Ketika Kehilangan

aku yakin, kita semua pasti pernah merasakan yang namanya kehilangan. entah itu kehilangan sesuatu atau seseorang. entah itu karena perpisahan yang sifatnya sementara, atau perpisahan abadi oleh kematian.

gimana cara kalian mengatasi semua itu?

pasti ada banyak jawaban. aku yakin cara apapun yang kalian tempuh, itu adalah obat terbaik bagi masing-masing pribadi kita.

tapi mungkin, masih adakah di antara kita yang ngga rela melepas kehilangan itu?

aku yakin pasti ada.

mari kita bahas ini sejenak.

kalau kita ngga rela, apa sih sebenernya yang membuat kita ngga rela?

karena terlalu cinta? karena kenangan? karena merasa menjadi korban?

mungkin, jawaban terakhir adalah jawaban yang paling dasar dari kita yang masih belum rela melepas kehilangan itu.

menurutku, banyak di antara orang-orang itu merasa ngga rela karena merasa jadi korban. merasa dirugikan. ngga heran kalau orang-orang ini masih belum bisa menerima kenyataan, dan selalu meminta agar sesuatu atau seseorang itu kembali padanya.

atau setidaknya, terus-menerus mengenang masa lalu yang indah.

apa itu salah?

terlepas dari benar atau salah, itu manusiawi kok.

tapi, ada sesuatu yang perlu direnungkan.

bagi kita yang kehilangan seseorang (bukan karena kematian), lalu masih berusaha menyangkal kenyataan, pernahkah kita mencoba bertanya kepada diri kita, "what's wrong with me?"

apa iya sepenuhnya adalah salah orang yang meninggalkan kita?

take a five, then think again.

bagi kita yang masih menyalahkan orang yang meninggalkan kita, pernahkah kita memposisikan diri kita sebagai orang itu?

think again.

menurutku, tidak sepenuhnya kesalahan ada pada mereka yang meninggalkan kita.

pasti ada, meskipun kecil, kesalahan yang kita buat.

dan itu menyebabkan orang lain meninggalkan kita.

terus, apa itu berarti orang lain ngga tulus menemani kita? ngga sayang pada kita?

menurutku, ngga selalu seperti itu.

think again. try to recall those memories.

pernahkah kita coba menyadari, betapa besarnya cinta yang diberikan orang lain kepada kita?

meski tak pernah terucap, tak pernah terungkap. cinta itu selalu ada, meliputi kita di setiap langkah kita.


orang lain telah memberikan cinta yang besar kepada kita. tetapi bentuknya beda dengan "cinta" yang kita bayangkan.

cinta tidak selalu berupa sentuhan lembut, pelukan, atau bisikan kata-kata manis.

cinta bisa hadir dalam sosok yang begitu angkuh dan kejam. cinta ini datang untuk menyeret bagian lemah diri kita, supaya bisa lebih kuat lagi.

dalam bentuk nasihat, omelan, bahkan perdebatan.

isn't it?

----------------------------------
kepada mereka yang masih belum rela melepas satu kehilangan (terutama kehilangan seseorang)

boleh saja bersedih, tapi jangan pernah putus asa. jangan pernah kehilangan harapan untuk terus melanjutkan hidup.

dan jangan selalu menyalahkan mereka yang meninggalkan kita.

kenali diri kita, akui kesalahan kita. meminta maaf atas kesalahan itu. berterimakasihlah atas cinta yang pernah kita terima. itu yang akan membuat kita belajar.

maka, kehilangan yang kita alami tidak jadi sia-sia.

jangan jadikan kehilangan yang kita alami menjadi sia-sia, karena kita sibuk menyalahkan orang lain.

lagipula, sebenarnya ngga pernah ada kehilangan yang sia-sia

sebab kehilangan, justru membuat kita menyadari betapa pentingnya sesuatu yang pernah ada itu

To Bid A Farewell

kira-kira pertengahan bulan ini, Yulia request terjemahan ke aku. dia dikasih tinjauan pustaka buat proposalnya sama Syahrur-sensei. terus, dia minta tolong supaya diterjemahin sama aku. deadlinenya akhir bulan ini.

jujur, di antara semua naskah yang pernah aku terjemahin, mungkin ini yang tersulit. aku sampai frustasi sendiri. jangankan aku, Satoshi juga ikut-ikutan stres waktu aku tanyain. soalnya, dia bingung gimana jelasin dengan bahasa yang sederhana ke aku. emang sih banyak kosakata yang baru buat aku. tapi di atas itu, masalah yang paling sulit adalah karena banyak ambiguitas di sini. dan yang bikin frustasi lagi, kalimatnya ini berlapis-lapis. ibarat baju, bertumpuk-tumpuk, susah pula dibuka. haissh...

tapi untunglah, aku bisa nyelesein tepat waktu :'D

bukan cuma itu, aku pun dapet hikmah dari naskah ini.

oke, aku ceritain sedikit tentang naskah ini.

jadi, naskah ini adalah semacam ulasan atau penelitian tentang novelet karya Yoshimoto Banana yang berjudul "Moonlight Shadow". novelet ini jadi obyek penelitiannya Yulia. buat menunjang penelitiannya, dia dikasih sama Syahrur-sensei naskah ini. waktu aku liat, emang ulasannya cukup bagus. rapi, detil, dan lengkap. tapi ya itu tadi, bahasanya belibet banget =_=

dalam naskah ini, diulas macem-macem aspek yang ada dalam "Moonlight Shadow". mulai dari kenapa "kematian" diletakkan dalam cerita, karakter para tokoh, asal mula judul ini, dan sebagainya. sebenernya naskah ini asyik, karena ulasannya ga cuma asal jeplak aja. ada argumen yang valid, berdasarkan teori-teori ilmiah, dan sebagainya. dan gara-gara naskah ini, aku jadi lupa sama penelitianku sendiri :p malah aku sempet bias ke sastra Inggris gara-gara nemu nama Edgar Allan Poe, Dante Alighieri, dan sebagainya. aku sampai mau pinjem The Divine Comedy karya Dante gara-gara baca naskah ini. saking penasarannya. tapi untung aja aku masih bisa menahan diri. kalo ngga, bisa-bisa naskah ini ngga selesai dan tugas-tugasku terlantar semua. hahaha...

tapi di balik suka dan duka nerjemahinnya, aku dapet pelajaran dari cerita "Moonlight Shadow"

yaitu tentang kehilangan.

di dalam novelet ini, diceritain kalo Satsuki kehilangan pacarnya, Hitoshi, yang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. adik kandung Hitoshi, Hiiragi, juga kehilangan pacarnya Yumiko, karena kecelakaan yang sama. sejak saat itu, hidup Satsuki dan Hiiragi jadi ngga seperti dulu lagi. Satsuki sering mimpi buruk. dia berusaha menyibukkan pikirannya, supaya ngga inget lagi sama Hitoshi. salah satunya jogging tiap pagi. sementara itu, Hiiragi berubah jadi aneh. dia pergi ke sekolah, memakai seragam peninggalan Yumiko. aku ngga bisa bayangin, seorang cowok pergi ke sekolah pake seragam cewek. bener-bener bikin patah hati banget bacanya.

menurut ulasan di naskah ini, jogging dan seragam peninggalan Yumiko adalah sesuatu yang dianggap "obat" bagi kesedihan mereka berdua. mereka merasa nyaman dengan melakukan hal itu. meskipun itu masih belum bisa benar-benar menyembuhkan mereka.

lalu akhirnya, Satsuki bertemu dengan arwah Hitoshi dalam 'fenomena Tanabata'. Hitoshi tersenyum dan melambaikan salam perpisahan. sementara itu, Hiiragi juga bertemu dengan arwah Yumiko yang membawa pergi seragam itu.

mungkin bagi pembaca yang kurang suka cerita fantasi, bakal awkward bacanya. tapi menurutku, justru di sinilah poin pentingnya.

bagian fantasi itu adalah penyelesaian cerita ini.

setelah kejadian itu, pada akhirnya Satsuki bisa bangkit dan melanjutkan hidup. begitu juga dengan Hiiragi. akhirnya dia kembali memakai seragam sekolahnya yang biasa.

meskipun aku sendiri kurang ngeh sama penyelesaian ini. tapi, menurutku cerita ini luar biasa.

Banana telah menyuguhkan kepada kita proses yang dialami orang yang bersedih ketika kehilangan seseorang atau sesuatu. proses itu menyakitkan. tapi, ketika akhirnya bertemu dengan penyelesaiannya, mereka bisa bangkit lagi.

dalam naskah ini juga dijelaskan tentang proses kehilangan itu sendiri. macem-macem teori yang disuguhkan. misalnya pendapat Freud tentang mourning work. menurut Freud, ketika orang kehilangan seseorang, dia akan kehilangan minat terhadap dunia luar, kehilangan minat untuk mencari pasangan baru, menghindari segala tindakan yang berhubungan dengan kenangan tentang orang yang hilang itu, dan sebagainya. itulah yang disebut mourning work. selain itu, ada juga teorinya Bolwby tentang 3 tahap proses kehilangan. menurut Bolwby, ketika seseorang kehilangan sesuatu, tahap pertama yang ia alami adalah "penyangkalan". pada tahap ini, orang itu akan menyangkal dan meminta agar sesuatu yang hilang itu bisa kembali lagi padanya. lalu tahap kedua adalah "putus asa". pada tahap ini, ia mulai menyadari bahwa hal yang hilang itu tidak akan bisa kembali lagi padanya, meski ia berusaha sekuat apapun. karena itu, ia mulai putus asa. tahap terakhir adalah "penerimaan". pada tahap ini, ia mulai melupakan hal yang hilang itu, lalu mulai tertarik pada hal yang baru.

teori yang menarik, bukan?

membaca naskah ini, aku jadi merenung dan terus merenung. kehilangan, adalah sesuatu yang pasti kita semua alami. apapun bentuknya. tapi mau tidak mau kita harus melewati prosesnya, kan? ketika Tuhan menimpakan suatu cobaan kepada kita pasti ada maksudnya. mungkin, ketika Tuhan mengambil sesuatu dari kita, tujuannya supaya kita tahu betapa pentingnya sesuatu itu. mungkin akan sakit, tapi Tuhan tahu kita harus jadi lebih baik lagi.

setuju? :D

dari naskah ini, aku dapet satu pelajaran gimana caranya supaya kita bisa lepas dari rasa kehilangan itu.

kita harus berani mengucapkan perpisahan pada masa lalu.

jujur, menurutku itu suatu tantangan. mungkin pembaca yang lain juga ada yang merasa seperti aku. berpisah pada masa lalu, adalah hal yang sulit, karena masa lalu adalah bagian dari diri kita juga, meski itu hanya ada di belakang kita.

tapi ya, mau tidak mau, suatu saat, kita harus berpisah dengan masa lalu.

aish, aku pasti jadi patah hati kalau baca ulang tulisan ini :'D

jadi, saudara-saudara, siapkah kita berpisah dengan masa lalu?

Godspeed. we won't know until that day comes :)

tapi, apapun yang terjadi, anggaplah sebagai suatu berkah. dalam keadaan apapun, kita selalu punya Tuhan sebagai sahabat kita.

dan Tuhan adalah sahabat terbaik :)

inilah coretan akhir tahun 2012. semoga kita semua bisa melewati satu tahun ke depan dengan penuh kebahagiaan. amin :D

Menyederhanakan Hidup

Papa masih harus dioperasi lagi. kata dokternya, penyakit Papa benar-benar ganas, jadi harus segera dioperasi. semua orang shock, terutama Papa.

apakah di saat seperti ini aku juga harus shock?

Mbah Ity bilang, "Kakak harus lebih tegar dari kami-kami ini. lebih tegar dari siapapun."

makanya, aku ngga mau meneteskan air mata lagi.

-----------------------------
dalam hidup ini, kita akan selalu menemukan kesusahan. mungkin ada yang berpikir karena Tuhan ngga adil. mungkin ada juga yang berpikir kalau cobaan itu adalah hukuman karena dirinya telah berdosa. aku pikir, banyak orang yang berpikir seperti itu.

tapi, sepertinya sedikit yang berpikir kalau cobaan itu adalah bukti kasih sayang Tuhan kepada kita.

aku percaya, segala sesuatu harus diuji dulu sebelum dia bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi. artinya, kalau kita diberi cobaan ya itu berarti karena Tuhan emang sayang sama kita. coba deh bayangin, seandainya Tuhan meloloskan semua orang ke tingkat yang lebih tinggi tanpa mengujinya dulu? pasti semua orang tidak akan pernah tahu apa itu kesalahan, apa itu keburukan. soalnya, dia sendiri tidak pernah mengalaminya. ya kan? terus, dunia ini pasti akan kacau, karena semua orang melakukan apapun yang ia mau. dia pasti bakal masa bodoh ketika melanggar hak orang lain, karena dia ngga pernah tahu apa itu kesalahan.

tetapi, kalau orang diuji, dia akan belajar apa itu penderitaan, kesalahan, kegagalan. dengan begitu, ketika dia berhasil naik ke tingkat yang lebih tinggi, dia tidak akan memperlakukan orang dengan cara yang buruk. terus, gimana seandainya kalau orang yang berada di "tingkat atas" tetep aja memperlakukan orang lain dengan cara yang buruk? ya itu artinya ada yang salah atau kurang dari proses yang dia alami. berarti dia sudah gagal uji.

oke, balik lagi ke pembicaraan awal. aku yakin, semua cobaan itu harus dijalani, bukan dihindari atau diratapi. sebab, dengan cobaan itulah kita berhak untuk mencapai tingkat yang lebih dan lebih tinggi lagi.

apakah itu artinya kita ngga boleh mengeluh? well, menurutku manusiawi banget kalau orang mengeluh ketika menghadapi situasi yang tidak dia inginkan. wajar sih. tapi bukan berarti kita harus selalu meratapi keadaan. kita juga ngga perlu berpikiran yang macem-macem. just stay strong and do it.

gampang banget kalau ngomong? prakteknya?

aku tau, pasti bakal ada yang ngomong kayak gitu. aku juga dulu pernah berpikir kayak gitu. tapi, semakin banyak dan semakin sulit cobaan yang aku dan keluargaku hadapi, aku jadi semakin mengerti kalau sebenernya menjadi tegar dan kuat itu bukan sesuatu yang mustahil. we are what we think. kita bisa membentuk diri kita sesuai dengan apa yang kita pikirkan, apapun itu. mau bahagia? berpikirlah bahwa kita bahagia. mau kuat? berpikirlah kuat.

kalau aku pribadi, aku memilih untuk menjalani hidup dengan cara yang sederhana.

ya, sederhana. tanpa berpikir terlalu "canggih". ngga perlu berpikir "aduh, gimana ya". atau "ya ampun, kalau aku begini terus rencanaku gimana?". atau "duh, kalau aku ngga bisa memenuhi ekspektasi orang terus gimana?" dan sebangsanya.

aku memutuskan untuk melewati cara berpikir seperti itu. aku ingin hidup tanpa tekanan.

bukan berarti melupakan semua dan melepaskan tanggung jawab. tapi, aku lebih memilih untuk menyederhanakan hidup. aku memilih menjalankan apa yang ada di depan mata dengan sebaik-baiknya. segala beban tetap kubawa, tapi tak akan pernah aku monopoli sendiri. akan kubagi bebanku dengan Tuhan. karena Tuhan adalah sahabat terbaik setiap manusia.

aku tau, ketika kita menghadapi tekanan atau cobaan, kita cenderung mencari pertolongan dari orang lain. itu wajar dan manusiawi. tapi, mencari pertolongan berbeda dengan mencari perhatian. aku ngga mau lagi "pamer" kesusahan. bagiku, cukup aku, beberapa orang terdekatku, dan Tuhan saja yang tau ketika aku merasa lelah karena cobaan yang aku hadapi. ngga perlu jugalah orang seantero timeline tau kalau kita galau.

itulah yang namanya tegar dan mandiri. kita tetap teguh berjuang dengan segenap kekuatan yang kita punya, tapi di sisi lain nggak perlu sok mengingkari kelemahan kita. karena, mengakui kelemahan bukan berarti kalah. tapi kita harus selalu ingat, mengakui kelemahan tidak sama dengan meminta dikasihani.

aku ingin jadi pribadi yang seperti itu.

-----------------------
aku menerima semua kesusahan yang aku dan keluargaku hadapi. aku membaginya dengan Tuhan. aku titipkan semua cita-citaku kepadaNya. aku percaya Tuhan akan memberikan yang terbaik.

semua kesusahan aku jadikan pelajaran. hikmah yang kudapat aku jadikan senjata. aku jalani hidup dengan perasaan yang ringan dan tenang.

don't "take it easy", but "make it simple" instead :)





Waktu yang Berlalu Cepat

sebentar lagi UAS, ya... itu akhirnya semester 7 bakal segera berakhir. terus masuk semester 8. itu artinya aku harus menyusun skripsi dan segera menyelesaikannya sebelum semester 8 berakhir.

jujur, aku agak takut juga menghadapi semester 8. rasanya belum siap. aku merasa ilmuku masih kuraaaaaaang banget. aku jadi agak khawatir, gimana nantinya waktu nyusun skripsi? bisa ngga skripsiku berjalan lancar? lagian, rasanya berat dan sedih kalau membayangkan aku harus pisah dengan teman-temanku dan kampusku tercinta.

tapi mau ngga mau harus dihadapi, kan. kita ngga akan pernah bisa kembali ke masa lalu.

ngomong-ngomong soal masa lalu, aku jadi keingetan masa-masa kuliah yang udah aku lewati selama 7 semester ini.

aku ingat saat-saat aku tertawa bersama teman-temanku, bertengkar dengan salah satu di antaranya, menghadapi masa yang sulit karena masalah ekonomi, merasakan jatuh cinta, dan segala manis pahitnya.

semua itu terasa begitu indah. kadang aku suka mau nangis, kenapa semua itu berlalu begitu aja?

yaaah, namanya juga masa lalu. ia akan selalu ada di belakang kita, melingkupi kita. seperti tembok di kamar kita. mereka melingkupi kita, tapi tak pernah menyentuh kita. ialah yang memberi kita rasa aman, privasi, dan peringatan agar kita selalu berhati-hati agar jangan sampai menabraknya.

jadi yah, seperti apapun masa lalu, entah itu manis atau pahit, ia jugalah yang melindungi dan membesarkan kita.

dengan berpikir seperti itu, aku jadi agak tenang. dan optimis.

kemudian, apa yang ada di depan, kita ngga akan pernah tahu sampai kita berada di sana. aku tau, aku kini berada dalam masa sulit. Papa yang sakit, masalah di masa lalu yang belum selesai, juga kehilangan orang yang aku sayangi, semua adalah cobaan untukku. aku tau, aku punya banyak alasan untuk sedih, tapi bukan berarti aku punya alasan untuk putus asa.

mbak Vita pernah bilang begini, "kamu diberi cobaan seperti ini karena Allah tahu hanya kamu yang bisa melewatinya"

makanya, aku memutuskan untuk terus dan terus bertahan hidup, sampai aku menemukan sesuatu.

aku tau, aku bukan seseorang yang sempurna. kalau mau ngitung kekuranganku, banyak banget deh. aku tau aku bukan orang yang 100% kuat, karena aku masih suka nangis. tapi, dengan segala kelemahanku, aku memutuskan untuk tetap berjuang.

tujuanku dalam waktu dekat ini, aku ingin jadi mandiri. aku akan tetap berjuang supaya bisa mencapai titik itu. kini aku berusaha sedikit demi sedikit dan melakukan apa yang aku bisa agar bisa sampai ke sana. mungkin hanya langkah-langkah kecil, tapi aku yakin itu bisa mengantarku untuk sampai pada tujuanku.

aku tau, ketika aku bisa mandiri, mungkin akan ada sesuatu yang berakhir. mungkin aku akan sedih lagi karenanya. dan itu juga yang membuatku takut luar biasa. tapi, aku tau ada banyak orang yang ingin melihatku berhasil. aku ingin berjuang demi harapan mereka. aku ingin supaya kesuksesanku nantinya adalah perwakilan dari impian banyak orang, bukan semata-mata impianku sendiri aja.

ketika aku bisa mandiri, aku ngga akan berhenti berjuang. masih ada banyak impian yang ingin kukejar. salah satunya adalah menjadi penulis puisi. inilah cita-citaku. inilah passion-ku. aku tau sebenernya udah lama sekali aku menginginkan hal ini. tapi karena aku masih belum mempercayai diriku sendiri, aku berkelana ke mana-mana mencari cita-cita. akhirnya sekarang, aku menemukannya kembali. aku memberi kepercayaan pada diriku sendiri. aku beri kesempatan pada diriku, agar bisa mengejar impiannya.

aku tau, menjadi seorang penulis di Indonesia ngga akan mudah. di tengah gempuran karya-karya pop seperti chicklit dan teenlit, kurangnya apresiasi sastra di tengah masyarakat kita, kurang layaknya perhatian untuk kesejahteraan penulis, dan lemahnya sorotan media massa, menjadi penulis adalah satu tantangan besar. tapi ya ngga apa-apa. aku tetap ingin menjadi seorang penulis puisi. menjadi ibu yang melahirkan banyak karya. aku ingin, karya-karyaku nantinya menjadi sandaran bagi jiwa yang menangis, sekaligus tambatan bagi jiwa yang tersenyum.

itulah cita-citaku.

bukan hanya itu, masih banyak lagi impian yang ingin aku wujudkan. salah satunya adalah "impian besar". aku ngga tau sih, apa impian ini masih menjadi prioritasku apa ngga. setelah sekian bulan aku gelisah, mengkhawatirkan apakah impian ini akan terwujud dan bagaimana caranya supaya bisa terwujud, kini aku mencapai titik tenang. aku putuskan untuk menitipkannya kepada Allah. bukan berarti aku menyerah atau melupakannya. tetapi, aku tau masalah ini terlalu besar untuk dipikul seorang diri. aku tau Allah mengetahui yang lebih baik untukku. dan yaah, aku tau kadang-kadang aku pasti bakal gelisah lagi, atau nangis lagi, seperti saat-saat sebelumnya. perasa, cengeng, dan senewen emang udah sifatku. tapi ya sekali lagi, dengan segala sifatku yang ngga banget itu, aku bakal tetap berjuang.


----------------
di tengah perputaran waktu yang cepat ini, aku mulai menyusun impian-impianku. seiring dengan berjalannya waktu, aku tumbuh menjadi orang yang semakin mengenali diri sendiri, tentang kelebihan dan kekurangan yang aku punyai. juga belajar bagaimana menjadikan semuanya sebagai alat untuk mencapai tujuanku.

mungkin, kalau melihat kondisiku sekarang, semua itu sulit tercapai. tapi bagiku, semua itu bukan hal yang muluk.

even today is the worst day of my life, I simply dream for a better tomorrow :)

Aku dan Sesuatu di Dalam Diriku

kemarin pagi, aku ga menemukan headset kesayanganku, warna putih yang ear plug-nya bentuk lady bug warna kuning itu. mendadak aku panik, dan ngga nafsu ngapa-ngapain.

aku sms Nene, mungkin masih dibawa dia sejak sehari sebelumnya. dia bilang udah dibalikin ke aku.

aku tambah panik. no, please... headset itu ngga boleh ilang.

aku mulai nangis. Kome yang ada di sampingku keliatan bingung. dia megang bahuku dan bilang "udah Cha... ikhlasin aja kalau emang belum jodoh sama barangnya..."

aku tau Kome bener. tapi ya, waktu itu aku merasa bener-bener kehilangan. aku bingung, tapi aku tau ngga ada yang bisa aku lakuin dan ngga ada yang bisa aku salahin. ini bukan salah siapa-siapa.

kelas masih sepi waktu aku sampai. aku duduk paling depan sendiri, ngeluarin tisu dan menghapus air mataku sendiri. bener-bener bingung...

sms dari Nene masuk, "kemaren aku masukin tas biru"

aku diem. seingetku di dalam situ ngga ada apa-apa lagi selain buku.... tanpa sadar aku meraih tas biru yang ada di sampingku dan merogoh dalamnya. Ya Tuhan, headset kesayanganku beneran ada di sana!

aku bener-bener lega. hari itu aku bisa segera menyingkirkan kesedihanku.

aku merasa, ada sesuatu di dalam diriku yang mengatakan "tuh kan, semua bakal baik-baik aja kok..."

--------------------------------
tadi pagi waktu mandi, tiba-tiba aku keinget sesuatu. nothing particular sih sebenernya. cuma tiba-tiba aja muncul di kepala.

aku inget ada seseorang yang sms aku, "Lagi apa?" terus dia cerita kalau dia mengundang teman-temannya makan di rumahnya waktu Idul Adha.

waktu itu aku ngga ngerti maksudnya. aku cuma berpikir, "oh mungkin dia cuma lagi pingin cerita aja" dan semacamnya.

tapi pagi ini, ketika aku teringat kembali sama kata-katanya, aku jadi menyadari sesuatu.

"oh, ternyata itu maksudnya...."

sejak itu, aku jadi merasa aneh. soalnya aku merasa, di dalam diriku ada sesuatu yang berbeda dari aku yang biasanya.

biasanya, aku bakal down dan sedih sepanjang hari. tapi, pagi ini aku agak berbeda menyikapinya. ya aku akui, aku emang sedih begitu aku "menyadari" maksud dari kata-katanya waktu itu. tapi di sisi lain, seolah-olah ada seseorang lain di dalam diriku yang berkata, "ya, kamu sekarang sadar kan maksudnya? you'll cry, I know it well. sebelum kamu sedih, coba pikir deh, maknanya buat kamu sendiri itu apa?"

karena itu aku jadi mikir, "iya, ya... kalau emang maksudnya dia seperti itu, terus kenapa? apa maknanya buat aku?"

hmm... aku emang ngga tau secara pasti. tapi jujur, kalau seandainya itu ngga ada maknanya buatku, aku bakalan sakit mengakuinya.

sepanjang hari aku terus dan terus berpikir, apa maknanya buatku? dan apa juga maksud dari semua ini? aku ngga ngerti skema yang dirancang Tuhan buatku dan aku sama sekali ngga bisa menebaknya. akibatnya, aku jadi merasa.... aneh. aneh, karena susah juga mendefinisikan perasaanku ini. mungkin lebih seperti merasa kesal dan kalah karena ngga bisa menebaknya.

wohoooo~ childish banget aku kalau lagi kayak gitu

tapi, apapun itu, aku tau kalau diriku sedang berkembang. yah, ngga apa-apalah jadi aneh sedikit, kalau keanehan itu indikasi perubahan yang lebih baik. sama seperti ulat bermetamorfosis jadi kepompong yang aneh dulu baru bisa jadi kupu-kupu yang cantik. ya kan? :)

welcome, the other inside me. yoroshiku onegaishimasu ne~

Aku dan Coklat

aku jarang nonton TV, soalnya di kos ngga ada TV. aku cuma punya kesempatan nonton TV di rumah. biasanya sih nonton apa yang ditonton Papa.

suatu kali, aku liat iklan nugget yang dibintangi girlband Indonesia. aku perhatiin baik-baik cewek-cewek yang melenggak-lenggok manis manja itu. rambutnya, dicat, dibentuk segala rupa. matanya, ditempelin bulu mata entah berasal dari bulu apa, plus lensa kontak yang bikin mata orang (Indonesia) semakin mencetat keluar.

tiga detik kemudian, kesadaranku balik. aku ganti channel, cari kartun yang lucu.

ngeliat girlband itu, aku jadi inget sama cewek-cewek, mulai dari artis sampai anak-anak, yang merombak penampilannya. mengubah warna dan bentuk rambut, pakai lensa kontak warna-warni, pakai make-up, dan sebagainya. semua demi keliatan cantik.

aku cengo sendiri. itukah definisi "cantik" zaman sekarang? kalo iya, wah, tua banget berarti aku.

yah, bukannya aku menolak kemajuan zaman. jujur, aku sendiri suka kok liat bentuk rambut yang lucu-lucu, wajah yang keliatan imut karena make-up, dan sebangsanya (asal tepat dan ngga berlebihan)

tapi jujur aku ga setuju kalau kita harus memalsukan diri kita demi dibilang cantik.

----------------------------------
aku inget, dulu waktu SMP ada temanku yang tanya aku pakai shampoo apa. anak itu anak baru, dan jujur aku ngerasa aneh tiba-tiba ditanya begitu sama orang yang belum seberapa kenal.

setelah aku jawab aku pakai shampoo merk apa, dia bilang gini, "oh, pantes... rambutmu bagus banget soalnya. berkilau gitu. pakai shampoo xxx itu bisa bikin rambut sebagus ini ya? mau coba ah"

aku cuma bisa tersipu aja. bingung juga itu beneran pujian atau cuma basa-basi.

waktu SMA, ada salah satu temenku bilang, "aku suka sama rambutmu. ngga disemir aja warnanya bagus. coklat alami. aku pingin punya rambut kayak kamu"

di kelasku, entah kenapa banyak yang bilang kalau aku punya kecantikan yang beda. kata mereka, wajahku unik, bikin orang ga gampang lupa.

mereka juga sering memuji-muji kulitku yang putih, tubuhku yang tinggi dan kurus (aneh banget dipuji kurus. sampai detik ini aku tidak menganggap 'kurus' itu berkonotasi positif), rambutku yang lurus dan coklat, alisku yang rapi, dan mata yang juga coklat.

lucunya, waktu ada tugas Bahasa Inggris membuat paragraf describing object, beberapa temanku mendeskripsikan aku untuk tugas itu. lucu bin awkward. ya, bayangin aja rasanya ketika kamu di kelas lagi jam pelajaran, lagi ngerjain tugas, terus diperhatiin sama teman-temanmu. ada yang ngelus-ngelus rambutku, yang ngeliatin mataku, yang nyuruh aku ngomong (ngecek logatku kayak gimana) dan seterusnya.

terus, ada salah satu temanku yang salah nulis. dia nulis gini "I have a friend. Her name is Nisa. Her skin is white. Her hair is chocolate. Her eyes is chocolate, too."

aku nahan ketawa waktu bacanya. aku tau, maksudnya pasti "her hair is brown. her eyes are brown, too"

aku kasih tau dia soal kesalahannya itu. terus dia ketawa dan langsung benerin kalimatnya.

-------------------------------
kalau aku inget-inget hal itu, aku suka senyum-senyum sendiri. biasanya aku bakal ngaca dan buka mata lebar-lebar. setelah memastikan iris mataku berwarna coklat, barulah aku puas.

sebenernya, kesalahan yang dilakukan temen SMA-ku waktu tugas Bahasa Inggris itu adalah momen tak terlupakan bagiku. kata-kata itu bikin aku tersipu. manis banget kalau rambut dan mataku diasosiasikan dengan coklat. berasa bisa dinikmati gitu, kayak iklan deodoran pria yang feature coklat itu loh... hahaha....

sejak saat itu, aku mulai mencintai apa yang Tuhan berikan padaku ini.

aku merasa bersyukur, dan rasanya ngga perlu deh mengubah-ubah karunia Tuhan ini.

tapi pernah juga, ketika aku baca tentang anime dan cosplay, aku jadi tertarik untuk mengecat rambutku dan pakai lensa kontak juga. oke, ngecat rambut mustahil juga karena Papa pasti ngga setuju. minimal pakai lensa kontak laaah... toh bisa dipasang atau dilepas kapanpun. cuma karena ngga ada uang, ngga pernah kesampaian.

dan untung aja ngga pernah kesampaian.

kenapa?

karena ada seseorang yang pernah mencintaiku dengan mata coklat ini.

dia pernah bilang, "aku suka matamu. coklat, mirip ibuku."

bahkan dia mengangkat daguku sedikit, lalu melihat ke dalam mataku. aku masih inget waktu itu aku agak memicingkan mata. rasa panas menjalar di pipiku karena malu. aku salting, malu banget...

ngeliat aku salting kayak anak kecil, dia tersenyum.

aku ngga bisa melupakannya, meski udah hampir dua tahun momen itu berlalu.

waktu itu, aku belum begitu mengerti kata-katanya itu. aku cuma bisa tersipu malu.

tapi, kini aku merasa sangat senang. dia bilang mata ini mirip mata ibunya. berarti aku mirip dengan seseorang yang berharga dalam hidupnya.

sejak saat itu, aku semakin mencintai diriku sendiri. aku memberi kesempatan bagi diriku untuk merasa dicintai. bukan cuma itu, aku merasa bahwa sosok ibu itu benar-benar berharga dan aku ingin menjadi seorang ibu.

oke, sekarang ngga mungkin. belum nikah soalnya. hahaha...

tapi, aku merasa sudah menjadi 'ibu'

yaitu ibu yang melahirkan puisi.

sejak titik tolak kepenulisanku tahun ini, aku merasa puisi-puisi yang kutulis adalah anak. kulahirkan mereka dengan penuh perasaan. aku beri mereka nama agar mereka dikenal. tidak ada lagi puisi yang kutulis dengan emosi bergolak seperti SMA dulu.

------------------------------
aku dan coklat. juga kenangan manis tentang keduanya. semua mendorongku untuk lebih mencintai diriku sendiri. diriku yang apa adanya, tanpa kepalsuan. dan itu menginspirasiku untuk terus berkarya, melahirkan lebih banyak lagi puisi ke dunia ini.

love Coklat <3 br="br">



Membuat Kesalahan

semua orang pasti pernah membuat kesalahan.

termasuk aku. dan aku tergolong orang yang sering banget membuat kesalahan.

ketika membuat kesalahan, apa yang kita rasakan? malu? menyesal? atau lega?

yah, pasti campur aduk ya...

kalau aku sih, tipenya orang yang bakal nyeseeeeel banget begitu melakukan kesalahan. dan biasanya bakal ngaruh ke yang lainnya juga. entah itu nafsu makan, tugas, dan lain-lain.

emang payah banget sih kalau sampai begitu. tapi setidaknya aku jadi belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di lain waktu.

aku tak mau mengingkari kalau aku salah. meski pahit, aku ingin menerimanya. aku punya satu keyakinan, kalau segala sesuatu yang membuat kita tidak nyaman adalah pembelajaran.

aku berharap, semoga apa yang aku tangisi bisa membuatku terus belajar untuk semakin kuat. aku juga harus bisa berpikir dewasa, bukan seperti anak-anak lagi.

by the way soal anak-anak, aku akui, aku emang suka banget dimanjain orang lain. aku suka kalau ada orang yang menganggapku lucu seperti anak-anak. makanya, kadang aku jadi manjaaa banget sama orang lain. entah itu meluk temenku, atau ngomong cadel-cadelan dan sebagainya.

mungkin itu satu kebiasaan yang sulit diubah. tapi, aku ingin, meskipun aku seperti itu, aku tetap bisa berpikir dewasa. dan sebaliknya, meskipun aku berpikir dewasa, aku ingin ada orang yang menerima sifat manjaku.

alah, aneh-aneh aja ya... hahaha...

setiap orang pasti membuat kesalahan. tetapi kita boleh ingat, kalau kita bisa memulainya dari awal lagi.

kayak kata mamanya Seiji di drama "Freeter, Ie wo Kau": "you always can restart from zero"

bagiku, itu kata-kata yang sangat inspiratif.

kalau inget itu, aku jadi semangat lagi untuk memulai hari baru

dan belajar memperbaiki diri supaya jadi lebih baik lagi :)
 

Design in CSS by TemplateWorld and sponsored by SmashingMagazine
Blogger Template created by Deluxe Templates