masih kurang 200 ribu untuk mengganti uang tabungan anak-anak. aku panik mencari pinjaman. Mitra sudah berusaha membantu tetapi tidak ada hasilnya. malah dia dimarahi Ibunya waktu dia membujuk sang Ibu agar mau meminjamkan uang. aku jadi tidak enak pada Mitra. waktu aku datang ke sekolah untuk melihat pengumuman, aku sudah pasrah menghadapi anak-anak yang mungkin kecewa padaku. tetapi aku harus menghadapinya. dan setelah aku bicara baik-baik pada mereka, mereka mau mengerti. alhamdulillah... aku terharu sekali. So nice....
yah, setidaknya tinggal 2 lagi yang harus kuhadapi. pertama, uang tabungan anak-anak. kedua, pengumuman kelulusan hari Senin nanti. seharusnya sih aku tinggal saja di rumah untuk mendengarkan pengumuman yang akan disiarkan di Maja FM jam 12 siang itu. tapi aku harus mengurus beasiswa juga. jadi, aku tetap akan ke Surabaya dengan asumsi pasti ada temanku yang akan mengirimiku kabar mengenai kelulusan nanti.
I hope Allah will always loves me and people whom I loved.
amin...
I think I can make it...
Diposting oleh
Djayeng Channissa
on Senin, 08 Juni 2009
Label:
field of hope,
padang edelweiss
/
Comments: (0)
udah berapa lama aku meninggalkan kampung halaman? hampir 7 tahun. 1 Juli nanti genap deh 7 tahun aku pergi dari Bekasi. cieh.. pergi.. kayak residivis ajah (residivis itu apaan yah?? xp)
aku kangen sama Bekasi... kangen luar biasa. terutama pada teman-temanku di Al-husna dulu.
makanya aku join facebook. rasanya cuma itu deh alasanku. kalo engga, ngapain juga mati-matian ngebelain buat join facebook yang pernah bikin aku termehek-mehek itu? halah.. jadi OOT deh.. hehe...
aku udah coba nyari teman-temanku dengan modal nama indaah, dini, shahrir. tapi tetep aja ga ketemu! >_< bete ga tuh? apa mereka pakai nama lain yah?? hau... hampir putus asa aku...
but now.. I think I'll make it..
hari Sabtu kemarin, aku dapat ilham, kenapa ga coba nama anak yang lain aja? aku terpikir nama Firza. tapi aku lupa nama lengkapnya. tapiii... (tapi lagi nih..) kok ajaibnya begitu aku duduk di depan komputer aku langsung ingat nama lengkapnya: Firza Aulia Firanti. ketemu 2 orang yang mempunyai nama itu, satu ada fotonya, yang satu lagi engga. persamaannya: sama-sama memiliki nama belakang Viranti. berarti akunya yang goblok. pake V non, bukan F.. halah, tapi kan cuma beda 1 huruf aja, toh ketemu juga kan? aku agak kurang yakin, apa ini bener Firza yang aku cari?
tapi setelah aku liat teman-temannya banyak anak al husna, aku langsung add mereka.
hingga hari ini ada beberapa yang udah approve aku. tapi lucunya justru target-target utamaku belum berhasil kutemukan. biar bagaimana juga aku bersyukur padaNya yang sudah memberiku jalan.
semoga aku bisa bertemu mereka lagi..
aku kangen sama Bekasi... kangen luar biasa. terutama pada teman-temanku di Al-husna dulu.
makanya aku join facebook. rasanya cuma itu deh alasanku. kalo engga, ngapain juga mati-matian ngebelain buat join facebook yang pernah bikin aku termehek-mehek itu? halah.. jadi OOT deh.. hehe...
aku udah coba nyari teman-temanku dengan modal nama indaah, dini, shahrir. tapi tetep aja ga ketemu! >_< bete ga tuh? apa mereka pakai nama lain yah?? hau... hampir putus asa aku...
but now.. I think I'll make it..
hari Sabtu kemarin, aku dapat ilham, kenapa ga coba nama anak yang lain aja? aku terpikir nama Firza. tapi aku lupa nama lengkapnya. tapiii... (tapi lagi nih..) kok ajaibnya begitu aku duduk di depan komputer aku langsung ingat nama lengkapnya: Firza Aulia Firanti. ketemu 2 orang yang mempunyai nama itu, satu ada fotonya, yang satu lagi engga. persamaannya: sama-sama memiliki nama belakang Viranti. berarti akunya yang goblok. pake V non, bukan F.. halah, tapi kan cuma beda 1 huruf aja, toh ketemu juga kan? aku agak kurang yakin, apa ini bener Firza yang aku cari?
tapi setelah aku liat teman-temannya banyak anak al husna, aku langsung add mereka.
hingga hari ini ada beberapa yang udah approve aku. tapi lucunya justru target-target utamaku belum berhasil kutemukan. biar bagaimana juga aku bersyukur padaNya yang sudah memberiku jalan.
semoga aku bisa bertemu mereka lagi..
Labels
padang edelweiss
field of hope
kafe es krim
unair
kamar tidur yang mungil
gubuk kecil yang hangat
Niseikai Aidai
ujian
renungan
sekolah tua
kuliah
jujitsu
asrama
AIESEC
Monbukagakusho
ulang tahun
cerpen
job
ramadhan
resensi
Idul Fitri
Noryouku Shiken
les privat
ospek
skripsi
Kanji Cup
pondok ramadhan
puisi
Benron-taikai
MAWAPRES
MK
Nakayoshi Naito
PKL
dorama
drama
j-pop
kucing
opini